Alam Tianwu

Alam Tianwu
Chapter 79. Dewi Cahaya (1).


__ADS_3

Chapter 79. Dewi Cahaya (1).


Setelah semua Tim Seribu Malam memiliki tunggangan masing-masing, Zhi Shimo menyimpan Pagoda Penjara dan memimpin timnya menuju ke bukit terbelah, dia ingin meningkatkan kekuatannya sesegera mungkin. Kini, dengan memiliki binatang penjaga, semua orang tidak lagi khawatir jika berhadapan dengan musuh yang kuat, asal tidak melihat kekuatan God General.


"Kamu curang memilih White Monkey King sebagai tunggangan!" protes Yuna Aurora yang iri.


Zhi Shimo menjulurkan lidahnya dan berkata, "nanti kalau ada lagi kekuatan God Monarch, kamu yang menjinakkannya."


"Enak saja! Seharusnya kamu sebagai suami yang bertindak, apa tega melihat aku yang cantik terluka!" sungut Yuna Aurora yang jelas tidak mungkin menjinakkan bintang yang memiliki kekuatan God Monarch, sebab kekuatannya saat ini masih sangat lemah.


Semua orang menertawakan Yuna Aurora yang sifatnya berubah kekanak-kanakan dan juga manja. Yuna Aurora yang ditertawakan timnya hanya mendengus kesal dan melihat punggung Zhi Shimo.


"Kamu lihat dia, apakah benar dia wanita cantik?" pinta Zhi Shimo sambil menepuk-nepuk pipi kiri White Monkey King.


White Monkey King menoleh kebelakang untuk melihat Yuna Aurora, lalu tiba-tiba muntah-muntah, sebab Yuna Aurora bukan dari bangsanya sendiri.


Xu Huang dan Pang bersaudara makin tertawa keras melihat White Monkey King yang berpura-pura muntah melihat wajah cantik Yuna Aurora. Sedangkan semua wanita menutup mulut dengan tangan agar tidak tertawa. Zhi Shimo memejamkan mata dan mengatupkan rahangnya agar tidak tertawa.


Wajah Yuna Aurora menjadi merah padam menahan amarahnya, selama ini baru pertama kali dihina di depan banyak orang. "Kera jelek, ulang lagi gestur mu tadi, cepat!"


White Monkey King kembali melihat Yuna Aurora dan reaksinya tetap sama; berpura-pura muntah dan kini sambil memegangi perutnya.


Tim Seribu Malam yang tadinya tertawa seketika terdiam melihat tubuh Yuna Aurora mengeluarkan cahaya benderang yang menyilaukan mata. Semua mata terpejam dan sebagian menutup dengan tangan.


Setelah itu, tubuh Yuna Aurora perlahan melayang meninggalkan bahu Demon Monster Ape, cahaya di tubuhnya pun semakin terang benderang. Dunia Mistik yang sangat minim cahaya berubah menjadi siang hari, semua kehidupan mengalihkan pandangannya ke arah Bukit Tengkorak.


Seluruh tumbuhan yang tidak pernah mendapatkan cahaya matahari mulai bertransformasi menjadi lebih besar dan penuh energi semangat. Namun berbeda dengan siluman, binatang mistik dan Humanoid yang mengeluarkan energi negatif, mereka tertunduk lemas, seakan-akan energinya terserap cahaya milik Yuna Aurora.


Demon Monster Ape dan White Monkey King langsung berlutut saat merasakan garis darahnya tertekan. Yuna Aurora semakin tinggi melayang hingga ribuan kilometer.


Tidak ada satupun didekat Yuna Aurora yang bisa membuka mata, disaat mengintip mata seperti tertusuk duri. Hanya Zhi Shimo yang mampu melihat apa yang terjadi dengan Yuna Aurora, dia melihat bukit yang terbelah itu mengeluarkan cahaya, lalu samar-samar terlihat banyak peri kecil sebesar kunang-kunang terbang mengelilingi Yuna Aurora, cahaya itu berasal dari tubuh peri.


"Ya Dewa... Dia... Dia Dewi Cahaya!!" seruan Naga Langit yang tercengang melihat Yuna Aurora.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Zhi Shimo yang tidak mengerti kenapa Yuna Aurora bisa seperti ini setelah White Monkey King menghinanya.


"Tuan-- Tuan Muda... Dia ... Dia pasti reinkarnasinya Dewi Cahaya!" jawab Naga Langit dengan terbata-bata dan terdengar sangat ketakutan.


"Kamu mengenalinya? Lalu siapa itu Dewi Cahaya? Apa yang sedang terjadi dengan Yuna Aurora?" cecar Zhi Shimo yang memang tidak tahu apa-apa, sambil terus melihat perubahan Yuna Aurora, dia heran kenapa Naga Langit tampak takut dengan Yuna Aurora.


Kini, peri kecil yang mengelilingi Yuna Aurora masuk ke dalam tubuhnya dan cahaya semakin terang benderang, tetapi tidak seperti matahari yang mengeluarkan energi panas, cahaya benderang itu menghangatkan seluruh kehidupan di Dunia Mistik.


Naga Langit terdengar jelas menarik nafas dalam-dalam sebelum berbicara. "Saat itu sebelum hamba menjadi tunggangan Maharaja Yaksa, tapi setelah kejadian itu, akhirnya hamba menjadi tunggangannya...,"

__ADS_1


Ketika, Naga Langit bercerita sesuai sepengetahuannya...


...****************...


Yuna Aurora yang sangat marah karena dihina oleh White Monkey King, tanpa sengaja kemarahannya membangkitkan kekuatan yang tersembunyi di dalam tubuhnya.


Seketika Yuna Aurora pingsan dan tubuhnya dikendalikan oleh kekuatan yang tersembunyi. Saat terbangun dari pingsannya, dia terkejut telah berada di dalam kamar yang besar dan sangat indah.


Ia melihat seorang wanita dewasa sedang menggendong bayi yang baru lahir. Wanita itu cantik bagaikan salju yang turun dari langit. Lalu masuk seorang pria dewasa berwajah tampan dengan tergesa-gesa sambil membawa Busur, tampaknya baru berburu.


"Bayi itu adalah aku...,"


Yuna Aurora yang fokus memperhatikan keluarga bahagia, jelas kaget saat seorang wanita tiba-tiba muncul di sampingnya. Ia melihat wajah wanita itu sangatlah cantik dan mirip dengannya.


Yuna Aurora ingin sekali menjauhinya namun tubuh mengkhianati tanpa mampu digeser sedikitpun, bahkan untuk berbicara saja mulutnya sangat susah dibuka.


"Pria itu adalah Ayahku, sedangkan wanita yang cantik itu adalah Ibuku tersayang."


Wanita itu memperkenalkan orangtuanya. Yuna Aurora melihat ayah bayi itu sangat gembira memiliki putri yang cantik, pria itu menggendong putrinya, menari dan menyanyi.


Pria itu memberikan nama putrinya Guang Jiong (Kecemerlangan Cahaya), ayahnya bernama Guang Deming dan Ibunya bernama Xuan Ziya.


Yuna Aurora baru tahu telah berada di Alam Suci saat Guang Deming mengajak putrinya untuk menuju pusat pemerintahan Kaisar Langit.


Alam Suci waktu itu dipimpin oleh dua saudara kandung, Kaisar Langit Deity sebagai pemimpin dan Maharaja Yaksa sebagai wakilnya.


Karena berbeda dengan anak seumuran, Guang Jiong menjadi paling populer di Alam Suci, dan dinobatkan sebagai Jenius nomer satu di Alam Suci, julukannya Dewi Cahaya.


Ketika usianya menginjak 17 tahun dan waktunya menguji Kebangkitan Energi Sejati, terbukti julukannya sesuai, ternyata Guang Jiong memiliki Tubuh Bawaan Cahaya yang baru pertama kali ada di Alam Suci.


(Energi Sejati adalah energi alami yang dimiliki setiap kehidupan, Energi Sejati melingkupi; garis darah, bakat alami, tingkat kecerdasan dan mental bawaan.)


Tubuh Bawaan Cahaya menjadi perhatian khusus bagi Kaisar Langit Deity dan Maharaja Yaksa, mereka berdua sedang mengamati perkembangan Dewi Cahaya tanpa sepengetahuan siapapun.


Setelah usianya 20 tahun, prestasi Dewi Cahaya semakin bersinar seperti julukannya, mengalahkan banyak pemuda-pemudi seusianya dalam berbagai kompetisi, bahkan menantang para seniornya untuk bertarung. Hasilnya, Dewi Cahaya mengalahkan dengan telak para seniornya.


Sebagai seorang gadis beranjak dewasa, memiliki popularitas tertinggi, cantik, berbakat dan belum pernah terkalahkan, Dewi Cahaya juga jatuh cinta untuk pertama kalinya, dia bertemu dengan seorang pria yang sangat tampan dan juga sangat berbakat, pria itu dijuluki Dewa Tianwu. Cinta bersemi karena Dewa Tianwu dengan mudah mengalahkannya.


Sayangnya, saat cinta sedang bermekaran dengan indah, Dewi Cahaya dan Dewa Tianwu mengalami berbagai macam rintangan. Musuh terberat Dewa Tianwu adalah dua penguasa Alam Suci. Yang ternyata, dua penguasa itu saling berebut ingin memiliki Dewi Cahaya sebagai pasangan Dao.


Selain itu, usut punya usut, ternyata selama ini Dewa Tianwu adalah musuh terberat bagi Kaisar Langit Deity dan Maharaja Yaksa. Kedua penguasa itu berkolaborasi untuk mengalahkan Dewa Tianwu.


Pertarungan mereka bertiga tidak terelakkan, pertarungan terjadi di luar angkasa selama 60 hari tanpa henti. Korban berjatuhan di Alam Suci, setingkat True Resonansi saja seperti daun kering ketika terkena gelombang kejut yang panas akibat benturan tiga kekuatan.

__ADS_1


Karena tidak ada yang menang maupun kalah antara Dewa Tianwu dan kolaborasi dua penguasa, maka Maharaja Yaksa dengan licik dan niat tersembunyi memerintahkan anak buahnya untuk menculik Dewi Cahaya.


Dewa Tianwu belum mengetahui kekasihnya telah diculik, sebab dia fokus melawan Kaisar Langit Deity dan Maharaja Yaksa. Sedangkan Kaisar Langit Deity juga tidak mengetahui kelicikan adiknya si Maharaja Yaksa.


Dewa Tianwu baru menyadari, ketika keberadaan Dewi Cahaya tidak lagi dirasakannya, dia langsung menuduh dua penguasa yang telah menculik Dewi Cahaya.


Jelas dua penguasa itu menampik tuduhannya, lalu Maharaja Yaksa berkata, jika ada orang dari Ras Elohiim dan Ras Reptilian juga menginginkan Dewi Cahaya.


Dewa Tianwu jelas tidak mempercayainya, sebab kedua ras itu jarang sekali muncul dan tidak mungkin menginginkan Dewa Cahaya yang bukan bagian dari ras. Ia pun sangat marah dan berniat memusnahkan Alam Suci, akan tetapi usahanya dihalangi dua penguasa.


"Aku Dewa Tianwu, sebelum kalian mengembalikan kekasihku... Ingat, aku bersumpah, akan ku buat Alam Jagat Raya selalu berduka cita setiap hari, Alam dosa mu (Alam Suci) akan selalu menangis setiap hitungan nafas!" ancam Dewa Tianwu dan menghilang dari hadapan dua penguasa.


Suara Dewa Tianwu sangat keras dan terdengar di seluruh Alam Suci, lalu terjadilah kekacauan, sebab semua orang tahu sumpah seorang Dewa selalu terbukti menjadi nyata.


Kaisar Langit Deity sebagai seorang pemimpin tertinggi jelas menyesal telah bertindak tidak bijaksana, demi seorang wanita dia harus mengorbankan banyak kehidupan. Berbeda dengan Maharaja Yaksa yang tidak serius menanggapi ancaman Dewa Tianwu...


Yuna Aurora melihat dari awal pertarungan, hingga Dewi Cahaya diculik oleh Maharaja Yaksa dan tahu disembunyikan dimana, dia terharu melihat begitu tulus cinta Dewa Tianwu mempertahankan Dewi Cahaya.


"Semua yang kamu lihat adalah kenangan ku... Aku tahu kamu ingin bertanya. Tapi, untuk saat ini, lihat dulu apa hubunganmu dengan semua ini," kata Dewi Cahaya sambil membawa Yuna Aurora ke tempat lain tanpa bisa ditolak.


Yuna Aurora hanya bisa diam, melihat apapun yang terjadi dan mendengar apa yang diucapkan oleh Dewi Cahaya.


"Semenjak kekasihku bersumpah, di Alam Suci setiap hari korban berjatuhan dan dengan cepat merembet ke segala Alam Semesta. Entah bagaimana kekasihku memicu Peperangan Kuno dan sesuai dengan sumpahnya, korban berjatuhan di seluruh Alam Jagat Raya setiap tarikan nafas... Lihat itu...," jelas Dewi Cahaya kepada Yuna Aurora, kini mereka berdua telah berada di Dunia Surga Sumber Daya atau Alam Tianwu.


Yuna Aurora melihat Dewi Cahaya bertarung dengan Maharaja Yaksa dan bawahannya, pertarungan itu sangat sengit dan membuat Maharaja Yaksa terdesak, bawahannya juga banyak yang berguguran.


Karena Dewi Cahaya tidak bisa ditaklukkan, maka Maharaja Yaksa terpaksa membunuhnya, dia melihat jiwa milik Dewi Cahaya telah kabur dan sengaja tidak dikejar.


Kemudian, tubuh Dewi Cahaya dikubur di Dunia Mistik, tepatnya di Danau Jiong - Bukit Tengkorak. Danau itu diberi nama Jiong oleh Maharaja Yaksa sebagai pengingat.


Saat itu, tidak ada satupun orang yang tahu akan perbuatan Maharaja Yaksa. Kecuali seekor naga jantan, yang tidak lain adalah Naga Langit yang selalu membuntutinya.


Lalu, jiwa Dewi Cahaya kabur sejauh mungkin hingga berada di Galaksi Celosia, dia melihat seorang wanita cantik berstatus bangsawan yang sedang hamil muda, jiwa Dewi Cahaya bersemayam di rahim wanita itu, yang tidak lain adalah Azalea Aurora.


Sayangnya, kehidupan Dewi Cahaya yang kini menjadi Yuna Aurora kurang beruntung. Sejak lahir, Yuna Aurora selalu menimbulkan banyak bencana bagi Galaksi Celosia.


Saat ini Yuna Aurora mengetahui alasan kenapa dirinya dibuang oleh kedua orangtuanya, seorang yang masih bayi hanya dilindungi oleh Artefak Alami, tanpa kasih sayang dan perhatian layaknya seorang bayi.


"Kamu adalah reinkarnasi ku! Nanti saat kamu menemukan tubuhku di dalam Danau Jiong, serap kekuatannya yang aku simpan untuk diriku di masa depan. Kamu adalah aku dan kita saat ini adalah satu," kata Dewi Cahaya kepada Yuna Aurora yang menangis sedih melihat kisahnya yang tragis.


Terpisah dari kekasih dan dibuang oleh orangtuanya, jelas Yuna Aurora menangis sedih. Dewi Cahaya memeluk Yuna Aurora dan berbisik ... Entah apa yang dibicarakan oleh Dewi Cahaya.


Setelah Dewi Cahaya berbisik dan membuka semua kenangan yang tersimpan di alam bawah sadar, tubuh Yuna Aurora tiba-tiba bisa digerakkan dan spontan memeluk Dewi Cahaya sambil menangis.

__ADS_1


Dalam pandangan Zhi Shimo, dia melihat Yuna Aurora hanya terdiam dan memejamkan mata, dia tidak tahu apa yang sedang dialami oleh Yuna Aurora...


...****************...


__ADS_2