
Chapter 140. Kemarahan Guru Spiritual!
Zhi Shimo sudah berada di dalam Formasi Alami dan melihat sekitarnya. Tersungging senyuman saat akan mendapatkan kekuatan yang akan bisa bersaing dengan penghuni Benua Qi.
"Tidak ada apapun lagi di sini," kata Shuǐ Jīnglíng.
"Yakin tidak ada apapun di sini?" tanya Zhi Shimo.
Shuǐ Jīnglíng melihat Zhi Shimo dan memicingkan sudut matanya, dia berpikir sejenak. "Memangnya kamu bisa memurnikan energi dari Formasi Alami?" ujarnya yang dengan nada meremehkan, dia menganggap Zhi Shimo ingin meniru metodenya.
Zhi Shimo tidak menjawab, dia berjalan mendekati dinding Formasi Alami. Shuǐ Jīnglíng tersenyum tipis, dia semakin yakin Zhi Shimo meniru metodenya yang sekali klik jadilah pil.
Shuǐ Jīnglíng melihat Zhi Shimo duduk bersila di depan dinding Formasi Alami, lalu menempel kedua telapak tangan pada dinding energi, dengan rasa penasaran dia menantikan apa yang akan dilakukannya.
Senyuman Shuǐ Jīnglíng menghilang dan digantikan dengan mulut terbuka lebar, dia melihat energi Formasi Alami terserap ke dalam telapak tangan Zhi Shimo.
"Tidak hanya kamu saja yang bisa memurnikan energi apapun. Sekarang engkau tahu sendiri suami tuan mu lebih hebat dan tidak perlu metode sekali klik!" goda Celestial She yang tiba-tiba muncul di samping Shuǐ Jīnglíng dalam posisi sudah duduk.
Tubuh Celestial She seukuran telapak tangan dan sama seperti Shuǐ Jīnglíng, tapi tubuhnya berupa energi spiritual, terlihat transparan. Dia melepaskan kesadarannya untuk pertama kali, selama ini dia terlalu malas melakukannya.
Shuǐ Jīnglíng menutup mulutnya dan rona wajah berubah merah, dia malu telah meremehkan Zhi Shimo. Dia melihat Celestial She sekilas dan kembali memperhatikan Zhi Shimo.
Shuǐ Jīnglíng tidak terkejut melihat Celestial She yang berubah menjadi tubuh kesadaran, sebab dia sudah sering melihat Tian Chun Hua melakukan hal yang sama.
Mereka tidak tahu jika Zhi Shimo mengandalkan dukungan dari 24 Galaksi Elemen untuk membantunya memurnikan energi Formasi Alami.
Tidak berselang lama, kekuatan Zhi Shimo segera naik satu level. Peningkatan ini akumulasi dari sebelumnya, sewaktu dia membuat lubang pada dinding Formasi Alami.
Kekuatan Zhi Shimo naik dari tingkat True Theta level 2 ke level 3. Setelah waktu satu dupa, Zhi Shimo naik level lagi...
Disaat Zhi Shimo berkultivasi, Celestial She bertanya-tanya kepada Shuǐ Jīnglíng seputar Tian Chun Hua dan keluarganya. Shuǐ Jīnglíng yang lama tidak berbicara jelas senang menceritakan tentang masa lalunya bersama Tian Chun Hua...
...****************...
Sekilas tentang penjaga inti Benua Qi, dia adalah pengganti leluhur Qi, namanya Qi Jin. Setelah kematian leluhur Qi, Qi Jin menggantikan posisi dikarenakan paling kuat dari para guru spiritual. Untuk menjadi leluhur Kerajaan Qi minimal setingkat Half Omega.
Semenjak kematian leluhur Qi, belum ada satupun yang melampuinya. Jarak antara Qi Cao dan Qi Jin sangatlah jauh, butuh waktu ribuan tahun untuk bisa mencapai tingkat Half Omega.
Saat ini Qi Jin duduk di tempat khusus bagi guru spiritual, dia duduk paling depan. Qi Jin memerintahkan kasim istana untuk memanggil Raja Qi dan para guru spiritual.
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama, Raja Qi tiba di istana, lalu berdatangan 18 Taois. Kemudian datang Qi Cao dan Qi Achin dengan tergesa-gesa. Baru pertama kali Qi Jin memanggil semua orang dalam waktu yang sama.
Setelah berkumpul semua, Qi Jin mengeluarkan sketsa wajah Zhi Shimo dan memperlihatkan kepada semua orang.
"Dia baru saja mencuri peninggalan leluhur kita yang paling berharga, Guci Air Mata Dewi ...," Qi Jin berhenti berbicara ketika semua orang mengeluarkan aura kekuatan.
Semua orang murka, terutama Qi Cao dan Qi Achin yang paling marah, mereka tidak menyangka orang yang diduga telah mati ternyata masih hidup.
"Sialan!? Keluarkan dekrit kerajaan untuk memerintahkan semua orang memburu orang asing itu!" murka Qi Cao yang meminta Raja Qi membuat surat perintah.
Mencuri Guci Air Mata Dewi, sama saja menjadi musuh bagi Dinasti Qi, bisa dikatakan musuh bagi semua penghuni Benua Qi. Dari semua orang yang marah, Taois Zhuge yang tetap tenang.
"Tenang dulu! Jika kalian emosi seperti ini, akan sulit berpikiran jernih!" redam Qi Jin.
Raja Qi bernapas lega setelah para guru spiritual menarik aura kekuatannya, banyak kasim istana dan para prajurit berlutut karena tekan aura kekuatan True Resonansi.
"Ada berita lain yang lebih besar...," kata Taois Zhuge kepada semua orang dengan nada yang menenangkan, "ada yang akan berkhianat dengan membukakan pintu bagi utusan Maharaja Yaksa. Berita ini disampaikan oleh Dewa Binatang...." lanjutnya dengan mengeluarkan giok perekam suara.
Semua orang seketika berdiri dari kursi dan kembali mengeluarkan aura kekuatan. Raja Qi menahan aura kekuatan True Resonansi dengan sekuat tenaga, dia merasakan tubuhnya menjadi berat dan leher tercekik.
"Tenang, sekali lagi kalian harus tenang!" cegah Qi Jin sambil mengeluarkan aura kekuatan Half Omega untuk menetralisir aura semua orang.
Siapapun pasti akan marah mendengar dua berita yang tidak pernah dipikirkan. Dicurinya Guci Air Mata Dewi saja sudah membuat kepala semua orang berasap, apalagi ada pengkhianat yang akan membukakan pintu bagi utusan Maharaja Yaksa.
Qi Jin duduk di sebelah Raja Qi, lalu dia melihat semua orang terlihat jelas dadanya naik turun menahan amarah.
"Dua berita ini datang hampir bersamaan... Kita harus segera buat keputusan dan membicarakan semuanya untuk menanggulangi dua hal ini. Pertama-tama, cari tahu siapa yang mencuri Guci Air Mata Dewi, siapakah Dewa Binatang yang memberikan informasi adanya pengkhianat ...," Qi Jin berhenti berbicara ketika Qi Cao mengangkat tangan tanda untuk menyela.
"Maaf Leluhur! Tolong ceritakan dulu bagaimana bisa Guci Air Mata Dewi dicuri, padahal Anda secara pribadi menjaganya?" selidik Qi Cao yang curiga, semua orang juga menatap wajah Qi Jin dengan curiga.
Siapapun pasti akan curiga seperti yang dipikirkan oleh Qi Cao. Dua berita hampir datang bersamaan, berita tentang adanya pengkhianat, setelah itu Guci Air Mata Dewi dicuri. Jika dua berita ini dikaitkan, maka Qi Jin akan menjadi tersangka utamanya. Adanya berita tentang pengkhianat bisa jadi hanyalah propaganda untuk pengalihan perhatian, lalu kesempatan ini digunakan oleh Qi jin untuk mengambil Artefak Alami.
Qi Jin menggunakan sketsa wajah Zhi Shimo yang sengaja dijadikan kambing hitam, dan itu sebagai alibinya. Dengan begini, maka Qi Jin akan terlepas dari tuduhan.
Wajar jika Qi Cao dan Qi Achin mencurigai Qi Jin, sebab mereka secara pribadi menyerang Zhi Shimo dengan kekuatan penuh dan tidak mungkin bisa selamat. Walaupun selamat, pada akhirnya juga akan mati seperti yang diperkirakan sebelumnya, mati di hutan dan dimakan oleh binatang buas.
Selain itu, Guci Air Mata Dewi terlindungi Formasi Alami dan siapapun tidak akan bisa masuk. Qi Cao memperkirakan, jika Qi Jin memiliki alat atau metode yang mampu menerobos masuk ke dalam Formasi Alami.
Sebelum Qi Jin berbicara, kasim istana memberikan giok perekam suara dari Taois Zhuge. Qi Jin menerimanya, lalu mengalirkan energi spiritual ke dalam giok.
__ADS_1
"Aku Dewa Binatang. Benua Qi tidak akan lagi damai... Karena ada beberapa orang yang berkhianat dengan membukakan jalan bagi Maharaja Yaksa. Hanya informasi ini yang bisa aku lakukan untuk membantu Benua Qi, selamat atau tidaknya kalian dari kekejaman Maharaja Yaksa, itu tergantung usaha kalian."
Terdengar suara Zhi Shimo yang menggema di dalam istana. Semua orang merenungi perkataan Zhi Shimo.
Disaat semua orang merenung, Taois Zhuge berbicara, "informasi ini berawal dari Kota Nanmen. Kebetulan cucuku ada disana. Mereka segera kembali untuk melaporkan kepadaku. Aneh bukan? Datangnya orang asing juga di wilayah provinsi Nanmen, lalu ada berita ini juga di wilayah yang sama...,"
Taois Zhuge berhenti berbicara untuk memberikan waktu bagi semua orang agar menelaah ucapannya.
"Saudara Cao dan saudara Achin, apakah Anda tidak melihat wajah orang asing waktu itu? Apakah sama dengan wajah di sketsa yang dibuat oleh Leluhur Qi Jin?" selidik Taois Zhuge kepada Qi Cao dan Qi Achin.
"Seperti yang saya ceritakan satu tahun lalu. Kami menyerang bersama-sama saat orang asing itu menggunakan skill kamuflase... Jujur, kami tidak melihatnya!" jawab Qi Cao.
"Aku mengerti...," ucap Taois Zhuge dan melihat Raja Qi, lalu melihat Qi Jin.
"Sketsa wajah pencuri Guci Air Mata Dewi sama dengan yang digambar oleh keponakan Kepala Desa Chang. Skill yang dimiliki oleh orang asing itu hampir sama seperti milik Serigala Malam yang bisa berubah wujud menjadi segala macam binatang. Menurut kalian, apa kesimpulannya dari yang baru saja saya katakan?" imbuhnya, lalu bertanya.
Semua orang memikirkan perkataan Taois Zhuge yang mudah dipahami.
"Maksud Anda, jika orang yang mencuri Guci Air Mata Dewi adalah Monster Lima Elemen yang berasal dari Alam Suci?" tebak Qi Jin.
"Bisa jadi...! Sekarang yang menjadi pertanyaan besar di hati ini... Bagaimana caranya Dewa Binatang bisa menyampaikan informasi ke Benua Qi?' jawab Taois Zhuge dan bertanya kepada semua orang.
"Anggap saja apa yang dikatakan oleh Dewa Binatang ini benar, lalu siapa yang menjadi pengkhianatnya?" kembali Taois Zhuge membuat semua orang berpikir, satu belum terjawab sudah ada pertanyaan yang lain.
"Ingat, Monster Lima Elemen adalah binatang peliharaan Maharaja Yaksa... Kalian tidak perlu berpikir lagi siapa yang mencuri Guci Air Mata Dewi, sudah pasti dia. Sekarang, yang harus dipikirkan juga, bagaimana caranya Monster Lima Elemen bisa masuk ke Benua Qi dan juga informasi dari Dewa Binatang? Ini yang harus kita tanggulangi bersama dan mencegah siapapun masuk dan keluar dari Benua Qi!" jelas Taois Zhuge panjang lebar dan kembali membuat semua orang berpikir dengan banyak pertanyaan.
Qi Jin dalam hati senang Taois Zhuge yang mengambil alih pembicaraan. Seandainya dia yang berbicara, kemungkinan besar Qi Cao dan semua guru spiritual sulit untuk mempercayainya.
Taois Zhuge sengaja mengambil alih pembicaraan, sebab semua orang sedang dalam kondisi emosi yang tidak stabil.
Sedangkan Raja Qi membuat dekrit kerajaan yang diperuntukkan bagi semua penghuni Benua Qi, dia meningkatkan hadiah bagi yang berhasil menangkap Monster Lima Elemen. Lalu dia mengeluarkan catatan sejarah tentang leluhur Qi, dimana ada catatan tentang celah spasial berlapis.
"Yang Mulia sekalian, ini adalah catatan yang dibuat oleh leluhur kita, didalamnya banyak catatan tentang lokasi celah spasial berlapis. Saya harap, setiap celah spasial dijaga ketat selama Monster Lima Elemen belum tertangkap. Tolong, saya dibantu dalam melindungi celah spasial...," ucap Raja Qi dengan sangat sopan kepada guru spiritual.
Raja Qi memberikan catatan sejarah milik leluhur Qi kepada Qi Jin. Lalu dia memberikan dekrit kerajaan kepada Kepala Kasim Istana.
Raja Qi melihat enam jenderalnya, lalu memberikan perintah, "karena Guci Air Mata Dewi dicuri dan tidak lagi memberikan Energi Alami, maka simpan separuh Energi Alami yang ada disetiap kolam. Kerahkan pasukan untuk mengantisipasi keributan yang akan terjadi!"
"Baik, Yang Mulia."
__ADS_1
Enam jenderal Kerajaan Qi segera berdiri dan meninggalkan istana. Kemudian, Kepala Kasim Istana membacakan isi dekrit kerajaan di luar istana agar didengar oleh semua orang yang berada di Benua Qi...
...****************...