Alam Tianwu

Alam Tianwu
Chapter 114. Tantangan Zhi Xiancai


__ADS_3

Chapter 114. Tantangan Zhi Xiancai.


...****************...


Kekalahan Lei Ziran untuk pertama kalinya membuat Kaisar Lei ditertawakan oleh para penguasa yang berada di dalam Menara Api. Kecuali Kaisar Kun dan Hernandez Celosia, mereka berdua terlihat serius saat melihat energi Kunang-kunang memiliki kemampuan serangan jarak jauh yang tak terduga.


"Tua lelet, menemui Dewi Bulan saja lama sekali... Lihat, jadinya putraku dikalahkan!" pekik Kaisar Lei yang marah kepada Ancestor Adalvino Altair.


Ancestor Adalvino Altair belum kembali setelah menemui wakil Mansion Dewi Kesenangan, sehingga dia belum mengetahui tentang kekalahan Lei Ziran.


Saat ini, Ancestor Adalvino Altair kecantol wanita penghibur di Mansion Dewi Kesenangan dan sedang bersenang-senang.


Sebelum menemui Dewi Bulan, Ancestor Adalvino Altair sedang digoda oleh para wanita cantik ketika baru tiba di Mansion Dewi Kesenangan, sehingga lama untuk bertemu dengan Dewi Bulan.


Karena itu, dua utusan Mansion Dewi Kesenangan terlambat mengirimkan pesanan Kaisar Lei. Seharusnya, sebelum Zhi Shimo selesai menyerap energi Mutiara Naga, Lei Ziran bisa dipastikan tidak mudah untuk dikalahkan. Sayangnya, semua sudah terlambat dan membuat Kaisar Lei marah.


"Kenapa Fiend Spirit tidak segera bergerak?" tanya Kaisar Lei kepada Kaisar Kun.


Kaisar Kun tidak senang dengan nada tinggi Kaisar Lei, lalu dia menjawab dengan ketus, "baru saja gerbang dibuka dan membutuhkan waktu untuk mereka bergerak. Dan juga, Fiend Spirit hanya bisa leluasa bergerak ketika menjelang malam! Apa kamu amnesia atau otakmu sedang keseleo?"


Semua penguasa makin tertawa keras dengan ucapan Kaisar Kun. Kaisar Lei mendengus kesal, lalu dia berdiri dan meninggalkan Menara Api untuk menemui putranya yang berada di Balai Kultivator.


Setelah Lei Ziran dan peserta lainnya yang juga dikalahkan, mereka tidak segera dikirim kembali, sebab dibutuhkan waktu untuk menstabilkan mental. Banyak peserta Konferensi Tianwu yang mengalami guncangan kejiwaan, kebanyakan dikarenakan mengalami rasa sakit sebelum diselamatkan oleh Formasi 12 Bintang.


Para peserta akan dikirim kembali ke Alam Tianwu setelah 15 hari beristirahat, lebih cepat dari penghuni asli. Saat ini Lei Ziran sedang berada di ruang pemulihan diri, terlihat raut wajahnya menunjukkan ekspresi penuh dendam kepada Zhi Shimo.


Kaisar Lei membuka pintu ruang pemulihan, dia melihat putranya yang terlihat tidak sedap dipandang. Setelah menutup pintu, dia berkata, "setelah kamu dikirim kembali, langsung datang ke Mansion Dewi Kesenangan. Ayah telah mengirimkan banyak sumber daya dan juga yang paling penting...,"


Kaisar Lei duduk disamping putranya dan melanjutkan perkataan, "Ayah meminjamkan mu Artefak Spherical Spaceship (kapal ruang angkasa). Aku berharap, kamu bisa menjadi satu-satunya kebanggaan Ayah dan keluarga kita. Baiklah, kamu berisitirahat dulu dan tenangkan pikiran."


Kaisar Lei menghela nafas berat melihat putranya yang tampak terguncang setelah dikalahkan oleh Zhi Shimo. Lalu dia menepuk pundak putra dan mengecup kening sebagai bentuk rasa kasih sayang.


Kaisar Lei keluar dari ruang pemulihan, dia tidak segera kembali ke Menara Api, melainkan akan pergi ke Mansion Dewi Kesenangan untuk menemui Ancestor Adalvino Altair dan Dewi Bulan.


Sepeninggal Kaisar Lei dari Menara Api, Kaisar Kun berbicara kepada Hernandez Celosia, "kamu benar, memang Kuil Mata Dewa mengirimkan utusan untuk menangkap Dewa Binatang. Salah satu utusan telah berada di Alam Tianwu. Sedangkan utusan yang lainnya ingin bertemu dengan kita."


Hernandez Celosia tersenyum tipis, dia telah menduga jika Kuil Mata Dewa pasti menginginkan Zhi Shimo. Semua orang yang tadinya sedang mengobrol, segera berhenti dan melihat Kaisar Kun.


"Apa tujuannya bertemu dengan kita?" tanya King Caldwell.


Sambil menatap layar hologram Formasi, Kaisar Kun menjawab, "entahlah! Setelah tiga batang dupa habis, kita akan mengetahuinya."

__ADS_1


Utusan dari Kuil Mata Dewa dan para penguasa galaksi akan bertemu di rumah makan Lima Bintang.


"Paling-paling meminta kita untuk tidak mengejar Dewa Binatang!" dugaan Song Bowen, lalu dia menyesap teh hangat.


"Menurut kalian, apa yang harus kita katakan jika bertemu nanti?" tanya Hernandez Celosia yang ingin tahu pemikiran mereka.


"Meningkatkan kekuatan jiwa itu tidaklah mudah dan kalian tahu semuanya! Sejujurnya, aku lebih mengutamakan untuk mendapatkan teknik yang dia (Dewa Binatang) miliki daripada harus tunduk kepada Kuil Mata Dewa. Harganya sebanding dengan resikonya. Menurutku, jika Kuil Mata Dewa berniat memonopoli Dewa Binatang... Mumpung mereka disini ... Aku akan membunuh mereka!" tekad King Caldwell.


Semua penguasa sedikit terkejut dengan pemikiran King Caldwell yang berani melawan Kuil Mata Dewa. Tapi, apa yang diucapkan olehnya memang benar, harganya sebanding dengan resikonya untuk mendapatkan Kitab Kultivasi Delapan Hukum Jiwa.


"Kamu benar! Meningkatkan kekuatan jiwa lebih penting dari apapun. Resikonya sebanding ... Ayo, kita tunggu utusan itu!" dukung Song Bowen dan mengajak mereka menuju ke rumah makan Lima Bintang.


Semua orang juga mendukung King Caldwell untuk melawan Kuil Mata Dewa. Seandainya mereka berhasil mendapatkan Kitab Kultivasi Delapan Hukum Jiwa, mereka akan sesegera mungkin mempelajari dan tidak peduli jikalau pihak Kuil Mata Dewa akan marah. Resikonya, pihak keluarga dimungkinkan akan menjadi sasaran Kuil Mata Dewa.


Mereka tidak khawatir jika keluarganya mati, sebab memahami siklus Samsara. Hampir setiap kultivator tahu tentang roda samsara. Jikalau mati, mereka hanya akan mengulangi dari awal perjalanan hidup. Asal, jiwanya tidak dimusnahkan oleh pihak musuh.


Semua penguasa mengikuti Song Bowen yang telah keluar dari Menara Api untuk menunggu kedatangan utusan dari Kuil Mata Dewa...


...****************...


Di dalam Dragon Spaceship, tepatnya di ruang pertemuan, Zhi Shimo duduk berhadapan dengan Zhi Xiancai, mereka hanya dibatasi oleh meja panjang. Zhi Xiancai tidak sekalipun melihat Zhi Shimo, dia selalu memalingkan wajah.


Melalui informasi dari God Eye Triangle, Zhi Xiancai berasal dari Alam Suci. Tapi, Zhi Shimo juga tahu jika marga Zhi tersebar di seluruh Alam Jagat Raya, dia hanya ingin mengetahui apakah Zhi Xiancai masih ada kedekatan dengan keluarganya atau tidak.


Zhi Xiancai tidak segera menjawab, sebab dia sedang memikirkan apa tujuan Zhi Shimo bertanya. Dia juga ada pikiran negatif terhadap Zhi Shimo, khawatir setelah Konferensi Tianwu berakhir keluarganya menjadi target kemarahan Zhi Shimo.


"Aku yatim-piatu." Jawab Zhi Xiancai sambil melirik Zhi Shimo.


"Maaf!" ucap Zhi Shimo yang menyesal telah bertanya, sambil memperhatikan gerak-gerik tubuh Zhi Xiancai.


Detak jantung stabil, bola mata selalu mengarah ke kiri, tanda sedang membayangkan sesuatu agar bisa berbohong. Zhi Shimo akhirnya membaca ingatan Zhi Xiancai karena telah berbohong.


Ternyata, Zhi Xiancai memiliki keluarga dan ayah ibunya masih hidup. God Eye Triangle tidak sepenuhnya akurat dalam memberikan informasi. Zhi Xiancai bukan asli terlahir di Alam Suci, dia berasal dari Galaksi Aurora.


Semenjak usia 12 tahun, Zhi Xiancai telah direkrut oleh Kuil Mata Dewa. Bisa dikatakan pihak Kuil Mata Dewa adalah keluarga kedua bagi Zhi Xiancai. Statusnya cukup tinggi, Zhi Xiancai adalah murid inti dengan gelar ke-Dewa-annya sebagai Dewi Salju. Dia juga seorang guru pembimbing di Kuil Mata Dewa.


Yang mengejutkan Zhi Shimo, Zhi Xiancai adalah pemilik darah Ras Asyura Kasta Raja dan tinggal di Alam Keabadian, atau tepatnya di Galaksi Aurora. Dia menebak jika Yuna Aurora mengetahui tentang Zhi Xiancai.


"Jika tidak ada pertanyaan lain, biarkan aku pergi!" pinta Zhi Xiancai sambil berdiri.


Zhi Shimo yang sedang membaca ingatan menjadi terputus dikarenakan Zhi Xiancai bergerak.

__ADS_1


"Kamu akan kembali bersama tim? Mereka meninggalkan mu dan kamu tahu artinya! Lebih baik bergabung saja denganku, aku jamin kamu bisa meningkatkan kekuatan dengan cepat!" cegah Zhi Shimo dan memberikan tawaran.


Kali ini Zhi Xiancai menatap wajah Zhi Shimo dan melihat keseriusannya saat berucap. Dia kembali duduk sambil kepala menunduk untuk memikirkan tawaran Zhi Shimo.


Zhi Xiancai menghela napas berat karena ucapan Zhi Shimo benar, jika timnya tidak setia. Meninggalkan rekan saat bertarung merupakan tindakan ketidakpedulian. Mengingat status di Kuil Mata Dewa, dia dan yang lainnya hanyalah teman biasa. Mereka mengikuti Konferensi Tianwu juga mendadak tanpa adanya persiapan apapun.


Walaupun mendadak, pihak pimpinan Kuil Mata Dewa tidak melepaskan begitu saja. Zhi Xiancai dan rekan-rekannya telah diberikan cincin dimensi pinjaman, cincin dimensi pinjaman itu seperti milik Zhi Shimo yang tidak terlihat oleh Mata Dewa.


Hanya saja, cincin dimensi dari Kuil Mata Dewa tidak sebaik milik Zhi Shimo. Ukuran dalamnya seluas 200 meter persegi, tidak bisa ditempati mahkluk hidup, dikhususkan untuk benda-benda mati dan tanaman.


Di dalam cincin dimensi milik Zhi Xiancai dan rekan-rekannya berisi banyak Pil Kultivasi tingkat Jenderal Surgawi tahap puncak, itulah modal baginya selama Konferensi Tianwu.


"Bagaimana? Janganlah khawatir, aku janji akan selalu melindungimu! Lihat Tim Gigas Fire selalu aku lindungi apalagi kamu, aku tidak melihat status dan penampilan mereka!" rayu Zhi Shimo agar Zhi Xiancai.


Tujuan Zhi Shimo merayu Zhi Xiancai, karena dia ingin tahu banyak tentang Alam Suci, terutama Maharaja Yaksa dan lain sebagainya.


Zhi Xiancai menatap wajah Zhi Shimo untuk kedua kalinya saat berbicara empat mata. Dia melihat kedua matanya yang memancarkan ketulusan hati.


"Kalahkan aku dulu, baru aku mau bergabung!" tantang Zhi Xiancai yang mengejutkan Zhi Shimo.


"Bukannya kamu sudah kalah tadi?"


"Itu tidak masuk hitungan. Kali ini kita bertarung dengan mengandalkan keterampilan beladiri, tanpa menggunakan basis kultivasi maupun energi. Fisik... Kita bertarung dengan fisik dan pemahaman dalam beladiri masing-masing. Kita akan bertarung dalam tiga babak, terjatuh dua kali adalah pihak yang kalah. Jika seri atau kamu kalah, maka aku adalah pihak pemenangnya!" jawab Zhi Xiancai dan menerapkan aturan yang berlaku di Kuil Mata Dewa dalam bertarung ini.


Mimik Zhi Shimo menjadi berubah serius dengan tantangan dan aturan yang dibuat oleh Zhi Xiancai.


Zhi Xiancai melihat wajah Zhi Shimo yang tidak siap dan tampak kebingungan, dia bersuka cita didalam hatinya. Sebagai seorang guru di Kuil Mata Dewa, malu jika kalah bertarung dengan Zhi Shimo.


Ya, pertarungan fisik umumnya hanya dilakukan oleh kultivator yang memiliki kekuatan tingkat Qi Refining hingga Golden Core. Pada tingkat itu, pertarungan fisik sangat dianjurkan untuk memperkuat fondasi tulang dan mempertajam intuisi. Tanpa fondasi awal, niscaya kultivator kesulitan dalam mengembangkan kemampuan dalam membangun inti Qi (energi atau Ki)


Setelah tingkat Nascent Soul, umumnya kultivator selalu menggunakan 50% energi dan 50% fisik untuk bertarung. Kemudian, menggunakan sepenuhnya energi saat kekuatan telah menerobos ke tingkat Great Ascension dan seterusnya.


Pada titik itu, kebanyakan kultivator tidak lagi bertarung menggunakan fisik, lebih banyak menggunakan energi spiritual.


Zhi Shimo sebenarnya bersuka cita didalam hatinya, sebab bertarung dengan fisik adalah kesenangannya, bertarung jarak dekat dan beradu pukulan merupakan keahliannya.


Dia memiliki Teknik Aktif yang lama tidak digunakan, yaitu Tinju Hati yang memiliki empat jurus; Tinju Elemen, tapi dia tidak akan menggunakan jurus ini. Musim Semi, jurus yang terfokus pada serangan menggunakan tarian kaki. Fisik 12 Titik, jurus yang menggunakan ketrampilan jari dan pukulan. Dan terakhir adalah Jari Pencipta, jurus ini jelas tidak akan digunakan oleh Zhi Shimo dikarenakan menggunakan energi spiritual.


Zhi Shimo menghela napas panjang, setelah itu dia menjawab "baik kita bertarung. Dua kali terjatuh adalah pemenangnya."


Zhi Xiancai mengangguk, lalu dia berdiri untuk keluar dari ruang pertemuan. Dia mengembangkan senyuman bahagia tanpa diketahui oleh Zhi Shimo...

__ADS_1


__ADS_2