
Chapter 19. Legenda Siluman Gurita.
Xu Huang segera menyusul Zhi Shimo, dia tidak kapok hanya karena mendapatkan tamparan dari wanita cantik, terlihat wajahnya bangga sambil mengelus pipi.
"Dia adalah adikku, apakah kalian ingin merekrutnya?" tanya Xu Huang saat berhenti di sebelah Jia Li.
Jia Li jelas risih dan segera menjauhi Xu Huang dengan berpindah tempat di sebelah Li Mei, dia langsung menyahut, "adik nenek moyang mu, mana ada kesamaan kalian berdua!"
"Jelas ada, lihat wajah kita sangat mirip, kita juga sama-sama laki-laki, hanya berbeda tinggi badan, dia pendek aku lebih tinggi!" balas Xu Huang yang membual.
Zhi Shimo menahan tawanya, dia tidak marah dengan ucapan Xu Huang yang membual, dia justru senang mendapatkan teman pria yang lucu. Sedangkan Yusan dan Li Mei menutup mulutnya agar tidak tertawa.
"Cih! Mirip apaan! Lihat wajah si Shimo ibarat mahakarya alam semesta, sedangkan kamu maha hancur. Dan, jangan bermimpi memiliki tubuh tinggi, aku yakin ketika kamu lahir, ayahmu menendang kepala agar kembali ke rahim ibumu, sehingga kamu menjadi pendek!" sungut Jia Li dengan bualan Xu Huang.
Xu Huang tertawa dan tidak marah, lalu dia berkata, "pujian mu sangat indah! Oh Dewi ku, jika kamu seperti ini, aku makin jatuh--"
Bukk.. Bukk...
Jia Li langsung menendang perut Xu Huang sebelum selesai merayunya. Akhirnya Zhi Shimo tidak bisa menahan tawa. Demikian juga dengan Yusan yang ikut tertawa dan tanpa sadar memeluk lengan kanan Zhi Shimo.
Tidak terasa mereka berlima telah tiba di Paviliun Penakluk Siluman. Zhi Shimo melihat gedung Paviliun Penakluk Siluman sangatlah tinggi, besar dan megah, dan terasa aura kuno disetiap ukiran pada daun pintunya.
Sebelum naik anak tangga untuk masuk ke dalam Paviliun Penakluk Siluman, ada dua patung berbentuk unik, tubuh binatang Singa dengan kepala Kura-kura, memiliki ekor ular dan empat kaki seperti kaki Gajah.
"Apakah kamu membawa surat rekomendasi?" tanya Yusan yang ingin membantu Zhi Shimo mendaftar.
Zhi Shimo mengangguk dan mengeluarkan gulungan bambu yang didapatkan dari Kepala Desa Chang, lalu memberikan kepada Yusan. Yusan menerima gulungan bambu tanpa memeriksa isinya, dia menarik pergelangan tangan Zhi Shimo agar segera masuk ke Paviliun Penakluk Siluman.
Disaat masuk, Zhi Shimo melihat interior Paviliun Penakluk Siluman yang unik, terlihat di atas tergantung Bola Segel Siluman tepat di tengah ruangan. Di kanan ada ruang penjualan berbagai kebutuhan pemburu siluman, lalu sebelah kiri ada ruang untuk menukarkan hasil perburuan.
Disaat kita melangkah di tengah ruangan, akan ada lubang selebar satu meter. Zhi Shimo melihat ke dalam lubang yang dalamnya mencapai tujuh meter, di dalam terlihat satu bola kristal berwarna biru yang juga tergantung.
"Itu Orb Dragon Sky, kegunaannya untuk menaklukkan Siluman Naga. Tapi, bisa juga untuk membentuk tubuh Naga yang telah mati dan menyisakan jiwanya!" jelas Yusan saat melihat Zhi Shimo yang tampak tidak tahu.
Zhi Shimo jadi teringat akan Tombak Naga Langit, dimana berdiam jiwa Naga Langit. Seketika dia merasakan Tombak Naga Langit bergetar, lalu terdengar suara serak dibenaknya.
"Dapatkan Orb Dragon Sky, maka kamu akan menjadi tuanku!"
Zhi Shimo sedikit terkejut, disaat akan bertanya kepada Tombak Naga Langit, Yusan terburu menarik pergelangan tangannya lagi.
"Ayo, kamu mendaftar dulu disana!" ajak Yusan sambil menunjuk ke tempat pendaftaran, dimana ada dua wanita muda yang menjadi pegawai Paviliun Penakluk Siluman.
Kedatangan Yusan dan timnya menarik perhatian para pemburu siluman, siapapun mengenal Yusan sebagai pemburu siluman dengan prestasi lencana Emas dan juga pemilik penginapan Seribu Malam.
__ADS_1
Terlihat satu tim berisi sebelah orang melihat Yusan mengandeng Zhi Shimo, Tim itu bernama Predator Siluman dan pemimpinnya bernama Wu Jin. Kekuatan Wu Jin berada di tingkat Soul Formation level sembilan.
Wu Jin cemburu melihat Yusan menggandeng seorang pria yang sangat tampan tapi terlihat lemah, dia menghampiri Yusan, namun dicegah oleh wakilnya.
"Nanti saja kita tanya dia, Bos!" alasan wakilnya yang tidak ingin membuat keributan di dalam Paviliun Penakluk Siluman.
"Ayo kita tunggu--"
"Si Hui terbunuh!" teriak salah satu pemburu mewartakan kematian pemimpin Tim Serigala sebelum Wu Jin selesai berbicara.
Teriak pria itu menarik perhatian dan banyak pemburu siluman buru-buru bertanya. Sedangkan Yusan dan kedua temannya yang tahu tidak peduli, berbeda dengan Xu Huang yang menghampiri pria itu dan ikut bergosip.
"Saudari Yun, dia ingin menjadi anggota Paviliun Penakluk Siluman, ini rekomendasinya," jelas Yusan kepada si pegawai yang bernama Ming Yun, lalu menyerahkan gulungan bambu.
Ming Yun dan rekannya menatap wajah Zhi Shimo tanpa berkedip. Li Mei melambaikan tangannya untuk menghalangi pandangan kedua pegawai paviliun.
Ming Yun dan rekannya menjadi malu. Segera Ming Yun membuka gulungan bambu, sedangkan rekannya mengeluarkan plat sambil membawa pisau ukir.
Kedua tangan Ming Yun bergetar ketika membaca isi gulungan bambu, wajahnya menjadi pucat dan melihat Zhi Shimo. Wajah ketakutan Ming Yun dilihat oleh Zhi Shimo, Yusan dan dua temannya.
"Ada apa?" tanya Jia Li dengan rasa penasaran.
"Ini... Dia... Dia ...!" Ming Yun tergagap dan tidak mampu berbicara dengan lancar seperti melihat hantu.
"Kenapa kalian?" tanya Zhi Shimo yang keheranan melihat ketakutan mereka setelah membaca isi gulungan bambu.
Yusan menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan, lalu dia bertanya, "apa benar kamu dari Desa Chang?"
"Benar, kan itu buktinya dan aku mendapatkan rekomendasi dari Kepala Desa Chang!" jawab Zhi Shimo dan merasa isi gulungan bambu tidak ada tulisan yang mengejutkan, "memangnya kenapa jika aku dari sana?" lanjutnya yang bertanya balik.
"Saudari Yun, buatkan identitasnya dulu!" pinta Yusan dengan mengembalikan gulungan bambu kepada Ming Yun.
Kemudian, Yusan menarik pergelangan tangan Zhi Shimo dan diikuti oleh kedua temannya. Yusan naik ke lantai dua, dia menuju sebuah ruangan khusus bagi pemburu siluman yang berdiskusi.
Zhi Shimo heran serta penasaran dengan reaksi mereka, dia hanya mengikuti Yusan tanpa menolaknya. Jia Li menutup pintu ruang diskusi dan menguncinya.
Yusan mengajak Zhi Shimo duduk di sebelahnya, lalu Li Mei juga ikut duduk di sebelah Zhi Shimo. Jia Li menarik kursi dan duduk di depan Zhi Shimo.
"Sebenarnya ada apa?" tanya Zhi Shimo dengan tidak sabaran.
"Apakah kamu tidak tahu Legenda Siluman Gurita Kabut?" tanya Yusan sebelum menjawab dan Zhi Shimo menggelengkan kepalanya sebagai tanda tidak tahu.
"Apakah kamu tidak merasakan keanehan di Desa Chang?" selidik Yusan.
__ADS_1
Dari pertanyaan Yusan kali ini, Zhi Shimo baru menyadari, lalu dia mengangguk dan menjawab, "iya, semalam aku melihat Siluman Gurita Kabut bertubuh besar berwarna biru...,"
Zhi Shimo pun menceritakan semua kejadian semalam kepada Yusan dan dua temannya, lalu dia menceritakan masa kecilnya hingga sampai di Desa Jiang dan bertemu dengan Xu Huang serta mengalahkan Tim Serigala.
"Kamu beruntung masih bisa hidup dan bertahan disana selama ini. Konon, Desa Chang sudah lama menghilang setelah pembantaian beberapa tahun lalu, tepatnya sepuluh tahun lebih dua bulan tiga hari ini. Waktu itu...," kata Yusan dan menceritakan tentang Legenda Siluman Gurita Kabut.
Menurut waktu kejadiannya, Zhi Shimo memperkirakan kejadian itu setelah ayahnya meninggal. Setelah ayahnya meninggal, beberapa hari muncul kabut seperti asap menutupi Desa Chang, awalnya dianggap biasa saja karena dekat dengan pegunungan dan dikelilingi hutan.
Namun, setelah tujuh hari berlalu, penduduk Desa Chang satu per satu terbunuh dan tersisa kulit dan tulangnya saja. Pembunuhnya tidak lain adalah Siluman Gurita Malam atas perintah Siluman Gurita Kabut sebagai Penguasa Hutan Terlarang.
Lokasi Hutan Terlarang dekat dengan Desa Chang yang hanya berjarak dua belas kilometer. Sudah banyak pemburu siluman yang berusaha memburu Siluman Gurita, tapi tidak ada yang berhasil dan malahan terbunuh.
Tidak terhitung banyaknya pemburu siluman yang tewas, bahkan saat siang hari untuk berburu juga tetap tidak mampu mengalahkan Siluman Gurita Kabut.
"Jarak antara Desa Chang dan Paviliun Penakluk Siluman berapa kilometer?" sela Zhi Shimo yang tidak menghitung jaraknya.
"Dua ratus lima kilometer lebih sedikit!" jawab Li Mei.
Seketika Zhi Shimo terkejut jika jaraknya sangat jauh, padahal dia merasakan sangat dekat saat terbang. Dia juga teringat akan ucapan Kepala desa yang mengatakan, jika jarak Paviliun Penakluk Siluman hanya dua belas kilometer.
"Apa Kepala desa ingin aku menuju ke Hutan Terlarang untuk membalaskan dendamnya? Apakah karena kematiannya yang tidak wajar sehingga menjadikan mereka siluman? Tapi, kenapa aku tidak merasakan aura siluman?" gumam Zhi Shimo dengan banyak pertanyaan yang berkecamuk.
"Wajar jika kamu tidak merasakannya, sebab basis kultivasi mu masih rendah. Dan lagi, siapapun yang mati di tangan Siluman Gurita akan menjadi pengikutnya, mungkin saja semua penduduk itu adalah pengikutnya!" sahut Yusan.
Zhi Shimo mengangguk paham, dia bisa merasakan aura siluman karena waktu itu yang datang memiliki kekuatan tinggi, sehingga hawa siluman sangat besar bisa dirasakannya.
"Lihat ini...," Jia Li mengeluarkan selembaran informasi tentang Siluman Gurita.
"Siapapun yang berhasil mengalahkan hidup atau mati Siluman Gurita, hadiahnya mencapai lima ratus ribu keping emas lebih, mendapatkan lencana Kristal... Kamu bisa baca sendiri hadiahnya yang melimpah di selembaran ini!" imbuh Li Mei.
Zhi Shimo membaca selembaran informasi tentang hadiah yang berhasil mengalahkan Siluman Gurita Kabut dan Malam. Di bagian keterangan bawah mengejutkan Zhi Shimo, dimana jika pemburu siluman berhasil menaklukkan Ratu Siluman Gurita Kabut, maka hadiahnya berupa satu juta keping emas, lencana Giok, Bola Segel Siluman tahap puncak dan lain sebagainya.
Karena hadiahnya yang menggiurkan, maka banyak pemburu siluman yang berusaha mengalahkan Siluman Gurita. Sayangnya, tidak ada satupun pemburu siluman yang berhasil menaklukkan Ratu Siluman Gurita Kabut dan malah tewas mengenaskan.
"Jujur saja, melihat kemampuanmu yang bisa menghilang, kami berniat mengajakmu bergabung dengan kita. Apakah kamu mau bergabung dengan tim kecil kita?" harap Yusan dengan memegang tangan Zhi Shimo, dia berbicara dengan tubuh yang menggoda.
"Banyak pria yang kuat dan mampu layak menjadi tim kalian... Sedangkan aku tidak berpengalaman dan kekuatan rendah! Yakin masih ingin aku bergabung? Dan lagi, jika aku dekat dengan wanita, kalian yang dalam bahaya!" jawab Zhi Shimo dan berkata apa adanya, dia berkata begitu karena mencium hawa murni ketiga wanita yang masih suci.
Yusan menutup mulutnya agar tidak tertawa keras, dia merapatkan dadanya hingga menempel di lengan Zhi Shimo. Demikian juga dengan Li Mei memeluk lengan Zhi Shimo, dengan kaki kirinya dia angkat dan meletakkan di paha kanan.
Sedangkan Jia Li berjongkok di depan Zhi Shimo sambil mengelus pahanya. Zhi Shimo menelan salivannya saat dirinya dipancing seperti ini. Namun, ketiga wanita itu segera kembali duduk normal, dengan sengaja menggoda Zhi Shimo. Lalu serempak mereka bertiga tertawa.
"Jika mau bergabung dan mampu taklukkan hati kita, maka aku akan serahkan tubuh ini!" tantang Yusan sambil menunjuk dadanya.
__ADS_1
Zhi Shimo tersenyum dan melihat dada besar Yusan yang terlihat belahannya. Lalu Yusan berdiri dengan menarik pergelangan tangan Zhi Shimo untuk keluar dari ruang diskusi, dia menganggap telah sukses merekrut Zhi Shimo. Jia Li dan Li Mei juga mengikuti.