Alam Tianwu

Alam Tianwu
Chapter 132. Membuat Keributan!


__ADS_3

Chapter 132. Membuat Keributan!


Dibelakang dua gigolo berlari seseorang pria tua, dialah ayah dari Qi Guo Zhang, Qi Guo Kaili namanya. Saat mendengar kabar putranya mencari masalah dengan sosok wanita yang ditakuti banyak orang, dia segera berlari dengan cepat untuk menyelamatkan putranya dari rayuan Nyonya Lun.


"Nyonya Lun!" panggil Qi Guo Kaili yang sangat khawatir.


Nyonya Lun menoleh kebelakang dan menyunggingkan senyuman bahagia, lalu dia berkata kepada Zhi Shimo dengan nada genit, "ayah dan anak, sama-sama mencintai ku... Aku membayangkan bagaimana kita nantinya bermain bertiga, pasti seru."


"Wanita gila!" umpatan Zhi Shimo didalam hati, dia baru bertemu dengan wanita seperti ini yang lebih buas darinya.


Walaupun Zhi Shimo sering bercinta dengan lebih dari dua wanita, dia tidak sekalipun menguras energi Yin milik pasangannya. Justru hubungannya saling menguntungkan.


"Gunakan kekuatan ku!" ucap Celestial She yang terdengar di benak Zhi Shimo.


Zhi Shimo segera mengukur batas kekuatannya jika digunakan semua, dan ternyata mampu mengalahkan Nyonya Lun yang berada di tingkat True Gama level 35.


Dengan kekuatan pinjaman dari Celestial She yang mampu memberikan kenaikan dua tingkat, maka kekuatan melejit ke tingkat True Gama level 2 dan ditambahkan dengan 24 Galaksi Elemen, Zirah Perang Naga yang memberikan 12 level. Jadi, dia unggul tiga level dari Nyonya Lun, tanpa harus mengaktifkan tiga garis darahnya.


Bahkan jika seimbang dengan Nyonya Lun, Zhi Shimo masih dengan mudah mengalahkannya. Akhirnya Zhi Shimo memutuskan untuk menggunakan kekuatan Celestial She.


Di saat Qi Guo Kaili akan mendekati dua gigolo, tiba-tiba kekuatan Zhi Shimo meningkat drastis dari True Theta level 2 menjadi True Gama level 35. Sengaja disetarakan agar semua kemampuannya tidak terekspos.


Sontak Nyonya Lun terhuyung-huyung kebelakang dan menampilkan wajah syok melihat Zhi Shimo yang memiliki kekuatan tersembunyi. Qi Guo Kaili langsung berhenti dengan mulut terbuka lebar, dia tidak menyangka putranya sangatlah kuat.


Sebelum Nyonya Lun bereaksi, dia melihat Zhi Shimo menggetarkan tubuh dan muncul di depannya dengan seringai kejam...


Bukk... Boom...


Zhi Shimo memukul perut Nyonya Lun tanpa bisa dihindari, sebab kecepatannya jauh melampaui Nyonya Lun. Tubuh Nyonya Lun terpental hingga menghancurkan bangunan yang berada di belakangnya.


Zhi Shimo muncul di samping Nyonya Lun yang akan bangkit setelah terkena pukulan. Zhi Shimo mengangkat kakinya dan...


"Berhenti! Apakah kalian tahu aturan!"


Tiba-tiba satu wali penjaga kota mengeluarkan aura kekuatan dan memblokir Zhi Shimo yang akan menendang pinggang Nyonya Lun. Antara Nyonya Lun dan Zhi Shimo dibatasi oleh energi Half Resonansi.


Zhi Shimo melihat ke arah Balai Kota Nanmen yang jauh dari posisinya, di atas Balai Kota berdiri satu orang pria tua dengan kedua tangan berada di belakang. Sorot mata wali penjaga kota begitu tajam menatapnya.


"Dia yang memulainya, bukan aku!" dalih Zhi Shimo yang tidak ingin disalahkan harus memukul Nyonya Lun.


Sedangkan Nyonya Lun segera berdiri sambil memegang perutnya yang terasa sangat sakit, seakan-akan organ dalamnya akan hancur. Darah segar keluar dari sudut bibirnya, Nyonya Lun mengusap bibirnya dan melihat darah. Baru kali ini dia mengeluarkan darah.


"Kekuatannya... Bagaimana mungkin bisa setara denganku, padahal tadi hanya berada di Crossing Tribulation level 8!" batin Nyonya Lun yang tidak habis pikir dengan kekuatan Zhi Shimo yang tiba-tiba naik.

__ADS_1


"Pasti kekuatannya pinjaman! Tapi dari mana kekuatannya berasal?" tebak Nyonya Lun dan memikirkan kekuatan Zhi Shimo.


Hal umum jika seseorang mampu memiliki kekuatan yang tersembunyi, tapi tidak seperti Zhi Shimo yang meningkat hingga 26 tingkat, hal mustahil bisa dimiliki oleh siapapun.


"Aku tidak peduli apapun alasanmu! Aku ingatkan sekali lagi dan ini juga berlaku bagi semua orang. Siapapun dilarang bertarung saat berada di dalam kota, tidak hanya disini saja tapi di semua kota!" Peringatan wali penjaga kota kepada Zhi Shimo dan semua orang.


Zhi Shimo mendengus kesal dan melihat Nyonya Lun yang selalu menatapnya. "Jika kamu berada di luar kota, lebih baik bawa peti mati!" ancamnya kepada Nyonya Lun.


Namun, lagi-lagi wali penjaga kota mendengar ancaman Zhi Shimo dan memberikan peringatan keras kepadanya, dia berkata, "siapapun yang membunuh, akan diekstrak dantian-nya sebagai hukuman. Pihak keluarga akan memberikan kompensasi untuk si korban. Ini adalah aturan yang sudah kalian ketahui!"


Aturan ini dibuat oleh leluhur Qi, hingga saat ini masih berlaku. Oleh sebab itu jumlah penghuni Benua Qi mencapai hampir 6 miliar jiwa lebih. Hampir setiap penghuninya memiliki kekuatan yang mumpuni. Semua berkat aturan yang melarang saling membunuh, karena semuanya adalah keluarga Qi, Dinasti Qi.


Jikalau dilanggar dan saling membunuh, hukuman sesuai dengan apa yang dikatakan oleh wali penjaga kota. Tujuannya, agar Energi Alami tidak terbuang sia-sia.


Nyonya Lun tersenyum tipis dengan ancaman Zhi Shimo, sebab dia memiliki banyak koneksi dan bisa membunuh siapapun yang diinginkan tanpa diketahui pihak berwenang.


Kekayaan Nyonya Lun didapatkan dari usahanya di bidang perdagangan dan jasa, dia memiliki usaha penjualan pil, rumah bordil dan juga bidang usaha makanan. Satu hal yang tidak diketahui siapapun, Nyonya Lun memiliki organisasi pembunuh bayaran.


Usaha yang satu ini sangat terselubung, hanya orang-orang tertentu yang menggunakan jasanya. Tercetusnya ide ini karena aturan yang dibuat oleh leluhur Qi.


Zhi Shimo menghampiri Qi Guo Kaili yang tubuhnya gemetaran karena syok melihatnya, dia juga takut putranya yang implusif membunuh Nyonya Lun. Jika itu terjadi, dia lebih baik memilih untuk mati daripada menanggung beban berat.


"Apa kabar, Ayah!" sapa Zhi Shimo sambil menepuk bahu kanan Qi Guo Kaili.


Lalu Zhi Shimo berjalan menuju ke toko Bao Chan, dia melihat sekitarnya yang tidak ada satupun orang berani keluar dikarenakan masih ada Nyonya Lun.


Qi Guo Kaili menghela napas berat saat lagi-lagi harus menanggung biaya atas perbuatan putranya, dia menghampiri pemilik rumah dan toko yang hancur, namun dia berhenti ketika melihat putranya.


Zhi Shimo yang baru beberapa meter berjalan, muncul Nyonya Lun yang lagi-lagi mencari masalah dengan menghadang jalannya.


"Apalagi? Mau duel?" ucap Zhi Shimo dengan nada ketus.


Nyonya Lun tidak tersinggung, dia malah tertawa kecil sambil menutup mulut dengan tangan kiri. Zhi Shimo makin jengkel dengan sikap genit janda Kota Kunlun.


"Kamu tidak bisa meninggalkan kekacauan yang kamu buat! Haruskah ayahmu yang selalu menanggung beban ini? Anak macam apa kamu!" kata Nyonya Lun yang menyindir Zhi Shimo.


"Memangnya siapa yang membuat kekacauan ini? Bukannya itu kamu wanita tua!" sahut Zhi Shimo.


Seketika raut wajah Nyonya Lun menjadi jelek, dia sangat marah dibilang wanita tua. Nyonya Lun langsung melepaskan pukulan tangan kanan yang mengarah ke pipi kiri Zhi Shimo.


Bang...


Pukulan Nyonya Lun membentur dinding energi milik wali penjaga kota, dia menoleh kebelakang dan melihat wali penjaga kota yang masih berdiri di atas Balai Kota.

__ADS_1


Zhi Shimo tertawa dan berjalan melewatinya, dia melihat Qi Guo Kaili dan berkata dengan suara yang keras, "Ayah, biarkan yang menanggung wanita tua itu!"


Nyonya Lun menghentakkan kakinya di tanah karena menahan amarahnya, seumur-umur baru Zhi Shimo yang berani menghinanya. Walaupun kenyataannya dia tua, dia tidak sedikitpun merasa tua, bahkan lebih energik dan cantik dari wanita yang lebih muda.


Sebelum Nyonya Lun menyerang Zhi Shimo dari belakang, wali penjaga kota memanggilnya, "Nyonya Lun, harap menemui saya!"


Nyonya Lun makin keras menghentakkan kedua kakinya hingga membuat kota bergetar seperti ada gempa skala kecil. Zhi Shimo kembali menertawakan musuhnya.


Nyonya Lun menyusul Zhi Shimo yang dekat dengan dua prianya. Zhi Shimo langsung waspada dengan menjauhi Nyonya Lun. Namun, ternyata bukan dia sasarannya, melainkan dua gigolo menjadi samsak tinju kemarahan Nyonya Lun, untung saja pukulan itu tidak berbahaya.


"Apakah zaman sekarang wanita tua lebih agresif dari yang muda!" gerutu Zhi Shimo dan bergegas menjauhi Nyonya Lun.


"Awas kamu Zhang...!?" teriakan Nyonya Lun yang lagi-lagi dipanggil wanita tua.


Zhi Shimo tertawa dan segera berlari menuju ke toko Bao Chan. Qi Guo Kaili menepuk kening melihat putrinya kembali menciptakan satu musuh yang ditakuti banyak orang.


Qi Guo Kaili mendekati pemilik bangunan yang hancur untuk mengganti rugi.


Tba-tiba Nyonya Lun mencegahnya, dia berkata dengan menghina, "biarkan aku yang menggantinya... Aku tahu kamu miskin!"


Qi Guo Kaili tidak tersinggung dengan hinaan Nyonya Lun, karena dia memang hidup bergantung kepada istrinya. Hasil jerih payahnya dalam membuat armament lebih murah dari hasil penjualan istrinya. Mau tidak mau, dia bergantung kepada istrinya untuk mendapatkan sumber daya.


Setelah puas menjadikan dua prianya samsak tinju, Nyonya Lun menuju ke Balai Kota Nanmen untuk menemui panggilan wali penjaga kota, dia sudah tahu pasti akan ditegur secara pribadi. Namun, bukan namanya janda Kota Kunlun jika tidak bisa membuat wali penjaga kota bertekuk lutut kepadanya.


Nyonya Lun melihat Zhi Shimo yang menghilang dari pandangan, sebab dia berbelok menuju ke toko Bao Chan yang lokasi berbeda tiga blok dari tempatnya kini.


"Kamu mampu menahan aroma afrodisiak ... Siapa kamu yang sebenarnya dan bukan seperti Qi Guo Zhang yang aku kenal?" batin Nyonya Lun yang penasaran dengan Zhi Shimo.


Awalnya Qi Guo Zhang tidak menarik minat Nyonya Lun, sebab wajahnya tidak sesuai dengan karakternya. Namun, karena mendengar namanya dipanggil, dia ingin menggoda putra dari Qi Guo Kaili. Akan tetapi, situasi diluar kendalinya dan membuat rasa malu yang tidak akan dilupakan...


Zhi Shimo berada di depan pintu toko Bao Chan, dia melihat seorang wanita dewasa yang menarik dengan kedua tangan terlipat dadanya yang besar. Wanita itu adalah ibu tirinya Qi Guo Zhang, Qi Bao Chan namanya.


"Pergi kamu dan jangan sekali-kali membebani kami atas tindakan mu! Ingat, perbuatan mu kali ini sudah sesuai dengan kesepakatan kita!" usir Qi Bao Chan yang tidak ingin menerima Zhi Shimo.


Ya, memang ada perjanjian antara Qi Bao Chan dan Qi Guo Zhang, dimana jika membuat kekacauan, maka Qi Guo Zhang harus pergi meninggalkan Kota Nanmen.


Jika Qi Guo Zhang diusir, dia biasanya akan kembali ke tempat kelahiran, di Kota Gangnam. Di sana dia akan lebih fokus dalam membuat zirah, hasilnya akan dijual di toko lain selain miliki ibu tirinya.


Tapi, karena perjanjian sudah melewati batas, maka kali ini Qi Guo Zhang tidak bisa lagi menemui ayahnya dan tinggal di toko Bao Chan untuk selamanya. Bisa kembali, asal memiliki toko sendiri, dan kekayaannya melebihi aset toko Bao Chan.


Zhi Shimo mengangkat kedua bahunya, dia tidak peduli jika diusir, sebab inilah rencananya. Menggunakan pihak keluarga Qi Guo Zhang agar bisa berada di Kota Nanmen, karena dia menunggu Monster Lima Elemen.


Zhi Shimo membalikkan badan tanpa berpamitan kepada Qi Bao Chan, dia menuju ke penginapan Nanmen yang terkenal mewah dan juga mahal. Walaupun mahal, bagi Zhi Shimo yang lebih kaya, itu hal yang sepele.

__ADS_1


"Anak kurang ajar!" bentak Qi Bao Chan yang melihat sikap putra tiri yang tidak tahu di untung, padahal dia sebenarnya kasihan melihat Qi Guo Zhang seperti ini semenjak ditinggalkan ibu kandung.


Sayangnya, Qi Guo Zhang yang asli sudah menyusul ibu kandungnya...


__ADS_2