Alam Tianwu

Alam Tianwu
Chapter 111. Tim Seribu Malam Menghilang!


__ADS_3

Chapter 111. Tim Seribu Malam Menghilang!


Zhi Shimo telah tiba di depan pintu masuk Kota Kuno yang dijaga oleh anggota aliansi. Sesuai dengan namanya, banyak bangunan tampak kuno dan dirawat dengan baik, setiap bangunan kuno tidak dihuni dan hanya sebagai objek wisata dan pengetahuan.


Kota Kuno dikelilingi oleh tembok pertahanan untuk mengantisipasi serangan binatang mistik purba dan juga untuk melindungi bangunan bersejarah beserta anggota aliansi.


Awalnya Zhi Shimo mengira Kota Kuno seperti halnya Kota Reruntuhan di Dunia Mistik, ternyata disini sedikit bangunan kuno yang rusak dan sebagian telah dipugar. Sedangkan untuk tempat tinggal bagi partisipan dalam perburuan harta, kebanyakan mereka mendirikan tenda sementara.


"Apakah kamu ingin bergabung dengan aliansi?" tanya seseorang penjaga kota saat melihat Zhi Shimo.


"Aliansi?" gumam Zhi Shimo yang tidak tahu apa-apa tentang aliansi.


"Iya, aliansi. Jika ingin mengetahui banyak informasi tentang wilayah ini, kamu harus bergabung dengan aliansi. Aliansi juga akan memberikan perlindungan kepada setiap anggotanya. Hasil setiap perburuan akan dibagi rata, 30% untuk aliansi, 60% untuk anggota dan 10% sebagai biaya informasi dan keamanan!" sahut seseorang pria saat mendengar gumaman Zhi Shimo, dia menjelaskan tentang aliansi dengan singkat.


Zhi Shimo membalikkan badan dan melihat pria muda dengan pakaian yang unik, tinggi badan 189 cm, kulit putih, hidung mancung, pupil berwarna biru, pedang besar senjata andalannya dan tersalip di punggung.


Karena tidak kenal, dia menggunakan kemampuan God Eye Triangle ciptaan Ras Reptilian. Dibenaknya muncul informasi pria dihadapannya, pria itu bernama Omiros Altair berasal dari Galaksi Kecebong. Omiros Altair adalah keponakan dari Ancestor Adalvino Altair.


Semua kemampuan dan kelemahan Omiros Altair diketahui oleh Zhi Shimo melalui God Eye Triangle. Namun, informasi tentang Omiros Altair tidak melingkupi sebagai peserta Konferensi Tianwu, Zhi Shimo akhirnya menggunakan tato Burung Merak yang dimiliki oleh setiap peserta.


Omiros Altair melihat punggung tangan kiri Zhi Shimo mengeluarkan cahaya redup, tanda dia sedang diperiksa oleh lawan bicaranya.


"Aku Omiros, peringkat ke-14. Siapa Anda?" Omiros Altair berinisiatif untuk memperkenalkan diri sendiri daripada Zhi Shimo repot-repot memeriksa statusnya, dia mengulurkan tangannya.


"Shimo!" balas Zhi Shimo dengan menjabat tangan Omiros Altair.


Sontak Omiros Altair terkejut telah berhadapan dengan peringatan pertama. Penjaga pertahanan kota segera turun dan ingin berkenalan dengan Zhi Shimo.


Xu Huang yang kebetulan akan keluar dari Kota Kuno dengan terburu-buru, dia berhenti saat melihat keributan di depan pintu gerbang. Dengan postur tubuh Zhi Shimo yang tinggi dari siapapun, Xu Huang bisa melihatnya dengan jelas.


"Adik Shimo!!" teriak Xu Huang dengan berlarian, dia sangat gembira bisa bertemu dengan Zhi Shimo.


Zhi Shimo yang sedang berkenalan mengalihkan pandangannya ke arah Xu Huang yang berlari. Dia tersenyum melihat tubuh Xu Huang sedikit lebih kurus.


Omiros Altair dan para penjaga melihat Xu Huang. Zhi Shimo berjalan ke arah Xu Huang dan saling berpelukan. Omiros Altair tampak tidak senang melihat Xu Huang, dia ingin mencegahnya agar tidak mendekati Zhi Shimo tapi terlambat.


"Hahaha! Sudah lama kita terpisah, aku pikir kamu enggan meninggalkan Dunia Mistik!" tawa Xu Huang yang sangat gembira, dia pikir Zhi Shimo masih betah di Dunia Jiwa untuk meningkatkan kekuatan.


"Kamu bertambah seksi sekarang! Apa saja yang telah kamu alami selama aku tidak bersama kalian!" pujian Zhi Shimo dan bertanya setelahnya.

__ADS_1


Xu Huang menepuk keningnya karena melupakan sesuatu yang penting. "Tim dalam bahaya! Aku sudah melaporkan kepada pemimpin aliansi agar membantu, tapi mereka juga sibuk melindungi anggota yang lainnya. Ayo, ikuti aku untuk menyelamatkan mereka!" ungkapnya dengan panik.


Zhi Shimo terkejut dan menahan bahu Xu Huang agar tenang. "Tenangkan dulu pikiranmu dan berbicaralah dari awal apa yang sedang terjadi dengan mereka?" tanyanya agar lebih memahami situasi sebelum bertindak.


Xu Huang menarik napas panjang dan menghembuskan secara kasar, lalu dia melihat Omiros Altair dan menarik pergelangan tangan Zhi Shimo agar menjauhi semua orang sebelum bercerita.


Zhi Shimo yang tahu segera balik memegang pergelangan tangan Xu Huang. Tiba-tiba mereka berdua menghilang dari pandangan Omiros Altair dan para penjaga yang terkejut.


Zhi Shimo muncul di jembatan yang dijaga oleh Gigas Hector dan timnya. Gigas Hector melihat Zhi Shimo dan segera menyambutnya.


Xu Huang terlihat kebingungan yang tiba-tiba telah berpindah tempat, lalu dia melihat Tim Gigas Fire dan mengepalkan kedua tangannya untuk bersiap bertarung.


"Big Bos, terima kasih telah memberikan kami banyak Pil Qi!" sapa Gigas Hector dan langsung mengucapkan terima kasih, lalu diikuti oleh anak buahnya.


Xu Huang melongo mengetahui Gigas Hector yang terkenal galak dan kejam begitu tunduk kepada Zhi Shimo. Dibenaknya bermunculan banyak pertanyaan yang ingin ditanyakan kepada Zhi Shimo.


"Hal sepele. Kalian bisa kembali beraktivitas, aku hanya butuh tempat sepi untuk berbicara kepada Kakakku," kata Zhi Shimo.


Xu Huang yang disebut oleh Zhi Shimo sebagai kakak, jelas bangga dan membusungkan dadanya sambil menatap tajam kearah Tim Gigas Fire.


"Ohh!! Jadi Xu Fat adalah Kakaknya Big Bos?" tanya Gigas Hector yang sedikit tidak menduga jika Xu Huang berhubungan erat dengan Zhi Shimo.


"Tentu aku adalah kakaknya. Mulai saat ini, kalian adalah anak buah ku!" sahut Xu Huang dengan berbangga hati dan mengklaim telah menjadi bos bagi Tim Gigas Fire.


Gigas Hector dan timnya melihat Zhi Shimo, mereka hanya tunduk kepada Zhi Shimo yang lebih kuat daripada Xu Huang.


"Aku perlu berbicara dengannya, kalian lindungi area ini dan kabarkan jika ada orang lewat!" perintah Zhi Shimo.


"Siap, Big Bos!" serempak Tim Gigas Fire menjawab dan mereka menjauhi Zhi Shimo.


Setelah Tim Gigas Fire menjauh, Zhi Shimo duduk di batang pohon yang roboh dan diikuti oleh Xu Huang.


"Ceritakan dari awal?" pinta Zhi Shimo.


"Awalnya kita masuk ke Makam Peperangan Kuno, lalu melihat pertarungan antara Kun Quentin dengan Abercio Altair. Setelah itu, kita menuju ke Kota Kuno untuk menjadi anggota aliansi Dewa Dewi Penakluk Siluman...," Xu Huang segera menceritakan awal mula Tim Seribu Malam mendapatkan masalah.


Aliansi Dewi Dewi Penakluk Siluman merupakan gabungan dari Akademi Dewa Dewi dan Paviliun Penakluk Siluman. Di Makam Peperangan Kuno ada dua aliansi lagi.


Aliansi pertama gabungan dari Istana Awan Surgawi, Sekte Pendekar Naga Sakti dan Api Surgawi, diberi nama Aliansi Naga Api Surgawi. Lokasinya berada di wilayah Barat, tepatnya di Kota Sejarah.

__ADS_1


Aliansi kedua yang berasal dari Dunia Mistik, gabungan dari Kerajaan Burung dan Kerajaan Naga Tanah, diberi nama aliansi Dunia Mistik. Lokasinya di wilayah Timur berdekatan dengan Laut Kecil yang merupakan sebagai pembatas daratan luas dan sungai, tepatnya berada di Pegunungan Tianshui.


Ketika Tim Seribu Malam berniat menjadi anggota Aliansi Dewa Dewi Penakluk Siluman, mereka dicegah oleh Lei Ziran, Javier Caldwell dan masih banyak pria yang berasal dari Istana Awan Surgawi.


Tim Seribu Malam dipaksa untuk bergabung dengan Aliansi Naga Api Surgawi. Beruntung saja ada Dewa Angin yang mengusir Lei Ziran dan yang lainnya. Dewa Angin adalah pemimpin Paviliun Penakluk Siluman, dia adalah adik kandung dari Pelindung Cen, namanya adalah Cen Duyi.


Setelah bergabung dengan Aliansi Dewa Dewi Penakluk Siluman, Tim Seribu Malam mendapatkan informasi tentang sumber daya alam yang melimpah di wilayah Daratan Nisan Bertulis. Mereka segera bergegas menuju ke lokasi yang tidak jauh dari Kota Kuno.


Sayangnya, tidak hanya Tim Seribu Malam saja yang berburu, banyak kultivator yang juga menuju ke Daratan Nisan Bertulis, termasuk Lei Ziran dan kelompoknya. Saat ini Tim Seribu Malam sedang bertarung dengan Lei Ziran dan kelompoknya.


Tim Seribu Malam yang kalah kekuatan dan jumlah masih mampu mengimbangi lawan, sebab Yuna Aurora menggunakan Api Semesta dan Qin Diao Chin handal dalam berteleportasi. Akan tetapi, semua berubah ketika muncul dua orang bertopeng yang memiliki kekuatan Half Alfa level 60 dan 70.


Akhirnya Qin Diao Chin menggunakan teleportasi agar bisa kabur bersama timnya, namun jaraknya tidak jauh dan masih bisa dikejar oleh dua pria bertopeng. Pria bertopeng menargetkan Yuna Aurora dan Qin Diao Chin, entah apa tujuannya dan Xu Huang tidak mengetahui.


Xu Huang bisa lolos berkat timnya yang mengelabui musuh, dia bertugas untuk melaporkan kepada pemimpin aliansi. Namun, Lei Ziran mengetahuinya dan meminta Omiros Altair untuk mencegahnya agar tidak melapor kepada Dewa Angin.


Sayangnya, setelah lolos dari kejaran Omiros Altair, Xu Huang tidak menemukan Kuang Disung yang telah kembali ke Akademi Dewa Dewi, sedangkan Dewa Angin sedang membantu anggota lain yang bertarung dengan anggota Aliansi Naga Api Surgawi.


"... Saat ini aku tidak tahu dimana persembunyian mereka. Terakhir kali kita berpisah, mereka berada di perbatasan Daratan Nisan Bertulis dan Kota Sejarah. Aku rasa dua pria bertopeng mengiring mereka."


Panjang lebar Xu Huang menceritakan tentang timnya yang selalu bernasib sial semenjak Zhi Shimo tidak hadir. Untung saja Yuna Aurora dan Qin Diao Chin telah kembali sehingga Tim Seribu Malam masih mampu bertahan hidup di Alam Tianwu.


Zhi Shimo terdiam sejenak, dia memikirkan banyak hal, seperti hubungan antara Dewa Angin dengan Akademi Dewa Dewi. Lalu siapa dua pria bertopeng yang memiliki kekuatan Half Alfa level 60 dan level 70? Kenapa pria bertopeng menargetkan Yuna Aurora dan Qin Diao Chin?


"Lebih baik kalian keluar dari aliansi! Aku kira kesibukan dua pemimpin aliansi tampak disengaja agar tidak menolong tim kita...," kata Zhi Shimo sambil mengaktifkan Mata Langit untuk melihat perbatasan Daratan Nisan Bertulis dan Kota Sejarah.


Xu Huang mengunci alisnya sebab tidak tahu apa maksud perkataan Zhi Shimo. Karena tidak paham, dia bertanya, "apa maksudmu?"


Zhi Shimo tidak menjawab, sebab dia fokus mencari keberadaan timnya. Xu Huang memerhatikan dahi Zhi Shimo terbuka dan memperlihatkan wujud mata ketiga. Saat melihat mata ketiga, Xu Huang merasakan rasa sakit kepala dan tiba-tiba ambruk.


Zhi Shimo tidak memerhatikan Xu Huang yang pingsan karena dia fokus mencari keberadaan timnya yang masih belum diketahui. Gigas Hector melihat Xu Huang yang pingsan, dia dan anggotanya buru-buru menghampiri dan membantu Xu Huang.


Gigas Hector dan timnya melihat mata ketiga milik Zhi Shimo dan berakhir sama seperti Xu Huang, 18 orang pingsan disekitar Zhi Shimo. Mereka pingsan karena saat melihat mata ketiga seakan-akan terbawa arus lubang hitam yang menyedot jiwa, oleh sebab itu mereka pingsan karena lemah dalam hal kekuatan jiwa.


Beginilah Zhi Shimo jika terfokus kepada Mata Langit, karena itu dia jarang menggunakan Mata Langit berlama-lama, hanya sekilas untuk melihat tujuannya dan tanpa diketahui siapapun. Jika tahu, akibatnya jiwa mereka yang lemah bisa pingsan.


Zhi Shimo terus menggunakan Mata Langit demi mencari kekasihnya, hampir seluruh wilayah Makam Kuno dijelajahi dengan Mata Langit, termasuk seluruh Alam Tianwu.


Namun, Zhi Shimo belum menemukan jejak keberadaan timnya, dia hanya melihat Lei Ziran dan kelompoknya yang sedang membongkar makam. Tapi tidak melihat dua pria bertopeng yang sesuai dengan perkataan Xu Huang.

__ADS_1


"Kemana mereka? Apa sudah tertangkap?" gumam Zhi Shimo yang khawatir dengan keselamatan timnya, dia mengepalkan kedua tangan dan mengunci tubuh Lei Ziran.


"Jika terjadi apa-apa dengan wanitaku, seribu kali kematian tidak mampu menebus semua perbuatan kalian!" geram Zhi Shimo dan tanpa sadar mengeluarkan aura kekuatan Half Alfa.


__ADS_2