
Chapter 117. Pulau Melayang.
Disaat semua musuh Zhi Shimo terfokus pada Dragon Spaceship, bermunculan energi Kunang-kunang dibelakang mereka. Bukannya takut dengan energi Kunang-kunang, Seng Weiheng dan Gong Liang terlihat makin serakah saat merasakan energi kekuatan jiwa.
Sebelum Zhi Shimo mengendalikan energi Kunang-kunang untuk menyerang targetnya, tiba-tiba Elang Emas kehilangan kemampuan untuk terbang, sehingga membuat anggota aliansi panik. Sebelum Elang Emas terjatuh, semua anggota melompat dari punggung.
Bang bang bang...
Burung Elang Emas pun berjatuhan setelah semua orang melompat dari punggungnya. Semua orang menunjukkan mimik wajah serius sambil melihat sekelilingnya untuk mencari pelaku yang ikut campur.
Zhi Shimo dan timnya juga keheranan melihat perubahan situasi yang tiba-tiba berubah, dimana tidak merasakan adanya energi yang menekan Elang Emas tapi bisa membuat kehilangan kemampuan untuk terbang.
Zhi Shimo segera mencari keberadaan orang yang telah membantunya, dia memeriksa semua orang yang sedang menonton di kejauhan, tapi diantara mereka tidak ada yang memiliki kekuatan diatasnya.
"Siapa kamu yang ikut campur... Cepat keluar!" teriak Gong Liang yang tidak menemukan pelakunya.
Zhi Shimo yang juga tidak menemukan penolongnya, segera mengendalikan energi Kunang-kunang disaat lawan dalam keadaan kebingungan dengan situasi yang aneh.
"Awas!!" peringatan Seng Weiheng ketika merasakan kekuatan energi Kunang-kunang.
Boom boom boom...
Rentetan ledakan ketika energi Kunang-kunang berbenturan dengan energi spiritual milik Seng Weiheng dan Gong Liang. Berbeda dengan anggotanya yang segera diselamatkan oleh Formasi 12 Bintang disaat akan mati, termasuk Lu Xu Pang dan timnya yang lebih cepat menghilang. Biarpun berhasil diselamatkan, mereka masih tetap saja merasakan rasa sakit.
"Bajingan!? Ini pasti ulah mu!" bentak Gong Liang dan segera melompat setinggi mungkin agar bisa naik di dek kapal angkasa, namun tubuhnya segera ditekan oleh Formasi Anti Terbang. Gong Liang segera melepaskan pukulan jarak jauh untuk menghancurkan Dragon Spaceship.
Boom...
Sekali lagi Dragon Spaceship tidak sekalipun bergetar, hanya terlihat fluktuasi energi yang melindungi.
Zhi Shimo dan timnya menertawakan dua orang tua yang tampak bodoh. Setelah itu, Zhi Shimo berbicara, "saat ini kalian beruntung tidak aku kembalikan ke Kota Lima Menara Bintang. Jika kita bertemu lagi, harap persiapkan mental. Sampai jumpa lagi!"
Swosh...
Setelah berbicara, Dragon Spaceship melaju dengan kecepatan tinggi dan dalam sekejap mata tidak terlihat oleh Seng Weiheng. Gong Liang mengumpat berkali-kali karena telah dipermainkan oleh bocah.
Di balik salah satu Batu Nisan Bertulis, mengintip seseorang wanita bercadar, dia mengembangkan senyuman hangat menatap kepergian Zhi Shimo, lalu dia bergumam, "aku akan selalu melindungimu sampai kamu berhasil menjadi juara pertama. Tingkat Kekuatanmu dengan segera dan jangan khawatir tentang yang lainnya."
Wanita bercadar itulah yang telah membuat Elang Emas kehilangan kemampuan untuk terbang. Kekuatannya sangat jauh dari Seng Weiheng dan jelas energi spiritual tidak dirasakan oleh siapapun. Apa yang dikatakan tentang ~yang lainnya~ itu terkait dengan Tim Seribu Malam yang telah diselamatkannya dari kejaran dua pembunuh bayaran.
Pembunuh bayaran menargetkan Yuna Aurora dan Qin Diao Chin, sesuai perintah dari penyewa jasa Mansion Dewi Kesenangan. Untungnya, Qin Diao Chin memiliki kemampuan berteleportasi dan segera diselamatkan oleh wanita bercadar itu, termasuk semua Tim Seribu Malam yang terpisah.
Xu Huang tidak tahu bagaimana nasib timnya yang terpisah setelah dia pergi untuk meminta bantuan. Dia menceritakan apapun kepada Zhi Shimo sesuai dengan apa yang telah dialaminya.
Jika Zhi Shimo mengetahui wanita bercadar itu, dia akan sangat mengenali walaupun wajahnya tertutup kain.
Seng Weiheng dan Gong Liang naik ke punggung Elang Emas yang bisa terbang kembali setelah wanita bercadar pergi. Mereka berdua segera mengejar Zhi Shimo yang sudah tidak terlihat oleh Mata Dewa...
Di dekat Laut Kecil, terlihat seseorang pria tua yang menggunakan jubah penyamaran, wajahnya tidak terlihat, hanya terlihat kulit keriput di pergelangan tangan kebawah. Terlihat jubah penyamarannya basah kuyup karena keringat, dihadapannya tergeletak Lu Xu Pang dan timnya yang telah diselamatkan.
__ADS_1
"Bodoh! Kalian seharusnya mundur setelah Xiancai berhasil bergabung dengan mereka!" tegur pria tua kepada anak didiknya.
Ya, Lu Xu Pang dan timnya tidak diselamatkan oleh Formasi 12 Bintang, melainkan pihak lain yang berasal dari Alam Suci.
Semua Tim Es Abadi melirik Lu Xu Pang yang telah bertindak implusif karena khawatir kepada Zhi Xiancai. Lu Xu Pang segera memutar otaknya untuk beralasan.
"Ketua, maaf! Karena murid khawatir dengan keselamatan Xiancai!" dalih Lu Xu Pang.
Pria tua itu adalah ketua Balai Beladiri di Kuil Mata Dewa, namanya Gan Hao. Sedangkan wakilnya yang sedang menemui para penguasa galaksi bernama Zhen Wangting.
Mereka berdua diutus oleh Maharaja Yaksa untuk melindungi murid-murid serta melaksanakan tugas untuk menangkap Zhi Shimo, tapi dengan cara halus melalui metode pendekatan yang harus dikerjakan oleh wanita, Zhi Xiancai adalah pilihan yang cocok untuk menjalankan rencana.
Maharaja Yaksa telah mengetahui kebodohan si Wei Yan yang kembali gagal mengalahkan Dewa Binatang, dia segera mengatur siasat untuk menangkapnya dengan mengandalkan Kuil Mata Dewa. Sedangkan Kaisar Langit tidak mengetahui rencana adiknya.
"Bodoh! Semua apa yang dilakukan oleh Xiancai sudah sesuai dengan rencana, buat apa kamu harus mengkhawatirkannya? Jika bocah itu sampai curiga dan tahu, rencana kita akan gagal dan jelas pihak lain akan mengambil kesempatan ini!" bentak Gan Hao yang ingin rasanya meledakkan kepala Lu Xu Pang, untungnya saja dia masih mampu mengendalikan emosinya.
Tubuh Lu Xu Pang dan timnya gemetaran karena takut. Gan Hao menarik napas panjang dan menghembuskan secara perlahan, lalu dia berbicara, "lebih baik tingkatkan kekuatan kalian sesegera mungkin sampai semua Pil Kultivasi habis. Aku tidak ingin kalian mempermalukan Kuil Mata Dewa."
"Baik, Ketua Hao."
Ketua Gan Hao melambaikan tangannya dan keluar energi spiritual yang menyelimuti murid-muridnya. Dalam sekejap mata mereka menghilang dan muncul di dalam cincin dimensi miliknya.
"Benar-benar bodoh!" sungutnya yang kesal kepada Lu Xu Pang, lalu tubuhnya bergetar dan menghilang...
Dragon Spaceship melaju dengan sangat cepat. Sedangkan Zhi Shimo dan timnya di dalam ruang kendali kapal. Tim Gigas Fire telah memilih kamarnya masing-masing di kabin ketiga untuk berkultivasi, dengan Pil Kultivasi pemberian Zhi Shimo, mereka dengan semangat segera berkultivasi.
Sedangkan Kun Ashi dan Zhi Xiancai melihat keseluruhan didalam Dragon Spaceship, tapi mereka secara terpisah dan masih belum akur.
"Apakah kamu yang membuat kapal ini?" tanya Kun Ashi yang telah melihat keseluruhan didalam Dragon Spaceship.
Zhi Shimo ingin mengatakan yang sejujurnya, berhubungan saat ini sedang dalam kompetisi, dia memutuskan untuk berbohong, "bukan aku yang membuatnya. Ini aku temukan di Makam Leluhur Naga Tanah!"
Spontan Kun Ashi tertawa kecil dan membuat Zhi Shimo kebingungan, lalu dia bertanya, "kenapa tertawa?"
Setelah berhenti menertawakan Zhi Shimo, Kun Ashi berkata, "pantas saja kamu menjadi buruan Ras Naga Tanah...," lalu dia mengeluarkan sketsa wajah Zhi Shimo yang dia ambil di Kota Kuno dan menunjukkannya, "wajahmu sangat tampan!" Imbuhnya dan kembali menertawakan Zhi Shimo.
Xu Huang di melihat lukisan Zhi Shimo dan ikut menertawakannya. Zhi Shimo mengambil lukisan dari tangan Kun Ashi dan membakarnya. Kemudian Zhi Shimo duduk dibelakang kursi komando dengan wajah kesal bersama Kun Ashi.
Tidak berselang lama, Zhi Xiancai datang setelah melihat isi Dragon Spaceship, lalu dia duduk disamping kiri Zhi Shimo.
Kembali Xu Huang fokus sebagai nakhoda kapal. Dengan Mata Dewa, dia melihat sebuah pulau yang melayang di ketinggian 1.500 meter lebih dari permukaan laut.
"Ada pulau melayang di depan!" lapor Xu Huang sambil menunjukkan arah, lalu dia mengurangi kecepatan Dragon Spaceship.
Zhi Shimo segera berdiri dan berjalan mendekati Xu Huang. Lalu diikuti oleh dua wakilnya. Dengan Mata Langit, Zhi Shimo dengan jelas melihat pulau melayang yang dikelilingi kabut. Bentuknya seperti Piramida tapi tak simetris dengan sudut terbalik, diatasnya ada beberapa pulau kecil yang melayang, dari pulau-pulau kecil itu air mengalir seperti air terjun, sungai jernih yang mengalir dan banyak ikan. Diperkirakan luas pulau melayang tersebut mencapai 50 km².
"Mendarat disana, kita jadikan tempat itu sebagai markas," pinta Zhi Shimo sambil menunjukkan arah, dia merasa cocok dengan lingkungan pulau tersebut.
Segera Xu Huang mengendalikan Dragon Spaceship dan menuju kearah yang sesuai keinginan Zhi Shimo. Tidak butuh waktu lama kapal pun mendarat di padang rumput yang dekat dengan sungai.
__ADS_1
Zhi Shimo dan kedua wakilnya keluar dari kapal. Sedangkan Xu Huang membangunkan Tim Gigas Fire yang baru saja berkultivasi.
"Ayo, kita eksplorasi pulau baru!" teriak Xu Huang.
Zhi Shimo melihat sekelilingnya, lalu dia mengeluarkan 12 bendera Formasi dan memberikan kepada Zhi Xiancai dan Kun Ashi. Mereka berdua kebingungan dengan Zhi Shimo memberikan bendera Formasi.
"Buat apa ini?" tanya Kun Ashi sambil melihat Zhi Shimo.
"Ini namanya bendera Formasi, ya! Dan kegunaannya kamu pasti tahu!" sahut Zhi Xiancai dengan ketus, dia heran kenapa gadis didepannya ini seperti orang bodoh tapi kuat.
"Ka--"
"Kalian tancapkan bendera ini mengelilingi kapal, jarak antara kapal dan bendera sejauh delapan meter," sela Zhi Shimo sebelum Kun Ashi membalas perkataan Zhi Xiancai.
Kun Ashi mendengus kesal, lalu melihat Xu Huang dan Tim Gigas Fire yang baru keluar. Kun Ashi memanggil mereka, "kalian kemari!"
Melihat wajah Kun Ashi yang tidak sedap dipandang, Xu Huang dan timnya pun segera datang. Mereka berbaris ala prajurit.
"Apa ada tugas, Nyonya Bos?" serempak Xu Huang dan timnya bertanya.
"Kalian tancapkan bendera ini mengelilingi kapal, antara bendera dan kapal sejauh delapan meter!" perintah Kun Ashi dan memberikan enam bendera Formasi kepada Xu Huang.
Zhi Xiancai juga memberikan enam benderanya. Xu Huang menerima bendera, tapi justru memberikannya kepada Gigas Fire.
"Lakukan sesuai perintahnya!" pinta Xu Huang kepada timnya.
"Siap, Bos."
Zhi Shimo menahan tawa melihat kelakuan wakil dan timnya . Setelah Tim Gigas Fire turun dari kapal, Zhi Shimo berbicara kepada dua wakilnya, "tempat ini akan aman dengan perlindungan Formasi dan kalian bisa tenang berkultivasi. Aku akan pergi sebentar untuk mencari sumber daya alam."
"Aku ikut!" pinta Kun Ashi yang tidak mau lagi ditinggalkan seperti sebelumnya, dia langsung memegang lengan Zhi Shimo.
"Tidak! Justru kalian berdua yang paling kuat harus menjaga dan melindungi tim. Kalian harus memimpin mereka sebagai wakil ku. Tugasku akan mencari sumber daya untuk kita. Tapi, jika kalian tidak mendukung ku... Bagaimana kehidupan rumah tangga bisa bergerak, jika salah satu atau dua keluarga tidak saling bekerjasama...?" tolak Zhi Shimo secara halus dengan sedikit memberikan pengertian, "bekerja dengan satu tangan, berat untuk menarik dan mengangkat beban. Berjalan dengan satu kaki, lama akan mencapai tujuan. Kalian berdua adalah tangan dan kaki ku. Ayo, kita bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama." Imbuhnya agar menambah motivasi kedua wakilnya.
Kun Ashi tersenyum sambil melepaskan tangan dari lengan Zhi Shimo, dia merasa nyaman dengan ucapan Zhi Shimo, lalu dia berkata, "aku yang akan menjadi tanganmu."
"Aku yang akan menjadi kakimu, agar kita bisa jalan seirama!" ucap Zhi Xiancai yang kini menjadi lembut setelah tahu Zhi Shimo begitu bijaksana.
Xu Huang langsung mengeluarkan kitab tebal, lalu dia menulis perkataan Zhi Shimo sebagai bahan referensi untuk menaklukkan wanita. "Mantap... Ucapannya mantap!" gumamnya sambil membayangkan merayu wanita dengan menirukan perkataan Zhi Shimo.
"Aku pergi dulu dan lindungi anak-anak kita!" pamit Zhi Shimo dan memeluk Kun Ashi, setelah itu dia mencium keningnya.
Hati Kun Ashi berbunga-bunga dan sangat bahagia dengan ucapan serta perlakuan Zhi Shimo yang begitu lembut. Kemudian Zhi Shimo juga memeluk Zhi Xiancai dan juga mencium keningnya. Anehnya, Zhi Xiancai tidak menolak pelukan Zhi Shimo.
"Ini plat untuk mengaktifkan Formasi Perlindungan," kata Zhi Shimo sambil memberikan 4 lempengan besi yang terukir kepada Kun Ashi dan Zhi Xiancai.
"Kakak, kamu awasi adik ipar mu!" pinta Zhi Shimo kepada Xu Huang melalui komunikasi telepati.
Xu Huang yang sedang sibuk menulis di kitab 1.000 Cara Menaklukkan Wanita, segera berhenti. Dia melihat Zhi Shimo dan mengangguk paham.
__ADS_1
Bersambung.