
Chapter 173. Pelangi Surga, Kemunculan Qiu Long.
Pelindung Zhou memijat pelipisnya yang tiba-tiba merasakan pusing, pusing karena Zhi Shimo. Baru satu hari sudah membuat kekacauan di wilayah Istana Awan Surgawi, apalagi sampai Konferensi Tianwu berakhir.
"Apakah putrimu tidak menjelaskan aturan Istana Awan Surgawi?" tanya Pelindung Zhou kepada Niu Jian sebagai pemimpin Istana Awan Surgawi.
Niu Jian tersenyum masam, lalu dia berkata, "seharusnya sudah, mungkin Zhi Shimo lupa!"
Ya, memang Zhi Shimo tidak mendengar penjelasan Putri Niu tentang aturan di Istana Awan Surgawi yang melarang saling membunuh, sebab waktu itu dia sedang fokus mencari keberadaan jiwa Qiu Long.
Shuǐ Jīnglíng dan Celestial She yang mendengar penjelasan Putri Niu sengaja tidak memberitahukan kepada Zhi Shimo, sebab mereka berdua sangat suka jika Zhi Shimo bertindak implusif dan kejam, karena ini adalah kompetisi dan dunia kultivator, dimana yang kuat yang dihargai.
Kembali mereka melihat Zhi Shimo melalu cermin sihir...
Kun Ashi yang tidak melihat Zhi Shimo berada di dalam kamarnya jelas kesal, lagi-lagi seperti dulu yang selalu ditinggal pergi dan tidak kembali dalam waktu lama.
Bersama dengan semua saudarinya, Kun Ashi memimpin untuk mencari keberadaan Zhi Shimo. Namun, mereka terhenti ketika Xu Huang menyampaikan pesan Zhi Shimo.
Setelah mendengarkan giok perekam suara, Kun Ashi membagi cincin dimensi sebagai bukti keanggotaan penatua nominal. Putri Niu mengajak mereka menuju ke tempat kerjanya masing-masing di pusat Istana Awan Surgawi.
Dengan perasaan dongkol, Kun Ashi dan semua keluarganya mengikuti Putri Niu. Mereka pergi ke pusat pemerintahan dengan menggunakan Dragon Spaceship yang di kendalikan oleh Xu Huang.
Saat berada di dek Dragon Spaceship, semua istri Zhi Shimo mengaktifkan Mata Langit untuk mencari keberadaan suaminya. Mereka melihat fluktuasi energi di Kota Quanshui dan melihat Zhi Shimo bergandengan tangan dengan Shuǐ Jīnglíng.
Spontan wajah Kun Ashi dan yang lainnya tertekuk karena cemburu. Berduaan dengan Zhi Shimo siapapun pasti sangat menginginkannya, terutama bagi Kun Ashi.
"Setelah kita mendaftar diri, kalian bisa menyusulnya!" cegah Permaisuri Fen sebelum Kun Ashi terbang menyusul Zhi Shimo.
Kun Ashi hanya mengangguk berat, seandainya Permaisuri Fen bukan siapa-siapa, dia tidak mungkin mau mematuhinya, karena lebih kuat dari kelompoknya...
Di Kota Quanshui.
Setelah membunuh Song Hye dan kelompoknya, Zhi Shimo mengikuti permintaan Shuǐ Jīnglíng yang ingin berbelanja. Puas berbelanja, Zhi Shimo mengajak Shuǐ Jīnglíng ke kedai sambil menunggu hari tengah malam.
Lokasi kedai dekat dengan sumber mata air panas belerang, terpaut jarak 500 meter. Zhi Shimo dan Shuǐ Jīnglíng masuk ke dalam kedai, lalu segera memesan makanan dan minuman terbaik.
Pemilik kedai secara pribadi melayani pesanan Zhi Shimo, dia membawa kendi teh hangat dengan tangan gemetaran karena ketakutan. Demikian juga dengan pelayannya yang membawa banyak hidangan istimewa.
"Kita akan lama beranda di sini," kata Zhi Shimo kepada pemilik kedai.
"Si... Silakan Tuan Muda sesuka hati berada di tempat kita!" jawab pemilik kedai dengan nada ketakutan.
__ADS_1
Lalu pemilik kedai dan pelayannya menata banyaknya hidangan di meja hingga tidak muat, mau tak mau menambahkan meja lagi.
Kemudian Zhi Shimo memberikan beberapa puluh Batu Roh sebagai pembayarannya. Yang tadinya ketakutan, seketika wajah pemilik kedai menjadi ceria, dia buru-buru menerima pembayaran dan meninggalkan Zhi Shimo.
Shuǐ Jīnglíng dengan senang hati menikmati hidangan. Semenjak ditinggalkan oleh Tian Chun Hua, dia tidak lagi merasakan nikmatnya daging panggang dan teh hangat. Karena itu dia makan dengan lahap.
Secara diam-diam, Zhi Shimo mengirimkan makan kepada Celestial She dan Naga tua. Banyaknya hidangan di meja segera dengan cepat habis. Zhi Shimo segera memesan kembali dengan menu yang sama...
Tiba-tiba ada kapal angkasa mendarat di depan kedai, itu adalah Dragon Spaceship. Kun Ashi dan semua orang segera turun, mereka masuk ke dalam kedai, termasuk Putri Niu dan ketiga sahabatnya juga ikut.
Zhi Shimo tersenyum melihat wajah-wajah cantik berubah menjadi merah karena kesal, lalu dia berkata, "ayo, kita kumpul semua di sini!"
Kemudian Zhi Shimo melihat pemilik kedai, "Pak Tua, siapkan meja, kursi dan keluarkan semua hidangan yang terbaik untuk kita!" pintanya.
Pemilik kedai dan pelayannya segera bergerak cepat untuk menata meja dan kursi sehingga membentuk melingkar. Setelah itu mereka buru-buru memerintahkan kokinya untuk menyiapkan pesanan Zhi Shimo.
Zhi Shimo yang memberikan Batu Roh sebagai pembayarannya merupakan hal yang royal, umumnya orang akan membayar dengan kepingan emas atau Pil Qi. Jarang sekali orang yang mau mengeluarkan Batu Roh sebagai pembayarannya, sebab kandungan energi spiritual pada Batu Roh bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan.
Semua orang segera duduk sambil dilayani oleh pelayan kedai. Secara otomatis, kedai tersebut di monopoli oleh keluarga besar Zhi Shimo.
"Katanya mendapatkan pencerahan, apakah pencerahan menuju ke sini dan berduaan?" protes Kun Ashi sambil duduk di pangkuan Zhi Shimo.
Zhi Shimo tertawa ringan sambil memeluk pinggang Kun Ashi, padahal dia sedang memutar otaknya untuk mencari alasan.
"Benar, nanti malam adalah bulan ke 7 hari ke 15, biasanya akan muncul Pelangi Surga di tengah malam. Nanti, aku akan meminta pemimpin Kota Quanshui untuk menyediakan tempat khusus bagi kita!" sahut Putri Niu dengan antusias.
"Pelangi Surga!" seruan semua orang yang tidak tahu-menahu tentang kejadian nanti malam, kecuali Lu Guniang, She Xia dan She Jinjing yang tidak heran seperti mereka.
"Iya, Pelangi Surga. Kejadian ini hanya terjadi setahun sekali dengan waktu yang sama...," terang Lu Guniang dan menceritakan tentang fenomena tahunan di Kota Quanshui.
Di saat Lu Guniang bercerita, Putri Niu keluar dari kedai untuk menemui pemimpin Kota Quanshui yang bernama Liu Qiong. Aksi Zhi Shimo membuat Liu Qiong ketakutan dan tidak berani sedikitpun menegur keras Zhi Shimo, dia hanya bersembunyi sambil mengawasi Zhi Shimo.
Nama Pelangi Surga diberikan sesuai kejadiannya, dimana setiap bulan ke 7 hari ke 15 pelangi turun dari langit dan ujungnya berada puncak sumber mata air panas belerang selama satu batang dupa. Setelah lewat satu batang dupa, pelangi menghilang.
Saat itu terjadi, semua orang buru-buru berendam di sumber mata air panas belerang. Kemunculan Pelangi Surga tidak bermanfaat bagi kekuatan, melainkan bermanfaat untuk memperpanjang usia bagi siapapun yang berendam di sumber mata air panas.
Tidak berselang lama, Putri Niu datang bersama Liu Qiong. Zhi Shimo tersenyum melihat pemimpin Kota Quanshui bertubuh gemuk seperti Xu Huang.
Zhi Shimo melihat Xu Huang yang tidak mendengar cerita Lu Guniang, tapi terfokus makan bersama Tim Gigas Fire. Bahkan meminta menu yang sama kepada pemilik kedai.
"Maaf, saya sedikit membuat keributan tadi!" ucap Zhi Shimo sambil mengulurkan tangan sebagai bentuk sapaan.
__ADS_1
"Tidak masalah, tidak masalah! Ini hal biasa terjadi, Penatua Muda!" jawab Liu Qiong sambil menjabat tangan kanan Zhi Shimo.
Putri Niu telah menceritakan siapa sebenarnya Zhi Shimo kepada Liu Qiong, karena itu dia mau mengikuti Putri Niu untuk menyambut kedatangan penatua termuda di Istana Awan Surgawi, jabatan yang sangat penting dan prestisius di tempat ini.
Zhi Shimo dengan jelas merasakan telapak tangan Liu Qiong yang sangat dingin, kemungkinan karena ketakutan dan gelisah.
"Silakan duduk!" pinta Zhi Shimo, lalu melihat pemilik kedai.
Pemilik kedai tahu harus melakukan apa, dia mengangguk sebagai tanda mengerti. Hari ini dia benar-benar sibuk melayani Zhi Shimo dan keluarga besarnya.
Setelah Liu Qiong duduk, Zhi Shimo berbicara, "saya dan keluarga besar ingin mendapatkan tempat untuk nanti malam, apakah ada?"
"Tentu ada untuk Anda dan keluarga, saya telah memerintahkan bawahan untuk memberikan slot tempat di sumber mata air di puncak!" jawab Liu Qiong dengan segera.
"Bagus!" ucap Zhi Shimo sambil mengeluarkan satu botol berisi Pil Kultivasi tingkat Celestial Supreme tahap menengah, jumlahnya ada 5 butir. Karena kekuatan Liu Qiong berada di tingkat Supreme God level 5, maka pil tersebut sangat bermanfaat.
Lalu dia memberikan kepada Shuǐ Jīnglíng yang duduk di sisi kanan. Shuǐ Jīnglíng memberikan kepada Permaisuri Fen, lalu digeser ke Feng Bian Ai hingga diterima oleh Liu Qiong.
Liu Qiong yang menerima botol giok berisi Pil Kultivasi jelas tercengang saat melihat isinya. Mulutnya yang terbuka membuat Raja Naga Tanah tertawa dan diikuti semua pria.
Long De Sun yang duduk di samping Liu Qiong menepuk pundaknya agar tidak terkejut berlarut-larut.
"Terima kasih, terima kasih, Penatua Muda!" ucap Liu Qiong sambil menangkupkan kedua tangannya sebagai bentuk penghormatan.
Semua orang pun melanjutkan makan-makan hingga waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba. Zhi Shimo segera membayar semua hidangan dengan banyak Batu Roh. Pemilik kedai sampai gemetaran menerima pembayaran yang berlebihan...
Tidak berselang lama, Zhi Shimo dan keluarga besarnya telah berada di sumber mata air panas belerang tanpa adanya hambatan, sebab Liu Qiong secara pribadi mengantarkan Zhi Shimo.
Sumber mata air panas belerang disekat dengan bambu yang membagi tempat pria dan wanita. Sudah ada beberapa orang dari Ras Siluman Putih yang merupakan petinggi Istana Awan Surgawi.
"Sebentar lagi Pelangi Surga akan turun. Silakan Penatua Muda berendam!" pinta Liu Qiong.
Zhi Shimo mengangguk paham, lalu dia masuk ke dalam sumber mata air panas belerang dan diikuti keluarganya. Sedangkan istrinya dan para wanita lain berada di sisi lain, mereka tanpa melepaskan pakaiannya segera masuk, termasuk Shuǐ Jīnglíng yang segera berenang dengan riang.
Zhi Shimo mengobrol dengan Long De Yuze seputar rencana yang akan kembali ke Dunia Mistik untuk menjemput keluarga besar Ras Naga Tanah.
Tiba-tiba suasana menjadi hening saat semua orang melihat ke langit, dimana perlahan keluar cahaya warna-warni yang seperti pelangi mulai turun. Ketika ujung Pelangi Surga mendekati sumber mata air panas belerang, muncul seekor naga dari langit yang memiliki sisik yang berkilauan seperti pelangi.
Naga tersebut meraung sebanyak lima kali dan menukik tajam ke arah sumber mata air panas belerang. Saat dekat dengan Zhi Shimo, kedua mata Naga itu terbelalak, dan segera melilit tubuh Zhi Shimo.
Spontan semua orang kaget dengan serangan Naga Pelangi Surga yang membawa Zhi Shimo tenggelam ke dasar air. Suasana menjadi keributan saat Zhi Shimo dibawa oleh Naga Pelangi Surga...
__ADS_1
Bersambung.