
Chapter 144. Hanya Titik Kecil.
Dua prajurit yang diperintahkan untuk memeriksa juga menghilang. Qi Xiao Yu segera memeriksanya sendiri, lalu diikuti oleh dua asistennya serta prajurit.
Saat berada di tempat menghilangnya dua prajuritnya, Qi Xiao Yu mengangkat tangan kiri kedepan, dia dan semua orang terkejut melihat tangan Qi Xiao Yu tidak terlihat.
Karena tidak merasakan sakit, Qi Xiao Yu perlahan melangkahkan kaki kirinya dan menjulurkan kepala. Sontak dia terkejut melihat pemandangan yang mengerikan dan juga mencium darah.
Tubuh Qi Xiao Yu sedikit gemetaran. Dia buru-buru menarik dua prajurit yang diam membeku karena syok melihat pembantaian yang sedang berlangsung.
Bruk...
Dua prajurit terduduk di tanah dengan wajah yang ketakutan melihat pembantaian. Karena penasaran dengan apa yang dialami oleh dua prajurit, Qi Tong Chen memasukkan kepalanya pada dinding Formasi Ilusi dan Penghalang Mata Dewa...
Qi Xiao Yu menahan pergelangan tangan Qi Sun Qian yang ingin melihat apa didalam Formasi Array.
"Jangan dilihat, jika mental mu lemah!" alasan Qi Xiao Yu yang mencegah asisten untuk melihat pembantaian massal penduduk Kota Gangnam yang sedang berlangsung.
Lalu Qi Xiao Yu, Qi Sun Qian dan semua prajurit melihat tubuh Qi Tong Chen gemetaran. Buru-buru Qi Xiao Yu menarik pergelangan tangan asistennya.
Wajah Qi Tong Chen pucat pasi dan terduduk di tanah. Seumur hidupnya tidak pernah melihat apa yang baru saja terjadi.
"Kota Gangnam tidak menghilang, melainkan ada Formasi Array dan dikuasai utusan Maharaja Yaksa. Qian, laporkan kepada ketua Penegak Hukum...," Qi Xiao Yu segera mengambil tindakan cepat dengan membuat pengaturan.
Qi Xiao Yu dan semua orang kembali ke kapal angkasa dan berpindah ke seberang Sungai Namnam. Qi Sun Qian segera melaporkan kepada ketua Penegak Hukum dengan menggunakan Siput Penghantar Suara...
Laporan Qi Xiao Yu segera ditindaklanjuti dengan cepat. Ketua Penegak Hukum melaporkan kepada Raja Qi Jianheng. Raja Qi memberikan perintah kepada Jenderal Timur dan Barat untuk bertindak...
...****************...
Zhi Shimo dan dua kekasihnya baru selesai mandi. Mereka bersiap-siap untuk keluar dari Dunia Jiwa. Shuǐ Jīnglíng kembali menjadi wujud Peri Kupu-kupu. Celestial She juga kembali menjadi tato dileher Zhi Shimo, dia mengeluarkan tubuh kesadaran dan duduk di bahu kanan Zhi Shimo.
"Aku harus terhubung lagi dengan jaringan vena struktur tanah, dengan begitu lokasi pastinya bisa ku ketahui," kata Shuǐ Jīnglíng.
Zhi Shimo segera keluar dari Dunia Jiwa dengan berubah menjadi angin. Setelah keluar, dia tetap berada di bawah pohon yang sebelumnya pernah dijadikan pijakan untuk melihat situasi ibukota.
Zhi Shimo melihat armada kapal angkasa menuju ke provinsi Nanmen, jumlahnya sekitar 5.000 unit kapal angkasa, setiap satu unit berkapasitas 1.000 jiwa.
Ada dua kapal angkasa yang paling besar diantara lainnya, kapal tersebut milik Jenderal Timur dan Jenderal Barat, mereka berdua memiliki kekuatan tingkat True Delta. Sedangkan para prajuritnya minimal memiliki kekuatan tingkat God Sovereign.
"Militer yang mengerikan!" seruan Zhi Shimo yang baru tahu kekuatan militer Kerajaan Qi.
Shuǐ Jīnglíng dan Celestial She juga ikut melihat, namun mereka tidak sedikitpun kagum maupun heran dengan kekuatan militer Kerajaan Qi. Bagi mereka berdua, mereka hanyalah junior yang dengan mudah dikalahkan.
__ADS_1
"Mau kemana mereka, latihan atau sedang terjadi sesuatu?" gumam Zhi Shimo yang penasaran, namun mengalihkan pandangannya ke arah lokasi Intergalactic Plane yang menjadi incarannya.
Celestial She yang tahu hanya diam saja, tapi Mata Ular Surgawi melihat Kota Gangnam. Shuǐ Jīnglíng mengikuti apa yang Zhi Shimo lihat, dia terkesima melihat besarnya Intergalactic Plane. Baru pertama kali Shuǐ Jīnglíng melihat Intergalactic Plane dan Interstellar Fighter.
"Kamu mau mengambilnya?" tanya Shuǐ Jīnglíng.
"Iya, tapi penjagaannya sangat ketat! Butuh mengalihkan perhatian mereka untuk bisa mendapatkannya!" jawab Zhi Shimo yang melihat disekitarnya dijaga oleh satu orang yang memiliki kekuatan True Resonansi, 100 penjaga yang memiliki kekuatan tingkat True Delta dan masih banyak kekuatan dibawahnya yang berpatroli.
"Lebih baik tingkatkan kekuatanmu dulu!" saran Celestial She yang mengingatkan Zhi Shimo rencana yang sudah dibuat.
Zhi Shimo mengangguk dan masuk ke dalam tanah agar Shuǐ Jīnglíng bisa terhubung dengan jaringan vena struktur tanah. Setelah berada 500 meter di kedalaman tanah, Zhi Shimo berhenti.
Shuǐ Jīnglíng segera bekerja, dia mengangkat tangan kanan. Lalu ujung lima jarinya keluar jaringan vena yang terbuat dari energi spiritual. Lima jaringan vena energi menyebar, tidak berselang lama lima jaringan vena energi saling terhubung dengan jaringan vena struktur tanah.
Zhi Shimo dan Celestial She melihat jaringan vena struktur tanah berdenyut-denyut. Kemudian Shuǐ Jīnglíng memejamkan mata untuk berkonsentrasi.
Yang tidak diketahui oleh Zhi Shimo dan Celestial She, Shuǐ Jīnglíng mengendalikan jaringan vena memasuki Interstellar Fighter yang diparkirkan di lapangan latihan prajurit.
Proyektor pelindung Interstellar Fighter tertembus jaringan vena struktur tanah dengan mudah, padahal setingkat True Omega tidak mampu merusaknya, leluhur Qi dan keturunannya sudah mencobanya sekali, dan hasilnya Interstellar Fighter meledak.
Setelah jaringan vena struktur tanah terhubung dengan dua unit Interstellar Fighter, Shuǐ Jīnglíng menargetkan Intergalactic Plane yang terparkir di depan makam leluhur Qi. Seperti sebelumnya, Shuǐ Jīnglíng dengan mudah menembus Proyektor Pelindung Intergalactic Plane.
Zhi Shimo dan Celestial She tidak menganggu konsentrasi Shuǐ Jīnglíng. Mereka menganggap, jika Shuǐ Jīnglíng butuh waktu lama untuk bisa menentukan tiga lokasi.
"Mungkin!" jawab Celestial She dengan singkat.
"Aneh! Kenapa harus memobilisasi begitu banyak pasukan hanya untuk menyelidikinya?" gumam Zhi Shimo.
Celestial She mengangkat kedua bahunya tanda tidak mengerti, dia bertopang dagu sambil melihat jaringan vena yang terus berdenyut-denyut.
"Galaksi Nibiru... Seberapa jauh dari Alam Tianwu?" tanya Zhi Shimo yang mengubah topik pembicaraan, dia memikirkan tugas dari Tian Chun Hua.
Celestial She menjadi bersemangat saat ditanya, lalu dia menjawab, "jauh sangat jauh... Kita menghitung menurut perhitungan yang disebut tahun cahaya dan kecepatan cahaya... Anggap saja jarak antara Alam Tianwu dan Galaksi Nibiru membutuhkan waktu dua juta tahun cahaya untuk sampai ke tujuan, mungkin lebih dari itu. Dengan catatan, kamu tidak berhenti sama sekali."
Zhi Shimo langsung melihat Celestial She, dia tidak menduga jarak Galaksi Nibiru sangatlah jauh. Bagi Zhi Shimo, dalam dua juta tahun sudah menyelesaikan siklus Samsara dan banyak hal yang telah dilakukannya. Dan, perjalanan tanpa berhenti adalah mustahil untuk bisa dilakukan oleh siapapun.
Cahaya adalah unsur yang bergerak paling cepat di alam semesta, sampai saat ini belum ada yang menandinginya, bahkan skill teleportasi bukan apa-apa. 300.000 km sama dengan satu detik, bisa dibayangkan bagaimana kecepatan cahaya bergerak.
Sederhananya, satu tahun cahaya sama dengan sejauh 9,4 triliun km selama 365 hari.
Jadi, dua juta tahun cahaya adalah jarak yang sangat jauh, sehingga cahaya yang mempunyai kecepatan 1,08 Milyar Kilometer/jam saja perlu 1.000 tahun untuk menjalaninya. Bisa dibayangkan bagaimana jauhnya Galaksi Nibiru!
"Kita adalah kultivator, dua juta tahun cahaya itu sangat singkat. Dalam perjalanan nanti, banyak galaksi, bintang dan alam semesta yang akan kita lewati. Aku yakin kamu tidak akan merasakan bosan dalam perjalanan nanti... Kamu akan menemui hal-hal baru dan orang yang lebih kuat dari penghuni Benua Qi...," Celestial She berbicara dengan antusias.
__ADS_1
Sebagai binatang mitologi dan usianya yang abadi, Celestial Snake banyak menjelajahi luasnya alam semesta. Celestial She menjelaskan, jika keberadaan Alam Tianwu masuk kedalam tata Surya Galaksi Bimasakti atau masuk dalam Local Interstellar, maka galaksi Nibiru berada di alam semesta Virgo Super Cluster, alam semesta yang lebih besar dari Bimasakti.
Sedangkan Virgo Super Cluster dan Bimasakti masuk dalam wilayah angkasa yang lebih besar, disebut Laniakea Super Cluster. Didalamnya banyak galaksi atau planet dan bintang yang tidak terhitung jumlahnya.
"Apakah Laniakea Super Cluster adalah ujungnya? Tentu saja tidak. Alam Jagat Raya itu luas... Sangat luas. Keluar dari wilayah angkasa Laniakea Super Cluster, kita akan masuk ke wilayah angkasa yang disebut Observable Universe. Dari sini kamu bisa bayangkan sekecil apa kita di Alam Jagat Raya ini! Itu batas ujung pengetahuan ku... Aku rasa masih ada yang lebih besar dari Observable Universe, entah apa itu!" jelas Celestial She yang membuat Zhi Shimo melongo.
Dari penjelasan Celestial She, dia ingin membuat Zhi Shimo tidak membusungkan dada alias sombong, dia mengajarkan bahwa mereka hanya setitik debu yang hidup di alam semesta, ada banyak hal yang lebih besar dan sulit untuk dijangkau akal pikiran sehat.
Keberadaan Alam Tianwu, Galaksi Aurora dan yang lainnya masuk dalam group Local Interstellar. Di luar itu masuk ke wilayah Laniakea Super Cluster, lokasi keberadaan Galaksi Nibiru.
"Kamu jangan berpikir kecil, berusahalah untuk berpikiran besar, agar pikiran selalu menerima pengetahuan baru dengan cepat!" tutur Celestial She yang selalu mendengar helaan napas Zhi Shimo.
Ya, Zhi Shimo selalu menghela napas berulang-ulang, sebab dia mendapatkan pengetahuan baru. Selama ini dia pikir alam semesta mudah dijangkau akal sehat, nyatanya dirinya Hanya Titik Kecil yang berusaha untuk hidup dan ingin menjadi besar, namun kenyataanya melebihi ekspektasinya.
"Lalu... Alam Kudus dan Alam Suci masuk ke wilayah angkasa yang mana?" tanya Zhi Shimo setelah mencerna pengetahuan baru.
"Alam Kudus berada di Observable Universe dan Alam Suci di Virgo Super Cluster. Anggap saja kedua alam itu berada di ujung yang berbeda. Karena itu, si Yaksa dan Deity tidak menemukan keberadaan Alam Kudus!" jawab Celestial She dengan entengnya sambil melihat reaksi Zhi Shimo.
Kembali Zhi Shimo menghela napas panjang saat membayangkan jauhnya Alam Kudus. Dua juta tahun cahaya saja sudah sangat lama, apalagi berpikiran untuk kembali ke Alam Kudus, hal yang membosankan ketika dalam perjalanan nanti. Jika dia sendiri menuju ke Alam Kudus, sudah dipastikan akan tersesat di Observable Universe.
"Aku menemukannya," kata Shuǐ Jīnglíng yang membuyarkan lamunan Zhi Shimo, dia menurunkan tangan kanan, jaringan vena energi spiritual menghilang setelah mendapatkan informasi yang diinginkan oleh Zhi Shimo.
"Dimana?" tanya Zhi Shimo dengan semangat.
""Di Utara, Barat dan Tengah!" jawab Shuǐ Jīnglíng dan membuat Celestial She tertawa.
Lagi-lagi jawaban yang sama membuat Zhi Shimo gemas.
Sebelum kepala Zhi Shimo berasap, Shuǐ Jīnglíng berbicara, "maksudku, sumber energi yang kamu inginkan berada di desa kecil yang dekat dengan sungai. Ayo, kita kesana dulu yang paling jauh."
Desa kecil yang dimaksudkan oleh Shuǐ Jīnglíng adalah Desa Ah Lam, desa yang sangat jauh dari provinsi Ximen, bahkan dari kota terdekat saja membutuhkan waktu tujuh hari perjalanan dengan menunggang kuda, empat hari jika terbang. Sedangkan jarak dari ibukota menuju Desa Ah Lam membutuhkan waktu satu bulan paling cepat.
"Kenapa tidak yang terdekat dulu?" protes Zhi Shimo.
"Kamu masih lemah! Wilayah tengah maksudku itu berada didekat kapal yang berbentuk seperti panah!" jawab Shuǐ Jīnglíng.
Tempat yang dimaksudkan oleh Shuǐ Jīnglíng adalah lokasi makam leluhur Qi, yang mana didepannya dijadikan tempat parkir Interstellar Fighter. Sengaja diparkirkan di depan makam karena keinginan leluhur Qi.
Zhi Shimo kembali menghela napas saat dibilang lemah, sudah tidak terhitung berapa kali dia dibuat tak berdaya. Tapi mau gimana lagi, memang dirinya masih lemah jika dibandingkan dengan penghuni Benua Qi.
Zhi Shimo segera berteleportasi dan muncul di lokasi awal bertemu dengan Qi Zhuge Yueyin dan adiknya. Dia melihat Interstellar Fighter, lalu melihat makam leluhur Qi yang terlindung oleh Formasi Array.
Bersambung.
__ADS_1