
Chapter 40. Dimulainya Perburuan Siluman Hitam.
Kaisar Kun akan melakukan apapun demi putri yang paling dia sayangi, namun dia juga tidak mungkin melepaskan Zhi Shimo yang memiliki hal berharga dari apapun.
Kun Ashi menatap ayahnya penuh perhatian, dia berharap ayahnya tidak membunuh orang yang dia sukai. Setelah beberapa saat berpikir, Kaisar Kun melihat putrinya.
"Ayah akan pinjamkan Artefak yang berharga...," kata Kaisar Kun dan mengeluarkan sesuatu dari cincin dimensi.
Keluar pagoda kecil berlantai empat, panjang 30 cm dan berdiameter 12 cm. Itu adalah Artefak Bintang Lima tahap menengah, namanya Pagoda Penjara, seperti milik Zhi Shimo dan hanya berbeda kualitas.
"Pagoda Penjara ini bisa melindungimu dan juga menangkap target yang telah dilumpuhkan. Ayah akan meletakkan ke dalam tubuh agar tidak mudah direbut," jelas Kaisar Kun sambil menunjukkan Pagoda Penjara.
Tiba-tiba Kaisar Kun melemparkan Pagoda Penjara ke arah putrinya dengan sangat cepat. Kun Ashi jelas kaget dengan tindakan ayahnya, dia tidak mampu menghindari dan Pagoda Penjara pun memasuki tubuhnya.
Anehnya, Pagoda Penjara itu tidak menyakiti Kun Ashi, hanya saja Kun Ashi merasakan telapak tangannya kesemutan, lalu dia melihat telapak tangan kanan yang kini memiliki tato Pagoda Penjara.
Setelah itu, Kaisar Kun mengangkat jari telunjuk tangan kanan dan dari ujungnya keluar sinar. Sinar itu pun memasuki kening Kun Ashi, seketika dia mendapatkan banyak informasi tentang Pagoda Penjara. Kun Ashi memejamkan mata saat mendapatkan informasi, setelah beberapa saat kembali membuka mata dan melihat ayahnya.
"Terima kasih, Ayah!" seruan Kun Ashi yang kembali memeluk ayahnya.
Apa yang Kun Ashi dapatkan sangatlah berharga, dimana Pagoda Penjara itu bersembunyi di telapak tangan kanan. Kun Ashi mampu bersembunyi di dalam Pagoda Penjara ketika dalam keadaan genting yang akan merenggut nyawa.
Dengan bersembunyi di Pagoda Penjara, siapapun orangnya tidak akan mengetahuinya, ini seperti cincin dimensi tidak terlihat milik Zhi Shimo. Selain kemampuan itu, Pagoda Penjara akan memenjarakan target yang berhasil di lumpuhkan, cukup merentangkan tangan dan dengan sendirinya akan tersedot.
"Jika Liong'er tidak berhasil, kamu segera ambil Cermin Penyerap Jiwa. Dan giliran mu yang menyelesaikan tugasnya... Baiklah, Ayah akan kembali. Jaga diri baik-baik dan buat aku bangga!" pamit Kaisar Kun setelah sedikit mengingatkan tugas putrinya.
"Baik, Yah!" jawab Kun Ashi dan kembali memeluk ayahnya.
Kemudian, Kaisar Kun menghilang dari hadapan Kun Ashi. Kun Ashi membaringkan tubuhnya di ranjang, dia tersenyum tipis saat membayangkan telah memiliki Zhi Shimo.
"Yuna, kecantikan ku tidak kalah dari mu... Aku yakin akan mampu menaklukkan hati Zhi Shimo!" gumamnya dan perlahan memejamkan mata.
*****
Di dalam gerbong kereta kuda, Yuna Aurora duduk dipangkuan Zhi Shimo dan saling berpandangan. Kini mereka berdua adalah pasangan Dao, walaupun tanpa adanya perayaan pernikahan.
"Aku akan memberikan pengetahuan Teknik Dual Cultivation secara instan, agar kita sama-sama bisa meningkatkan kekuatan dengan cepat. Tapi, kamu tidak akan bisa memberikan pengetahuan ini kepada siapapun, kecuali kamu membuatnya sendiri," jelas Zhi Shimo.
Yuna Aurora mengangguk paham, lalu segera berdiri dan duduk kembali di sampingnya. Kemudian, Zhi Shimo menyentuh dahinya untuk mentransfer pengetahuan tentang Teknik Dual Cultivation.
Yuna Aurora memejamkan mata saat mendapatkan banyak informasi terkait teknik kultivasi ganda, dimana dia akan mampu menyerap Energi Yang hanya khusus milik Zhi Shimo, dan tidak akan bermanfaat jika berkultivasi ganda dengan pasangan lain.
__ADS_1
Zhi Shimo tidak menunggu Yuna Aurora mencerna semua pengetahuan yang baru didapatkan, dia membaringkan tubuhnya dan melihat atap gerbong kereta kuda.
Disaat akan memejamkan mata, Nayoung berkomunikasi dengannya melalui telepati.
"Yang Mulia, kami telah memeriksa lendir yang berasal dari Monster Mounth. Setelah penelitian yang seksama, lendir dan aroma Monster Mounth mampu membuat yang terkena menjadi berhalusinasi, mengantuk dan lemas, dimana lendir ini seperti halnya tanaman Cannabis (tanaman ganja), Blue Lotus, Passion Flower...," lapor Nayoung dan menjelaskan semua hasil penelitian bersama ahli Alkemis.
Daun Cannabis dan Blue Lotus yang telah keringkan biasanya dicampur dalam teh, Anggur dan segala jenis minuman. Jika dikonsumsi terlalu banyak akan menimbulkan efek yang sama dengan obat penenang (kedamaian, halusinasi dan ketenangan).
Tanaman Passion Flower mampu mengubah pikiran yang menimbulkan ilusi-ilusi dari akar dan batang dari bunga ini. Daunnya yang kering dapat menimbulkan efek menenangkan, ngantuk, serta kebingungan jika dikomsumsi dalam jumlah yang besar.
Efek ketiga tanaman itu tidak langsung bereaksi, tapi perlu waktu kurang dari satu dupa jika dihirup melalui hidung. Jika lendir terkena kulit, maka membutuhkan waktu dua dupa baru merasakan efeknya. Dan, Monster Mounth mengkonsumsi ketiga jenis tanaman itu untuk melindungi dirinya dari musuh, sehingga air liurnya seperti racun.
Karena itu, Monster Mounth selalu meninggalkan air liurnya dimana pun dia berada, dengan tujuan untuk menjebak korbannya.
"Terima kasih atas informasinya! Oh iya... Aku belum bisa kembali untuk saat ini, kabarkan pada Xiao Yue, Tao Chunhua dan yang lainnya agar bersabar!" ucap Zhi Shimo kepada Nayoung dengan komunikasi telepati.
"Baik, Yang Mulia."
Setelah itu Zhi Shimo melihat Yuna Aurora yang telah selesai mencerna pengetahuan tentang Teknik Dual Cultivation, terlihat wajahnya menjadi merah.
"Bagaimana, apa sudah siap untuk malam pertama?" tanya Zhi Shimo sambil menggeser tubuhnya untuk memberikan tempat kepada Yuna Aurora.
Yuna Aurora tidak segera menjawab, dia sedang berpikir sebelum memberikan kesuciannya kepada Zhi Shimo. Sedangkan Zhi Shimo menunggu jawaban dengan sabar.
Setelah memberikan segel keluarga besarnya, Zhi Shimo tahu jika Yuna Aurora diperintahkan oleh kedua orang tuanya untuk mendapatkan apa yang menjadi rahasianya.
Zhi Shimo yang tahu tidak marah, sebab Yuna Aurora tidak akan mengkhianatinya. Sedangkan Yuna Aurora juga tahu jika berkhianat sama saja bunuh diri, dimana segel keluarga itu akan meledakkan tubuhnya. Sebab itu, Yuna Aurora ingin tahu apa yang menjadi rahasia suaminya.
"Katakan, selama itu tidak melewati garis bawah toleransi ku!" jawab Zhi Shimo.
Yuna Aurora tersenyum lega, lalu dia membaringkan tubuhnya di samping Zhi Shimo. "Pertama, teknik kultivasi berbasis apa yang kamu gunakan?" tanyanya.
"Teknik ini aku ciptakan sendiri, seperti yang pernah kamu lihat, energi Kunang-kunang dihasilkan dari kekuatan jiwa. Aku menyebutnya Kitab Kultivasi Delapan Hukum Jiwa. Mampu meningkatkan kekuatan jiwa dengan menyerap banyak jiwa-jiwa dari banyak kehidupan. Memang sangat kejam metodenya, tapi aku hanya menyerap jiwa dari musuhku saja. Jika kitab ini jatuh di tangan orang yang jahat... Kamu tahu konsekuensinya!" jawab Zhi Shimo.
Yuna Aurora sedikit terkejut, pasalnya meningkatkan kekuatan jiwa sangatlah sulit dan membutuhkan banyak sumber daya yang langka. Dengan adanya metode yang diciptakan oleh Zhi Shimo, maka akan mempermudah kultivator untuk meningkatkan kekuatan jiwa dengan sedikit sumber daya alam.
"Berarti kamu memiliki dua kekuatan energi yang berbeda, energi spiritual dan energi kekuatan jiwa... Jadi, selain Teknik Dual Cultivation dan Kitab Kultivasi Delapan Hukum Jiwa, apa kamu memiliki yang lainnya jika tidak menyerap Energi Yin dan jiwa?" tanya Yuna Aurora yang ingin tahu lebih banyak.
"Benar. Iya, aku memiliki teknik yang lain, yaitu, Teknik Pemikat Pesona Energi Alam...," jawab Zhi Shimo dan menjelaskannya.
Teknik Pesona Energi Alam telah lama Zhi Shimo milik, teknik ini mampu menyerap energi alam sekitarnya, entah itu energi berkualitas buruk atau baik, segala yang mengandung energi akan mudah dijadikan kekuatannya.
"Bisakah aku belajar Kitab Kultivasi Delapan Hukum Jiwa dan Teknik Pemikat Pesona Energi Alam?" harap Yuna Aurora setelah mengetahui kehebatannya.
__ADS_1
Zhi Shimo memiringkan badannya, lalu memeluk pinggang Yuna Aurora, "sejujurnya, Kitab Kultivasi Delapan Hukum Jiwa belum seutuhnya aku pahami. Saat telah mencapai kesempurnaan, aku pasti akan mengajarkan kepadamu. Untuk Teknik Pemikat Pesona Energi Alam, aku bisa mengajarimu!" jawab Zhi Shimo, lalu dia mencium bibir Yuna Aurora.
Zhi Shimo memang belum memahami seutuhnya Kitab Kultivasi Delapan Hukum Jiwa, sebab kekuatan dari delapan Batu Keabadian belum mencapai puncaknya, karena hal itu dia belum bisa menurunkan Kitab Kultivasi Delapan Hukum Jiwa kepada siapapun, khawatir akan mencelakai si penggunanya.
Yuna Aurora menyambut ciumannya, dengan agresif dia mendorong tubuh Zhi Shimo sehingga berada di bawahnya, dia ingin mendominasi dimalam pertamanya.
Boom...
Suara ledakan terdengar keras di luar Formasi Perlindungan dan membuat Yuna Aurora dan Zhi Shimo berhenti berciuman. Mereka berdua jelas kesal dengan gangguan ini.
"Biarkan saja apa yang terjadi diluar," kata Zhi Shimo yang ingin berkultivasi ganda.
Demikian juga dengan Yuna Aurora, dia tidak perduli dengan apa yang terjadi di luar. Namun, baru saja berciuman terdengar pintu gerbong kereta kuda diketuk.
Tok... Tok
"Hei! Pemburu siluman telah memulai perburuannya lebih awal! Ayo, jangan sampai ketinggalan dengan mereka!" teriakan Xu Huang yang terlihat bersemangat.
Sekali lagi, Yuna Aurora dan Zhi Shimo menjadi kesal karena malam pertama selalu terganggu. Yuna Aurora segera beranjak dari tempat tidur, dia membenahi pakaiannya yang sudah sebagai terbuka, demikian juga dengan Zhi Shimo yang segera bangun.
"Nanti aku akan bawa Yuna Aurora ke dalam Dunia Jiwa!" batin Zhi Shimo dengan wajah muram yang tidak bisa melepaskan Energi Yang yang telah melimpah.
Perburuan dimulai lebih awal disebabkan oleh Gu Lin yang ingin membalas dendam, setelah dua rekannya dibunuh oleh Nenek Lonceng Lilin. Dan kebetulan waktu dua dupa lagi hari menjelang pagi, saatnya untuk memulai perburuan. Gu Lin dan timnya melepaskan pukulan berenergi ke dalam sungai, mereka berharap Nenek Lonceng Lilin keluar.
Yuna Aurora segera memakai perlengkapan berburu, dimana tubuhnya memakai jirah perang, lalu dia mengambil senjata busur otomatis yang pernah Zhi Shimo lihat di ruang bawah tanah Paviliun Penakluk Siluman.
"Keren!!" pujian Zhi Shimo yang melihat Yuna Aurora semakin cantik dengan perlengkapan perang. Yuna Aurora tersenyum bangga dengan pujian dari suaminya, "lebih keren lagi jika kamu telanjang!" goda Zhi Shimo.
Yuna Aurora langsung mencubit pinggang Zhi Shimo dan tertawa setelahnya. Mereka berdua segera keluar dari dalam gerbong kereta kuda. Mereka berdua melihat timnya telah siap untuk berburu.
Zhi Shimo melihat leher Xu Huang yang dipenuhi tanda merah, tanda bibir milik Juan Rou. Demikian juga dengan Juan Rou yang memiliki tanda merah dilehernya.
"Berapa ronde kalian?" bisik Zhi Shimo yang ingin tahu kemampuan Xu Huang.
Xu Huang tertawa dan menepuk dadanya, lalu dia menjawab dengan bangga, "dua kali aku keluar dan dia tiga kali. Aku buat dia berteriak minta ampun!"
Zhi Shimo tertawa ringan sambil menepuk pundak Xu Huang. "Hebat, mampu membuat wanita meminta ampun!" katanya dan melihat wajah-wajah wanita yang terlihat cemburu dengan Yuna Aurora.
Semua wanita berasumsi, jika Yuna Aurora dan Zhi Shimo terlihat berhubungan intim layaknya suami, itu terlihat wajah Yuna Aurora yang mengeluarkan aura seorang wanita dewasa dan berseri-seri.
"Kita akan berangkat paling belakang, setelah pemburu siluman lainnya masuk ke Lembah Seribu Siluman. Karena aku melihat ada jalan lain yang lebih cepat menemukan tempat persembunyian para Siluman Hitam dan binatang mistik," kata Zhi Shimo kepada timnya.
Ya, Zhi Shimo telah menemukan jalan lain yang tidak pernah dilewati oleh siapapun, hanya ada jejak kaki binatang mistik. Lokasinya berada di sebarang sungai, tepatnya di sisi kiri sungai. Sedikit jauh dari jalur masuk ke Lembah Seribu Siluman.
__ADS_1
"Iya, masih ada waktu dua dupa lagi, lebih baik kita sarapan dulu," kata Yusan dan mengajak She Xia dan She Jinjing untuk menyiapkan makanan bagi timnya.