
Chapter 29. Kembali Ke Dunia Jiwa.
Yuna Aurora menghela nafas panjang, dia merasa iba akan nasib anggota Perguruan Api Surgawi yang akan sama seperti Kun Liong dan Wu Chyou jika berhadapan dengan kekasihnya.
"Aku adalah Tong Yuan, dalam prestasi global berada diperingkat ke-29. Dalam Perguruan Api Surgawi, aku berada diperingkat ke-8. Tim Cengkraman Dewa paling terkenal di wilayah Perguruan Api Surgawi... Nona Yuna, sejak lama aku menyukaimu ketika kita mengikuti Konferensi Tianwu waktu itu. Tapi, kamu justru memilih pria lemah ini!"
Dengan sombongnya Tong Yuan memamerkan prestasinya kepada Yuna Aurora, berharap Yuna Aurora mau memilihnya daripada Zhi Shimo yang dia anggap lemah. Tong Yuan juga mengeluarkan aura kekuatan tingkat Great Ascension level sembilan agar lebih menyakinkan Yuna Aurora akan pencapaiannya.
Tong Yuan semakin sombong dengan kaki kirinya diletakkan di kursi dan mengambil paha ayam goreng, dia menggigit daging ayam sambil menatap wajah Yuna Aurora.
Anak buah Tong Yuan menyilangkan kedua tangannya di dada dengan wajah-wajah memancarkan kesombongan. Mereka mengelilingi Zhi Shimo dan Yuna Aurora. Pengunjung yang berada di penginapan Seribu Malam geleng-geleng saat tahu nasib Tim Cengkraman Dewa akan sial seperti nasib Wu Jin.
Zhi Shimo menyeringai sambil menahan tangan Yuna Aurora yang akan menindak Tong Yuan. Yuna Aurora jelas tidak senang dengan kesombongannya.
Zhi Shimo menjentikkan jarinya dan bermunculan energi kunang-kunang mengepung Tong Yuan dan anggotanya. Pengunjung penginapan Seribu Malam segera keluar dari penginapan saat Zhi Shimo akan beraksi.
Tong Yuan dan timnya melihat energi kunang-kunang dengan wajah kebingungan. Lalu salah satu anggota Tim Cengkraman Dewa yang penasaran menyentuh energi kunang-kunang dengan jari telunjuk.
"Apa ini?" ujar Tong Yuan yang tidak tahu tentang energi kunang-kunang, dia hanya merasakan jiwanya bergetar saat merasakan kekuatan energi kunang-kunang.
Bang...
"Arghh!" teriakan anak buah Tong Yuan ketika satu energi kunang-kunang meledak setelah disentuh, dia memegang kepalanya yang sangat kesakitan terkena ledakan energi kunang-kunang.
Tong Yuan segera mengeluarkan senjata pedang, demikian juga dengan timnya, dia menebak jika pelaku adalah pria yang dia anggap lemah.
Tong Yuan segera menghunuskan pedangnya untuk menusuk leher Zhi Shimo. Namun, Zhi Shimo segera berteleportasi bersama Yuna Aurora sebelum ujung pedang mengenainya.
Tong Yuan kaget dengan kecepatan Zhi Shimo yang lolos dari serangannya. Kemudian, Zhi Shimo menjentikkan jarinya untuk mengendalikan energi kunang-kunang menyerang Tong Yuan dan anggotanya.
Bang... Bang...
Energi kunang-kunang meledak ketika mengenai Tong Yuan dan anggotanya, teriakan kesakitan terdengar keras dari mulut mereka sambil berguling-guling di lantai sambil memegang kepalanya yang kesakitan.
Ruang lantai dasar penginapan Seribu Malam menjadi dipenuhi kabut setelah energi kunang-kunang meledak.
Tong Yuan segera bangkit saat mengaktifkan perlindungan diri yang mengurangi rasa sakit kepala. Perlindungan diri itu berbentuk jirah perang yang menutupi dari kepala hingga ujung kaki.
Lalu Tong Yuan berkata dengan nada tinggi kepada Zhi Shimo yang terlihat samar-samar, "kamu telah melukai anggota--"
Tong Yuan berhenti berbicara saat melihat Zhi Shimo dan Yuna Aurora tiba-tiba menghilang di depan matanya, dia segera waspada dengan mencari Zhi Shimo disekitarnya.
Zhi Shimo telah berubah wujud menjadi angin sambil menggendong Yuna Aurora di punggungnya. Sedangkan Yuna Aurora jelas kaget aksi Zhi Shimo yang tiba-tiba menggendongnya.
"Keluar kamu!" bentak Tong Yuan dengan waspada tinggi, lalu dia membantu anggotanya yang sedang kesakitan, "kalian hati-hati, aku yakin dia masih berada di sini!" lanjutnya yang memperingatkan Tim Cengkraman Dewa.
Zhi Shimo menjentikkan jarinya dan bermunculan energi kunang-kunang sekali lagi. Tim Cengkraman Dewa menjadi ketakutan melihat energi Kunang-kunang muncul lagi, berbeda dengan Tong Yuan yang tidak takut dengan tubuhnya terlindungi.
__ADS_1
"Serang Kunang-kunang itu!" perintah Tong Yuan dan segera anggotanya mengeluarkan energi spiritual untuk menghancurkan energi Kunang-kunang.
Boom... Boom...
Ledakan kembali terdengar ketika energi spiritual berbenturan dengan energi Kunang-kunang. Gelombang kejutnya setelah benturan mengenai Tim Cengkraman Dewa dan Tong Yuan, mereka kembali merasakan sakit kepala dengan berteriak.
Tong Yuan hanya terhuyung-huyung saat terkena gelombang kejut. Kesempatan ini digunakan Zhi Shimo dengan mengeluarkan Tombak Naga Langit dan menyerang Tong Yuan.
"ARMOR Break!" gumam Zhi Shimo.
Swosh...
Ujung mata Tombok Naga Langit melesat ke leher Tong Yuan. Seluruh tubuh Tong Yuan menjadi melambat, seakan-akan terkena skill Penghentian Waktu.
Jleb...
"Arghh!!" Tong Yuan berteriak teredam ketika ujung Tombak Naga Langit menusuk leher hingga tembus kebelakang.
Kemudian, Zhi Shimo menepuk perut Tong Yuan untuk mengekstrak kekuatannya. Tubuh Tong Yuan bergetar hebat ketika menahan rasa sakitnya, dia ingin berteriak dan menghindari namun tak mampu, karena masih terpengaruh skill Armor Break.
She Xia dan She Jinjing yang sedari tadi melihat bergidik ngeri dengan keganasan Zhi Shimo saat kembali beraksi seperti melawan Tim Serigala. Tapi ada perbedaannya, dimana saat berada di dalam ruang, energi kunang-kunang yang meledak menjadi kabut dan menghalangi pandangan mata.
Setelah waktu kurang dari satu dupa, kabut itu menghilang dan terlihat mayat-mayat tergeletak dengan tubuh yang mengering. Lalu kedua wanita itu melihat Zhi Shimo yang masih menggendong Yuna Aurora.
Khususnya Yuna Aurora yang terlihat tercengang dengan apa yang baru dia alami, dia hanya melihat gerakan kekasihnya yang sangat cepat, padahal basis kultivasinya berada dibawahnya dua tingkat.
"Kekuatan apa yang kamu gunakan? Sangat aneh dan belum pernah aku lihat!" tanya Yuna Aurora sambil turun dari punggung Zhi Shimo.
Kemudian Zhi Shimo berjalan menuju ke kamarnya dan tidak peduli dengan mayat anggota Perguruan Api Surgawi. Yuna Aurora menghela nafas panjang lalu memerintahkan She Xia dan She Jinjing untuk membereskan kekacuan yang dibuat oleh Zhi Shimo.
"Menambah musuh lagi!" gumam Yuna Aurora, lalu dia berpikir untuk menangani masalah yang akan datang akibat Zhi Shimo membunuh banyak peserta terdahulu.
Yuna Aurora segera menepis pikirannya, sebab dia teringat akan ucapan Kitab Suci jika semua peserta Konferensi Tianwu tidak akan terbunuh di Alam Tianwu.
"Tapi masalahnya pada pihak Istana Awan Surgawi yang merepotkan!" imbuhnya sambil berjalan mengikuti Zhi Shimo.
Zhi Shimo dengan jelas mendengar gumaman Yuna Aurora, tapi dia hanya tersenyum tipis. "Hanya satu persen kehidupan yang benar-benar berhati murni ... Akan tetapi, tetap saja mereka akan mengorbankan sebagai kecil kehidupan untuk mencapai tujuan!" cemoohan Zhi Shimo kepada para penguasa, termasuk mencurigai semua Kitab Suci.
Zhi Shimo merasakan jika Kitab Suci memiliki suatu rencana dibalik kejadian di Alam Tianwu, dan ucapan mereka ketika di Menara Roh hanyalah pengalihan saja.
"Terlalu dini aku menyimpulkan semua ini!" batin Zhi Shimo yang perlu penyelidikan lebih lanjut untuk bisa mengetahui tujuan para penguasa dan Kitab Suci, dia juga belum mengungkap misteri Alam Tianwu.
Yuna Aurora mengandeng Zhi Shimo dan mendesaknya untuk berbicara tentang teknik yang baru digunakan, teknik yang mampu mengalahkan lawan lebih kuat dua tingkat.
Sayangnya, Zhi Shimo tetap bersikukuh tidak mengungkapkan rahasianya, sebab hubungan mereka juga baru berjalan dan belum saling mengenali lebih dalam lagi.
"Aku kan kekasihmu, kenapa kamu tidak mempercayaiku!" omelan Yuna Aurora yang tidak bisa membuat Zhi Shimo mengungkapkan rahasianya.
__ADS_1
"Karena itu menyangkut nyawaku!" jelas Zhi Shimo agar Yuna Aurora tidak bertanya lagi.
"Baiklah, baiklah, aku tidak akan bertanya lagi!" sahut Yuna Aurora dengan nada ketus.
Zhi Shimo tersenyum dan menghiraukan sikap Yuna Aurora yang kekanak-kanakan, lalu dia membuka pintu kamarnya. "Aku akan berkultivasi, panggil jika akan berangkat," katanya sambil menutup pintu kamarnya.
Yuna Aurora duduk di kursi panjang dan menyilangkan kaki kiri bertumpu pada paha kanan. Zhi Shimo geleng-geleng melihat wajah cemberut Yuna Aurora.
"Dia berbeda dengan sifat semua istriku!" batin Zhi Shimo dan menutup pintu kamar tidurnya.
Zhi Shimo duduk bersila di tempat tidur dan memejamkan mata, lalu dia mengeluarkan satu Tubuh Bayangan untuk menggantikan posisinya. Zhi Shimo yang asli masuk ke dalam Dunia Jiwa untuk menemui Nayoung.
Zhi Shimo muncul di dalam kamar pribadi dan melihat kamarnya telah didekorasi dengan banyak kain berwarna merah. Segera dia membuka pintu kamar, lalu melihat empat dayang yang dengan sabar menunggunya di depan pintu.
"Yang Mulia!" seruan keempat dayang saat melihat Kaisar Shimo.
Salah satu dayang berlari cepat untuk melaporkan kepada Kepala pelayan istana tentang kehadiran Kaisar Shimo yang telah lama dinantikan banyak orang di Dunia Jiwa.
Nayoung dan Xiao Yue buru-buru menuju ke kamar pribadi Kaisar Shimo dengan wajah berseri-seri. Saat berada di kamar pribadi Kaisar Shimo, tiga dayang telah melayaninya.
"Kalian keluar, biar kita yang melayani Yang Mulia!" perintah Nayoung kepada ketiga dayang itu.
Segera ketiga dayang itu dengan patuh keluar dari kamar mandi.
"Yang Mulia!" sapa Nayoung dan Xiao Yue bersembunyi di belakangnya.
Kepala Zhi Shimo menoleh kebelakang dan memberikan senyuman, lalu berkata, "lama ya aku tidak kembali."
Nayoung segera melepaskan pakaian dan menyisakan bagian bawah dan dadanya, lalu dia ikut masuk ke dalam kolam. Sedangkan Xiao Yue tersipu malu melihat tubuh Kaisar Shimo yang begitu altetis dan mengagumkan.
"Xiao Yue, layani calon suamimu seperti yang sudah aku ajarkan!" tegur Nayoung, lalu dia menatap wajah tampan Zhi Shimo.
Tubuh Xiao Yue bergetar, sebab ini adalah pertama kalinya dia memperlihatkan tubuhnya pada seseorang pria. Xiao Yue menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan untuk menenangkan hatinya, lalu dia melepaskan pakaiannya dan menyisakan bagian bawah serta dada.
Kemudian, Xiao Yue masuk ke dalam kolam mandi dengan wajah yang memerah, dia tidak berani menatap wajah Kaisar Shimo secara langsung, hanya meliriknya saja.
"Lama sekali, Yang Mulia!" jawab Nayoung yang langsung memeluk Zhi Shimo dengan meneteskan air mata.
Dengan senang hati Zhi Shimo membalas pelukan Nayoung. Bagi Zhi Shimo, perpisahan mereka baru sebentar, hanya saja di Dunia Jiwa waktu berjalan sangat cepat daripada di dunia luar, karena itu Nayoung dan penghuninya telah melewati banyak waktu.
"Kamu cantik, berapa usiamu?" pujian Zhi Shimo kepada Xiao Yue dan bertanya.
Nayoung segera menarik pergelangan tangan Xiao Yue yang masih gugup agar dekat dengan Zhi Shimo. Lalu Zhi Shimo juga memeluk pinggang Xiao Yue.
Jantung Xiao Yue berdebar-debar saat kulitnya menyentuh tubuh Kaisar Shimo yang paling dia puja dan cintai.
"Hamba baru berusia 20 tahun, Ya--"
__ADS_1
"Jangan panggil aku Yang Mulia saat kita tidak berada di tempat umum. Panggil sayang atau suami, mana yang buatmu nyaman!" potong Zhi Shimo sebelum Xiao Yue selesai berbicara.
"Yan... Maksudku ... Sayang!" Xiao Yue kebingungan harus memanggil Zhi Shimo dengan tepat, sebab dirinya telah terbiasa memanggil Zhi Shimo dengan sebutan Yang Mulia Kaisar Shimo.