Alam Tianwu

Alam Tianwu
Chapter 108. Gunung Hujan Angin.


__ADS_3

Chapter 108. Gunung Hujan Angin.


Kun Ashi mendengus kesal dengan kesombongan mereka, lalu dia ikut mengeluarkan aura kekuatan tingkat Almighty God level 9 dan membuat lima penjaga pintu menggigil ketakutan,


"Lemah!" hina Kun Ashi dengan senyuman jijik melihat lima orang hampir berlutut menahan aura kekuatannya.


"Kami mau masuk, apakah ada persyaratannya?" tanya Kun Ashi dengan nada ketus, lalu dia menarik aura kekuatan agar penjaga pintu bisa berdiri.


Zhi Shimo geleng-geleng kepala mengetahui sifat Kun Ashi tidak jauh berbeda dengan Yuna Aurora. Yuna Aurora masih terhitung bisa mengontrol emosi, sedangkan Kun Ashi tidak berbelit-belit dan langsung meluapkan semua perasaannya yang tidak suka.


"Non ... Nona Muda ... Cu--cukup tunjukkan lencana anggota!" jawab penjaga yang paling kuat dengan nada gemetaran.


"Huff!" dengus Kun Ashi yang tidak senang melihat pria lemah seperti wanita, lalu dia mengeluarkan lencana keanggotaan.


Zhi Shimo melihat lencana Giok seperti miliknya, dia menjadi teringat memiliki banyak hasil buruan yang belum ditukar untuk meningkatkan status keanggotaan.


"Gadis yang berbakat!" pujian Zhi Shimo didalam hati.


Dengan membelai dagunya dia melihat Kun Ashi dari kepala hingga kaki, "padat berisi, pinggang ramping, dada memuaskan, leher jenjang...Hmm! Angka 8,5!" Penilaiannya terhadap kecantikan dan kemolekan tubuh Kun Ashi.


"Dimana lencana mu?" tanya Kun Ashi sambil melihat Zhi Shimo sedang memandangi tubuhnya.


Zhi Shimo terbatuk-batuk ketika matanya terpergok oleh Kun Ashi. Sedangkan Kun Ashi tersenyum melihat reaksi Zhi Shimo yang wajah tampan menjadi merah karena malu.


"Aku masih ada beberapa urusan yang harus sesegera mungkin diselesaikan! Setelah semuanya rampung, aku akan menyusul!" jawab Zhi Shimo dengan membusungkan dada dan menatap jauh kearah Akademi Dewa Dewi.


Seandainya ada Jing Ehuang si Black Owl Mistik, Zhi Shimo pasti sudah diberondong serangan buah sucinya yang bau. Sayangnya, Jing Ehuang harus mengikuti Moon Qiang yang dibawa oleh mertuanya.


"Ya sudah, aku ikut denganmu!" tekad Kun Ashi yang ingin selalu bersama Zhi Shimo.


Zhi Shimo sedikit terkejut dan langsung menatap wajah Kun Ashi yang sedang memainkan mata dengan mengembangkan senyuman. Zhi Shimo segera memutar otak dengan sangat cepat untuk berpikir, dia tidak ingin Kun Ashi mengikutinya dan juga tidak ingin menolak dengan cara kasar.


"Humph! Sebenarnya aku juga butuh teman dalam perjalanan... Masalahnya, tempat yang akan aku singgahi banyak rintangan, hanya setingkat Half Alfa yang bisa melewati medan yang ekstrim. Selain itu, orang yang akan aku temui tidak senang melihat pihak lain! Setelah semuanya selesai, aku akan menemui mu!" alasan Zhi Shimo.


"Dimana itu?" selidik Kun Ashi.


Lima penjaga pintu masuk berbisik-bisik tentang perkataan Zhi Shimo yang mengatakan "teman perjalanan", yang artinya adalah pasangan Dao (suami-istri). Selama perjalanan hidup, pasangan Dao akan mengalami banyak hambatan, itu makna pertama perkataan dari Zhi Shimo.


Tingkat Half Alfa dalam dunia psikologi, yang artinya adalah sadar dan menyadari apa yang sedang dihadapi, tetap tenang dan awasi sekitarnya, dalam perjalanan pastinya banyak orang yang tidak menyukai. Itu makna kedua, harus saling mempercayai.


Sayangnya, Kun Ashi tidak memahami konteks kejelasan maknanya, dan malah bertanya. Seandainya tahu, sudah pasti Kun Ashi akan kegirangan dan mau menunggunya.


"Gunung Hujan Angin. Tanyakan kepada mereka yang pasti tahu jika tempat itu sangatlah berbahaya! jawab Zhi Shimo


Dan, lagi-lagi ucapan Zhi Shimo membuat lima pengawal berbisik-bisik. Gunung Hujan Angin ada maknanya, semakin tinggi hubungan sosial, status dan keharmonisan rumah tangga, angin akan semakin kencang, dan hujan artinya adalah keringat dan air mata.


Sekali lagi Kun Ashi tidak mengerti, dia melihat kelima penjaga yang sedang berbisik-bisik, dia tahu ada nama Gunung Hujan Angin di Alam Tianwu, tetapi dia tidak tahu apakah ucapan Zhi Shimo itu benar.


Seketika kelima penjaga berhenti berbisik ketika melihat sorot mata Kun Ashi yang tajam, lalu dengan serempak mengangguk sebagai jawaban, mereka masih takut dengan Kun Ashi yang lebih kuat.


"Apa maksudmu mengangguk? Jelaskan!" bentak Kun Ashi dengan sedikit mengeluarkan aura kekuatannya.


Zhi Shimo menepuk keningnya sendiri melihat Kun Ashi yang ekstrim prilakunya. "Cantik sih ...! Entah terlalu pintar atau memang ... Ahh! Dasar anak gadis milik ayah!" gerutu Zhi Shimo didalam hati.

__ADS_1


"Itu... Ya ... Berbahaya! Memang ...!" ucap penjaga pintu yang paling kuat, dia kebingungan harus bagaimana menjelaskan kepada Kun Ashi agar mudah dipahami, dia tidak melanjutkan perkataan, sebab Zhi Shimo yang berada di belakang Kun Ashi tiba-tiba menghilang.


Kun Ashi mengunci alisnya melihat lima penjaga yang melongo, lalu dia membalikkan badan dan tidak melihat Zhi Shimo. Kun Ashi menggunakan Mata Dewa untuk mencari keberadaan Zhi Shimo, namun tidak diketemukan.


"Shimooo...!!" teriak Kun Ashi dengan suara yang mengandung energi, suara mampu terdengar sejauh mata memandang.


Kelima penjaga langsung menutup telinganya yang berdengung mendengar teriakan Kun Ashi.


"Kemana kekasihku?" tanya Kun Ashi dengan nada membentak kepada penjaga pintu...


Sedangkan Zhi Shimo telah jauh dari Kun Ashi, sebab dia menggunakan teleportasi. Dia tertawa mendengar teriakannya dan merasakan hidup benar-benar bebas dari anak gadis ayah.


Zhi Shimo telah berada di kaki Gunung Hujan angin dan melewati Akademi Dewa Dewi, lalu dia menarik nafas panjang dan menghembuskan secara perlahan untuk menikmati sensasi kesegaran hutan hujan.


Zhi Shimo melihat batu hitam bertulis peringatan, lalu dia membacanya. "Tidak dianjurkan siapapun untuk masuk ke area terlarang Gunung Angin Hujan!"


Batu hitam bertulis itu dibuat oleh pihak Akademi Dewa Dewi sebagai peringatan bagi kultivator manapun, tapi tidak menjelaskan secara terperinci. Sebenarnya, Gunung Angin Hujan dipergunakan untuk berlatih bagi pemilik elemen angin dan menyimpan benda berharga.


Kemudian Zhi Shimo melihat ke puncak Gunung Hujan Angin, terlihat badai angin dan hujan yang sangat lebat, serta awan hitam yang menyelimuti diatas puncak gunung.


Hampir seluruh gunung menjadi gundul karena seringnya terkena badai angin. Dengan Mata Langit, Zhi Shimo melihat angin seperti pisau tajam, air hujan seperti jarum jika terkena tubuh, semua itu terjadi karena putaran badai sangat cepat.


Dari posisinya saat ini, Zhi Shimo mampu merasakan keganasan badai, angin menyapu pakaian dan rambutnya ketika badai angin hujan makin melebar, kulitnya menjadi lembab serta merasakan dingin.


"Dimana lokasinya?" tanya Zhi Shimo kepada Fucang Long yang tidak melihat apapun di puncak Gunung Hujan Angin, hanya ada lubang seperti kawah.


"Tuan Muda harus mengikuti arus badai angin. Badai angin ini adalah hembusan nafas milik Seng Long. Saat dia menarik nafas, itu adalah kesempatan untuk masuk ke domain pribadinya!" jawab Fucang Long.


Intinya, Zhi Shimo harus mengikuti arus badai agar bisa menemukan Seng Long si Naga Hujan Angin. Pintu masuknya di lubang yang terbentuk seperti kawah, dan lubang itu adalah mulut Naga Hujan Angin.


Apa yang dimaksud oleh Zhi Shimo adalah pasang partikel, semua partikel elementer memiliki pasangan, seperti Matter dan Anti-Matter.


Dengan berubah wujud menjadi angin, Zhi Shimo melesat ke badai angin dengan sangat cepat, dia mengikuti arus pusaran badai yang memutari Gunung Hujan Angin.


"Seandainya aku melawannya dengan fisik dan energi, bukankah akan menjadi daging cincang! Aku juga ingin tahu sebenarnya besar kekuatan fisik setelah berevolusi!" ujar Zhi Shimo yang telah mengukur kekuatan badai angin hujan.


Kekuatan pusaran badai angin hujan mampu membuat kekuatan True Alfa seperti daging cincang. Dipikiran Zhi Shimo, kenapa pihak Akademi Dewa Dewi tidak menjelaskan secara detail tentang Gunung Angin Hujan.


"Badai angin hujan cocok untuk menguji daya tahan tubuh!" sahut Celestial She agar Zhi Shimo menguji kekuatan fisiknya.


Zhi Shimo tidak segera menjawab, sebab dia melihat sesuatu di kawah yang unik, dimana bentuknya seperti rahang binatang dengan gigi-gigi yang tajam.



"Jadi kawah ini adalah mulutnya!" gumamnya setelah memeriksa, lalu dia bertanya kepada Fucang Long, "bukannya dia telah mati? Kenapa aku melihatnya seperti hidup!"


"Tubuhnya yang masih utuh ketika mati karena serangan kekuatan empat jenderal dari dua ras. Seng Long satu-satunya Naga yang sulit dikalahkan dan mengharuskan empat jenderal melawannya bersama-sama...," kali ini Di Long yang menceritakan sejarah pertarungan antar raja-raja.


Mengetahui kekalahan Fucang Long dan Xukong Long yang dikeroyok oleh dua ras dan pendukungnya. Seng Long dan Di Long sebagai sahabat jelas tidak terima, mereka berdua dengan gagah berani bertarung dengan musuh. Karena keganasan Di Long dan Seng Long yang banyak menewaskan pendukung dari dua ras, maka empat jenderal dari masing-masing dua ras cerdas akhirnya turun tangan dan bertarung selama berhari-hari...


"Tunggu-tunggu! Sebenarnya di hatiku ada ganjalan tentang sejarah yang kalian ceritakan! Kalian bertarung demi apa? Lalu berada di pihak siapa, sehingga perlu bertarung dengan kedua ras itu?" sela Zhi Shimo sebelum Di Long selesai bercerita.


Beginilah sikap Zhi Shimo jika ada sesuatu yang mengganjal hatinya, dia akan langsung menghentikan cerita maupun pembicaraan siapapun, apalagi masalah sejarah harus benar-benar tahu asal muasal kejadian.

__ADS_1


Di Long dan Fucang Long menghela nafas berat dan seakan-akan ada sesuatu yang juga mengganjal pikiran dan hati.


"Malu sebenarnya kita berdua mengatakan hal ini...!" jawab Fucang Long yang enggan berbicara.


"Aku saja yang bertarung dengan Maharaja Yaksa dan kalah tidak malu! Lah kalian mati demi harga diri kok malu, justru sikap inilah yang memalukan!" sahut Tian Long yang akhirnya bisa membalas ejekan kedua sahabatnya.


Zhi Shimo yang awalnya serius, dia menjadi ingin tertawa, dia menduga pasti ada pihak lain diantara dua ras cerdas yang saling berebut sumber daya alam dan menjadikan pendukungnya sebagai umpan meriam. Dan Zhi Shimo menyimpulkan, jika pihak lain itu adalah Dewa Tianwu.


"Demi cintanya yang telah diculik, seorang kekasih akan melakukan apapun demi untuk menemukan belahan jiwanya!" celetuk Celestial She.


Zhi Shimo tersenyum tebakannya sama dengan maksud perkataan Celestial She.


"Benar!" sesal Di Long dan Fucang Long yang serempak membenarkan ucapan Celestial She.


Tian Long tertawa mengetahui kedua sahabatnya telah terjebak dalam skema Dewa Tianwu, kini dia tidak sendirian mati dalam kisah yang memilukan.


"Aku mati karena fisik yang lemah! Sedangkan kalian mati karena jatuh ke dalam perencanaan seseorang. Luar biasa!" ejek Tian Long setelah berhenti tertawa, tapi kembali menertawakan sahabatnya.


Celestial She dan Zhi Shimo ikut tertawa.


Ya, bagaimana tidak tertawa, disaat Tian Long diejek karena menjadi tunggangan Maharaja Yaksa dan mati karena usai tua. Dan selain itu, sudah mati, tulang dijadikan senjata dan jiwanya dimasukkan kedalamnya,


Eh... Ternyata, yang mengejeknya mati karena rencana pihak lain, yang tidak sekalipun pelakunya tampil dalam peperangan antar raja-raja. Dewa Tianwu baru turun tangan setelah banyak korban dan untuk menutupi kesalahannya yang telah diperbuat.


Zhi Shimo berhenti tertawa dan kembali fokus pada situasi saat ini. Dia mengganggap kisah mereka sebagai hiburan sebelum menguji ketahanan fisiknya di badai angin hujan.


Pertama-tama, Zhi Shimo menampilkan wujud pergelangan tangan. Seketika tangannya tersapu badai angin hujan, dia merasakan seperti kulit teriris pisau, terlihat membekas dan kulit menjadi warna merah.


Zhi Shimo terus mendiamkan tangannya yang tersapu badai angin hujan, lambat laun kulitnya telah terbiasa dan kembali normal. Kemudian, Zhi Shimo langsung menampilkan separuh tubuh untuk menguji ketahanannya.


Seperti sebelumnya, separuh tubuh tersapu angin dan merasakan hal yang sama. Setelah terbiasa dengan badai angin, akhirnya Zhi Shimo memperlihatkan seluruh tubuhnya.


Saat seluruh tubuhnya tersapu badai angin, Zhi Shimo menahan tubuh berniat untuk melawan arus pusaran badai. Namun tindakannya membuat seluruh tubuh lebih merasakan sakit, dan akhirnya bergulung-gulung mengikuti arus badai setelah tidak melawan.


Zhi Shimo mengatupkan rahangnya, dua tangan mengepal erat untuk menahan rasa sakitnya. Untungnya fisiknya abadi, sehingga tidak sampai mengeluarkan darah, tapi tetap saja merasakan sakit, dia menunggu sampai Seng Long menarik nafas seperti yang dikatakan oleh Fucang Long.


Tanpa Zhi Shimo ketahui, tindakannya yang masuk melanggar peringatan di batu bertulis, telah diketahui oleh pelindung Akademi Dewa Dewi dan Gunung Hujan Angin.


Seorang pria tua yang berada di lereng Gunung Hujan Angin, dia melihat Zhi Shimo yang tergulung pusaran badai. Terlihat wajahnya terkejut, serta takjub melihat kekuatan fisik penyusup menahan keganasan badai angin hujan yang ditakuti banyak orang.


Pria tua itu adalah pelindung Gunung Hujan Angin, namanya adalah Cen Li, panggilannya Pelindung Cen, kekuatannya berada di tingkat True Alfa level 75.


Cen Li tidak berkomentar sekalipun tentang kemampuan Zhi Shimo, maupun bertindak cepat untuk menghentikannya. Lalu dia melihat pelindung Akademi Dewa Dewi berdatangan, jumlahnya ada empat orang.


Empat pelindung Akademi Dewa Dewi dijuluki sebagai Singa Empat penjuru, namanya adalah Xi Shi, Dong Fang Shi, Bei Shi dan Nan Shi, mereka bersaudara dan bermarga Shi. Kekuatannya hanya terpaut 2 level, tertinggi adalah Xi Shi yang berada di tingkat True Alfa level 50, Dong Fang Shi level 48, Bei Shi level 46 dan terakhir adalah Nan Shi berada di level 44.


Mereka berempat berhenti di depan batu peringatan dan melihat Zhi Shimo yang digulung badai angin hujan.


"Hebat juga dia! Apa dia anggota kita?" tanya Nan Shi yang kagum dengan ketahanan fisik seseorang yang dipikirnya bagian anggota Akademi Dewa Dewi.


"Bukan, tapi dia penyusup! Mungkin mau mengambil mutiara Naga Angin Hujan seperti yang lainnya!" jawab Xi Shi yang tahu satu per satu anggota Akademi Dewa Dewi, sebab dia memiliki perangkat yang menunjukkan identitas setiap anggota.


Bei Shi yang telah dikonfirmasi oleh kakaknya, langsung melayang dan melepaskan pukulan jarak jauh untuk mengusir Zhi Shimo yang di anggap sebagai pencuri mutiara Naga Angin Hujan. Pukulan berenergi tidak hanya sekali tapi berkali-kali, agar targetnya yang tergulung badai angin bisa terkena pukulannya.

__ADS_1


Zhi Shimo terbelalak melihat banyak pukulan berenergi setingkat True Alfa mengarah kepadanya...


Bersambung.


__ADS_2