Alam Tianwu

Alam Tianwu
Chapter 67. Ming Yun


__ADS_3

Chapter 67. Ming Yun!


Dragon Spaceship akhirnya tiba diatas Bukit Batu Gajah, Zhi Shimo melihat banyak Roh Jahat yang sedang berkeliaran, lalu dia mencari gua persembunyian Yuna Aurora. Setelah beberapa saat pencarian, Zhi Shimo menemukan lokasinya.


Segera ia menjentikkan jari dan bermunculan banyak energi Kunang-kunang yang mengepung Roh-roh Jahat, lalu mengiringnya agar menjauhi gua persembunyian Yuna Aurora dan timnya.


Ledakan segera terdengar ketika Roh-roh Jahat melahap energi Kunang-kunang. Yuna Aurora dan timnya kaget dan buru-buru melihat ke luar gua. Mereka melihat ada banyak energi Kunang-kunang, Yuna Aurora seketika kegirangan dengan melompat-lompat.


"Hore! Dia datang!" seruan Yuna Aurora sambil memeluk Qin Diao Chin.


Karena Qin Diao Chin dan Qin Lianshi belum pernah melihat energi Kunang-kunang milik Zhi Shimo, dia segera bertanya, "siapa yang datang?"


"Shimo si Dewa Binatang!" jawab Yuna Aurora dan segera keluar dari gua untuk menyambut kedatangan kekasihnya.


"Jangan keluar dulu!" cegah Qin Diao Chin sambil menahan bahu kiri Yuna Aurora, karena tidak melihat Zhi Shimo dan juga jarak pandangan mata terbatas.


"Iya, biarkan dia menemui kita!" sambung Qin Lianshi yang khawatir disaat keluar dari gua mereka akan terpisah satu sama lainnya.


Area di Bukit Batu Gajah hawa Siluman Hitam berbeda dengan wilayah Kota Naga Tanah, hawa siluman disini lebih pekat dan itu terlihat kabut tebal yang menyelimuti. Seandainya Zhi Shimo tidak memiliki Mata Langit, dia akan kesulitan melihat ke sekitarnya, untungnya Yuna Aurora memiliki segel keluarga sehingga mudah diketemukan.


Yuna Aurora menuruti perkataan sahabatnya, dengan sabar menunggu Zhi Shimo sampai terlihat. Setelah Zhi Shimo banyak membunuh Roh-roh Jahat dan mendapatkan banyak energi spiritual, ia mengendalikan Dragon Spaceship untuk mendarat di depan gua.


Di lebatnya kabut hawa siluman, Yuna Aurora dan timnya mendengar suara dengungan yang keluar dari Dragon Spaceship, mereka samar-samar melihat benda besar berwarna hitam kecoklatan. Dengan sabar mereka tetap menunggu sampai Zhi Shimo sampai terlihat.


Xu Huang dan Juan Rou segera melepaskan sabuk pengaman saat tahu Dragon Spaceship akan mendarat, mereka segera mendekati Zhi Shimo dan melihat keluar kaca anjungan kapal.


"Siluman Hitam disini sangat banyak," ujar Xu Huang saat melihat kabut yang berasal dari hawa negatif Siluman Hitam, dia sebenarnya ingin berburu Siluman Hitam untuk meningkatkan lencana.


Berhubung Xu Huang memiliki kekuatan yang belum cukup mengalahkan Siluman Hitam, dia hanya bergantung kepada Zhi Shimo yang memiliki energi Kunang-kunang.


"Apa kamu akan berburu disini?" tanya Juan Rou yang tidak tahu jika Bukit Batu Gajah tempat Yuna Aurora bersembunyi.


"Nanti, setelah menjemput semua teman kita!" jawab Zhi Shimo dan akhirnya kapal angkasa bergetar tanda telah mendarat dengan aman.


"Kita disini menjemput siapa?" tanya Juan Rou yang ingin tahu.


"Yuna Aurora dan tujuh temannya!" jawabnya dan segera keluar dari anjungan kapal, lalu melihat Yuna Aurora yang masih belum mengetahui dirinya yang memiliki kapal angkasa, karena jarak antara mereka terpaut dua ratus meter lebih.


"Kalian disini dan jangan keluar!" cegah Zhi Shimo kepada dua sahabatnya saat akan mengikuti, dia merasakan banyak Roh-roh Jahat berdatangan, padahal sebelumnya sudah banyak yang telah dia bunuh.


Zhi Shimo belum mengetahui jika Bukit Batu Gajah tempat jatuhnya sebagian tubuh Ras Titan yang memiliki ukuran tubuh raksasa. Oleh karena itu, di wilayah Bukit Batu Gajah dihuni banyak Siluman Hitam dan Roh Jahat untuk menyerap sisa-sisa kekuatan Ras Titan.


"Hati-hati!" pesan Xu Huang yang tahu dia tidak bisa membantu Tian Zhi

__ADS_1


Sebelum meninggalkan Dragon Spaceship, Zhi Shimo mengeluarkan 13.000 skill Firefly Energi Defense untuk memancing Roh-roh Jahat, sekaligus untuk melindungi sahabatnya. Zhi Shimo tidak khawatir Dragon Spaceship akan dirusak oleh Roh-roh Jahat, sebab ketahanan kapal angkasanya setingkat True Delta.


Melihat Zhi Shimo mengeluarkan banyak energi Kunang-kunang bermaksud untuk melindungi, Xu Huang dan Juan Rou merasa terharu mengetahui betapa perhatiannya Zhi Shimo akan keselamatan mereka.


Setelah kepergian Zhi Shimo dari Dragon Spaceship, tidak berselang lama banyak Roh-roh Jahat berdatangan dan melahap energi Kunang-kunang.


Boom... Boom...


Ledakan demi ledakan terdengar dan membuat Xu Huang dan Juan Rou tersenyum puas, mereka belum tahu jika Zhi Shimo mengeluarkan energi Kunang-kunang sebagai umpan disaat menjemput Yuna Aurora.


Merasa aman, Xu Huang dan Juan Rou keluar dari anjungan dan berdiri di pinggir dek kapal, mereka melihat Roh-roh Jahat seperti semut saat merasakan energi Kunang-kunang.


"Maju sini botak!" tantang Xu Huang yang melihat Roh Jahat terus berdatangan. Juan Rou tersenyum melihat suaminya yang tidak memiliki sehelai rambut di kepala.


Namun, tantangan Xu Huang tidak menarik minat Roh-roh Jahat, sebab energi Kunang-kunang lebih mengiurkan daripada tubuh gendut mereka berdua. Mereka dengan rakus melahap energi Kunang-kunang tanpa peduli bangsanya mati di depan mata.


Yuna Aurora dan timnya kembali mendengar suara ledakan energi dan tidak mengetahui jika Zhi Shimo berada di depan gua. Jelas mereka tidak melihat Zhi Shimo yang berubah wujud menjadi angin, bahkan disaat Zhi Shimo melewati Formasi Perlindungan, mereka juga tidak mengetahuinya, sebab dia yang membuat Formasi Perlindungan.


Zhi Shimo berdiri dibelakang Yuna Aurora dan mencium aroma wangi dari tubuhnya, dengan wujud masih menjadi angin, dia memeluk Yuna Aurora.


Yuna Aurora menarik nafas dalam-dalam saat menikmati desiran angin hangat seperti sedang memeluknya, didalam hatinya makin tidak sabar untuk memeluk Zhi Shimo saat bertemu nanti. Namun, desiran angin hangat menghilang dan dia merasakan kehilangan, dengan gelisah ia tangan kanan membelai lehernya dan tangan kiri memeluk pinggangnya sendiri.


Qin Diao Chin juga mengalami hal yang sama seperti Yuna Aurora, dia merasa angin hangat memeluknya dengan erat. Karena kehangatan yang dirasakannya, terbayang wajah Zhi Shimo yang tersenyum kepadanya.


Reaksi Qin Diao Chin sama seperti Yuna Aurora yang membelai leher dan memegang pinggangnya sendiri, saat membayangkan Zhi Shimo memeluknya dari belakang.


Zhi Shimo melanjutkan aksinya, kali ini Qin Lianshi yang menjadi sasaran keusilannya, dia mencium aroma Buah Suci yang menenangkan dan berlama-lama memeluk Qin Lianshi. Semua wanita mengalami hal yang sama mereka menjadi gelisah dengan membayangkan wajah Zhi Shimo.


Ming Yun yang berdiri paling belakang dari ketujuh temannya, tubuhnya bergetar hebat saat merasakan pelukan angin hangat dan seakan-akan ingin dia melepaskan pakaian.



Tanpa sadar, Ming Yun berjalan mundur karena tarikan angin hangat agar menjauhi teman-temannya, dia membalikkan badan dan berjalan menuju ujung gua yang sedikit berkelok agar tidak terlihat temannya.


Di ujung gua merupakan tempat mereka tidur dan beralaskan karpet merah yang lembut, Ming Yun segera membaringkan tubuhnya dan menatap langit-langit gua.


"Shimo!!" suara lirih yang berharap bisa memeluk Zhi Shimo, perlahan dia meraba tubuhnya sendiri sambil membayangkan Zhi Shimo sedang memeluknya.


Zhi Shimo tersenyum puas melihat reaksi Ming Yun yang terpengaruh aroma feromon afrodisiak yang sengaja dia fokuskan kepadanya, lalu dia melihat Ming Yun membuka pakaian bawahnya dan terlihat kain penutup gua surga telah basah.


Ming Yun merasakan desiran angin hangat seakan-akan membuka kedua kakinya, dia tersentak saat merasakan desiran angin hangat sedang membelai gua surganya. Lalu dia sedikit menyingkapkan kain penutup gua surganya dan...


"Hmm!" Ming Yun segera menutup mulutnya dengan tangan kanan ketika merasakan angin memasuki gua surganya, dia khawatir lenguhan terdengar oleh temannya.

__ADS_1


Ya, Zhi Shimo sedang menjulurkan lidahnya memasuki gua surga milik Ming Yun yang ditumbuhi bulu-bulu halus dan berbentuk segitiga, warna kulitnya merah muda dan biji gua surga sedikit menonjol, aromanya juga khas seorang wanita yang masih gadis.


"Ohh!!" Ming Yun melenguh panjang ketika angin hangat makin masuk ke dalam guanya, untungnya mulutnya masih dia tutup dengan tangan kanan.


"Shimo... Aku mencintaimu... Ohh!!" gumam Ming Yun dan disusul lenguhan lembut ketika mencapai puncak kenikmatan, tangan kirinya memegang karpet dengan erat dan tangan kanan tetap menutup mulutnya sendiri, tubuh sedikit menekuk ke atas dan memejamkan mata untuk membayangkan Zhi Shimo sedang melakukan tugasnya sebagai suami.


Zhi Shimo menyerap energi Yin murni milik Ming Yun, dia bangga membuat Ming Yun terpuaskan hanya dengan lidahnya. Seketika dantian-nya bergejolak tanda akan menerobos, begitu cepat akan naik level berkat akumulasi energi yang diserap dari Roh-roh Jahat dan juga energi Yin murni.


Namun Zhi Shimo menundanya sebelum memasukkan tongkatnya di gua surga milik Ming Yun yang telah basah kuyup. Ia sedikit melepaskan pakaian bawahnya dan keluar tongkat besar yang siap bekerja.


Zhi Shimo menggesek kepala tongkat di bibir gua surga milik Ming Yun. Tubuh Ming Yun bergetar saat merasakan desiran angin hangat seolah-olah membelai bibir guanya, secara naluri dia merapatkan kedua kakinya namun seperti terhalang oleh angin hangat.


"Mm!! Ming Yun merasakan tubuhnya seperti ada yang menindih dan membuat buah kenyal sedikit tertekan dengan lembut.


"Shimo...!!" gumamnya yang berharap Zhi Shimo muncul di depannya dan melepaskan beban di hati.


"Aku mencintaimu!" bisik Zhi Shimo di telinga kiri Ming Yun.


Mendengar suara Zhi Shimo, Ming Yun menganggap sedang berhalusinasi karena begitu besar cintanya kepada Zhi Shimo.


"Aku juga sangat mencintaimu dan lebih besar dari apapun!" sahut Ming Yun dengan suara lirih.


Ming Yun telah jatuh hati ketika pertama kali bertemu di Paviliun Penakluk Siluman, semenjak saat itu dia selalu berusaha menarik perhatian Zhi Shimo. Namun, adanya Yuna Aurora, Ming Yun hanya bisa menatap wajah Zhi Shimo dan sekali-kali menyentuh pakaian sebagai ungkapan rasa cintanya.


"Seandainya aku muncul di depanmu, apa yang akan kamu lakukan?" bisik Zhi Shimo.


"Seandainya ini menjadi nyata ...!" harap Ming Yun tanpa membuka matanya.


"Jika begitu, peluk aku!" pinta Zhi Shimo.


Ming Yun yang masih menganggap sedang berhalusinasi, dia melingkarkan kedua tangannya seakan-akan memeluk Zhi Shimo. Ketika memeluk bayangan Zhi Shimo, tangannya seakan nyata memeluk tubuhnya.


Dia segera membuka mata dan syok melihat Zhi Shimo yang sudah menindih dan tersenyum kepadanya. Sebelum Ming Yun berteriak karena kaget, Zhi Shimo segera mencium bibirnya.


"Shimo!" panggil Ming Yun dengan suara telepati, dia meneteskan air mata karena mimpinya menjadi nyata dan makin erat memeluk Zhi Shimo, lalu menyambut ciumannya dengan lebih ganas.


"Hmm!!" Ming Yun meringis kesakitan ketika gua surganya dimasuki tongkat besar milik Zhi Shimo, ia mengigit bibir Zhi Shimo untuk menahan rasa sakit saat kesucian terkoyak.


Zhi Shimo menghentikan tongkatnya setelah merusak kesucian si Ming Yun, dan segera memijat pinggangnya untuk meredakan rasa sakit, lalu dia menyerap energi Yin murni yang melimpah.


Ketika rasa sakitnya mereda, Ming Yun membuka mata menatap wajah tampan Zhi Shimo, derai air mata bahagia mengalir deras dan makin keras mengigit bibir Zhi Shimo. Kemudian kedua kakinya melingkar di pinggang Zhi Shimo dan menekannya agar segera bergerak lagi.


Mendapatkan ijin, Zhi Shimo menarik tongkatnya dan perlahan membenamkan lagi hingga membuat Ming Yun merasakan kenikmatan yang tiada tara, tubuhnya terangkat ke atas saat tongkat Zhi Shimo memenuhi rahimnya.

__ADS_1


__ADS_2