
Chapter 80. Dewi Cahaya (2).
Naga langit bercerita, saat itu dia berubah wujud menjadi manusia untuk melihat pertarungan Dewa Tianwu yang dikeroyok oleh Kaisar Langit Deity dan Maharaja Yaksa, posisinya berada tidak jauh dari kediaman Dewi Cahaya, karena dia ingin menemui Dewi Cahaya untuk berkenalan.
Dewi Cahaya dengan cemas melihat kekasihnya bertarung dengan dua penguasa Alam Suci, dia ingin membantunya jelas tidak mungkin, sebab kekuatannya jauh diantara mereka bertiga.
Naga Langit melihat delapan orang masuk ke dalam kediaman Dewi Cahaya. Para penjaga tampak mengenal mereka dan mempersilahkan masuk. Tidak berselang lama, terlihat cahaya benderang didalam kediaman itu dan terdengar suara pertarungan yang singkat.
Para penjaga kediaman Dewi Cahaya hanya diam saja, padahal ada pertarungan didalam rumah, mereka tampak serius melihat bertarung tiga orang di luar angkasa.
Setelah waktu kurang dari satu dupa, delapan orang itu keluar dari kediaman Dewi Cahaya dengan membawa seseorang yang seluruh tubuhnya ditutupi jubah hitam. Para penjaga itu hanya menganggukkan kepalanya dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa dikediaman Dewi Cahaya.
Naga Langit tahu siapa orang yang ditutupi oleh jubah hitam dan segera membuntutinya, dia berharap menjadi pahlawan bagi kecantikan. Kedelapan orang itu keluar dari Alam Suci dan terbang sangat cepat menggunakan transportasi kapal angkasa.
Naga Langit terus mengikuti dan menyelinap masuk ke dalam kapal angkasa untuk mencari Dewi Cahaya, akan tetapi dia kepergok karena ada banyak orang yang berada di dalam kapal angkasa, dia pun segera kabur sebelum tertangkap, sambil meninggalkan jejak spiritualnya di dinding kapal angkasa.
Setelah lolos dari kejaran, dia tetap bersikukuh untuk menyelamatkan Dewi Cahaya dengan kembali membuntuti mereka.
Naga Langit melihat kapal angkasa mendarat di suatu galaksi yang sangat besar dan subur, dia belum mengetahui jika galaksi itu adalah Dunia Surga Sumber Daya atau Alam Tianwu, sebab dia lebih fokus untuk menyelamatkan Dewi Cahaya yang diculik.
Kapal angkasa itu mendarat di sebuah pulau besar yang melayang. Di pulau itu telah ada bangunannya, dimana pulau itu dikelilingi tembok pertahanan yang tinggi dan kuat, penjagaannya sangat ketat dan mereka mereka juga sangat kuat melebihi Naga Langit.
Naga langit tidak menyerah, dia mempelajari kebiasaan para penjaga dan mencari kesempatan jika ada. Sebelum rencananya berhasil menyelamatkan Dewi Cahaya, dia melihat Maharaja Yaksa datang.
Naga Langit akhirnya tahu siapa yang memerintahkan para penculik itu, dia segera menjauhi pulau yang melayang, bersembunyi sambil terus mengamati pulau melayang.
"... Hamba tidak tahu bagaimana Dewi Cahaya mendapatkan kekuatan dan bisa bertarung dengan mereka, termasuk bertarung sengit dengan Maharaja...," kata Naga Langit kepada Zhi Shimo, dia berhenti berbicara untuk mengatur nafas dan menyesal tidak bisa menyelamatkan Dewi Cahaya.
Zhi Shimo sedikit bingung dengan cerita Naga Langit, sebelum Naga Langit kembali bercerita, dia terlebih dahulu bertanya, "saat itu apakah Peperangan Kuno belum terjadi apa sudah berjalan?"
"Hamba tidak tahu, Tuan Muda!" jawab Naga Langit dan membuat Zhi Shimo geleng-geleng kepala karena makin bingung, sebab cerita dari Naga Tanah dan Naga Langit tidak saling terhubung.
"Kamu sudah berapa tahun berusaha untuk menyelamatkan Dewi Cahaya?" tanyanya agar dua cerita bisa terhubung, sebab waktu sangat penting dalam sejarah.
"Hmm! Hamba perkirakan sudah 100 tahun lebih!" jawab Naga Langit setelah berpikir sejenak untuk menghitung waktu.
Akhirnya Zhi Shimo sedikit bisa menyambungkan benang merah dua cerita. Waktu 100 tahun bisa banyak hal yang terjadi di alam semesta.
"Lanjutkan!" pinta Zhi Shimo yang ingin tahu kelanjutan kisah cinta Dewa Tianwu dan Dewi Cahaya.
__ADS_1
"Dewi Cahaya tetap saja kalah walaupun harus sekuat tenaga untuk melawan Maharaja Yaksa dan anak buahnya. Maharaja Yaksa sudah berusaha merayu Dewi Cahaya agar menjadi istrinya, tapi semua rayuan dan juga tawaran baik tetap ditolak. Karena cintanya ditolak, akhirnya Maharaja Yaksa membunuh Dewi Cahaya. Lalu dia berkata sebelum membunuhnya, ~jika aku tidak mendapatkan energi cahaya mu, demikian juga dengan yang lainnya~...," jawab Naga Langit dan kembali bercerita.
Karena Tubuh Bawaan Cahaya mampu memberikan kekuatan, maka menjadi perebutan. Maharaja Yaksa akhirnya membunuh Dewi Cahaya tanpa menghancurkan tubuhnya.
Naga Langit segera kabur setelah Maharaja Yaksa membunuh Dewi Cahaya, dia akan menemui keluarga Dewi Cahaya untuk mengabarkan kejahatan Maharaja Yaksa.
Maharaja Yaksa membunuh Dewi Cahaya karena ada alasan; pertama, tanpa rasa cinta yang tulus dari Dewi Cahaya, maka energi cahaya tidak dia dapatkan. Kedua, dia tidak ingin siapapun mendapatkan cinta Dewi Cahaya dan berpotensi membahayakan dirinya. Ketiga, dia tidak ingin perbuatannya diketahui oleh Dewa Tianwu dan kakaknya si Deity.
Saat dalam perjalanan menuju ke Alam Suci, Naga Langit bertemu dengan Naga tanah. Akhirnya Naga Langit melupakan tujuannya untuk melaporkan kematian Dewi Cahaya, sebab Naga Tanah banyak bercerita tentang apapun yang tidak dia ketahui.
Setelah mengobrol sangat lama, Naga Tanah mengajak Naga Langit berpatisipasi dalam Peperangan Kuno. Namun dengan sombongnya, Naga Langit menolak dan beralasan jika peperangan itu tidak layak baginya untuk turun tangan.
Akhirnya mereka berdua berpisah, Naga Tanah bersama rombongannya pergi ke Dunia Surga Sumber Daya (Alam Tianwu) untuk ikut berpatisipasi dalam Peperangan Kuno, sedangkan Naga Langit kembali ke Alam Suci.
Naga Langit bernasib sial ketika bertemu dengan Maharaja Yaksa. Dia tergiur akan tawaran Maharaja Yaksa yang bisa memberikannya kekuatan. Ujung-ujungnya, dia menjadi binatang peliharaan bagi Maharaja Yaksa hingga akhir usia tanpa sedikitpun meningkatkan kekuatan.
"... Saat itulah hamba menjadi tunggangan dan berakhir menjadi senjata Half Artefak Natural." Akhirnya Naga Langit selesai bercerita dan terlihat sedih tidak mengikuti Naga Tanah yang berperang.
Zhi Shimo ingin rasanya menertawakan nasib sial Naga Langit yang sombong waktu itu, dia kembali melihat Yuna Aurora yang diam dan masih terus mengeluarkan cahaya benderang. Zhi Shimo kembali merenungi semua hal yang dia ketahui di Alam Tianwu.
"Dewa Tianwu, Ras Elohiim dan Reptilian, kini Dewi Cahaya... Apakah semuanya atas pengaturan si Deity dan Maharaja Yaksa?" batin Zhi Shimo yang menerka-nerka semua kejadian masa lalu.
Kini, pertanyaan besar muncul dibenaknya, "apakah dalang utamanya adalah Maharaja Yaksa? Apa motif yang paling kuat sehingga perlu menjebak Dewa Tianwu? Aku yakin semua yang terjadi tidak sesederhana ini, pasti ada sesuatu yang lebih besar!"
Disaat Zhi Shimo dalam kontemplasi, Qin Diao Chin turun dari bahu Demon Monster Ape dan melompat ke arah Zhi Shimo. Qin Diao Chin duduk di pangkuannya dan meletakkan kepala di dada bidang.
"Ada apa dengannya?" tanya Qin Diao Chin yang tidak mampu melihat cahaya yang keluar dari tubuh Yuna Aurora, dia dan semua orang tidak khawatir sesuatu terjadi kepada Yuna Aurora, sebab cahaya itu tidak mengeluarkan ancaman, justru ada rasa nyaman dan tenang.
"Ada kekuatan yang tersembunyi di dalam tubuhnya, mungkin dalam proses penyatuan... Aku rasa ada kaitannya dengan bukit yang terbelah itu!" jawab Zhi Shimo dan melihat ke arah bukit yang terbelah, dia belum tahu dibaliknya ada sebuah danau, Danau Jiong.
"Hebat! Semoga dia meningkatkan kekuatan dengan drastis!" harap Qin Diao Chin yang senang jika Yuna Aurora sangat kuat.
Penghuni di Dunia Mistik yang memiliki kekuatan tinggi segera bergerak mendekati Bukit Tengkorak untuk mengetahui sosok siapa yang seperti matahari. Semua kekuatan itu menebak jika ada suatu hal besar akan terjadi.
...****************...
Di Kota Lima Menara Bintang, tepatnya di Menara Roh.
Kemunculan Dewi Cahaya diketahui oleh sembilan Kitab Suci, mereka mencatat nama Yuna Aurora sebagai reinkarnasinya Dewi Cahaya. Ini adalah kebanggaan bagi semua Kitab Suci, sebab mereka bisa bertanya tentang sejarah masa lalu secara detail, lalu mencocokkan dengan sejarah yang ditulis oleh ahli sejarawan.
__ADS_1
"Aku tidak menduga jika Api Semesta (Yuna Aurora) memicu gelombang resonansi tubuh Dewi Cahaya," kata Kitab Suci yang berasal dari Galaksi Aurora, dia terlihat bangga pilihannya adalah seorang legenda.
Memang benar apa yang dikatakan oleh Kitab Suci Galaksi Aurora, dikarenakan Yuna Aurora menggunakan Api Semesta ketika melawan Siluman Pohon, secara tidak sengaja jasad Dewi Cahaya membangkitkan dirinya sendiri.
"Tampaknya kebangkitan Dewa Tianwu tidak lama lagi!" sahut Kitab Suci dari Galaksi Kecebong, dia meyakini jika Dewi Cahaya muncul, maka Dewa Tianwu kembali, sebab mereka adalah pasangan kekasih.
"Bisa jadi! Perkiraan Dewa Tianwu baru akan muncul setelah menemukan orang yang tepat sebagai penggantinya, atau salah satu peserta adalah reinkarnasinya, aku harap!" sela Kitab Suci Kelahiran yang tidak yakin Dewa Tianwu akan kembali.
"Kamu benar, contohnya yang baru kita ketahui, butuh pancaran resonansi agar jiwa lama bisa menyatu dengan reinkarnasinya," ucap Kitab Suci dari Nebula yang mendukung perkataan Kitab Suci dari Galaksi Kelahiran.
Menara Roh kembali hening tampaknya sedang memperhatikan Yuna Aurora yang sedang dalam proses penyatuan jiwa.
"Konferensi kali ini akan lebih menarik daripada sebelumnya," kata Kitab Suci dari Galaksi Nebula memecahkan keheningan, dia penuh antisipasi apa yang akan terjadi nanti.
"Tetap saja kecurangan tidak diperbolehkan, itu sudah aturan yang kita sepakati bersama!" tegur Kitab Suci dari Galaksi Andromeda.
"Kita awasi saja dulu, jika para penguasa ambisius itu masih turun tangan untuk membantu putra dan putrinya, kita akan pilih Dewa Binatang membereskan mereka!" sela Kitab Suci dari Galaksi Kelahiran sebelum Kitab Suci dari Galaksi Nebula berbicara.
Semua Kitab Suci mendukung ucapan Kitab Suci dari Galaksi Kelahiran dengan gestur mereka bergerak ke atas dan ke bawah tanda mengangguk. Hanya Dewa Binatang yang paling kuat dari semua peserta Konferensi Tianwu, semua Kitab Suci memilihnya, karena awalnya memang sudah kuat dan itu tidak akan membuat para penguasa menaruh curiga kepada Kitab Suci yang telah mengetahui kecurangan mereka.
Ketika semua Kitab Suci mengobrol tentang Dewa Binatang dan para penguasa licik, di Menara Api para penguasa sedang berjudi, mereka belum mengetahui apa yang baru saja terjadi di Dunia Mistik.
...****************...
Kembali ke Dunia Mistik, dimana perlahan cahaya yang keluar dari tubuh Yuna Aurora mulai meredup, beberapa kekuatan yang mendekati Bukit Tengkorak segera berhenti melihat sosok bercahaya itu.
Qin Diao Chin dan Tim Seribu Malam akhirnya bisa melihat Yuna Aurora yang masih memejamkan mata sambil perlahan turun.
Qin Diao Chin yang duduk di pangkuan Zhi Shimo segera terbang mendekati sahabatnya. Ketika akan memeluknya, Yuna Aurora membuka mata dan langsung memberikan pukulan telak di dadanya.
Bang...
"Arghh!!" teriakan Qin Diao Chin yang sangat kesakitan, tubuhnya melesat ke bawah.
Zhi Shimo dan timnya tercengang melihat perbuatan Yuna Aurora yang memukul sahabatnya sendiri. Zhi Shimo segera berteleportasi dan muncul dibelakang Qin Diao Chin agar tidak menghantam bukit.
Qin Diao Chin seketika pingsan di pelukan Zhi Shimo. Sedangkan Zhi Shimo menatap tajam ke arah Yuna Aurora dan berkata, "apa yang kamu lakukan?"
Tubuh Yuna Aurora kembali bersinar terang dan tanpa menjawab, dia melepaskan pelukan jarak jauh untuk menyerang Zhi Shimo, pukulan berenergi itu sangat cepat melebihi kecepatannya cahaya.
__ADS_1
Boom...