Alam Tianwu

Alam Tianwu
Chapter 86. Kun Quentin.


__ADS_3

Chapter 86. Kun Quentin.


...****************...


Kun Quentin terjatuh setelah melewati lorong labirin, dia berada di Dunia Mistik wilayah bagian Utara, dekat dengan lokasi Zhi Shimo saat baru tiba. Beratnya medan gravitasi sepuluh kali lipat dari Alam Tianwu, tidak berarti apa-apa baginya, sebab kekuatannya telah berada di tingkat God Emperor level 7.


Lalu dia mengeluarkan cermin pelacak untuk menemukan lokasi keberadaan adiknya, dia juga mencari saudarinya si Kun Ashi.


Kun Quentin menghela nafas berat saat keberadaan Kun Ashi ternyata telah dilewati saat masuk ke dalam lorong labirin, lalu ia bergumam, "bagaimana kakak bisa menemukan tempat yang tersembunyi?"


Kun Quentin jelas tidak mengetahui jika Kaisar Kun banyak memberikan bantuan kepada putri kesayangannya, dia mengira jika dirinya saja yang didukung Kaisar Kun untuk menjalankan tugas merebut harta milik Zhi Shimo.


Akhirnya Kun Quentin mengurungkan niatnya untuk menemui Kun Ashi, lalu dia mengikuti petunjuk dari cermin pelacak ke arah Barat, tepatnya di lokasi Bukit Tengkorak. Di cermin pelacak, Kun Quentin melihat Kun Liong, tapi dia tidak mengetahui jika itu adalah Monster Lima Elemen yang mengendalikannya.


Selama ini, Monster Lima Elemen masih berada di Bukit Tengkorak, tapi jauh dari altar penjara, tepatnya berada di lokasi Zhi Shimo kebablasan di Daratan Kematian.


Monster Lima Elemen sedang berburu Cacing Kekacauan dan Semut Gurun untuk meningkatkan kekuatan, kekuatannya sesuai dengan tebakan Zhi Shimo, saat ini telah berada di tingkat God Monarch.


Dia telah berhasil membuka segel kekuatan, dan bisa keluar dari altar penjara berkat mengendalikan tubuh Kun Liong. Selain itu, mampu membuka segel kekuatan karena dukungan dari kekuatan bulan sempurna.


Rusaknya altar penjara berkat kemampuan Kun Liong sebagai seorang ahli Formasi Array, sedangkan Pangeran Kun ahli dalam menempa senjata. Dengan kombinasi kemampuan dua korbannya, Monster Lima Elemen mampu merusak altar penjara.


Saat ini keberadaan Monster Lima Elemen di bawah Daratan Kematian yang berpasir, dia tidak akan keluar sebelum kekuatannya mencapai tingkat Almighty God, semua demi tujuan untuk membalas dendam kepada Ratu Qin Diao Chin dan si Wei Yan.


Kembali ke Kun Quentin, dimana dia terbang sangat cepat menuju ke wilayah Daratan Kematian. Saat dekat dengan Kota Reruntuhan, ia mendengar dan melihat adanya pertempuran.


Melihat banyak orang yang memiliki kekuatan God Monarch, dia mengurungkan niat untuk mendekati mereka, sebab untuk saat ini tidak ingin membuat masalah walaupun dia lebih kuat satu tingkat dari Long De Yuze.


Akhirnya dia kembali melanjutkan perjalanan dan melewati Laut Berlian Biru, karena tidak mengenali Dunia Mistik, Kun Quentin dengan santai terbang di atas lautan sambil mengeluarkan aura kekuatannya.


Tentara Kepiting dan udang buru-buru masuk ke dalam lautan, mereka segera melaporkan kepada penguasanya.


Kun Quentin tersenyum bangga melihat penghuni Laut Berlian Biru ketakutan kepadanya. Akan tetapi rasa bangganya menghilang seketika saat berada di wilayah tengah lautan, dia terkejut melihat binatang air Kunpeng keluar dari dalam lautan, kali ini lebih kuat daripada saat mengejar Zhi Shimo.


Tubuh Kun Quentin seperti semut dihadapan binatang air Kunpeng, dia segera merubah haluan ke arah Timur, dikarenakan kekuatannya jauh dari binatang air Kunpeng, di tingkat God Sovereign.


Swosh...


Kun Quentin terbang secepat mungkin saat binatang air Kunpeng melepaskan bola air ke arahnya. Namun tiba-tiba keluar dari dalam lautan binatang air Kunpeng yang lainnya dan langsung mengibaskan ekornya.


Bang...

__ADS_1


Tubuh kecil Kun Quentin terkena hantaman ekor binatang air Kunpeng, ia melesat seperti batu yang dilemparkan sangat keras kebawah. Seperti Zhi Shimo, Kun Quentin menabrak pepohonan besar hingga batangnya sampai patah, sudah dipastikan kekuatan God Sovereign sangatlah kuat dan bukan tandingannya.


Kun Quentin segera berdiri, lalu dia terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah segar. Melihat binatang air Kunpeng mengejarnya, dia bergegas kabur ke arah tujuannya.


Binatang air Kunpeng berhenti melihat Kun Quentin terbang sangat cepat dan malas mengejarnya, sebab menganggap si penyusup tidak akan berani melewati Laut Berlian Biru lagi.


"Siap... Sial!?" umpatan Kun Quentin yang tidak menyangka penghuni Dunia Mistik memiliki kekuatan melebihinya.


Awalnya dia mengira seluruh anggota Istana Awan Surgawi adalah yang terkuat, sehingga pemimpin melarang siapapun untuk meninggalkan wilayahnya, kini dia baru menyadari luasnya langit tidak bisa diukur.


Setelah binatang air Kunpeng tidak lagi mengejar, Kun Quentin segera berhenti di batang pohon, lalu dia mengeluarkan tiga Pil Penyembuh Luka setingkat Dewa Emas.


"Baru saja tiba telah mengeluarkan modal besar!" sungutnya yang menyayangkan pil yang berharga sudah digunakan.


Baginya dan juga seluruh anggota Istana Awan Surgawi, pil setingkat Dewa Emas sangatlah berharga dan harganya sangat mahal, Kun Quentin mendapatkannya dengan susah payah dan harus berebut dengan anggota lainnya.


Kun Quentin menelan tiga butir pil, lalu dia duduk bersila dan memejamkan mata agar proses penyembuhan bekerja secara maksimal. Setelah waktu dua dupa, Kun Quentin membuka mata dan lukanya telah pulih 90%.


Kembali ia mengeluarkan Cermin Pelacak untuk melihat lokasi adiknya, karena jaraknya tidak terlalu jauh, Kun Quentin bisa melihat adiknya lebih jelas.


"Apa-apaan ini?" Kun Quentin merasa mual melihat adiknya memakan mentah-mentah daging Cacing Kekacauan, ia melihat Kun Liong seperti binatang buas yang memakan mangsanya, bahkan isi perut juga tidak ditinggalkan.


Karena tidak sanggup melihat adiknya seperti binatang buas yang kelaparan, Kun Quentin menyimpan Cermin Pelacak.


...****************...


Sedangkan Long De Yuze dan rombongannya bahu-membahu menghancurkan Magic Orb Spider yang terus berdatangan, tanpa memberikan kesempatan mereka untuk masuk ke dalam lorong.


"Roarrr!!" raungan Long De Yuze yang marah, lalu dia menyemburkan api pada jalan masuk ke lorong.


Api itu memasuki lorong yang bercabang-cabang dan membuat Magic Orb Spider terpanggang. Kemudian, Long De Yuze memuntahkan bola energi untuk membuat lorong semakin lebar, bola energi itu memasuki lorong dan...


Boom...


Ledakan keras ketika bola energi menghantam dinding lorong. Bukannya makin lorong makin melebar, justru lorong menjadi runtuh dan jalan satu-satunya tertutup tanah.


"Gali jalurnya!" perintah Long De Yuze kepada tentara Naga Tanah.


"Roarrr!!" raungan tentara Naga Tanah, lalu satu Naga Tanah langsung mengebor pintu masuk yang telah runtuh.


Karena faktor fisiknya yang besar, reruntuhan tanah dengan mudah dibor dengan menggunakan kepala. Lalu disusul tentara Naga Tanah yang lain dan mengikuti rekannya yang sudah tidak terlihat, hanya terdengar raungannya di jalur lorong waktu.

__ADS_1


Long De Yuze dan keturunannya kembali menjadi wujud manusia, mereka menunggu tentaranya selesai membuat jalan dan juga mencari keberadaan Zhi Shimo.


"Bagaimana dia bisa melewati banyaknya Magic Orb Spider?" tanya Long De Xiang kepada ayahnya.


Raja Naga Tanah geleng-geleng kepala, sebab putrinya melupakan kemampuan Zhi Shimo yang bisa melewati celah sekecil apapun. "Jika dia mampu melewati celah-celah kecil pada tanah dan bebatuan, melewati banyaknya Magic Orb Spider bukan hal yang mustahil!" jelasnya.


"Jangan lupa, dia juga memiliki skill yang bisa menggandakan tubuhnya!" imbuh Long De Sun yang ikut memburu Tubuh Bayangan sewaktu di Kota Naga Tanah.


Waktu itu, Zhi Shimo mengeluarkan sepuluh Tubuh Bayangan untuk mengalihkan perhatian saat menyelamatkan Xu Huang dan Juan Rou yang menjadi incaran. Sepuluh Tubuh Bayangan membuat kekacauan di Kota Naga Tanah, karena itu membuat Long De Yuze serta keturunannya harus bertindak membantu tentara Naga Tanah.


"Dia memang hebat! Seandainya kita memiliki ketiga skillnya...," sahut Long De Yuze dan membicarakan angan-angannya jika memiliki kemampuan Zhi Shimo.


Setelah menghadapi kemampuan Zhi Shimo, Raja Naga Tanah dan leluhurnya ingin merebut ketiga skillnya, yaitu skill energi Kunang-kunang, skill merubah wujudnya menjadi sangat kecil untuk melewati celah-celah tanah dan bebatuan, dan terakhir skill menggandakan tubuh.


Dengan memiliki ketiga skill yang berasal dari Kitab Kultivasi Delapan Hukum Jiwa, niscaya akan mampu memenangkan dalam setiap pertarungan, serta menguasai seluruh wilayah Dunia Mistik bahkan Alam Tianwu.


Bisa dibayangkan bagaimana memiliki ketiga skill itu, energi Kunang-kunang sebagai serangan pertama untuk melumpuhkan lawan yang menang dalam hal jumlah, lalu sepuluh Tubuh Bayangan membuat serangan terakhir. Jika berhadapan dengan lawan yang lebih kuat, skill merubah wujud bisa diandalkan untuk melarikan diri.


Untung saja Long De Yuze dan keturunannya hanya tahu salah satu skill energi Kunang-kunang yang memiliki sembilan tahapan. Jika tahu ada sembilan skill, sudah dipastikan akan semakin serakah.


Itu belum termasuk dua zirah perang, yaitu Artefak Alami dan Half Artefak Natural. Adanya juga cincin dimensi yang tidak terlihat dan masih banyak hal berharga yang Zhi Shimo miliki.


Dia juga memiliki Kitab Putih, yaitu skill Auman Naga, Pukulan Penghancur Gunung dan Seribu Tendangan Maut. Kitab Putih juga mampu melawan musuh yang lebih kuat 10 level. Seandainya tahu Kitab Putih ciptaan nenek moyang Naga Tanah, sudah pasti Long De Yuze akan muntah darah karena amarah.


"Kek, saat aku menyerang si Zhi Shimo dengan anak panah, tubuhnya mengeluarkan cahaya berwarna keemasan dan anak panah ku terpental saat terkena cahaya itu!" cerita Long De Xiang yang kembali teringat setelah kakeknya berangan-angan.


Long De Yuze mengunci alisnya saat memikirkan Zhi Shimo yang mampu mengeluarkan cahaya keemasan.


"Itu pasti jimat pelindungnya...," tebakan Long De Yuze yang masuk akal, lalu dia melihat salah satu tentara keluar dari lorong yang telah dibuat.


Tentara Naga Tanah segera berubah wujud menjadi setengah manusia dan berlutut, lalu dia melapor, "Yang Mulia, lorong yang dibuat oleh Magic Orb Spider sangatlah banyak, kami belum menemukan lorong utama dan juga tidak menemukan si pelakunya."


"Biarkan si Gagak yang melacaknya, kamu jaga pintu masuknya dan jangan ...," kata Long De Yuze sambil melirik Raja Burung Feng yang belum meninggalkan Kota Reruntuhan.


Long De Yuze melihat burung Gagak bertengger di bahu cucunya. "Cari dia!" perintahnya.


Burung Gagak segera terbang dan masuk ke lorong, Long De Yuze segera mengikuti bersama rombongannya. Setelah itu, sepuluh tentara Naga Tanah segera menjaga pintu masuk ke lorong waktu.


Raja Burung Feng tersenyum tipis mendengarkan obrolan Long De Yuze dan keturunannya, lalu dia bergumam, "memangnya mudah bisa melewati lorong waktu? Kakekku secara pribadi telah berusaha melewati lorong waktu dan tidak pernah berhasil."


Sebagai penguasa udara, Raja Burung Feng telah mengetahui seluk-beluk Dunia Mistik, apalagi tentara Gagak selalu memberikan laporan setiap kali selesai berpatroli.

__ADS_1


Yang tidak diketahui oleh Long De Yuze dan keturunannya, dia telah menaruh mata-mata untuk mengawasi Ras Naga Tanah, dia adalah burung Gagak yang digunakan sebagai alat pelacak.


__ADS_2