Alam Tianwu

Alam Tianwu
Chapter 103. Kembali Ke Alam Tianwu.


__ADS_3

Chapter 103. Kembali Ke Alam Tianwu.


Disaat ratusan ribu prajurit burung menyerang Zhi Shimo dengan segala kemampuan, tiba-tiba di atas Gunung Jīngshén muncul awan hitam yang mengeluarkan serat-serat petir. Lalu disusul luapan energi kuat yang berasal dari tubuh Zhi Shimo yang menghempas semua prajurit burung, dan terlihat jelas mereka ketakutan saat merasakan kekuatan tingkat Half Alfa.


Lalu suara guntur memekakkan telinga dan menyambar sekitar Gunung Jīngshén. Para prajurit burung segera kabur dengan ketakutan yang teramat, mereka tidak mau merasakan rasa sakit, rasa sakit yang akan selalu membebani psikologisnya.


Zhi Shimo membuka mata dan melihat ke atas, dia melihat Kesengsaraan Petir peringkat keempat, Kesengsaraan Petir Kuno.


"Apakah aku akan bertemu lagi dengan Universe Lightning God Partikel?" tanya Zhi Shimo kepada Galaksi Asal Muasal.


"Belum waktunya, Penguasa."


Zhi Shimo menghela nafas lega, lalu dia segera keluar dari dasar kawah dan melihat Perapian Air Suci telah menjadi air, lalu dia merasakan Gunung Jīngshén bergemuruh, tanda akan terjadinya letusan.


Zhi Shimo terbang ke langit dengan sangat cepat, para prajurit burung hanya melihat dan tidak berniat untuk mengejarnya, dia berhenti ketika ketinggian mencapai 2.000 meter.


Long De Yuze, Naga Samudera generasi ke-18, Long De Sun dan Long De Qiu melihat Zhi Shimo melayang ke langit, selalu terdengar helaan nafas panjang tanpa mengucapkan sepatah kata.


...****************...


Munculnya Kesengsaraan Petir peringkat keempat membuat semua Kitab Suci terkejut, mereka segera mengalihkan pandangannya ke Dunia Mistik. Selain Kitab Suci dan penghuni Dunia Mistik yang mengetahui Kesengsaraan Petir, tidak ada penguasa maupun peserta yang tahu, sebab Alam Tianwu dibatasi oleh Formasi 12 Bintang.


"Orang pilihanmu memang luar biasa!" kata Kitab Suci Nebula yang mengangumi Zhi Shimo.


"Keberuntungan menemukan bakat sepertinya!" sahut Kitab Suci Kelahiran dan sedikit ada nada bangga.


Wajar Kitab Suci Kelahiran berbangga hati karena di Galaksi Kelahiran terlahir seseorang yang berbakat. Selama diadakannya Konferensi Tianwu, Galaksi Kelahiran hanya mampu menduduki peringkat dibawah 100 dan jelas memalukan baginya.


"Dia orang kedua yang menjalani Kesengsaraan Petir Kuno," ucap Kitab Suci Celosia.


"Dewa Petir yang pertama, kan?" sahut Kitab Suci Andromeda.


"Tepat! Sayangnya, dia harus menerima hukuman dari Kaisar Langit untuk menjadi penjaga Gate Ancient Lightning sebagai bentuk penebusan dosa!" jawab Kitab Suci Celosia.


Dewa Petir pertama yang dibicarakan oleh Kitab Suci adalah Lei Li-Liang, cicitnya menjadi salah satu peserta Konferensi Tianwu yang bernama Lei Ziran dan masih menduduki peringkat pertama.


Lei Li-Liang satu-satunya pria yang berani melawan Maharaja Yaksa, dimana kisah masa lalunya begitu memalukan bagi penguasa kedua dan sekaligus menghebohkan Alam Suci. Kesalahan terbesar Lei Li-Liang adalah banyaknya membunuh kehidupan yang tidak berdosa demi meningkatkan kekuatan untuk menyelamatkan kekasih gelapnya, yang tidak lain istri kesayangan Maharaja Yaksa.


Sayangnya, belum sempat bertarung dengan Maharaja Yaksa, Lei Li-Liang lebih dulu ditaklukkan oleh anak buah musuhnya. Sebelum dieksekusi mati oleh Maharaja Yaksa, Kaisar Langit turun tangan untuk menyelamatkannya. Tapi sebagai gantinya, kekasih gelap Lei Li-Liang jiwanya harus dimusnahkan.


Secara pribadi Maharaja Yaksa membunuh istri kesayangannya, agar dimasa depan tidak kembali bereinkarnasi dan membuat keributan di alam semesta.


"Menurut kalian, apakah Dewa Binatang akan bernasib sama jika berseteru dengan Maharaja Yaksa?" tanya Kitab Suci dari Galaksi Arcadia.

__ADS_1


"Atau justru sebaliknya...! Kita tahu Dewa Binatang memiliki kemampuan yang tidak dimiliki oleh siapapun, bahkan Maharaja Yaksa sampai harus mengirimkan murid-murid Kuil Mata Dewa untuk berpartisipasi dalam Konferensi Tianwu, apakah kalian tidak menebak apa tujuannya?" sahut Kitab Suci dari Galaksi Petir.


Semua Kitab suci terdiam untuk memikirkan tujuan Maharaja Yaksa sambil melihat Petir Kuno telah menyambar Zhi Shimo.


"Tidak perlu dipikirkan masalah yang belum terjadi," kata Kitab Suci Kelahiran yang memecahkan keheningan sesaat.


"Konferensi kali ini sangat menarik daripada sebelumnya... Seandainya orang-orang yang ambisius itu tidak ikut campur, peserta baru dengan mudah mengalahkan seniornya," ucap Kitab Suci Aurora.


"Mereka berbuat curang karena satu alasan, yaitu untuk mendapatkan apa yang dimiliki oleh Dewa Binatang!" terang Kitab Suci Mata Hitam.


"Ya, kita lihat saja bagaimana Dewa Binatang mampu melewati rintangan untuk mempertahankan miliknya!" sahut Kitab Suci Kelahiran.


...****************...


Sedangkan Zhi Shimo, selama satu hari ini menjalani Kesengsaraan Petir, dia telah menerima sambaran petir sebanyak sembilan kali. Setiap kali mendapatkan sambaran petir, tubuhnya selalu terpental ke bawah dan menciptakan kawah, untung saja lokasi jatuhnya jauh dari Gunung Jīngshén dan tidak menghancurkan pintu keluar dari Dunia Mistik.


Tiga Naga Tanah dan Naga Samudera generasi ke-18 tidak bisa berkata-kata melihat sosok yang kuat dan mampu menahan serangan Petir Kuno. Di dalam hatinya selalu berkata "beruntung".


Walaupun Zhi Shimo tersambar petir, tubuhnya tidak sedikitpun tergores, bahkan tanpa mengandalkan dukungan seperti zirah perangnya, dia hanya mengandalkan fisik bertujuan menyerap energi kekuatan Petir Kuno untuk meningkatkan kemampuannya dalam mengendalikan elemen petir.


Setelah selesai dibaptis dengan Petir Kuno, Zhi Shimo segera terbang ke kawah Gunung Jīngshén untuk keluar dari Dunia Mistik, sudah waktunya untuk menunjukkan kekuatan pada peserta Konferensi Tianwu.


Wajah Zhi Shimo berseri-seri setelah kekuatannya mencapai tingkat Half Alfa level 1, dia meyakini satu-satunya peserta yang telah memiliki kekuatan Half Alfa.


Akhirnya Zhi Shimo tiba di pintu keluar, dia segera masuk tanpa ada halangan dari pasukan burung...


Setelah Zhi Shimo keluar dari Dunia Mistik, Kun Ashi tersenyum tipis, dia selalu mengawasi Zhi Shimo dalam menjalani Kesengsaraan Petir.


"Layak menjadi pasangan Dao ku!" gumam Kun Ashi dan segera keluar dari ruang rahasia, dia sangat yakin mampu menaklukkan hati Zhi Shimo.


*****


Di Makam Peperangan Kuno, perburuan telah dimulai, banyak suara ledakan energi spiritual mewarnai persaingan dan perebutan sumber daya. Tidak hanya peserta Konferensi Tianwu saja yang berpartisipasi, tapi semua penghuni dan para petinggi Istana Awan Surgawi, para tetua dari akademi, perguruan, paviliun juga ikut berpartisipasi.


Bisa dipastikan persaingannya sangat ketat, perebutan sumber daya adalah hal biasa, kematian maupun kekalahan bukan suatu hal yang menggemparkan, karena tidak ada satupun kehidupan yang akan mati. Karena itu saat bertarung, semua orang akan menunjukkan segala kemampuannya.


Luasnya Makam Peperangan Kuno, tidak semerta-merta bisa dengan mudah mendapatkan harta berharga, setiap kali satu orang yang mendapatkan harta, orang lain pasti akan merebutnya. Dan, sudah menjadi hal umum jika yang kuat akan menjadi pemenangnya dalam persaingan.


Banyak peserta yang membentuk aliansi, dari beranggotakan 10 orang hingga 100 lebih. Mereka akan mendirikan tenda sebagai pusat berkumpulnya para anggota, sengaja mendirikan tenda sebagai markas dikarenakan Makam Peperangan Kuno akan berlangsung lama, minimal 3 bulan dan bisa lebih.


Tidak ada orang yang tahu kapan Makam Peperangan Kuno ditutup. Yang pasti, ketika Makam Peperangan Kuno ditutup, semua orang secara otomatis dikeluarkan oleh Formasi 12 Bintang.


Tapi, banyak juga yang tidak ikut dalam aliansi dan alasannya sangat sederhana, mereka biasanya tidak mau berbagi sumber daya.

__ADS_1


Tidak terkecuali Monster Lima Elemen yang ikut dalam perburuan harta, dia mencari kultivator yang lebih kuat untuk dilahap dan bisa meningkatkan kekuatannya. Kali ini sasarannya adalah...


Boom...


Suara ledakan energi terdengar keras, dua orang pria bertarung dengan sengit, mereka adalah Monster Lima Elemen yang menyamar sebagai Kun Quentin dan pria lainnya bernama Abercio Altair.


Abercio Altair berambut pirang dipotong pendek, hidung mancung dan berkulit putih, tinggi badan mencapai 194 cm, dia mengenakan celana hitam yang ketat dan pakaian atasnya juga berwarna sama.


Walaupun Monster Lima Elemen memiliki kekuatan God Emperor level 7 dan kalah dari God Sovereign level 5, dia masih mampu mengimbangi serangan Abercio Altair tanpa menggunakan bentuk transformasi kedua.


Abercio Altair menggunakan senjata tombak yang sama seperti Monster Lima Elemen, mereka selalu mengeluarkan serangan terkuatnya.


"Quentin, kita selesaikan persaingan kita hari ini dan jangan harap mendapatkan bantuan dari Lei Ziran!" ucap Abercio Altair sambil menangkis serangan senjata tombak api.


Sebelumnya, Abercio Altair selalu kalah, dia hanya berada di peringkat empat dan Kun Quentin di peringkat kedua, pencapaian Kun Quentin berkat bantuan Kaisar Kun dan dukungan dari Lei Ziran yang selalu membelanya saat berkompetisi di Istana Awan Surgawi.


Seandainya tanpa dukungan dari Lei Ziran, Kun Quentin akan mudah dikalahkan oleh Abercio Altair, walaupun dirinya kalah dalam hal kekuatan, kekuatan mereka hanya terpaut 4 level dan lebih kuat Kun Quentin tiga bulan yang lalu.


Saat ini jelas berbeda, dia lebih kuat dari Kun Quentin dan sangat yakin mampu mengalahkannya. Peringkat Konferensi Tianwu juga telah berubah, Abercio Altair berada di peringkat ketiga, kedua adalah Javier Caldwell dan peringkat pertama tetap dipegang oleh Lei Ziran. Sedangkan Kun Quentin berada di peringkat keenam


Sebenarnya, yang memulai pertarungan bukanlah Monster Lima Elemen, melainkan Abercio Altair melihat Kun Quentin yang menghilang dalam beberapa bulan ini, dia langsung mencegat dan akhirnya bertarung.


Kun Quentin tertawa mendengar tantangan Abercio Altair, dia sudah menunggu seseorang yang kuat seperti lawannya saat ini, apalagi Abercio Altair hanyalah Ras Manusia dan mudah untuk dilahapnya.


"Maju saja kalau kamu memiliki kemampuan!" ujar Kun Quentin yang tidak takut dengan Abercio Altair.


Swosh... Boom... Boom...


Kembali mereka berdua jual beli serangan dengan sengit. Banyak orang yang menonton pertarungan mereka karena menarik, peringkat ketiga melawan peringkat keenam.


Diantara banyaknya penonton, ada juga Tim Seribu Malam yang dipimpin oleh Yuna Aurora. Kehadiran mereka menarik perhatian para pria, terutama Yuna Aurora dan Qin Diao Chin yang tergolong paling cantik.


Setelah Tim Seribu Malam keluar dari Dunia Mistik, mereka bergegas ke Kota Pahlawan untuk menukar hasil buruannya, hasil perburuannya menghebohkan Alam Tianwu, sebab yang mereka tangkap binatang mistik purba yang terkenal kuat dan ganas.


Lencana keanggotaan Paviliun Penakluk Siluman juga naik drastis, Yuna Aurora misalnya, kini dia memiliki lencana bintang. Dan, semua anggota Tim Seribu Malam juga memiliki lencana yang sama.


Karena itu, banyak pria yang mengalihkan pandangannya kepada Tim Seribu Malam, terutama wanitanya, kecuali Juan Rou yang tidak menarik perhatian karena sedang hamil. Sedangkan Xu Huang tidak bisa berkutik, sebab Juan Rou selalu mengawasinya.


Selain peringkat prestasi kekuatan, ada juga peringkat prestasi perburuan (Beast Tamer), peringkat profesi Alkemis, Formasi Array dan Smelting.


Salah satu pria yang tertarik kepada Yuna Aurora adalah Lei Ziran, sedangkan Javier Caldwell menyukai Qin Diao Chin. Mereka berdua segera menghampiri Tim Seribu Malam yang baru datang untuk menonton pertarungan Kun Quentin dengan Abercio Altair. Tidak hanya dua pria itu saja yang tertarik dengan anggota wanita Tim Seribu Malam, banyak pria berbakat yang mulai bersaing untuk mendapatkan wanita.


Bersambung.

__ADS_1


(Author: halo sobatku, di bab ini dan selanjutnya akan sedikit banyak narasi tentang geografis Makam Peperangan Kuno dan status peserta Konferensi Tianwu, sebab akan ada banyak bab kedepannya mengenai lokasi perburuan sumber daya. Sehat selalu, bahagia dan banyak rejekinya. Salam.)


__ADS_2