
Chapter 52. Kota Naga Tanah, Putri Long De Xiang.
Zhi Shimo membuang nafas lega setelah lolos dari kejaran ratusan Black Scorpion. Kemudian dia mengambil peta untuk mengetahui posisinya sekarang. Sekali lagi Zhi Shimo beruntung tidak mati di lokasi tanda merah, lalu dia melihat tanda lingkaran kuning yang tidak jauh dari posisinya.
"Semoga Xu Fat dan istrinya baik-baik saja!" gumam Zhi Shimo yang penuh harap jika temannya tidak harus mengulangi lagi, lalu dia menyimpan petanya dan menuju ke lokasi tanda warna kuning.
Zhi Shimo berniat menetap di lokasi berwarna kuning yang cocok meningkatkan kekuatan dan juga untuk berlatih.
"Hati-hati! Ada Crow Knight Army!" peringatan Celestial She yang tidak ingin Zhi Shimo terluka lagi.
Di kejauhan, Zhi Shimo melihat di langit segerombolan burung yang terbang ke arahnya, dia pun segera turun dan bersembunyi dari gerombolan burung yang akan melewatinya.
Swosh... Swosh...
Tidak berselang lama, seratus Crow Knight Army melewati tempat persembunyian Zhi Shimo yang berada di balik dedaunan. Mereka bertubuh manusia, kepala burung gagak, memiliki empat jari tangan dan tiga jari kaki yang sangat tajam, paruh hitam dan runcing, kedua pupil berwarna merah, sepasang sayap berwarna hitam.
Secara keseluruhan, Crow Knight Army berbulu hitam, tapi ada satu Crow Knight Army yang memiliki sayap berwarna putih, tampaknya sebagai pemimpin pasukan. Pemimpin Crow Knight Army memiliki kekuatan tingkat Profound Immortal dan anggotanya berada di tingkat Earth Immortal.
"Pasukan Gagak sudah sekuat ini! Bagaimana jika diatasnya!" gumam Zhi Shimo yang takjub akan kekuatan penghuni Dunia Mistik.
"Mereka hanya prajurit patroli, diatas mereka adalah Owl Warrior Army, kekuatan terendah pada tingkat Celestial Immortal dan tertinggi di tingkat Golden Immortal. Diatasnya adalah Eagle Knight Army, terendah pada tingkat Golden Immortal dan tertinggi berada di tingkat Supreme Immortal!" jelas Celestial She agar Zhi Shimo mempelajari kekuatan penghuni Dunia Mistik.
Setelah mengetahui kekuatan penghuni Dunia Mistik, Zhi Shimo tidak terkejut, sebaliknya dia bertekad untuk meningkatkan kekuatan dan tidak memperdulikan yang lainnya, sebab semua orang sedang berkompetisi.
Setelah Crow Knight Army tidak terlihat oleh Zhi Shimo, dia segera melanjutkan perjalanannya menuju lokasi berwarna kuning. Setelah waktu satu dupa terbang, dia berhenti saat melihat sebuah benteng yang kokoh dan sangat luas wilayahnya.
Dinding benteng pertahanan itu dibangun setinggi dua puluh meter dengan ketebalan tiga meter, lalu didalamnya banyak bangunan berbentuk Doom (mangkok terbalik) yang terbuat dari tanah liat.
Zhi Shimo segera berhenti untuk mengamati benteng tersebut, apakah aman untuk dikunjungi atau tidak. Banyak penghuninya yang beraneka ragam Humanoid, semuanya rata-rata adalah binatang penghuni daratan, sebagai binatang burung.
"Eh... Ada manusia juga!" seruan Zhi Shimo yang melihat dua peserta Konferensi Tianwu baru keluar dari pintu gerbang benteng.
"Ini adalah wilayah Utara, penguasanya adalah Naga Tanah, tempat netral tapi sekaligus brutal. Kamu bisa tinggal disana untuk sementara waktu, namun yang terkuat akan dihormati saat berada di dalam!" terang Celestial She yang tampak seperti penghuni Dunia Mistik dan di anggukkan kepala oleh Tian Zhi sambil melihat dua manusia mendekatinya.
"Menurut peta ini... Kita lebih baik berburu di Hutan Pinus. Informasi yang kudapatkan, rata-rata penghuninya memiliki kekuatan dibawah Crossing Tribulation," saran pria yang berpakaian biru dengan senjata pedang besar terselip di punggungnya.
Temannya yang berbaju serba hitam melihat peta dan hanya mengangguk tanpa banyak berpikir. Pria berbaju biru menyimpan petanya sebelum terbang, namun dia terkejut saat petanya tiba-tiba menghilang.
__ADS_1
Kedua orang itu segera waspada dengan memeriksa sekitarnya, namun tidak diketemukan pelaku yang mengambil petanya.
"Apakah ini ulah Siluman Hitam?" tanya pria berbaju hitam.
"Tidak aku kira, sebab saat ini semua siluman dalam kondisi terlemahnya!" jawab pria berbaju biru yang tidak mengendorkan kewaspadaannya.
"Lebih baik kita kembali saja... Perasaanku tidak enak jika kita keluar dari kota Naga Tanah!" saran pria berbaju hitam yang tampak khawatir akan mengalami hal buruk jika berburu di Hutan Pinus.
"Kehidupan di Kota Naga Tanah sangat mahal, kita tidak banyak memiliki biaya untuk bertahan hidup selama pintu gerbang ke Alam Tianwu belum terbuka! Informasi yang aku dapatkan dan kamu juga tahu, jika mata uang di sini adalah Pil Qi...," tolak pria berbaju biru, sebab keuangan mereka sangat memprihatinkan semenjak tinggal di Kota Naga Tanah, lalu dia menjelaskan apapun informasi yang dia dapatkan saat berada di Kota Naga Tanah.
Ya, benteng pertahanan itu adalah sebuah kota, Kota Naga Tanah. Tinggal disana memang sangat mahal, sebab mata uang bukan emas maupun Batu Roh, tapi mata uang yang digunakan adalah Pil Kultivasi tingkat Raja, mereka beri nama Pil Qi. Namun, siapapun yang memiliki emas, Batu Roh maupun Batu Mistik bisa ditukarkan dengan Pil Qi sebagai mata uang di Dunia Mistik.
Pil Qi dibagi menjadi tujuh jenis; Pil Qi garis satu seharga lima ratus keping emas, Pil Qi garis dua seharga seribu keping emas, Pil Qi bergaris tiga seharga seribu lima ratus keping emas dan seterusnya hingga Pil Qi bergaris tujuh. Dan, Pil Qi garis tujuh yang paling mahal, harganya mencapai lima ribu keping emas.
Adanya Pil Qi bergaris sebagai mata uang dikarenakan sumber daya alam di Dunia Mistik sangat melimpah dan sedikit mineral. Pil Qi juga bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan penghuni Dunia Mistik.
Mahalnya harga Pil Qi, dikarenakan seorang ahli Alkemis sangat langka, para penguasa harus mendatangkan alih dari Alam Tianwu, atau tepatnya menghubungi Istana Awan Surgawi untuk membuat Pil Qi, dan pembayarannya menggunakan minimal emas dan Batu Roh.
Pria berbaju hitam mengangguk paham dan memang keuangan mereka sangat menipis.
Ternyata Zhi Shimo yang mengambil peta milik mereka dan ikut mendengar obrolannya, lalu dia mengeluarkan kantong spasial yang berisi lima puluh ribu keping emas. Kemudian, Zhi Shimo melemparkan kantong spasial itu dibelakang mereka berdua sebelum terbang menuju ke Hutan Pinus.
Mendengar suara benda terjatuh di belakang, kedua pria itu kaget dan spontan melompat dengan membalikkan badannya. Mereka berdua saling bertukar pandangan saat melihat kantong spasial yang tiba-tiba terjatuh. Dengan rasa khawatir jika isi di dalam kantong spasial itu berbahaya, pria berbaju biru mengambil ranting untuk memeriksa kantong spasial.
Zhi Shimo tersenyum dan meninggalkan mereka berdua, lalu mendengar suara tawa mereka saat melihat isi di dalam kantong spasial, dia memberikan mereka emas sebagai bentuk pembayaran yang telah mengambil peta.
"Gagasan mereka menggunakan Pil Qi sebagai mata uang, hanya berlaku di Dunia Mistik yang melimpah dengan sumber dayanya... Seandainya, aku menjual Pil Qi setingkat Kaisar atau Saint, berapa banyak uang yang aku dapatkan? Bukannya aku bisa menjadi kaya raya di sini, bahkan mungkin dengan mudah menguasai Dunia Mistik!" gumam Zhi Shimo saat telah jauh dengan kedua pria pemilik peta, dia sedang duduk di ranting pohon besar dengan posisi menghadap ke Kota Naga Tanah, lalu dia melihat peta yang dia ambil dari pria berbaju biru.
Kemudian Zhi Shimo mengeluarkan petanya sendiri dan mencocokkannya. Ternyata peta yang dia dapatkan tidak lengkap, hanya informasi terkait dengan wilayah Utara, sisanya hanya ada kota-kota lain yang menjadi pusat hunian. Walaupun peta itu hanya terkait dengan wilayah Utara, masih sedikit memberikannya informasi.
"She'er, kapan gerbang ke Alam Tianwu terbuka?" tanya Zhi Shimo sambil melengkapi peta pemberian Celestial She.
"Tidak tahu! Lebih baik fokus untuk meningkatkan kekuatan. Kota Naga Tanah tempat yang cocok untuk berlatih, aku melihat ada arena tanding di dalam!" jawab Celestial She yang sengaja tidak mau memberitahukan kepada Tian Zhi tentang pintu gerbang ke Alam Tianwu.
Pintu gerbang ke Alam Tianwu akan terbuka lima hari sebelum Makam Peperangan Kuno resmi dibuka oleh Istana Awan Surgawi, tepatnya dua bulan lagi atau 55 hari terhitung mulai saat ini. Penghuni Dunia Mistik juga akan ikut berpartisipasi untuk berburu harta karun peninggalan peperangan kuno.
"Baiklah... Tapi, sebelum masuk ke Kota Naga Tanah, lebih baik aku membuat banyak Pil Qi," kata Zhi Shimo sambil melihat peta wilayah Utara, dan menemukan lokasi yang cocok untuk membuat Formasi Perlindungan.
Zhi Shimo segera menuju ke Sungai Biru dekat dengan benteng pertahanan, hanya terpaut dua kilometer. Daerah aliran Sungai Biru pada hulunya sangatlah sempit melewati celah-celah sebelum ke Gunung Leluhur Naga Tanah. Kemudian pada bagian tengah antara Sungai Biru dan Kota Naga Tanah harus melewati dataran tinggi.
__ADS_1
Zhi Shimo tidak mengetahuinya jika Sungai Biru adalah kawasan terlarang untuk dipijak oleh siapapun, kecuali keturunan langsung Naga Tanah yang bisa masuk.
Zhi Shimo melihat celah-celah sempit, disamping kanan dan kiri terdapat tebing tinggi, lalu dia melihat ada jembatan menuju ke Gunung Leluhur Naga Tanah. Dia turun dan berjalan melewati jembatan yang terbuat dari bahan kayu.
Sebelum melewati celah-celah tebing, di depannya ada batu bertulis, Zhi Shimo pun membacanya, "Lembah Mulut Naga, wilayah terlarang bagi siapapun. Gunung Leluhur Naga Tanah."
Ya, lembah itu adalah Lembah Mulut Naga, satu-satunya jalan menuju ke Gunung Leluhur Naga Tanah. Generasi pertama penguasa wilayah Utara, dimakamkan di Gunung Leluhur Naga Tanah dan berlaku untuk semua keturunannya yang telah meninggal.
Zhi Shimo tersenyum setelah membaca larangan. Dia menebak, jika makam Leluhur Naga Tanah berisikan banyak harta dan berharap ada sesuatu yang bisa meningkatkan kekuatannya dengan cepat.
Zhi Shimo segera masuk ke celah-celah Lembah Mulut Naga, dia belum menyadari jika wujudnya yang menjadi angin telah terlihat. Lembah Mulut Naga terbentuk secara alami dan memiliki Formasi anti terbang serta anti energi spiritual.
"Berani-beraninya manusia masuk disini!? Pengawal, tangkap dia?!"
Tiba-tiba terdengar suara seorang wanita yang sangat marah kepada Zhi Shimo. Zhi Shimo jelas terkejut dirinya bisa terlihat, lalu dia mengikuti sumber suara wanita itu yang berada di atas tebing.
Terlihat seorang wanita yang memiliki tanduk Naga dan juga memiliki ekor, di keningnya ada hiasan permata hijau, telinganya runcing, alis memanjang laksana semut berbaris, hidung mancung dan tinggi badan yang ideal dan bertubuh proposional. Dia adalah Putri kedua Raja Naga Tanah, namanya Long De Xiang.
"Sialan Formasi Alami?!" umpatan Zhi Shimo saat baru tahu jika ada Formasi Alami di Lembah Mulut Naga, lagi-lagi dua mendapatkan masalah sebelum dirinya kuat.
Zhi Shimo langsung berlari menuju ke Gunung Leluhur Naga Tanah, sebab dibelakangnya telah mengejar lima pengawal yang memiliki kekuatan tingkat Deity level dua, lawan yang belum saatnya dihadapi. Sedangkan Long De Xiang memiliki kekuatan tingkat Supreme Immortal level sepuluh.
Long De Xiang sangat marah melihat Zhi Shimo malah menuju ke Gunung Leluhur Naga Tanah, dia segera terbang sambil mengeluarkan busur dan membidik punggung Zhi Shimo.
Xiu...
Siulan anak panah energi melesat ke arah targetnya. Zhi Shimo yang merasakan bahaya segera melihat Long De Xiang dan terkejut saat anak panah melesat dengan sangat cepat.
"Jirah Perang, aktif!!" teriakan Zhi Shimo yang akhirnya terpaksa menggunakan Jirah Perang Dewa Binatang.
Tiba-tiba tubuh Zhi Shimo bercahaya keemasan ketika Jirah Perang Dewa Binatang muncul. Cahaya keemasan menyilaukan mata, sehingga Long De Xiang dan lima pengawal berhenti sambil menutup matanya. Anak panah energi yang akan mengenai Zhi Shimo seketika menguap saat cahaya keemasan keluar dari tubuhnya.
Zhi Shimo terpaksa menggunakan Jirah Perang Dewa Binatang karena terdesak, selama ini memang tampak lemah, sebab dia dan semua peserta Konferensi Tianwu sedang diawasi oleh para penguasa dan Kitab Suci.
Selain itu, Zhi Shimo tidak ingin para penguasa mengetahui segala kemampuannya; mampu meningkatkan tiga garis darah tahap puncak sebanyak 12 level, jirah perang meningkatkan 4 level dan 24 level dari kekuatan Galaksi-nya. Yang paling terpenting adalah Kitab Kultivasi Delapan Hukum Jiwa, teknik yang menimbulkan keserakahan semua orang.
Semua ini dia lakukan demi untuk bertemu dengan keluarga besarnya di Alam Tianwu setelah Konferensi Tianwu usai.
__ADS_1