
Chapter 68. Siluman Laba-laba Bukit.
Yuna Aurora, Qin Diao Chin, Qin Lianshi, Yusan, Shima Yao, Bai Nuan dan Juan Fangsu, segera duduk bersila untuk mengendalikan hasratnya setelah merasakan angin hangat. Diantara mereka tidak ada satupun berbicara tentang apa yang mereka alami.
Mereka bertujuh menutup mata dan membayangkan hidup bersama Zhi Shimo dengan berbagai kesenangan yang selalu diimpikan. Mereka tidak mengetahui apa yang sedang terjadi dengan Ming Yun di ujung gua, karena mereka terhanyut dengan perasaan masing-masing.
Namun, setelah waktu kurang dari satu dupa, aroma familiar dari orang yang sedang berkultivasi ganda tercium oleh Yuna Aurora, dia segera membuka mata dan melihat ke arah ujung gua, lalu tidak melihat Ming Yun diantara mereka.
Yuna Aurora tersenyum ketika mengira Ming Yun sedang melakukan sesuatu untuk menikmati diri sendiri. Karena penasaran, Yuna Aurora berdiri dan berjalan ke ujung gua untuk mengintip Ming Yun.
Zhi Shimo menatap wajah Ming Yun yang bahagia, dia telah membuatnya mencapai puncak kenikmatan sebanyak tiga kali. Ming Yun selalu menutup mulutnya agar lenguhannya tidak terdengar siapapun.
Berhubung Zhi Shimo belum mencapai puncak, dia terus menghentakkan pinggulnya dengan lembut, agar tidak suara benturan dua tubuh tidak didengar oleh Yuna Aurora. Sambil menghentakkan pinggulnya, tangan kanan menyentuh perut Ming Yun untuk memberikan segel keluarga besarnya.
Setelah selesai, Zhi Shimo berbisik kepada Ming Yun, "aku telah memberikan segel keluarga besar ku, sebentar lagi kamu akan menerobos empat level."
Ming Yun mengangguk dan mencium bibir Zhi Shimo, dia sangat bahagia bisa menjadi pasangan Dao orang yang menjadi impiannya.
Zhi Shimo melepaskan ciuman dan kembali berbisik, "aku mau keluar...!"
"Hmm!!" Ming Yun melenguh lirih ketika rahimnya tersembur air surga milik Zhi Shimo, dia juga kembali mencapai puncak kenikmatan untuk keempat kalinya.
Zhi Shimo berhenti bergerak ketika mendengar langkah kaki seseorang mendekati mereka. "Ada yang datang!" bisik Zhi Shimo dan tiba-tiba menghilang.
Ming Yun merasakan kehilangan Zhi Shimo yang paling dia cintai. Setelah menghela nafas panjang, dia segera duduk dan membenahi pakaian yang kondisinya telah acak-acakan.
Ming Yun yang merasakan dantian-nya bergejolak, segera bersila dan mengaktifkan teknik kultivasi untuk meningkatkan kekuatan, setelah teringat perkataan Zhi Shimo tentang segel keluarga besar.
Yuna Aurora terkejut sesaat melihat Ming Yun yang pakaian dan rambut acak-acakan, aroma air surga begitu pekat. Lalu mata Yuna Aurora menyelidiki tubuh Ming Yun dan melihat pakaian bawahnya basah. Ia tersenyum saat tebakannya benar, jika Ming Yun sedang meluapkan hasrat kewanitaannya.
Lalu dia membalikkan badan setelah rasa penasarannya terbukti, lalu meninggalkan Ming Yun yang dia anggap pura-pura berkultivasi. Namun, baru beberapa langkah, Yuna Aurora terkejut merasakan energi terobosan yang dialami oleh Ming Yun.
"Dia memang berbakat!" gumam Yuna Aurora yang memuji keuletan Ming Yun untuk terus berkultivasi agar menyusulnya.
"Shimo!!" teriakan Yuna Aurora saat melihat Zhi Shimo sudah masuk ke dalam Formasi Perlindungan dan berdiri diam dengan senyuman hangat.
Yuna Aurora juga melihat tubuh Zhi Shimo terselimuti energi spiritual yang mengalir memasuki dantian-nya, energi itu berasal dari Roh-roh Jahat yang mati setelah melahap energi Kunang-kunang.
Swosh...
Yuna Aurora melesat ke arah Zhi Shimo dan tidak mempedulikan keterkejutan teman-temannya karena teriakan. Semua wanita segera melihat ke luar gua dan Zhi Shimo telah berdiri cukup dekat.
__ADS_1
"Kamu lama sekali...!" protes Yuna Aurora sambil memeluk erat tubuh kekasihnya, sambil merasakan energi spiritual yang melimpah di tubuh Zhi Shimo.
"Hahaha!" Tawa Zhi Shimo dan membalas pelukan Yuna Aurora, lalu dia berbisik, "aku sangat merindukanmu!"
Yuna Aurora mengembangkan senyuman bahagia dan membenamkan wajahnya di dada bidang Zhi Shimo. Lalu Zhi Shimo melihat wajah cantik Qin Diao Chin dan Qin Lianshi yang sudah berdiri.
Qin Diao Chin dan Zhi Shimo cukup lama saling berpandangan. Qin Diao Chin dan semua wanita penasaran dengan energi spiritual yang menyelimuti tubuh Zhi Shimo.
Sebelum Qin Diao Chin bertanya kepada Zhi Shimo tentang energi spiritual yang memasuki tubuhnya, Zhi Shimo terlebih dahulu memujinya, "aku baru menyadari pemilik Ordo Kegelapan begitu anggun dan cantik."
Qin Diao Chin tersenyum tipis dipuji oleh Dewa Binatang, namun tidak menanggapi pujiannya dan malah bertanya kepada Yuna Aurora yang masih berpelukan, "tantangan mu waktu itu masih berlaku, kan?"
Seketika Yuna Aurora melepaskan pelukannya, lalu membalikkan badan melihat Qin Diao Chin dan membalas ucapannya, "iya, berlaku untuk semua wanita... Asal kalian mampu menaklukkan hati suami ku dan mendapatkan segel yang pernah aku tunjukkan waktu itu!"
Qin Diao Chin tertawa dan tidak heran dengan kesombongan Yuna Aurora, lalu dia berjalan mendekati Zhi Shimo, namun Yuna Aurora menghalanginya dengan tubuh sebagai tameng.
Zhi Shimo memeluk pinggang Yuna Aurora sambil merapatkan tubuhnya. Tubuh Yuna Aurora sedikit tersentak ketika pantatnya merasakan tongkat suaminya telah berdiri, lalu memegang kedua tangan Zhi Shimo agar tidak melepaskannya.
"Dia adalah pewaris tunggal Ordo Kegelapan... Sudah seharusnya aku yang menjadi ratunya!" goda Qin Diao Chin yang senang membuat Yuna Aurora marah.
"Enak saja!? Aku adalah istri sah dan seharusnya yang menjadi ratu satu-satunya. Sedangkan kamu tidak memiliki segel keluarga besarnya!!" sahut Yuna Aurora yang tersinggung dengan keinginan Qin Diao Chin menjadi ratu.
Zhi Shimo ingin tertawa namun ditahan, lalu dia mengendus telinga Yuna Aurora. Tubuh Yuna Aurora bergidik geli saat titik kelemahannya merasakan nafas hangat.
"Energi spiritual ini berasal dari Roh-roh Jahat yang aku bunuh. Jika kalian membunuhnya, secara otomatis energi Roh Jahat yang telah mati akan memasuki tubuh kalian!" jelas Zhi Shimo.
"Pantas saja... Aku kira karena pori-pori tubuhku yang secara otomatis melahapnya!" sahut Qin Lianshi dan di anggukkan oleh semua wanita yang pernah membunuh Roh-roh Jahat.
Yuna Aurora dan timnya pernah membunuh Roh-roh Jahat, tapi hanya beberapa. Mereka juga melihat energi spiritual memasuki tubuh dan menganggapnya normal karena kultivator. Seandainya mereka semua membunuh Roh-roh Jahat dalam jumlah besar, maka akan mengalami apa yang dialami oleh Zhi Shimo. Dan mungkin akan lebih cepat meningkatkan kekuatan selain mengkonsumsi Pil Kultivasi.
"Seandainya tahu, aku akan lebih banyak memburu mereka!" sesal Yuna Aurora dengan manja di pelukan Zhi Shimo.
"Tapi kalian semua sudah sangat hebat mampu meningkatkan kekuatan dengan sangat cepat!" pujian Zhi Shimo sambil melihat wajah cantik Qin Diao Chin yang berada di sebelah kanan.
Peningkatan kekuatan mereka juga berkat Pil Kultivasi yang menggunakan bahan utama Buah Suci tingkat Langit. Seperti Qin Diao Chin yang paling kuat diantara mereka, dia berada di tingkat Supreme Immortal level 8.
Qin Lianshi yang penyumbang Buah Suci tingkat Langit, berada di tingkat Profound Immortal level sepuluh. Lambatnya Qin Lianshi meningkatkan kekuatan daripada Qin Diao Chin, dikarenakan dia adalah perwujudan dari Buah Suci dan harus membagi kekuatannya untuk menumbuhkan banyak Buah Suci tingkat Langit.
Kekuatan Yuna Aurora berada di tingkat Great Principle Golden Immortal level delapan, dia hampir menyusul Qin Diao Chin berkat kemampuannya dalam meramu pil dan juga bakat mendukungnya dalam berkultivasi.
Kekuatan Yusan berada di tingkat Celestial Immortal level 9, Shima Yao 8, Bai Nuan 8, Juan Fangsu di level 7.
__ADS_1
Paling lemah adalah Ming Yun di level 4, namun kini telah menyusul Shima Yao dan yang lainnya setelah mendapatkan segel keluarga dan juga air surga milik Zhi Shimo, saat ini kekuatannya berada di tingkat Profound Immortal level 2, itu masih terus meningkat selama air surga milik Zhi Shimo yang berada di rahimnya belum habis.
Kekuatan mereka melejit berkat dukungan Buah Suci milik Qin Lianshi, dia berjasa besar dalam peningkatan kekuatan timnya. Tanpa dia, tidak mungkin semua timnya bisa mencapai kekuatan seperti saat ini.
"Jangan bersuara, ada Siluman Hitam yang sedang menuju kesini!" ungkap Zhi Shimo saat inderanya mendeteksi hawa siluman yang kuat sedang bergerak ke arahnya.
Yuna Aurora segera membalikkan badan tanpa melepaskan pelukan Zhi Shimo, lalu semua wanita melihat ke luar gua.
Terlihat Siluman Hitam yang memiliki wujud wanita Laba-laba yang sedang mengendus-endus tanah untuk mencari jejak buruannya. Wajahnya sangat menyeramkan dan tidak beraturan, memiliki empat pasangan tangan dengan kuku yang tajam.
Wanita Laba-laba itu melihat ke arah gua, namun yang dia lihat hanya dinding bukit, lalu dia mendengar ledakan energi kunang-kunang. Dia mengendus angin yang berhembus dan segera dia bergerak cepat saat merasakan energi kekuatan jiwa.
"Itu Wanita Laba-laba Bukit... Mengerikan!" seruan Qin Lianshi yang pernah melihat wanita Laba-laba Bukit sedang bersembunyi.
Wanita Laba-laba Bukit memiliki kekuatan Deity level dua, namun kekuatan yang sebenarnya berada di tingkat Supreme Immortal level delapan, naik empat level berkat kekuatan bulan sempurna.
"Ayo, kita pergi dari sini!" ajak Zhi Shimo yang merasakan energi Kunang-kunang tinggal separuhnya.
"Tunggu! Ming Yun masih menstabilkan pondasi setelah menerobos!" cegah Yuna Aurora dan mengejutkan timnya kecuali Zhi Shimo.
Qin Diao Chin dan semua orang segera menuju ke ujung gua untuk melihat si Ming Yun. Mereka terkejut rambut dan pakaian si Ming Yun yang acak-acakan, seperti seseorang yang baru selesai berhubungan intim dan tampak tergesa-gesa saat memakai pakaian.
Qin Diao Chin dan semua wanita tersenyum saat mengira jika Ming Yun sedang meluapkan hasrat kewanitaannya secara sembunyi-sembunyi. Hal lumrah melihat Ming Yun seperti ini, sebab usia mereka cukup untuk bersuami dan membutuhkan kehangatan pria.
Ming Yun yang diperhatikan oleh banyak mata segera membuka mata, lalu wajahnya menjadi merah karena malu mengetahui kondisinya yang masih berantakan setelah berkultivasi ganda dengan Zhi Shimo...
"Aku akan menerobos. Setelah selesai, kita tinggalkan tempat ini untuk menjemput teman kita yang lainnya" ijin Zhi Shimo dengan melepaskan pelukannya.
Yuna Aurora menghela napas berat ketika Zhi Shimo melepaskan pelukan, lalu dia membalikkan badan dan melihat wajahnya, lalu dia menunjuk bibirnya sendiri, yang artinya minta di cium dulu.
Zhi Shimo tertawa ringan, lalu dia mencium bibir Yuna Aurora sambil memeluk pinggangnya. Qin Diao Chin dan semua wanita cemburu melihat kemesraan Yuna Aurora dan Zhi Shimo.
"Dhem... Dhem!!" Qin Diao Chin berdehem agar menghentikan Yuna Aurora yang lagi asyik-asyiknya berciuman.
"Huff! Menganggu saja!" protes Yuna Aurora yang sambil menahan rasa malunya.
Qin Diao Chin mendekati Yuna Aurora, dan sebelum berbisik, Tian Zhi bertanya terlebih dahulu ketika teringat empat wanita Siluman Putih, "apakah kalian melihat She Jinjing dan yang lainnya?"
"Tidak, kita selama ini sering berada di Bukit Batu Gajah, ingin mencari rekan-rekan kita juga terkendala kekuatan yang lemah dan juga banyak Roh-roh jahat yang berkeliaran!" jawab Yuna Aurora dan di anggukan kepala oleh semua wanita.
__ADS_1
Mengetahui semua orang tidak tahu, Zhi Shimo segera duduk bersila untuk meningkatkan kekuatannya, dimana dantian-nya bergejolak sangat intens.
Semua wanita pun mengikuti Zhi Shimo yang sedang berkultivasi...