
Chapter 192. Penguasa Satelit Mata Angin, Burung Gajah.
Setelah keluar dari dalam kawah, Zhi Shimo melihat sekelilingnya, dimana suasana menjadi hening. Lalu dia melihat Satelit Mata Angin yang jauh dari posisinya, terlihat seperti gumpalan awan yang bergerak sangat pelan.
Kemudian dia melihat Satelit Mata Danau. Zhi Shimo berpikir sejenak, apakah dia harus menemui Queen Fiend Spirit atau langsung ke Satelit Mata Angin?
Akhirnya Zhi Shimo memutuskan untuk menuju ke Satelit Mata Angin, dia tidak menemui Queen Fiend Spirit dikarenakan sudah pasti tahu apa yang dilakukannya.
Segera Zhi Shimo terbang ke arah Satelit Mata. Menurut penjelasan Queen Fiend Spirit, Satelit Mata Angin adalah perwujudan dari binatang jenis burung yang memiliki dua pasang sayap, diberi nama Burung Elang Dua Sayap; kemampuannya dalam menciptakan badai angin tornado es.
Dengan informasi tersebut, Zhi Shimo memiliki pemahaman yang akan dihadapinya. Untuk mempercepat perjalanannya, dia menggunakan skill teleportasi.
Akhirnya Zhi Shimo telah berada di Satelit Mata Angin, tapi masih di luar kabut yang menyelimuti Satelit Mata Angin. Namun, baru saja muncul, dari balik kabut keluar bulu-bulu burung yang melesat ke arahnya.
Segera Zhi Shimo melambaikan tangannya yang mengandung energi, dan...
Boom boom boom...
Bulu-bulu burung yang setajam pisau meledak, namun kembali keluar dari kabur dengan jumlah yang lebih banyak. Sekali lagi Zhi Shimo melambaikan tangannya. Akan tetapi, bulu-bulu tersebut lebih kuat dari sebelumnya, dengan energi spiritual tidak berpengaruh.
Zhi Shimo segera mengeluarkan Dragon Sword, lalu mengayunkan pedangnya untuk menangkis serangan. Akan tetapi pedangnya juga tidak mampu menghancurkan bulu-bulu burung.
"Firefly Energi Defense!" pekik Zhi Shimo.
Bermunculan 27.000 energi Kunang-kunang yang membentuk perisai melindunginya. Bulu-bulu burung tersebut membentur energi Kunang-kunang. Seketika bulu-bulu tersebut menjadi abu.
Sebelum diserang kembali, Zhi Shimo mengaktifkan Zirah Perang Naga. Kemudian dia mengeluarkan energi Kunang-kunang. Setelah itu, dia melesat ke Satelit Mata Angin.
Saat ini, Zhi Shimo berada di dalam kabut, saat berada di dalamnya, panca inderanya terblokir kekuatan jiwa. Zhi Shimo tersenyum tipis karena tidak terpengaruhi, dia menduga serangan sebelum dan saat ini perbuatan Elang Dua Sayap.
Kembali Zhi Shimo bergerak masuk lebih dalam ke Satelit Mata Angin. Akhirnya dia keluar dari tebalnya kabut. Pandangan pertamanya tertuju pada badai angin tornado es yang mendatanginya.
Di dalam pusaran badai tersebut terlihat seekor burung yang tidak lain adalah Elang Dua Sayap; warna bulunya sama dengan serangan yang baru saja dialaminya, berwarna keemasan. Uniknya lagi, Elang Dua Sayap memiliki sepasang kaki, wajah burung Elang dengan paruhnya sebagai cirinya, tubuhnya perwujudan manusia.
Melihat Elang Dua Sayap, Zhi Shimo menjadi teringat dengan penghuni Dunia Binatang Buas yang pernah di ekstrak, yaitu Gale. Gale menyerupai Elang Dua Sayap yang seperti Humanoid. Jadi, Elang Dua Sayap sebenarnya adalah Humanoid Gale.
"Apakah kamu penguasa Satelit Mata Angin?" tanya Zhi Shimo sebelum badai angin tornado es mendekatinya.
Elang Dua Sayap menghentikan kepakan sayapnya, dia menatap tajam ke arah Zhi Shimo, lalu dia bertanya, "apa tujuanmu ke sini?"
Bukannya menjawab, Zhi Shimo melihat di permukaan Satelit Mata Angin yang tumbuh Pohon Buah Suci jenis Anggur Surgawi yang berwarna hijau muda, apa yang dia lihat adalah Buah Suci tingkat Langit. Buah Suci tersebut mengandung energi kekuatan jiwa dengan elemen dasar angin.
Jika Buah Suci ini dikonsumsi oleh kultivator tanpa memiliki bakat, maka sangat besar manfaatnya. Tanpa bakat mampu meningkatkan kekuatan cepat, serta kemampuannya dalam mengendalikan elemen angin semakin mumpuni.
Selain Buah Suci tingkat Langit yang menarik perhatian Zhi Shimo, ada sebuah menara yang menjulang tinggi, menara tersebut terbuat dari tanah yang mengeras. Di puncaknya terdapat sarang yang terbuat dari ranting kering. Di tengah sarang tersebut itulah yang menarik minat Zhi Shimo, di mana ada satu buah telur seukuran kepala orang dewasa, pada permukaannya berwarna putih.
"Sialan!?" bentak Elang Dua Sayap saat memperhatikan pandangan mata Zhi Shimo tertuju pada sarangnya
__ADS_1
Karena tahu niat Zhi Shimo yang menginginkan telurnya, Elang Dua Sayap mengepakkan sayapnya lebih cepat, seketika bermunculan butiran salju.
Butiran-butiran salju tersebut berubah menjadi bulu-bulu burung yang membeku dan sangat tajam. Bulu-bulu tersebut melesat ke arah Zhi Shimo yang dilindungi oleh energi Kunang-kunang.
Sedangkan Zhi Shimo diam tidak menghindari serangan Elang Dua Sayap, sebab dia terlindungi energi Kunang-kunang. Pandangannya tetap tertuju pada telur.
Elang Dua Sayap tercengang melihat serangannya tidak ada satupun yang mengenai musuhnya. Baru kali ini ada manusia yang mampu menahan suhu dingin dan serangannya. Dia kembali mengepakkan sayapnya, kali ini dia tingkatan daya kerusakannya.
Butiran-butiran salju makin banyak, dan seperti sebelumnya berubah menjadi bulu-bulu burung es yang menyerang Zhi Shimo. Sekali lagi Zhi Shimo tidak sedikitpun menggeser tubuhnya yang melayang.
Setelah bulu-bulu burung tersebut tidak mampu menembus pertahanan energi Kunang-kunang, Zhi Shimo berteleportasi dan muncul di sarang Elang Dua Sayap.
Sontak Elang Dua Sayap terkejut, dia membalikkan badan dan melihat Zhi Shimo berada di sarangnya. Keterkejutannya pun berganti menjadi kemarahan.
"Jangan kau sentuh hartaku!" bentak Elang Dua Sayap dan segera melesat ke arah Zhi Shimo yang akan menyentuh telurnya, dia dengan panik mengeluarkan badai angin tornado es.
"Jika telur ini digodok, pasti enak rasanya!" ucap Zhi Shimo sambil melihat serangan Elang Dua Sayap yang sudah dekat dengannya, dia menyimpan telur tersebut di Dunia Jiwa.
"Arghh!! Manusia terkutuk?!" bentak Elang Dua Sayap.
Zhi Shimo tertawa puas dan segera mundur sebelum serangan Elang Dua Sayap mengenainya. Badai angin tornado es menghancurkan menara tanah dan sarangnya.
Zhi Shimo segera mengeluarkan skill 10 Tubuh Bayangan untuk mengalihkan perhatian Elang Dua Sayap. Dia berniat untuk menjarah Pohon Buah Suci tingkat Langit.
Tubuh Bayangan menyebar, lima membantu Zhi Shimo menjarah Pohon Buah Suci dan sisanya mengepung Elang Dua Sayap...
Bahkan, Zhi Shimo seolah-olah mempermainkan Elang Dua Sayap. Yang mengejutkan Queen Fiend Spirit, setelah Zhi Shimo mengambil telur Elang Dua Sayap, masih sempat-sempatnya mencabut Pohon Buah Suci tingkat Langit hingga ke akar-akarnya.
"Dia gila... Dia benar-benar penjarah sejati!" seruan Queen Fiend Spirit, entah sebutan apa yang cocok bagi Zhi Shimo dengan tindakannya yang membuat Elang Dua Sayap begitu murka.
Kemarahan Elang Dua Sayap berdampak pada Queen Fiend Spirit yang makin lemah, sebab energi kekuatan jiwanya digunakan penguasa Satelit Mata Angin. Setelah melihat Zhi Shimo, dia memejamkan mata dan tertidur.
Twins Fiend Spirit segera membawa ratunya menuju ke kamar pribadinya. Sebelum Elang Dua Sayap berhenti menyerang, maka energi kekuatan jiwa milik Queen Fiend akan terus digunakan...
Di Satelit Mata Angin yang sangat besar, Zhi Shimo terus bergerak mencabut Pohon Buah Suci dengan mudah. Setiap kali batas waktu penggunaan skill Tubuh Bayangan telah berlalu, dia mengeluarkan energi Kunang-kunang untuk menghambat dan menyerang balik Elang Dua Sayap.
Jika energi kekuatan jiwa akan habis, dia segera berteleportasi dan memakan Kristal Jiwa hingga kekuatan jiwanya pulih. Tindakan Zhi Shimo jelas membuat Elang Dua Sayap semakin marah.
Tidak hanya Pohon Buah Suci tingkat Langit yang dicabut dan dipindahkan ke dalam Dunia Jiwa, tapi setiap tanaman yang mengandung energi kekuatan jiwa tidak akan disia-siakan.
Satu hari berlalu, Zhi Shimo tetap gigih mencabut Pohon Buah Suci dan tanaman langka. Dua hari berlalu, dia masih melakukan hal yang sama, sebab banyak pohon dan tanaman langka di Satelit Mata Angin.
Pada hari ketiga, tiba-tiba Satelit Mata Angin bergetar seperti terjadi gempa, kemudian di pusatnya tanah terbelah, lalu terdengar suara burung memekik keras. Zhi Shimo segera berteleportasi untuk menjauhi kejaran Elang Dua Sayap.
"Hahaha! Kamu sedang menghadapi bencana yang sesungguhnya!" tawa puas Elang Dua Sayap saat tahu apa yang akan terjadi pada Zhi Shimo.
Dengan Mata Langit, Zhi Shimo melihat pusat Satelit Mata Angin yang terbelah, dia terkejut saat di kedalaman tanah terlihat binatang mistik jenis burung, dan itu adalah Burung Gajah.
__ADS_1
Melihat Burung Gajah, giliran Zhi Shimo yang tertawa. Elang Dua Sayap seketika terdiam, dia keheranan dengan reaksi lawan yang tidak takut dengan penguasa yang sebenarnya.
"Jadi dia penguasa Satelit Mata Angin?" Zhi Shimo akhirnya mengerti, kenapa Elang Dua Sayap saat ditanya tidak menjawab waktu pertama kali bertemu.
"Ya, sekarang kamu takut, bukan?" ucap Elang Dua Sayap dengan bangganya.
"Bukan!" sahut Zhi Shimo.
"Apa maksudmu dengan bukan?! Beliau adalah penguasa yang hebat dan kuat, sekali kepakan sayapnya, kau akan hancur berkeping-keping tanpa tubuh dimakamkan!" berang Elang Dua Sayap dengan ucapan Zhi Shimo yang seakan-akan menghina.
"Wow! Pasti dia hebat!" ejekan Zhi Shimo.
Elang Dua Sayap tertawa. Setelah itu, dia dan Zhi Shimo melihat Burung Gajah keluar dari dalam tanah. Zhi Shimo melihat ukuran tubuhnya sama seperti Raja Fung si Burung Gajah yang menjadi jenderalnya.
Sebelum Burung Gajah melihat sekelilingnya, Zhi Shimo segera berteleportasi dan muncul di punggung Burung Gajah. Sontak Elang Dua Sayap tercengang.
Boom...
Zhi Shimo memukul punggung Burung Gajah yang terlambat bereaksi. Burung Gajah terjatuh ke dalam sarangnya kembali. Zhi Shimo kembali berteleportasi dan muncul di atas kepala Burung Gajah, lalu dia kembali memukul kepalanya berulangkali.
Boom boom boom...
Satelit Mata Angin bergetar hebat ketika Zhi Shimo memukuli Burung Gajah. Elang Dua Sayap tersenyum, dia mengira penguasanya berhasil menghajar Zhi Shimo.
Elang Dua Sayap melihat debu-debu berterbangan dari dalam sarang Burung Gajah, dia terus mendengarkan suara benturan keras seperti orang memukul benda.
Setelah beberapa saat, suara pukulan pun berhenti. Elang Dua Sayap tertawa kegirangan, dia pikir penguasanya berhasil mengalahkan Zhi Shimo.
Namun, tawanya seketika berhenti saat melihat Burung Gajah keluar dari dalam tanah, bukannya dia diam melihat Burung Gajah, melainkan melihat Zhi Shimo duduk di kepala penguasanya.
"Mus... Mustahil... Mustahil... Bagaimana bisa dia menaklukkan Yang Mulia!" ucap Elang Dua Sayap dengan tergagap, dia hampir terjatuh karena tidak mempercayai apa yang dilihatnya.
Elang Dua Sayap melihat kepala penguasanya tercetak sebuah tato Yin Yang. Sedangkan Zhi Shimo tersenyum melihat Elang Dua Sayap yang terkejut.
"Apakah dia makananmu?" tanya Zhi Shimo kepada Burung Gajah.
"Tidak, Yang Mulia, dia adalah bawahan hamba!" jawab Burung Gajah.
"Ohh...! Kalau begitu, perintahkan dia untuk memanen Buah Suci!" perintah Zhi Shimo kepada Burung Gajah, di dalam hatinya ingin tertawa melihat Elang Dua Sayap yang selalu mengejarnya.
"Elang kecil, patuhi ucapan Tuanku!" perintah Burung Gajah kepada Elang Dua Sayap.
"Pe... Penguasa... Dia adala--"
"Cepat patuhi perintah Tuanku!?" bentak Burung Gajah sebelum Elang Dua Sayap membantah.
"Laksanakan, Yang Mulia!" ucap Elang Dua Sayap dengan enggan.
__ADS_1
Kemudian, Elang Dua Sayap memanen Buah Suci tingkat Langit yang melimpah di Satelit Mata Angin...