
Chapter 56. Gua Harta Karun!
"Apa itu?" gumam Zhi Shimo yang tanpa sadar berjalan mundur, kedua telapak tangannya mulai basah, karena menahan hawa dingin yang seakan-akan menarik jiwanya.
Hawa dingin yang keluar dari ujung lorong tampak terasa seperti milik Siluman Hitam, Zhi Shimo pernah mengalaminya saat berada di Desa Chang, namun hawa siluman kali ini lebih kuat tiga kali lipat.
"Itu adalah arwah yang masih menyisakan sebagian kenangan semasa hidupnya, atau kata lainnya adalah perwujudan energi spiritual. Jika arwah itu menemukan wadah yang cocok baginya, dia bisa menjadi siluman!" Celestial She menjelaskan apa yang sedang berada di depan Zhi Shimo.
Baru Celestial She menjelaskan, kabut yang aneh itu terlihat dengan jelas, ternyata memang arwah dan perwujudan dari Humanoid Naga Tanah, arwah itu berhenti dan menatap tajam ke arah Zhi Shimo.
Zhi Shimo jelas kaget wujudnya yang berubah menjadi angin bisa diketahui. "Bagaimana mungkin dia bisa melihat wujud ku?" tanyanya kepada Celestial She.
"Kamu ... Arwah, Roh Jahat, energi dan apapun namanya adalah sama seperti skill milikmu, sama-sama energi. Jika sesama energi, maka bisa mengetahui wujud mu! Apalagi, kamu memiliki kekuatan jiwa yang diinginkan banyak kehidupan... Merupakan Kebaikan dan juga keburukan yang harus kamu tanggung! Ingat, sebentar lagi akan ada bulan sempurna!" terang Celestial She yang gemas dengan kebodohan Zhi Shimo dan perkataannya juga teguran.
Zhi Shimo merasa malu dengan dirinya sendiri, entah kenapa semenjak keluar dari gua persembunyian Iblis Vampir, dia tidak seperti diri sendiri, lemah, bodoh dan terkadang terlalu banyak berpikir yang sia-sia.
"Grorr...!!"
Arwah Naga Tanah meraung keras dan suaranya menggema di lorong. Zhi Shimo yang kesal dengan dirinya sendiri segera menjentikkan jari, lalu muncul energi Kunang-kunang mengelilingi arwah itu.
Arwah Naga Tanah seketika menjadi rakus dan melahap semua energi Kunang-kunang. Setelah melahap satu energi Kunang-kunang, tubuhnya tidak meledak dan kembali melahap yang lainnya.
Kemudian Zhi Shimo mengeluarkan satu Bola Segel Siluman tahap rendah dan mengarahkannya kepada arwah Naga Tanah. Seketika arwah Naga Tanah tersedot ke dalam Bola Segel Siluman, akan tetapi dia berusaha berontak agar tidak tersedot.
Zhi Shimo mengalirkan kekuatan jiwa di dalam Bola Segel Siluman dan langsung arwah Naga Tanah bisa masuk. Kemudian Bola Segel Siluman mengeluarkan dua cahaya dan merupakan tanda ada dua isinya, satu Nenek Lonceng Lilin dan arwah Naga Tanah.
"Huff!" Zhi Shimo membuang nafas lega dan lambat laun mempelajari cara berburu siluman, arwah dan Roh Jahat.
Dia belum menyadari, jika nilai satu arwah Naga Tanah sama dengan telah berhasil memburu seratus siluman. Selain itu, arwah juga mampu meningkatkan kekuatannya dan tergantung kekuatan si arwah. Misalkan, kekuatan arwah Naga Tanah yang baru saja dia tangkap berada di tingkat Great God level 8, maka Zhi Shimo bisa naik satu level.
Celestial She yang tidak memiliki metode untuk meningkatkan kekuatan jiwa hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kebodohan kekasihnya. Namun, disaat akan berbicara, Celestial She mengurungkan niatnya, sebab nalurinya seakan-akan melarang.
"Kamu harus belajar sendiri!" batin Celestial She.
Setelah berhasil menangkap satu arwah Naga Tanah, Zhi Shimo kembali melanjutkan perjalanan ke dalam ujung lorong makam. Dan seperti sebelumnya, dia dihadang oleh arwah Naga Tanah yang lebih kuat dua level dari sebelumnya.
Zhi Shimo sedikit kesulitan untuk menangkapnya dengan Bola Segel Siluman, dia harus memancing arwah Naga Tanah dengan energi Kunang-kunang terlebih dahulu, setelah itu baru bisa di segel dengan Bola Segel Siluman.
__ADS_1
Celestial She yang melihatnya sudah tidak sabar, hatinya gatal ingin menggaruk wajah kekasihnya yang benar-benar telah menyia-nyiakan kesempatan untuk meningkatkan kekuatan. Padahal sebelumnya, Zhi Shimo telah mengalahkan beberapa Roh Jahat dan bisa memberikan kekuatan.
"Kamu itu pintarnya dari kandungan apa bodohnya yang keluar dari rahim! Hah! Tadi kan aku sudah jelaskan, Roh Jahat, arwah dan energi apapun itu sama seperti kamu, kenapa kamu tidak menyerapnya?" teguran keras dari Celestial She seperti seorang istri masokis.
Zhi Shimo yang dimarahi jelas kebingungan, apa salahnya sehingga Celestial She mengomel. Baru setelah merenung sejenak, dia menepuk keningnya dengan keras.
"Aku itu sebenarnya pintar, tapi terkadang lupa!" jawab Zhi Shimo.
Celestial She yang tadinya marah, tiba-tiba ingin ketawa, di pikirannya, "sejak kapan ada orang pintar menjadi lupa?"
Kemudian Zhi Shimo mengeluarkan Pagoda Penjara miliknya yang setingkat Celestial Supreme, lalu memasukkan Bola Segel Siluman kedalamnya, dia melakukannya seperti yang pernah dilihat di Paviliun Penakluk Siluman.
Zhi Shimo mengendalikan Bola Segel Siluman untuk mengeluarkan dua arwah Naga Tanah, sedangkan Siluman Nenek Lonceng Lilin tetap berada di dalam Bola Segel Siluman.
Setelah keluar dari Bola Segel Siluman, arwah Naga Tanah meraung-raung dengan penuh amarah dan niat untuk membalas dendam. Namun, raungan arwah Naga Tanah tidak keluar dari Pagoda Penjara, malahan banyak rantai energi mengikat kedua arwah dan membuatnya menjadi lemah.
Dengan kekuatan supernaturalnya, Zhi Shimo menyerap kedua arwah Naga Tanah dengan media Pagoda Penjara, lalu dengan cepat kedua arwah Naga Tanah diserap oleh Zhi Shimo dan energi berkumpul di dantian.
Dengan cepat Zhi Shimo meningkatkan kekuatan sebanyak dua level dari tingkat Great God level lima menjadi level tujuh. Setelah selesai menstabilkan pondasi kekuatannya, dia kembali menyimpan Pagoda Penjara dan melanjutkan perjalanan.
"Tidak perlu lagi menggunakan Bola Segel Siluman, cukup Pagoda Penjara untuk mengekstrak...," Zhi Shimo berkata pada dirinya sendiri dan kembali berjalan.
Kembali Zhi Shimo masuk melalui celah-celah pintu. Disaat keluar, dia melihat makam Leluhur Naga Tanah dipenuhi dengan emas yang menggunung. Sayangnya, ada seekor Naga Tanah yang sedang tertidur di atas tumpukan emas, kekuatannya berada di tingkat God General level lima, sesuai apa yang dikatakan oleh Celestial She.
"Dimana Mutiara Naga nya?" tanyanya kepada Celestial She.
"Dibelakang Naga Tanah ada pintu lagi, ini hanyalah gua pertama dan Mutiara Naga ada di gua ketiga!" jawab Celestial She.
Zhi Shimo segera melihat kebelakang tubuh leluhur Naga Tanah, dan memang ada pintu gerbang yang ukurannya sama seperti sebelumnya.
Disaat dia mendekati, leluhur penjaga gua Naga Tanah membuka mata, saat hidungnya mencium bau tubuh manusia setengah naga, yang tidak lain adalah Zhi Shimo.
Zhi Shimo langsung berhenti dan menahan nafsu agar tidak diendus leluhur Naga Tanah. Namun, leluhur Naga Tanah makin penasaran bau manusia setengah naga tiba-tiba hilang.
Setelah tidak menemukan apapun, leluhur Naga Tanah menguap dan aroma busuk memasuki hidungnya Zhi Shimo, lalu dia kembali memejamkan mata dan tertidur.
__ADS_1
Zhi Shimo ingin rasanya muntah saat mencium bau busuk dari mulut leluhur Naga Tanah. "Makan bangkai kali dia!?" umpatnya.
Perlahan Zhi Shimo menjauhi leluhur Naga Tanah sambil tetap menahan nafasnya, dia berjalan melewati di pinggirnya. Seandainya tidak ada leluhur Naga Tanah, Zhi Shimo tidak mungkin melewatkan emas yang menggunung.
"Untung saja aku memiliki Skill Perubahan Wujud!" batinnya yang telah melewati leluhur Naga Tanah dan segera masuk ke celah-celah pintu menuju ke gua kedua.
Saat masuk ke gua kedua, ukurannya lebih besar dan bukan emas yang dilihat oleh Zhi Shimo, melainkan banyak sekali Batu Roh dan Batu Mistik yang menggunung. Sayangnya, lagi-lagi ada leluhur Naga Tanah yang menjadikan harta itu sebagai kasur.
"Pantas saja Dunia Mistik langka material, ternyata sudah banyak ditambang oleh Naga Tanah!" gumamnya dan perlahan mendekat gunung material langka.
Tiba-tiba terbesit dibenaknya untuk mengalihkan perhatian leluhur Naga Tanah yang memiliki kekuatan tingkat God General level tujuh. Segera Zhi Shimo mengeluarkan energi Kunang-kunang yang menempel di dinding dan daun pintu.
Spontan Leluhur Naga Tanah membuka matanya dan melihat banyak energi Kunang-kunang. Dia langsung bangun dan berjalan cepat untuk melahap energi Kunang-kunang. Tanah yang terbuat dari bahan batu pualam hitam bergetar saat dia berjalan cepat.
Kesempatan ini digunakan oleh Zhi Shimo untuk mengambil semua Batu Roh dan Batu Mistik, dia mengalirkan energi untuk menyelimuti gunung material langka dan memasukkan ke dalam cincin dimensi yang tidak terlihat, seketika semua harta menghilang dalam sekejap.
Leluhur Naga Tanah bersendawa setelah melahap banyak energi kunang-kunang, dia seakan-akan bermimpi mendapatkan energi Kunang-kunang. Disaat dia membalikkan badan, seketika tubuhnya bergetar hebat, sebab hartanya telah menghilang.
"Roarrr...!?"
Leluhur Naga Tanah meraung keras hingga membuat gua bergetar hebat. Dia terus meraung-raung dan mengeluarkan aura kekuatan tingkat God General level tujuh.
Sedangkan Zhi Shimo telah kabur menuju ke pintu gua ketiga, dia telah masuk melalui celah-celah pintu seperti sebelumnya. Kali ini gua ukuran sedikit lebih besar dan dia melihat leluhur Naga Tanah telah berdiri saat mendengar keributan di gua kedua, dia memiliki kekuatan tingkat Heavenly God Monarch level sembilan.
Zhi Shimo tidak berani bergerak dan tetap menahan nafasnya agar tidak diketahui oleh leluhur Naga Tanah, lalu dia melihat banyak Batu Kuno, berbagai macam jenis senjata yang juga mengeluarkan aura kuno, banyak peti harta yang isinya gulungan bambu.
Zhi Shimo membuka Mata Langit untuk melihat gulungan di dalam peti dan ternyata adalah teknik beladiri aktif dan pasif, mulai dari Kitab Kuning hingga Kitab Hitam. Kedua mata Zhi Shimo berbinar-binar melihat banyaknya berbagai macam teknik beladiri, harta yang lebih berharga dari Batu Kuno.
"Pantas dijaga oleh kekuatan God Monarch!" batinnya, lalu dia melihat di belakang leluhur Naga Tanah melayang empat peti mati dan ada kolam, sesuai apa yang dikatakan oleh Celestial She, segera dia memeriksa isi di dalam peti melayang.
Seketika tubuh Zhi Shimo bergetar saat tahu isi keempat peti mati tersebut, ternyata peti mati sebelah kanan berisi satu set jirah perang lengkap. Peti kedua berisi Mutiara Naga, peti ketiga berisi peta Makam Peperangan Kuno dan sebuah kotak aneh yang terbuat dari emas. Sedangkan di dalam peti keempat berisi dua Kitab Putih yang super langka dan sebuah benda aneh yang berbentuk cakram hitam.
Ingin rasanya Zhi Shimo tertawa terbahak-bahak, namun jelas dia tidak berani, sebab masih harus melewati Long De Yuze (penjaga gua ketiga) terlebih dahulu untuk mendapatkan semuanya.
Zhi Shimo melihat leluhur Naga Tanah yang terlihat sedang berkomunikasi dengan leluhur Naga Tanah di gua kedua yang bernama Long De Sun, Long De Qiu (penjaga gua pertama) dan para penjaga makam.
Setelah berhenti berkomunikasi, leluhur Naga Tanah berjalan mendekati pintu dan membuat detak jantung Zhi Shimo berdebar-debar.
__ADS_1
(Bersambung)