Alam Tianwu

Alam Tianwu
Chapter 195. Dewi Shiwu.


__ADS_3

Chapter 195. Dewi Shiwu.


...****************...


Di Benua Qi.


Di Shiyi Yecha dan Dewi Shiwu selalu berpindah-pindah tempat karena diburu oleh penduduk Benua Qi. Saat ini mereka berdua sedang menunggu bala bantuan dari Alam Suci.


Hebatnya Di Shiyi Yecha dan Dewi Shiwu, mereka selalu lolos dari kepungan para wali penjaga kota, bahkan para Taois juga bisa dikelabui. Lebatnya Pegunungan Kunlun menjadi alasan yang membuat mereka berdua selalu berhasil lolos dari kejaran.


Selain itu, mereka juga memiliki jubah persembunyian; mampu menyembunyikan aura, tubuh dan aroma. Jubah tersebut dibuat dari kulit binatang Monster Lima Elemen yang telah mati. Berkat itulah Di Shiyi Yecha dan Dewi Shiwu berhasil meloloskan diri.


Selama melarikan diri seperti penjahat, mereka selalu bertanya-tanya, siapa orang yang membuat rencana mereka berantakan, bahkan dituduh telah mencuri Artefak Alami, yaitu Guci Air Mata Dewi.


Ya, misi mereka menuju ke Benua Qi memang untuk mengambil Guci Air Mata Dewi, tapi baru saja berada di Benua Qi sudah mengalami kerugian besar. Belum mendapatkan Guci Air Mata Dewi, sudah dituduh mengambilnya. Yang membuat Di Shiyi Yecha makin pusing, karena Dewi Shiwu selalu saja menyalahkan dirinya yang gagal menguasai Benua Qi.


Saat ini hari menjelang malam, hari yang selalu dinantikan oleh si Dewa Perang dan Dewi Shiwu. Setelah malam, mereka bisa beristirahat setelah seharian dikejar layaknya binatang buruan.


Di lubang pohon besar, Dewa Perang dan Dewi Shiwu berdebat tentang masalah yang sama. Sebagai seorang kakak, Dewa Perang hanya bisa diam jika adiknya marah-marah.


"Lebih baik kita berpisah, berkumpul akan mempermudah mereka menangkap kita. Dua hari sebelum bala bantuan datang, kita berkumpul dititik yang telah di tandai!" saran Dewi Shiwu, dia sebenarnya lelah hidup dikejar-kejar seperti penjahat.


Mereka berdua telah meletakkan Altar Dimensi sebagai pintu masuk bala bantuan. Altar tersebut bisa digunakan jika terhubung dengan altar dimensi yang dibawa oleh bala bantuan dari Alam Suci.


"Terserah kamu... Kamu juga sudah dewasa dan mampu menjaga diri!" jawab Dewa Perang dengan nada ketus.


Tanpa banyak bicara, Dewi Shiwu keluar dari lubang pohon. Sedangkan Dewa Perang duduk bersila untuk bermeditasi, dia butuh waktu sendiri untuk merenung.


Dewi Shiwu telah jauh dari tempat persembunyiannya, lalu dia mengeluarkan Pil Perubahan Wujud untuk menyamar. Dalam sekejap mata, Dewi Shiwu berubah menjadi wanita dewasa, dia menyamar sebagai penduduk Benua Qi, yaitu sebagai Nyonya Lun.


Setelah itu, dia mengeluarkan peta lokasi keberadaan celah spasial yang ada di Benua Qi. Peta tersebut didapatkan dari Nyonya Lun tanpa sepengetahuan kakaknya, bahkan Pil Perubahan Wujud juga tidak diketahui.


Setelah melihat lokasi celah spasial terdekat, dia menyimpan petanya dan terbang rendah menuju ke celah spasial terdekat. Setelah beberapa saat terbang, dia segera mendarat di batang pohon saat melihat beberapa orang mendekat ke arahnya, mereka melihat kekuatan tingkat True Delta.


Untungnya Dewi Shiwu menggunakan jubah penyamaran dari kulit binatang Monster Lima Elemen, sehingga kekuatan tingkat Delta tidak mengetahuinya yang sedang bersembunyi.


Setelah kekuatan True Delta jauh, Dewi Shiwu kembali bergerak menuju ke kedai. Tidak jauh dari lokasi terakhir, dia kembali berhenti dan segera bersembunyi, sebab kultivator True Delta sedang menuju ke arahnya.


Lokasi yang dituju oleh Dewi Shiwu merupakan tempat kedai pinggir jalan, tempat berkumpulnya Nyonya Lun dan bawahannya, atau lokasi dimana Zhi Shimo mengetahui rencana Mansion Dewi Kesenangan yang ingin menangkap Raja Qi.


Melalui ruang bawah tanah tersebutlah Nyonya Lun meninggalkan Benua Qi bersama bawahannya.


Setelah beberapa kali berhenti karena banyak orang yang memburunya, Dewi Shiwu keluar dari wilayah Pegunungan Kunlun, dia kini berada dekat dengan Kota Kunlun.

__ADS_1


Karena ingin beristirahat di tempat yang layak, dia memutuskan untuk tinggal sementara di Kota Kunlun, dia tidak tahu jika Nyonya Lun sangat terkenal di Kota Kunlun.


Setelah melewati penjagaan ketat, Dewi Shiwu masuk ke Kota Kunlun, dia bernapas lega bisa melihat toko pakaian, makan dan segala kebutuhan hidup bisa dilihat lagi. Selama dalam pengejaran, dia selalu merindukan tempat yang nyaman.


Tidak pernah Dewi Shiwu mengalami hal seperti ini seumur hidupnya, karena itu dia selalu menyalahkan kakaknya yang tidak berhasil menguasai Benua Qi.


"Hei... Kamu, berhenti!" perintah seorang pria saat melihat orang yang menggunakan jubah yang menutupi kepala dan sekujur tubuh.


Seketika jantung Dewi Shiwu berdebar-debar, dia perlahan membalikkan badan, lalu melihat empat prajurit Kota Kunlun yang sedang berpatroli sedang mendekatinya.


"Lepaskan penutup kepalamu!" perintah salah satu prajurit yang ingin melihat wajah orang yang terlibat mencurigakan


Dewi Shiwu menarik napas panjang dan menghembuskan secara perlahan untuk menenangkan hati, lalu dia menutup kain pelindung kepalanya.


Melihat wajah Nyonya Lun, spontan empat prajurit Kota Kunlun membungkuk. Salah satu dari mereka berbicara dengan gemetaran.


"Maa... maafkan kami, Nyonya Lun!"


Walaupun Dewi Shiwu terkejut dengan sikap empat prajurit, dia tetap tenang. Dia menduga Nyonya Lun disegani banyak orang, dia merasa pilihannya tepat untuk menyamar sebagai Nyonya Lun.


"Kawal aku menuju ke penginapan biasanya!" perintah Dewi Shiwu yang menyamar suaranya seperti Nyonya Lun.


"Baik, Nyonya Lun!"


Dewi Shiwu menikmati hidupnya di Kota Kunlun selama tiga hari. Selama itu, tidak ada yang berani mendekatinya, sebab reputasi Nyonya Lun yang terkenal penyuka pria muda untuk diserap energi Yang nya. Siapapun pria sudah pasti takut dengan Nyonya Lun.


Baru di hari keempat, Dewi Shiwu menuju ke arah kedai pinggir jalan. Setelah sampai, kedai tersebut sudah berantakan, tapi dia yang telah mendapatkan petunjuk dari Nyonya Lun, dengan mudah menemukan pintu masuk ke ruang bawah tanah.


Tidak butuh waktu lama, Dewi Shiwu berada di ruang bawah tanah, lalu dia mengeluarkan alat yang mampu mendeteksi persembunyian celah spasial. Alat tersebut bentuknya seperti tripod, mengeluarkan cahaya di ujungnya saat dialiri energi spiritual.


Setelah alat tersebut menyala, terlihat samar-samar di kegelapan tiga fluktuasi energi disetiap sudut ruangan dan membuat Dewi Shiwu kebingungan. "Yang mana celah spasial ke Alam Tianwu?" gumamnya yang ingin tinggal di Mansion Dewi Kesenangan sampai bala bantuan datang.


Dewi Shiwu memilih celah spasial di sudut yang dekat dengan tempat duduk Nyonya Lun, lalu dia kembali menyimpan alat pelacak celah spasial. Setelah itu, dia merobek celah spasial dan masuk ke dalamnya.


Saat masuk, dia terkejut melihat pintu gerbang yang sangat besar, Dewi Shiwu tidak tahu jika itu adalah pintu Gerbang Neraka. Pintu gerbang tersebut langsung menyedot tubuh Dewi Shiwu yang baru saja masuk.


Dewi Shiwu hanya bisa teriak tanpa bisa mencegah tubuhnya yang terhisap ke dalam pintu gerbang...



...****************...


Di Satelit Mata Air, Shuǐ Jīnglíng meramu Pil Kultivasi dengan bahan utama Buah Suci tingkat Peri. Zhi Shimo memperhatikan Shuǐ Jīnglíng dari awal meramu pil, dia tidak sedikitpun melewatkan prosesnya

__ADS_1


"Tidak jauh beda dengan dari peringkat Celestial Supreme, hanya tentang pemahaman karateristik setiap bahan-bahannya, kendali, dan energi spiritual. Karena itu, setiap peringkat profesi mengikuti acuan basis kultivasi dan pemahamannya," kata Shuǐ Jīnglíng sambil meramu pil yang akan membentuk bulatan.


Dalam meramu pil, Shuǐ Jīnglíng tidak menggunakan tungku, melainkan menggunakan telapak tangan sebagai pengganti tungku, dengan cara menggunakan energi spiritualnya. Zhi Shimo selalu mengangguk paham setiap kali Shuǐ Jīnglíng memberikan penjelasan.


Selain Zhi Shimo, istrinya, Permaisuri Fen dan Feng Bian Ai juga memperhatikan Shuǐ Jīnglíng. Sedangkan Naga tua dan Fung Feng masuk ke dalam Dunia Jiwa.


Sebelumnya, mereka telah selesai memasukkan semua Pohon Buah Suci, tanaman roh dan apapun yang berharga ke dalam Dunia Jiwa. Atas permintaan Zhi Shimo, di hari kelima Shuǐ Jīnglíng memberikan pengetahuannya dalam meramu pil.


Tiba-tiba, planet Ghoul terjadi pertempuran sengit, jutaan Fiend Spirit melawan satu orang yang memiliki kekuatan tingkat True Delta level 34. Dari Satelit Mata Air, Zhi Shimo melihat apa yang sedang terjadi, demikian juga dengan wanitanya yang melihat ke planet Ghoul.


Zhi Xiancai dan ketiga sahabatnya terkejut melihat siapa orang yang melawan jutaan Fiend Spirit, yang tidak lain adalah Dewi Shiwu. Mereka berempat melihat Zhi Shimo, berharap mau menolong Dewi Shiwu.


"Siapa dia?" tanya Kun Ashi yang tidak kenal dengan Dewi Shiwu, dia khawatir saat melihat wajah cantik Dewi Shiwu akan menarik perhatian suaminya.


"Oh dia... Shiwu Yecha, Putri penguasa Alam Suci yang ke-15, Putri dari Maharaja Yaksa!" sahut Celestial She sambil melirik Kun Ashi.


"Apa kalian sudah bertemu dengannya?" selidik Kun Ashi sambil melihat Zhi Shimo.


"Aku pernah melihatnya, tapi tidak kenal!" jawab Zhi Shimo dengan jujur.


Memang Zhi Shimo dan Dewi Shiwu tidak saling kenal, bertatap muka saja tidak pernah. Zhi Shimo tahu Dewi Shiwu saat melihat melalui cermin sihir milik Nyonya Lun, dan saat berada di Kota Gangnam.


Seketika Kun Ashi mengembangkan senyuman bahagia. Baru saja merasa lega, Kun Ashi kembali cemberut saat Zhi Xiancai berbicara kepada Zhi Shimo, "suami, tolong dia! Kakak angkat hanyalah korban ketidaktahuan!"


"Apakah semua orang yang kesusahan harus suami kita yang menolongnya? Sial atau tidak itu sudah nasibnya! Buat apa suami kita menolongnya?" sahut Kun Ashi dengan nada ketus.


"Saudari, kamu tidak kenal dia, jadi tidak tahu apa yang dialaminya! Walaupun dia tega melihat orang lain dalam kesusahan, dia sebenarnya baik dan mudah turun tangan saat tidak ada pihak keluarga di dekatnya!" terang Zhi Xiancai agar Kun Ashi tidak salah paham dan berpikir negatif tentang Dewi Shiwu.


"Kekuatannya lebih tinggi dari suami kita, biarkan saja dia sekuat tenaga untuk melawan Fiend Spirit!" sela Kun Ashi sebelum Xiao Bihai menyambung perkataan Zhi Xiancai.


"Tapi kakak angkatku seperti kita yang lemah dalam hal kekuatan jiwa... Dia dan kita adalah keluarganya juga!" jelas Zhi Xiancai yang membela Dewi Shiwu.


Di saat Kun Ashi dan Zhi Xiancai berdebat, Zhi Shimo memikirkan tentang Dewi Shiwu yang muncul di planet Ghoul, apakah ada pintu Gerbang Neraka di Benua Qi? Jika Dewi Shiwu ada di sini, pastinya Di Shiyi Yecha juga ada!


Zhi Shimo mengaktifkan Mata Langit untuk mencari keberadaan Di Shiyi Yecha. Setelah beberapa waktu mencari, dia tidak menemukan Di Shiyi Yecha di planet Ghoul.


Permaisuri Fen segera menengahi Kun Ashi yang terus berdebat dengan Zhi Xiancai, dia berkata, "lebih baik keputusan ini diserahkan kepada Zhi Shimo!"


Kun Ashi dan Zhi Xiancai segera berhenti berdebat, mereka melihat Zhi Shimo yang tampak santai melihat Dewi Shiwu dikepung oleh Fiend Spirit.


Sebelum Zhi Shimo menjawab, Celestial She terlebih dahulu berbicara, "True Delta bermanfaat bagi kamu saat berkultivasi ganda!"


Sontak wajah Kun Ashi menjadi merah karena marah, dia tidak mau ada wanita lagi yang menjadi bagian keluarga besar Zhi Shimo, saat ini saja dia tidak bisa berduaan, apalagi menambah satu orang. Belum lagi jika ada Yuna Aurora dan Tim Seribu Malam, maka dia makin tidak ada waktu untuk berduaan.

__ADS_1


Permaisuri Fen, Shuǐ Jīnglíng, Feng Bian Ai menahan tawanya ketika melihat Kun Ashi yang ingin marah kepada Celestial She...


__ADS_2