Alam Tianwu

Alam Tianwu
Chapter 21. Persaingan Pria.


__ADS_3

Chapter 21. Persaingan Pria!


Yusan seketika mengunci alisnya, dia tidak senang melihat reaksi Zhi Shimo yang tampak jelas terpukau dengan wanita itu yang merupakan seniornya.


Wanita itu sedikit heran melihat reaksi Zhi Shimo yang tampak kenal dengannya, padahal ini baru pertama kalinya dia bertemu. Wanita itu tidak lain adalah Yuna Aurora.


"Silakan duduk!" pinta Yuna Aurora dengan nada dingin.


Zhi Shimo menghela nafas panjang, dia baru teringat jika ingatan semua peserta Konferensi Tianwu telah disegel, wajar jika Yuna Aurora tidak mengenalinya.


Zhi Shimo kembali duduk dan menganggap tidak mengenal Yuna Aurora, walaupun hatinya sedikit tertekan dengan perasaan yang ambigu. Lalu dia mengalihkan perasaan hatinya dengan memegang tangan Yusan.


Yusan kaget dengan tindakan Zhi Shimo yang memegang tangannya dihadapan Yuna Aurora, ingin melepaskan tangannya namun Zhi Shimo makin memegang erat.


Yuna Aurora sedikit memicingkan matanya melihat Zhi Shimo memegang tangan Yusan, tapi itu hanya sesaat dan kembali melihat Zhi Shimo.


"Apa benar Tuan Shimo ingin membeli yang terbaik untuk berburu?" tanya Yuna Aurora yang ingin segera menyelesaikan transaksi.


"Benar, yang terbaik dimiliki oleh Paviliun Penakluk Siluman, aku juga akan membeli sepuluh cincin dimensi tingkat tinggi, Bola Segel Siluman dan yang terpenting berguna untuk memburu siluman!" jawab Zhi Shimo dengan acuh tak acuh, dan menganggap tidak mengenal Yuna Aurora.


Yusan, Jia Li dan Li Mei melongo, mereka tidak menyangka Zhi Shimo membeli cincin dimensi tingkat tinggi yang harganya di luar jangkauan keuangan mereka saat ini.


Yuna Aurora menjadi serius dengan menyilangkan kaki kiri dan bertumpu pada paha, lalu kedua tangannya menyilang di dadanya, tatapannya tajam melihat Zhi Shimo.


"Satu cincin dimensi tingkat tinggi seharga tiga puluh juta keping emas! Apakah Anda yakin membeli sepuluh cincin dimensi?" tanya Yuna Aurora dengan tegas, dia berharap Zhi Shimo tidak asal berbicara.


Tanpa banyak bicara, Zhi Shimo mengeluarkan kantong kain berisi seribu Batu Kuno, lalu meletakkannya di meja, tepat di depan Yuna Aurora.


Yuna Aurora segera mengambil kantong kain, lalu dia sedikit terkejut melihat isinya. Kemudian dia melihat Zhi Shimo dan tersenyum tipis.


"Darimana Anda mendapatkan ini?" tanya Yuna Aurora dan melemparkan kantong kain kepada Zhi Shimo.


Zhi Shimo dengan sigap menangkap kantong kain miliknya, dia mengepalkan tangan kanannya untuk menahan marah karena ketidaksopanan Yuna Aurora.


"Mata uang disini yang berlaku hanyalah emas!" imbuhnya saat tahu Zhi Shimo akan marah.


Zhi Shimo langsung berdiri dan melepaskan lencana identitas keanggotaan, lalu membakarnya dihadapan semua wanita. Yuna Aurora, Yusan dan kedua temannya kaget dengan tindakan Zhi Shimo yang tiba-tiba marah.


"Tunggu...!!" cegah Yuna Aurora bersamaan dengan Yusan dan temannya, mereka terlambat mencegah Zhi Shimo membakar lencana identitas keanggotaan.


"Aku bukan lagi anggota kalian. Selamat tinggal!" geram Zhi Shimo dan tiba-tiba berteleportasi di hadapan keempat wanita itu.


Jelas Zhi Shimo marah dengan sikap Yuna Aurora yang tidak menghargai orang lain, dia sudah berusaha sopan walaupun hatinya sedikit sakit karena dilupakan. Tapi, perlakuan Yuna Aurora dengan melemparkan kantong kain dengan tidak sopan merupakan hinaan baginya.

__ADS_1


"Bagaimana dia bisa menghilang?" gumam Yuna Aurora saat tidak merasakan aura Zhi Shimo di area Paviliun Penakluk Siluman, lalu dia melihat Yusan, "apa ingatannya tidak tersegel?" tanyanya kepada Yusan dan temannya, Yuna Aurora curiga dengan sikap Zhi Shimo yang melihatnya sesaat lalu.


"Tidak aku rasa, awalnya dia tidak mengenali ku!" jawab Yusan dan tidak melihat gelagat Zhi Shimo mengenalinya.


Ternyata Yuna Aurora, Yusan, Li Mei dan Jia Li yang merupakan peserta terdahulu tidak disegel ingatannya oleh Kitab Suci, demikian juga dengan kekuatannya yang tidak harus memulai dari awal, ini berlaku bagi peserta terdahulu.


Kondisi mereka sama saat masuk ke Alam Tianwu, terbungkus kepompong. Akan tetapi, saat lahir mereka telah memiliki kekuatan tingkat Golden Core. Yusan, Jia Li dan Li Mei sengaja menyembunyikan kekuatan yang sebenarnya, saat ini Kekuatan mereka berada di tingkat Body Integration, Yusan di level sembilan, Li Mei di level tujuh dan Jia Li di level enam.


Demikian juga dengan Yuna Aurora, kekuatannya kini telah berada di tingkat Great Ascension level delapan. Semua ini atas pengaturan dari para penguasa setelah diijinkan oleh semua Kitab Suci.


Berbeda dengan semua peserta baru, dimana mereka harus kembali berkultivasi dari awal, lalu berusaha sekuat tenaga mengejar para seniornya, mengalahkan mereka dalam hal prestasi dan basis kultivasi.


Kemudian, Yuna Aurora mengeluarkan lencana baru yang sama untuk Zhi Shimo, lalu dia memberikannya kepada Yusan dan memberikan perintah, "ajak dia untuk kembali bergabung dengan Paviliun Penakluk Siluman, aku juga akan bantu mencari keberadaannya."


Yusan mengangguk dan menerima lencana identitas milik Zhi Shimo yang telah digandakan. Lalu Yusan keluar bersama Jia Li dan Li Mei. Tinggallah Yuna Aurora sendiri di dalam kamar transaksi.


"Melihat reaksinya tadi, dia tampak jelas mengenali ku! Tapi, bagaimana mungkin...!" gumam Yuna Aurora yang kebingungan dengan kondisi Zhi Shimo, tapi dia yakin Zhi Shimo tidak mengingat apapun dan tidak mungkin bisa mengelabui Kitab Suci.


Segera Yuna Aurora keluar dari kamar transaksi setelah melamun tentang pertemuannya dengan Dewa Binatang. Disaat baru keluar, dia melihat dua pria yang dikenali baru memasuki Paviliun Penakluk Siluman.


Kedua pria itu juga melihat Yuna Aurora dan menghampirinya. Mereka adalah Wu Chyou kakak dari Wu Jin, pria lainnya bernama Kun Liong keponakan dari Kaisar Kun.


"Tidak menyangka bisa bertemu denganmu disini, padahal aku sedang mencari Yusan agar bisa bertemu denganmu," kata Kun Liong dengan wajah berseri-seri, dia telah mencari Yusan di penginapan Seribu Malam agar bisa dipertemukan dengan Yuna Aurora, tapi tidak menemukan Yusan dan kedua temannya.


Sebenarnya, Kun Liong dan Wu Chyou langsung menuju ke penginapan Seribu Malam berharap bisa bertemu dengan Yuna Aurora dan Yusan. Kemudian, pegawai penginapan memberitahukan kepadanya, jika Yusan, Li Mei dan Jia Li berada di Paviliun Penakluk Siluman bersama dengan pria yang tidak dikenali, sedangkan Yuna Aurora hari ini belum datang ke penginapan untuk makan.


"Yang sopan dengan Nona Yuna!" tegur Kun Liong yang ingin mencari muka di depan Yuna Aurora.


"Aku hanya ingin mencari pria yang bersama Yusan!" jelas Wu Chyou, dia menyukai Yusan dan geram terhadap pria yang bersama pujaannya, yang tidak lain adalah Zhi Shimo.


Dari lantai tiga Paviliun Penakluk Siluman ada seseorang pria tua melihat kebawah, "Junior Yuna, datang ke ruang segel siluman!" panggilnya dengan nada serius.


Yuna Mendongak dan melihat Ketua Paviliun Penakluk Siluman, dia bernafas lega bisa terbebas dari Kun Liong dan Wu Chyou yang selalu mengejarnya sejak lama.


Yuna Aurora segera berjalan tanpa menghiraukan Kun Liong dan Wu Chyou. Kun Liong jelas sangat kesal, lagi-lagi Yuna Aurora selalu bersifat dingin kepadanya.


"Ini gara-gara kamu!" sungut Kun Liong yang menyalahkan Wu Chyou yang tidak memberikan kesempatan Yuna Aurora membalas ucapannya.


"Jangan salahkan aku, kamu saja yang terlalu bertele-tele menghadapi wanita! Kalahkan dia dengan kekuatan, maka pasti akan tunduk. Tidak bisa cara halus, gunakan cara kasar. Sekali wanita merasakan kenikmatan, mereka akan tunduk dan menjadi cinta!" sanggah Wu Chyou dengan ketus dan meninggalkan Kun Liong untuk mencari Yusan.


Kun Liong segera mengikuti sahabatnya dengan menggerutu, dia paham akan ucapan Wu Chyou yang memintanya untuk menggunakan cara kasar.


Sebelum keluar dari Paviliun Penakluk Siluman, Kun Liong melihat punggung Yuna Aurora, lalu dia berteriak, "baiklah, kita akan bergabung dengan Tim Seribu Malam... Kita akan tunggu di tempat biasa untuk membicarakannya!"

__ADS_1


Yuna Aurora berhenti untuk memikirkan ucapan Kun Liong, lalu dia menoleh kebelakang dan mengangguk dengan wajah dingin. Yuna Aurora pun kembali berjalan.


Kun Liong menjadi ceria lagi dengan bibir tersenyum tipis. Wu Chyou menatap Kun Liong dan tahu tujuan sahabatnya...


*****


Di luar Kota Pahlawan, banyak orang sedang melihat satu pria gendut dikeroyok sebelas orang, dia adalah Xu Huang.


Bang... Bang...


Xu Huang dikeroyok oleh Wu Jin dan timnya yang berjumlah sepuluh orang. Xu Huang yang kalah kekuatan dan jumlah menjadi bulan-bulanan kemarahan Tim Predator.


"Hahaha! Mana dia yang kamu banggakan!" tawa Wu Jin sambil menyerang Xu Huang, dia berharap Xu Huang memanggil Zhi Shimo yang telah mencuri wanita pujaannya.


Walaupun Xu Huang yang menjadi bulan-bulanan kemarahan Wu Jin yang cemburu, dia masih tidak memanggil Zhi Shimo, sebab jaraknya dengan Paviliun Penakluk Siluman cukuplah jauh.


Xu Huang juga tidak menyerah, padahal tubuhnya telah dipenuhi dengan luka, setiap kali menerima pukul serta tendangan dia selalu tertawa, seakan-akan serangan mereka tidak berarti apa-apa baginya.


"Aku seorang pahlawan bagi kecantikan, tidak akan mengkhianati adikku!" sahut Xu Huang sambil berdiri dengan tertatih-tatih, lalu mengayun-ayunkan senjata palu untuk menangkis serangan lawan.


Bang... Bang...


Sekali lagi Xu Huang terpental ketika punggungnya terkena pukulan Wu Jin. Namun Xu Huang kembali berdiri dan kembali menyerang kepungan mereka.


Semua ini berawal ketika Xu Huang menceritakan keganasan Zhi Shimo membantai Tim Serigala termasuk pemimpinnya, dan banyak pemburu siluman mendengarkan, termasuk Wu Jin beserta anggotanya yang ikut mendengar.


Kebetulan Wu Jin yang cemburu dan marah kepada Zhi Shimo mengajak Xu Huang keluar dari Kota Pahlawan. Xu Huang yang mudah bergaul dengan siapapun tidak menaruh curiga pun mengikuti Wu Jin


Namun, setelah keluar dari kota, Wu Jin segera mengeroyok Xu Huang untuk melampiaskan kemarahannya. Xu Huang yang tidak waspada jelas dengan mudah menjadi bulan-bulanan pukulan dan tendangan.


"Buat dia cacat seumur hidup!" perintah Wu Jin yang geram dengan ucapan Xu Huang yang berusaha sok menjadi pahlawan melindungi Zhi Shimo.


Segera sepuluh anggota Tim Predator kembali menyerang Xu Huang, namun mereka tiba-tiba berhenti.


"Hahaha! Adikku telah datang, siapkan leher kalian!" Xu Huang tertawa saat melihat banyak energi kunang-kunang yang berjumlah empat ratus buah bermunculan, dia tahu jika Zhi Shimo telah datang walaupun tidak diketahui keberadaannya.


Wu Jin menjadi waspada saat melihat banyak energi kunang-kunang, sebab dia telah mengetahui kemampuan Zhi Shimo dari cerita Xu Huang, awalnya dia berpikir jika Xu Huang hanya membual tentang energi kunang-kunang yang berbentuk seperti bola.


Kini, Wu Jin telah melihat sendiri energi kunang-kunang dan merasakan jiwanya bergetar ketakutan, tidak hanya dia tapi anggotanya juga merasakan hal yang sama.


"Kalian lima orang bunuh Xu Fat dan yang lainnya hancur kunang-kunang itu!" perintah Wu Jin membagi tugas kepada anggota.


"Ciaatt!!" teriak Xu Huang langsung bergerak terlebih dahulu sebelum mereka menyerangnya, dia melemparkan palunya yang terhubung dengan rantai.

__ADS_1


Bang... Bang...


*****


__ADS_2