Alam Tianwu

Alam Tianwu
Chapter 150. Kekejaman Shuǐ Jīnglíng.


__ADS_3

Chapter 150. Kekejaman Shuǐ Jīnglíng.


Seandainya Gan Hao dan Zhen Wangting tidak mengikuti perintah Dewa Perang, hidup mereka mungkin akan lebih lama, padahal mereka bisa menolaknya karena lebih kuat.


Tim Es Abadi segera keluar Balai Kota Gangnam, setelah tidak menemukan Zhi Xiancai dan ketiga rekannya. Lu Xu Pang bersama 16 temannya datang menemui Dewi Shiwu.


"Dewi, apa Anda melihat Zhi Xiancai?" tanya Lu Xu Pang.


Dewi Shiwu geleng-geleng kepala melihat Gan Hao dan Zhen Wangting tewas karena kebodohan, lalu dia melihat kakaknya dengan tatapan serius.


Bukannya menjawab pertanyaan Lu Xu Pang, dia berteriak keras kepada kakaknya, "Altar Pengorbanan rusak, cepat kita keluar dari Benua Qi!"


Dewa Perang mengumpat berkali-kali mendengar suara adiknya, dia segera memerintahkan pasukannya untuk mundur secara bergantian. Dengan teratur barisan belakang memasuki Kota Gangnam, lalu disusul barisan berikutnya.


Sisa pasukan yang menunggu giliran masuk, tetap bahu-membahu memblokir serangan wali penjaga kota dengan Formasi Kebangkitan Iblis Langit.


Taois Wong segera mengeluarkan Domain energi untuk memenjarakan Monster Lima Elemen yang akan ikut kabur. Dewa Perang yang melihatnya tampak tidak peduli, sebab Monster Lima Elemen hanyalah binatang terendah dan paling lemah di antara jenisnya.


Lu Xu Pang jelas terkejut disertai kepanikan, dia dan timnya paham ucapan Dewi Shiwu, dimana rencana mereka telah gagal, dia panik karena Zhi Xiancai dan ketiga rekannya belum ditemukan.


Sebelum Lu Xu Pang bertanya lagi, Dewi Shiwu berbicara, "cepat kalian keluar dari Benua Qi, kita akan kembali setelah bala bantuan datang!"


"Dewi, Zhi Xiancai--"


"Aku akan mencarinya, cepat kalian ke Altar Dimensi!" sela Dewi Shiwu sebelum Lu Xu Pang selesai berbicara.


Lu Xu Pang dan timnya dengan enggan mematuhi perintah Dewi Shiwu, mereka menuju ke Altar Dimensi yang berada di lapangan latihan prajurit Kota Gangnam.


Dewi Shiwu segera turun dari balkon untuk mengendalikan Formasi Ilusi, dia ingin menghambat kejaran Taois Wong dan wali penjaga Kota Nanmen. Dia terbang menuju ke pintu gerbang kota, lalu meletakkan bendera Formasi Array di pintu gerbang...


Taois Wong akhirnya berhasil menangkap Monster Lima Elemen yang ditinggalkan oleh Dewa Perang. Wali penjaga kota dan dua jenderal mengejar Dewa Perang yang telah masuk ke pintu gerbang Kota Gangnam, lalu disusul oleh pasukan Kerajaan Qi.


Dewa Perang meninggalkan lima puluh ribu prajurit untuk dijadikan tamengnya. Kemudian, Pasukan Delta melepaskan serangan bertubi-tubi ke arah pihak lawan yang mengejar pemimpinnya.


Boom boom boom...

__ADS_1


Rentetan ledakan energi ketika serangan saling berbenturan. Sedangkan Dewa Perang buru-buru menuju ke Altar Dimensi bersama Dewi Shiwu yang telah mengaktifkan Formasi Ilusi.


Taois Wong melihat bola energi yang berasal dari domain pribadinya, didalamnya terdapat Monster Lima Elemen yang telah berubah menjadi wujud aslinya sebagai Serigala Malam.


"Dia bukan orang yang selama ini kita ketahui, berarti orang asing itu masih berkeliaran di Benua Qi! Junior Yu, laporkan kepada pemimpin mu, biarkan aku yang menyelesaikan masalah di sini!" ujar Taois Wong dan memberikan perintah, dia memberikan bola energi kepada Qi Xiao Yu.


"Baik, Guru." Jawab Qi Xiao Yu sambil menerima bola energi dari Taois Wong, dia dan bawahannya segera naik ke kapal angkasanya.


Orang asing yang dimaksudkan oleh Taois Wong adalah Zhi Shimo. Sebelumnya, semua orang mengira Zhi Shimo adalah Monster Lima Elemen, kini sudah terbukti jika Zhi Shimo bukanlah Monster Lima Elemen.


Namun, dipikiran Taois Wong dan Qi Xiao Yu, dimana keberadaan Zhi Shimo sekarang? Lalu siapa itu Dewa Binatang yang memberikan informasi tentang kedatangan Dewa Perang ke Benua Qi?


Baru saja Qi Xiao Yu pergi, datang Qi Cao dan Qi Achin dengan tergesa-gesa, mereka segera menyusul Taois Wong yang membantu wali penjaga kota mengalahkan Pasukan Delta.


"Saudara Wong, putra Maharaja Yaksa telah mencuri Interstellar Fighter dan Intergalactic Plane, cepat tangkap dia!" teriakkan Qi Cao.


Taois Wong yang mendengar berita itu, langsung murka dan melepaskan pukulannya ke arah Pasukan Delta. Siapapun pasti akan murka mengetahui peninggalan leluhurnya dicuri, ini merupakan kejadian yang sangat memalukan serta menghancurkan harga diri Dinasti Qi...


Shuǐ Jīnglíng yang berada di Dunia Jiwa, melalui cermin dunia luar dia melihat Dewa Perang berniat untuk kabur melalui Altar Dimensi. Shuǐ Jīnglíng mengangkat tangan kanan ke arah cermin dunia luar, lalu keluar dari jari-jarinya energi spiritual untuk mengendalikan jaringan vena struktur tanah.


Banyaknya jaringan vena yang dikendalikan oleh Shuǐ Jīnglíng menembus Altar Dimensi, dia berniat untuk menghancurkannya. Altar Dimensi bergetar dan muncul retakan.


Dewa Perang berhenti di Altar Pengorbanan hanya untuk melihat mayat Gan Hao dan Zhen Wangting tinggal tulang belulang, dari tulang mereka mengeluarkan aura kekuatan Half Resonansi.


Tanpa pikir panjang, buru-buru Dewa Perang dan Dewi Shiwu melesat ke arah Altar Dimensi. Sesampainya di altar, mereka terkejut melihat retakan.


Boom...


Sayangnya, Altar Dimensi terburu meledak sebelum Dewa Perang dan Dewi Shiwu masuk ke lubang dimensi. Banyak prajurit yang berteriak kesakitan terkena serpihan batu tajam. Untung saja Lu Xu Pang dan timnya telah keluar dari Benua Qi, sehingga tidak mengetahui jika Altar Dimensi telah hancur.


Dewa Perang mengumpat berkali-kali karena tidak bisa kembali ke Alam Tianwu. Setelah tenang, dia mengeluarkan miniatur istana, lalu melemparkannya ke tanah. Miniatur tersebut berubah menjadi besar dan menghancurkan bangunan disekitarnya.


"Cepat kalian masuk!" perintahnya.


Segera Pasukan Delta yang tinggal separuhnya masuk ke dalam istana miniatur. Sedangkan Dewi Shiwu terlihat serius saat menatap ke arah pintu masuk gerbang Kota Gangnam, dimana ada dua orang yang memiliki kekuatan True Resonansi...

__ADS_1


Shuǐ Jīnglíng tertawa puas karena berhasil menghancurkan Altar Dimensi. Namun tawanya menghilang saat melihat istana miniatur yang indah, Shuǐ Jīnglíng tampak menginginkannya.


Sekali lagi dia mengendalikan jaringan vena struktur tanah, kali ini Shuǐ Jīnglíng berniat mengekstrak Pasukan Delta yang sudah berada di dalam istana miniatur.


Jaringan vena struktur tanah menembus tembok pertahanan yang mengelilingi istana, tujuan Shuǐ Jīnglíng agar bisa mengambil alih istana miniatur. Saat jaringan vena struktur tanah telah tertanam di dalam tembok istana, dia menghapus jejak spiritual milik Dewa Perang yang ada di istana miniatur.


Dewa Perang yang jejaknya dihapus jelas mengetahuinya, dia terbelalak ketika melihat istananya tiba-tiba menghilang. Demikian juga dengan Dewi Shiwu yang tidak bisa berkata-kata, kejadian hari ini telah membuat mentalnya jatuh.


Boom...


Formasi Ilusi akhirnya dihancurkan oleh Taois Wong, Qi Cao dan Qi Achin. Dengan segera Dewa Perang menarik pergelangan tangan adiknya, mereka berdua segera kabur melalui pintu gerbang belakang Kota Gangnam.


Kali ini Dewa Perang mengalami kegagalan dengan kerugian yang sangat besar, kehilangan Pasukan Delta, tidak dapat meningkatkan kekuatan. Dan yang terpenting, dia belum menyelesaikan tugasnya untuk mendapatkan Artefak Alami Guci Air Mata Dewi, tapi sudah gagal karena meremehkan penghuni Benua Qi.


"Kejar dia!" perintah Taois Wong kepada wali penjaga kota.


Jenderal Barat, Jenderal Timur dan pasukan Kerajaan Qi mengejar Dewa Perang yang menuju ke arah Pegunungan Kunlun. Sedangkan Taois Wong, Qi Cao, Qi Achin dan lima belas wali penjaga kota menghela nafas berat melihat penduduk Kota Gangnam dibantai oleh Dewa Perang.


Lalu mereka melihat para wanita muda dan tua yang disalib tanpa sehelai kain menutup tubuhnya. Taois Wong memerintahkan kepada murid-muridnya untuk menolong korban kekejaman Dewa Perang.


Mereka bertiga menuju ke kolam Altar Pengorbanan. Sekali lagi, mereka tidak mampu berkata-kata melihat tulang-tulang memenuhi kolam.


"Ini tidak bisa lagi dimaafkan!?" geram Taois Wong.


"Berlakukan situasi Siaga Penuh di seluruh Benua Qi, kepung Pegunungan Kunlun!" perintah Qi Cao kepada wali penjaga kota.


Tanpa banyak bicara, 15 wali penjaga kota segera membagi tugas, ada yang mengabarkan kepada Raja Qi Jianheng, mewartakan kabar kepada seluruh penghuni Benua Qi...


Sedangkan Shuǐ Jīnglíng tersenyum penuh kemenangan, dia memainkan istana miniatur sambil melihat Pasukan Delta berusaha keluar dari istana. Shuǐ Jīnglíng mengalirkan energi spiritual ke dalam Istana miniatur.


Jaringan vena yang berdiam di tembok istana segera menyerang Pasukan Delta tanpa bisa dihindari. Tubuh mereka seperti tertusuk ribuan jarum, lalu darah mereka tersedot ke dalam jaringan vena dan mengalir ke dalam kolam pemandian.


Shuǐ Jīnglíng belum menyadari jika dirinya sedang diperhatikan oleh Zhi Shimo yang geleng-geleng kepala, lalu dia kembali memejamkan mata untuk berkultivasi.


Zhi Shimo tidak menyangka Shuǐ Jīnglíng seperti dirinya yang pernah memusnahkan dua ras. Empat Naga tua yang melihat cermin dunia luar, hanya bisa tersenyum masam mengetahui tuannya memiliki wanita yang lebih kejam dari Celestial She.

__ADS_1


"Dibalik kepolosannya tersimpan kebrutalan!" ujar Fucang Long yang merasa makin terintimidasi oleh Shuǐ Jīnglíng dan Celestial She.


Celestial She saja sudah membuat empat Naga tua tidak berkutik, kini ditambah Shuǐ Jīnglíng...


__ADS_2