
Chapter 42. Burung Phoenix Ekor Sembilan.
Baru seribu meter lebih berjalan, Zhi Shimo dan timnya mendengar suara pekikan burung serta desisan ular. Zhi Shimo segera melompat ke batang pohon dan diikuti oleh Yuna Aurora beserta timnya.
Zhi Shimo sengaja tidak berjalan di tanah dikarenakan setiap langkah bisa dirasakan oleh binatang mistik. Dipimpin oleh Zhi Shimo yang melompat dari batang pohon ke pohon lainnya dengan lincah, lalu diikuti oleh timnya.
Kemudian, disaat dekat dengan lokasi sumber suara keributan, Zhi Shimo berhenti di batang pohon besar, ketika melihat dua binatang mistik jenis burung Phoenix Magma ekor sembilan dan Ular Cobra yang memiliki lima kepala bertarung dengan sengit, ini ibarat pertarungan dua penguasa udara dan daratan.
Semua orang juga ikut berhenti dan terkejut dengan rasa takut saat melihat dua binatang mistik yang bertarung di daratan luas.
Dua hal yang membuat pemburu siluman takut dengan dua binatang mistik itu; kekuatannya berada di tingkat Celestial Immortal, burung Phoenix unggul diudara serta memiliki api yang panas dan Ular unggul dalam hal racun yang mematikan serta mampu membutakan mata lawan.
"Bahaya!!" seruan semua orang yang mengenali dua binatang mistik itu.
"Kita kembali saja... Hari yang kurang beruntung baru disini sudah menemui mereka!" ajak Xu Huang yang ketakutan dengan dua binatang mistik, binatang yang selalu dihindari oleh pemburu siluman.
Berbeda dengan Zhi Shimo dan Yuna Aurora yang tidak takut dengan kedua binatang itu. Kemudian Zhi Shimo melihat kebelakang dan terkejut saat jalan setapak telah berubah menjadi hutan.
"Tidak bisa kembali ... Lihat dibelakang kalian!" sahut Zhi Shimo dan kembali melihat pertarungan dua binatang mistik.
Semua orang melihat kebelakang dan terkejut, lalu terdengar suara helaan nafas berat. Kemudian, semua orang kembali melihat pertarungan dua binatang mistik.
"Apa yang harus kita lakukan? Jika terus berada di sini, mereka akan mengetahui keberadaan kita!" tanya Yusan kepada Zhi Shimo dan Yuna Aurora.
Zhi Shimo terdiam sejenak untuk memikirkan cara menangani kedua binatang mistik, dia sebenarnya ingin memberikan cincin perlindungan kepada timnya, namun dia khawatir diketahui oleh pengawas Konferensi Tianwu, sebab untuk membuat cincin perlindungan mengharuskan seorang ahli Smelting memiliki kekuatan tingkat Ancient God (Celestial Supreme). Dan, Zhi Shimo baru memiliki kekuatan Crossing Tribulation, jelas dia akan didiskualifikasi dari Konferensi Tianwu yang telah berbuat curang.
Ingin memasukkan timnya kedalam cincin dimensi, tapi Zhi Shimo juga tidak berani jika berada di luar. Seandainya mereka berada di dalam kamar, Zhi Shimo tidak akan ragu memasukkan timnya kedalam cincin dimensi.
Hanya ada satu cara untuk menghindari kedua binatang mistik, yaitu membuat Formasi Perlindungan. Namun, Zhi Shimo memutuskan untuk mengajak timnya melawan mereka bersama-sama, karena ini juga bagus untuk melatih kekompakan dan mengasah keterampilan bertarung.
"Apakah Api Semesta bisa mengatasi mereka?" tanya Zhi Shimo kepada Yuna Aurora sebelum mengatur strategi.
Yuna Aurora geleng-geleng, lalu dia menjelaskan, "Api Semesta memang unggul dari semua api, tapi jika lawannya dua tingkat lebih kuat itu tidak akan berpengaruh."
Ya, apa yang dikatakan Yuna Aurora memang benar, itu berlaku untuk semua jenis api di alam semesta. Semakin rendah peringkat jenis api, semakin sedikit pengaruhnya terhadap lawan yang lebih kuat. Sedangkan Yuna Aurora hanya memiliki kekuatan Crossing Tribulation dan kedua binatang mistik berada di tingkat Celestial God.
Setelah kultivator menjalani Kesengsaraan Petir, dia akan menerobos ke Tahap Kultivasi Dunia Abadi, dimana dibagi menjadi enam tingkatan; Earth Immortal, Celestial Immortal, Profound Immortal, Golden Immortal, Great Principle Golden Immortal dan Supreme Immortal. Setiap tingkat harus melewati satu level sampai sepuluh level untuk menerobos ketingkat berikutnya.
Zhi Shimo mengangguk paham, lalu dia melihat tim yang berjumlah enam belas orang, sudah termasuk dirinya.
"Kita akan lawan mereka setelah salah satu dari kedua binatang itu kalah. Sekarang... Kalian berpasangan dan memisahkan diri dengan jarak tiga meter antara kita...," pinta Zhi Shimo dan mengeluarkan lima belas bendera Formasi, lalu membagikan bendera itu kepada timnya, setiap orang satu bendera.
__ADS_1
"Bendera Formasi ini akan melindungi kalian sebanyak tiga kali jika ada serangan mendadak, alirkan energi spiritual kedalamnya dan selipkan di pinggang atau punggung kalian...," imbuhnya dan menjelaskan secara singkat kegunaan bendera Formasi.
Dengan senang hati semua orang menerimanya, lalu mengalirkan energi spiritual kedalam bendera Formasi. Bendera Formasi itu sedikit mengeluarkan cahaya, lalu mereka menyelipkannya di pinggang.
Kemudian, mereka segera memilih pasangan dan memisahkan diri dengan jarak tiga meter dengan yang lainnya. Zhi Shimo berpasangan dengan Yuna Aurora, Yusan dan Ming Yun, Xu Huang dan Juan Rou, She Xia dan She Jinjing, Putri Niu dan Lu Guniang, Shima Yao dan Bai Nuan, Juan Fangsu dan Pang Shui yang ternyata adalah putri dari penguasa Galaksi Mata Hitam, dan terakhir adalah Pang Heng dan Pang Hong yang juga putra dari penguasa Galaksi Mata Hitam.
"Setelah salah satu binatang itu kalah, aku akan bergerak dulu!" atur Zhi Shimo kepada timnya dengan komunikasi telepati.
Semua orang mengangguk paham, sebab Zhi Shimo yang paling kuat diantara mereka dan kedua adalah Yuna Aurora yang terkuat.
Boom...
Burung Phoenix ekor sembilan memuntahkan bola api kepada Ular Cobra lima kepala, ledakan pun terdengar keras ketika tubuh Ular Cobra terkena bola api. Ular Cobra itu terpental dan segera kabur dengan cepat sebelum burung Phoenix menyerang lagi.
Pekikan burung Phoenix ekor sembilan yang bangga telah mengalahkan musuhnya, lalu dia melihat sekelilingnya yang menjadi berantakan. Lalu kedua mata burung Phoenix mengunci tubuh Zhi Shimo yang bersembunyi di balik pepohonan.
"Kita ketahuan...!" ucap Zhi Shimo dan langsung melesat ke arah burung Phoenix sebelum diserang, "FIREFLY BLAST ENERGI!" teriakannya yang mengeluarkan skill.
Kemudian bermunculan delapan ratus bola energi Kunang-kunang yang mengepung burung Phoenix itu. Burung Phoenix segera mengepakkan sayapnya untuk menghancurkan energi Kunang-kunang.
Boom... Boom...
Yuna Aurora segera bergerak setelah Zhi Shimo membuat burung Phoenix kehilangan keseimbangan. "DRAGON FIRE FIST!" Teriakan Yuna Aurora dengan melepaskan pukulan yang terselimuti Api Semesta.
Pukulan Yuna Aurora berubah menjadi seekor Naga Api yang meliuk-liuk dan melesat ke arah burung Phoenix. Kemudian semua tim pun bergegas menyerang secara bersamaan, mereka mengeluarkan skill andalannya yang paling kuat.
Boom... Boom...
Kembali rentetan suara ledakan terdengar, ketika semua serangan mengenai tubuh burung Phoenix. Burung Phoenix tidak mampu bereaksi cepat, dikarenakan kepalanya merasakan pusing ketika terkena gelombang kejut kekuatan jiwa.
Bang...
Burung Phoenix pun terjatuh dengan keras, lalu dia segera mengepakkan sayapnya sebelum diserang kembali. Zhi Shimo segera mengeluarkan Firefly Blast Energi, dan kembali bermunculan energi Kunang-kunang mengepung burung Phoenix.
Pekikan burung Phoenix dengan mengepakkan sayapnya untuk kabur, namun Zhi Shimo mengendalikan bola energi Kunang-kunang untuk mengejar.
Boom... Boom...
Delapan ratus bola energi Kunang-kunang meledak sebelum burung Phoenix menjauh. Sayangnya, burung Phoenix lebih cepat kabur sebelum terkena gelombang kejut.
"Humph! Sayang sekali dia kabur!" sesal Zhi Shimo yang tidak berhasil menjinakkan burung Phoenix, padahal tinggal sedikit lagi burung Phoenix dikalahkan.
__ADS_1
Yuna Aurora dan tim juga ikut kecewa telah gagal mendapatkan buruan, sambil melihat burung Phoenix terbang menuju puncak gunung besar, Gunung Jiuhua.
Gunung Jiuhua secara harfiah berarti “Sembilan Gunung Agung”. Gunung ini adalah rumah bagi gua-gua kuno, air terjun, pinus tua, sungai, dan tumbuh-tumbuhan bambu yang rindang. Gunung Jiuhua banyak dihuni binatang mistik dan sedikit siluman yang mau menepatinya.
Setelah pertarungan, semua orang memeriksa sekitarnya, ternyata mereka telah melewati hutan Lembah Seribu Siluman, dan saat ini berada di daratan padang rumput.
"Siapa yang hafal dengan tempat ini?" tanya Zhi Shimo kepada timnya.
Semua orang geleng-geleng tanda tidak tahu, lalu Yuna Aurora berkata mewakili timnya, "baru kali ini kita berada di sini, jika di Lembah Seribu Siluman kebanyakan kita pernah menjelajahinya, walaupun tidak secara menyeluruh."
Zhi Shimo mengangguk mengerti, lalu dia mengaktifkan Mata Langit untuk melihat keseluruhan wilayah yang baru dipijak. Setelah hutan Lembah Seribu Siluman adalah daratan padang rumput. Setelah padang rumput dan sebelum menuju ke Gunung Jiuhua, terlebih dahulu harus melintasi sungai besar yang memisahkan dua tempat.
Setelah melintasi sungai besar dan jika berniat memburu binatang mistik di Gunung Jiuhua, maka seseorang harus melewati hutan belantara yang lebih lebat dari hutan Lembah Seribu Siluman.
"Kita berburu binatang mistik saja daripada berburu siluman, lagian jalan ke Lembah Seribu Siluman telah menghilang!" saran Pang Shui kepada semua rekannya.
"Gunung Jiuhua lebih mengerikan dari Lembah Seribu Siluman, sedikit siluman tapi memiliki kekuatan yang mengerikan, belum lagi dengan binatang mistik yang banyak dan juga kuat!" sahut Putri Niu.
Semua orang membenarkan ucapan Putri Niu, sebab mereka baru saja berhadapan dengan burung Phoenix yang kuat, untungnya saja ada Zhi Shimo, sehingga mampu membuat burung Phoenix ketakutan.
"Kembali saja ke Lembah Seribu Siluman dengan terbang dan tidak perlu berjalan!" celetuk Xu Huang yang enggan jika berburu di Gunung Jiuhua, dia lupa jika takut ketinggian.
"Ya sudah, kita kembali saja!" dukung Pang Shui, dia sebenarnya ingin berburu di Gunung Jiuhua.
Akhirnya semua orang kembali ke Lembah Seribu Siluman dengan terbang, namun mereka hanya bisa terbang setinggi seribu meter, lebih dari itu tubuh mereka merasakan tekanan kuat.
Saat melintasi hutan Lembah Seribu Siluman, Zhi Shimo dan timnya melihat sebuah kawah yang berlubang, padahal sebelumnya saat berjalan melewati hutan tidak melihatnya. Mereka pun melewati lubang kawah yang tampak tidak berbahaya.
Namun, saat berada di tengah lubang kawah, lubang ditengahnya seakan-akan menghisap tubuh Zhi Shimo dan semua orang.
"Jangan sampai tersedot!!" teriakan Zhi Shimo yang berada di depan bersama Yuna Aurora, dia segera mengubah arah.
Semua orang dengan sekuat tenaga menjauhi lubang kawah. Sayangnya, lubang kawah itu makin kuat daya hisapnya dan membuat Zhi Shimo dan timnya ketarik ke kawah.
"Arghh...!!"
Teriakan semua orang yang akhirnya tidak mampu melawan daya hisap lubang kawah, mereka pun masuk kedalamnya.
Zhi Shimo dan timnya memasuki lubang kawah dan melihat ratusan lorong yang mirip seperti labirin. Zhi Shimo segera menarik tangan Yuna Aurora dan Shima Yao yang paling dekat agar tidak terpisah.
Sayangnya, daya hisap lorong lebih kuat dari lubang kawah, mereka pun terpisah dengan memasuki lorong yang berbeda-beda. Dan, tidak ada yang tahu akan menuju kemana setelah melintasi lorong.
__ADS_1