Alam Tianwu

Alam Tianwu
Chapter 57. Pencarian Skala Besar!


__ADS_3

Chapter 57. Pencarian Skala Besar!


Tepat di depan wajah Zhi Shimo yang masih menjadi angin, Long De Yuze berhenti. Kemudian tidak berselang lama, pintu makam ketiga terbuka dan terlihat gua kedua telah kosong. Lalu Long De Yuze melihat Long De Sun yang masih terus meraung-raung setelah kehilangan harta yang dia jaga.


Kesempatan ini digunakan oleh Zhi Shimo yang perlahan memasuki celah di lantai dan bergerak menuju empat peti terlebih dahulu.


Bang...


Long De Yuze menghentakkan kakinya dengan sangat keras, bukan karena mengetahui pergerakan Zhi Shimo di celah-celah lantai, melainkan marah melihat Long De Sun telah gagal menjaga harta.


"Bagaimana mungkin kamu bisa kehilangan harta kita?!" Long De Yuze membentak Long De Sun.


"Aku juga tidak tahu, Kak!" sahut Long De Sun yang ternyata adalah adiknya Long De Yuze. Sedangkan Long De Qiu penjaga gua pertama adalah putra dari Long De Sun


"Bagaimana mungkin tidak mengetahuinya? Pasti ada petunjuknya, coba ingat-ingat lagi?" geram Long De Yuze mendengar ucapan adiknya yang tidak masuk akal.


Long De Sun meraung setelah teringat akan energi Kunang-kunang yang dilahapnya, setelah itu baru dia kehilangan harta. Namun, dia seketika terdiam saat kedua matanya tanpa sengaja melihat dibelakang kakaknya.


Tubuh Long De Sun bergetar hebat melihat harta kakaknya tiba-tiba menghilang di depan mata, dalam sekejap mata gua ketiga telah kosong seperti tersapu angin. Namun, dia melihat sekelebat energi yang telah mengambil harta dan langsung membuka mulutnya untuk menghancurkan si pencuri.


"Bodoh!? Kenapa kamu menyerang ku!?" bentak Long De Yuze yang mengira Long De Sun akan menyerangnya dengan mengeluarkan bola energi racun.


"Roarrr...!!"


Long De Yuze meraung keras untuk menghancurkan serangan adiknya, seketika bola energi racun hancur hanya dengan suara raungannya.


"Kak ... Kak... Harta mu!!" ucap Long De Sun yang nada suaranya tergagap.


Long De Yuze segera melihat kebelakang dan tercengang saat guanya telah kosong, hanya menyisakan kolam yang masih utuh. Dia langsung meraung-raung dengan sangat keras, lalu Long De Sun juga ikut meraung.


Gunung Leluhur Naga Tanah bergetar hebat saat penjaga makam meraung keras. Raja Naga Tanah dan semua bawahannya segera menuju ke Gunung Leluhur Naga Tanah.


Sedangkan manusia, Humanoid, Siluman dan sebagian kehidupan yang berada di Dunia Mistik juga mendengar suara raungan Naga Tanah, mereka sudah tidak mampu bergerak saat merasakan aura kekuatan God Monarch.


Long De Tao putra Raja Naga Tanah segera kembali berbalik arah untuk menuju ke Gunung Leluhur Naga Tanah, padahal dia sudah dekat dengan Bukit Batu Gajah.


"Ini pasti ulah si penyusup itu!?" tebak Long De Tao dan terbang dengan sangat cepat bersama dengan lima pengawalnya.


Sedangkan Zhi Shimo yang telah menjarah harta Naga Tanah segera bersembunyi di celah sudut gua, untungnya dia memiliki Jirah Perang Dewa Binatang sehingga tidak tertekan dengan aura kekuatan Long De Yuze.


Zhi Shimo sengaja tidak segera meninggalkan makam leluhur Naga Tanah, sebab masih ada kolam yang berisi esensi darah naga dan juga belum mengambil emas di gua pertama.


Bagi Zhi Shimo, Kolam esensi darah naga sangat bermanfaat besar untuk meningkatkan kekuatan serta fisiknya, jelas dia tidak akan meninggalkannya begitu saja.


Kolam esensi darah naga biasanya hanya dimasuki oleh keturunan langsung dari Naga Tanah untuk meningkatkan kekuatannya, dan dibuka setiap satu tahun sekali. Setiap keturunan Naga Tanah seperti Long De Tao, Long De Xiang dan yang lainnya akan berendam selama satu Minggu penuh.

__ADS_1


Tidak berselang lama, Raja Naga Tanah dan semua orang penting masuk ke dalam makam gua. Mereka segera melakukan penyelidikan, setelah ketiga leluhur Naga Tanah menceritakan kronologi kejadian hilangnya harta di gua kedua dan ketiga.


Long De Qiu juga menceritakan jika dirinya sempat mengendus aroma tubuh manusia setengah naga, namun hanya sekejap saja. Long De Xiang yang pernah bertemu dengan si penyusup langsung menebak jika pelakunya adalah orang yang sama.


"Panggil burung Gagak untuk melacaknya!" perintah Raja Naga Tanah kepada ajudannya.


Kini makam Leluhur Naga Tanah penuh dengan Humanoid yang sedang berjaga, menyelidiki dan juga melacak si pencurinya. Tidak butuh waktu lama, burung Gagak telah tiba dan melakukan tugasnya.


Zhi Shimo seketika mengenal si burung Gagak, karena dia pernah bertemu sewaktu di Hutan Lembah seribu Siluman. Dia menjadi gelisah jika si burung Gagak akan mengetahui persembunyiannya.


Tidak hanya si burung Gagak saja yang mencari Zhi Shimo, semua orang juga berusaha menemukan petunjuk apapun, dan setiap celah-celah tidak luput dari perhatian semua orang.


Si burung Gagak yang pernah bersentuhan dengan Zhi Shimo, dia mencium jejak aroma tubuhnya, dia terbang dan mengikuti instingnya untuk menemukan si pencuri.


Disaat si burung Gagak akan mendekati Zhi Shimo, dia segera bergerak memasuki celah-celah dinding gua dan tetap terus menahan nafas sejak awal.


"Apakah kamu mengetahuinya?" tanya Long De Xiang yang terus mengikuti burung Gagak.


"Tidak, tapi aromanya jelas itu dia, orang yang pernah membanting tubuhku saat di Hutan Lembah seribu Siluman!" jawab si burung Gagak dengan meyakinkan.


Long De Xiang segera mengeluarkan sketsa wajah Zhi Shimo, lalu bertanya, "apa orang itu sama dengan lukisan ini?"


"Iya, ya... Itu dia tampan dan bermata unik!" jawab si burung Gagak setelah melihat lukisan wajah Zhi Shimo.


"Lalu lokasi terakhir dimana dia?" sela Raja Naga Tanah sebelum putrinya bertanya lagi.


Long De Xiang dan semua orang mempercayai ucapan si burung Gagak, mereka pun memusatkan perhatiannya di lokasi terakhir si pencuri bersembunyi.


Sedangkan Zhi Shimo terus bergerak mengikuti celah-celah sebesar pori-pori, dan mengurungkan niatnya untuk menyerap esensi darah naga, karena situasi yang tidak memungkinkan dia untuk berkultivasi di dalam kolam.


Bang...


Zhi Shimo mendengar suara benturan dibelakangnya, dia menduga jika mereka telah mengetahui rute pelariannya. Dengan panik dia mempercepat pergerakannya.


Zhi Shimo tidak menghitung berapa jauh dia telah bergerak menjauhi para Naga Tanah, dia hanya terus bergerak tanpa berhenti saat masih mendengar suara benturan keras.


Lambat laun suara benturan keras samar-samar tidak terdengar lagi, namun Zhi Shimo tidak berhenti dan terus mengikuti celah-celah yang tampak tidak ada ujungnya.


Ya, lokasi terakhir Zhi Shimo telah diketahui, dan langsung Long De Yuze menghancurkan dinding yang merupakan jalur pelariannya. Akan tetapi Zhi Shimo tetap tidak ketemukan, padahal dinding yang dihancurkan telah membentuk sebuah lorong yang panjang.


Akhirnya Long De Yuze memutuskan untuk menyebarkan sketsa wajah Zhi Shimo, dia secara pribadi memimpin dalam pencarian si pelaku pencuri harta Naga Tanah. Raja Naga Tanah segera memerintahkan seluruh prajurit Naga untuk mencari keberadaan Zhi Shimo, bahkan semua Humanoid juga dikerahkan dalam pencarian skala besar yang belum pernah terjadi di Dunia Mistik.


Perbuatan Zhi Shimo telah merusak reputasi Ras Naga Tanah dan juga sangat memalukan mereka. Selain itu, banyak harta langka dan berharga telah diambil, padahal semua harta itu telah dikumpulkan selama jutaan tahun.


"Sebarkan sketsa wajahnya di Negeri Burung, Negeri Siluman dan Bangsa Air. Tangkap juga semua orang yang baru tiba di Dunia Mistik untuk diintrogasi. Siapapun yang menemukan dia, hadiahnya berupa sepuluh ribu Pil Qi garis tujuh dan satu juta keping emas!" perintah Long De Yuze kepada para prajurit Naga Tanah.

__ADS_1


"Segera, Leluhur."


Dua ribu prajurit Naga bergegas keluar dari Kota Naga Tanah sambil membawa sketsa wajah Zhi Shimo. Mereka menempelkan setiap lukisan sketsa wajah Zhi Shimo disetiap sudut kota, hutan, lembah, sungai dan semua lokasi yang dihuni kehidupan.


Xu Huang dan Juan Rou yang baru tiba di Kota Naga Tanah segera ditangkap oleh prajurit Naga. Namun melihat sketsa wajah Zhi Shimo, mereka berdua saling berhadapan dan menahan kegembiraan.


"Dia baru datang sudah menjarah harta Naga Tanah, luar biasa keberanian adikku!" Xu Huang kagum dengan perbuatan Zhi Shimo, dia berkomunikasi dengan Juan Rou melalui telepatinya.


"Bagaimana bisa dia melakukannya?" tanya Juan Rou sambil digelandang ke penjara kota bersama beberapa orang yang baru tiba di Dunia Mistik.


"Dia kan memiliki skill yang bisa memanipulasi mata!" jawab Xu Huang dan Juan Rou mengangguk sambil melihat kearah Gunung Leluhur Naga Tanah.


"Lalu apa yang harus kita jawab jika mereka bertanya tentang dia?" tanya Juan Rou yang khawatir dirinya disiksa oleh Naga Tanah.


"Bilang saja pernah melihatnya saat menuju ke Lembah Seribu Siluman!" jawab Xu Huang dan kembali Juan Rou mengangguk paham.


Tidak berselang lama setelah penangkapan Xu Huang dan Juan Rou, Wu Chyou dan Wu Jin juga ditangkap, mereka melihat wajah si pencuri dan segera membeberkan semuanya kepada prajurit.


Kini, identitas Zhi Shimo telah diketahui oleh Raja dan leluhur Naga Tanah...


...****************...


Di Pegunungan Jīngshén, yang merupakan pusatnya Ras Burung tinggal, telah mendengar kabar tentang Ras Naga Tanah, wajah-wajah Zhi Shimo banyak terlihat disetiap sudut kota.


Raja Burung menertawakan nasib sial yang dialami oleh Ras Naga Tanah yang telah kebobolan, bahkan memuji Zhi Shimo yang berhasil membobol Makam Leluhur Naga Tanah. Raja Burung segera memerintahkan para prajurit untuk memperketat penjagaan di Makam Leluhur Burung, agar nasib sial yang dialami oleh Ras Naga Tanah tidak terjadi pada bangsanya.


"Pilih orang-orang terbaik untuk memburu Zhi Shimo itu. Jika berhasil menangkapnya, segera bawa dia ke sini dan jangan sampai Ras Naga Tanah mengetahuinya!" perintah Raja Burung yang tidak ingin Zhi Shimo jatuh ditangan pihak Naga Tanah, sebab Zhi Shimo membawa harta berharga yang selama ini dia inginkan.


"Baik, Yang Mulia." Segera orang kepercayaan Raja Burung turun tangan sendiri untuk menangkap Zhi Shimo.


Raja Burung menatap putrinya yang sedang mengamati lukisan wajah Zhi Shimo, lalu dia bertanya, "apakah kamu pernah melihatnya?"


Putri Raja Burung melihat ayahnya, lalu dia berbicara, "dialah orangnya yang telah mengalahkan ku saat di Hutan Lembah seribu Siluman."


Raja Burung tertawa kecil dan tidak merasa iba akan nasib putrinya yang telah dibuat malu oleh Zhi Shimo, sebab putrinya ini selalu tidak bisa diam seperti kakak dan adiknya.


Raja Burung berasal dari Ras Suzaku, namanya adalah Feng Quon, sedangkan istri sekaligus permaisuri berasal dari Ras Phoenix, namanya adalah Bian Fen, atau dikenal dengan sebutan Permaisuri Fen. Putrinya yang pernah dikalahkan oleh Zhi Shimo bernama Feng Bian Baoyu, dia adalah penjelmaan dari Burung Phoenix ekor sembilan. Feng Bian Baoyu adalah putri keempat dari Raja Feng dan Permaisuri Fen.


"Tidak perlu malu dikalahkan oleh sosok pemberani, seharusnya kamu bangga... Segera berendam di Perapian Air Suci agar bisa melampauinya!" tutur lembut Permaisuri Fen yang duduk disamping Feng Bian Baoyu.


Perapian Air Suci yang dikatakan oleh Permaisuri Fen merupakan tempat untuk meningkatkan kekuatan bagi keturunannya, itu seperti kolam esensi darah Naga Tanah.


Feng Bian Baoyu mengangguk sebagai jawaban, lalu dia berdiri dan keluar dari istana dengan wajah penuh tekad untuk membalas dendam kepada Zhi Shimo. Dikalahkan oleh manusia merupakan hal yang memalukan bagi Feng Bian Baoyu yang merupakan pemilik garis darah unik dari campuran dua Ras Burung.


Raja Feng dan Permaisuri Fen saling bertukar pandangan dan tersenyum senang melihat putrinya yang jadi penurut setelah dikalahkan oleh Zhi Shimo.

__ADS_1


"Dia membutuhkan terapi psikologis agar bisa giat untuk meningkatkan kekuatan," kata Permaisuri Fen kepada Raja Feng yang hanya mengangguk saja.


...****************...


__ADS_2