
Chapter 199. Sejarah Dewa Kera Ilahi.
Menuju ke Satelit Mata Langit, Fung Feng harus melewati Satelit Mata Petir dan Satelit Mata Bumi. Saat ini Zhi Shimo melihat Satelit Mata Petir yang sekilas tampak tenang.
Namun, jika diperhatikan dengan jeli, dari dalam tanah keluar serat-serat petir. Umumnya, proses terjadinya petir berawal dari awan yang sarat bermuatan listrik negatif, yang tertarik dengan listrik positif yang berada di tanah. Aliran listrik negatif ini kemudian menuju ke tanah dan terkadang menyebabkan sambaran yang berbahaya. Tapi, berbeda dengan Satelit Mata Petir, di mana petir keluar dari dalam tanah.
Zhi Shimo menduga jika ada penyebab petir keluar dari dalam tanah. Dengan Mata Langit, dia melihat ke dalam tanah. Dan dugaannya benar, jika di dalam pusat Satelit Mata Petir terdapat sebuah bola besar yang mengeluarkan petir.
Ukuran bola petir tersebut berdiameter 10.000 meter lebih, bola tersebut mengeluarkan serat-serat petir yang menyebar ke seluruh jaringan vena struktur tanah. Di dalam bola petir tersebut berdiam seekor burung, yang tidak lain adalah Burung Petir Tiga Kepala.
"Fung, berhenti!" pinta Zhi Shimo sebelum Fung Feng mendekat ke Satelit Mata Petir.
"Tuanku, alangkah baiknya kita langsung ke Satelit Mata Langit... Dengan begitu, Tuanku tidak perlu membuang energi untuk menaklukkan si Burung Petir!" jelas Fung Feng yang ingin membawa Zhi Shimo ke Satelit Mata Langit daripada harus susah payah untuk menaklukkan penguasa Satelit Mata Petir.
"Apakah kamu yakin, jika penguasa Satelit Mata Langit mudah ditaklukkan? Kita tahu sifat kera itu susah diatur dan semaunya sendiri!" tanya Zhi Shimo, dan membuat Fung Feng diam sejenak untuk memikirkan perkataannya.
Apa yang dikatakan oleh Zhi Shimo memang benar, dia dulu pernah bertarung dengan Kera Emas di Benua Jiang Shan. Waktu itu Zhi Shimo bertarung dengan sengit, di mana Kera Emas mampu meningkatkan kekuatan dan garis darah Kera Ilahi.
Walaupun Zhi Shimo pada akhirnya menaklukkan si Kera Emas, dia juga mengeluarkan semua kemampuannya. Saat ini, si Kera Emas telah menjadi salah satu jenderalnya di Dunia Jiwa, dan sifatnya tidak pernah berubah, semuanya sendiri walaupun sebagian seorang jenderal.
Jika melawan Kera Emas sudah sulit, bagaimana jika melawan penguasa Satelit Mata Langit? Yang secara keseluruhan jauh lebih kuat dari si Kera Emas.
"Menurutmu, sekuat apa si Kera Tua itu? Apa saja kemampuannya?" tanya Zhi Shimo saat Fung Feng terdiam sambil mengepakkan sayapnya secara perlahan.
Tiba-tiba, Fung Feng berubah menjadi humanoid, kepala burung dengan tubuh menyerupai manusia. Zhi Shimo mengangguk sebagai respon, dia tidak terkejut melihat Fung Feng berubah menjadi setengah manusia dengan tinggi badan melebihinya.
Kini, mereka berdua melayang di luar angkasa sambil melihat ke arah Satelit Mata Petir. Sedangkan Celestial She, Shuǐ Jīnglíng dan yang lainnya hanya melihat dari Dunia Jiwa melalui cermin dunia luar, sambil berkultivasi di atas Bunga Lotus.
"Kera Tua ini dulunya mengabdi kepada Kaisar Langit, Yang Mulia Dewa (Deity). Karena memiliki pandangan yang berbeda, dia memutuskan untuk memisahkan diri dari ikatan Dinasti Sembilan Surgawi. Namun sebelum itu, dia sempat membuat kekacauan terlebih dahulu di wilayah Alam Suci...," Fung Feng menceritakan sejarah tentang penguasa Satelit Mata Langit.
Penguasa Satelit Mata Langit bernama Dewa Kera Ilahi, nenek moyang si Kera Emas yang berasal dari Benua Jiang Shan, termasuk Dewa Kenakalan yang berasal dari Benua Shen Zhou adalah keturunannya.
Untuk memutuskan hubungan dengan Dinasti Sembilan Surgawi, maka Dewa Kera Ilahi melakukannya dengan membuat kekacauan, dia banyak merusak infrastruktur penting, melukai banyak Dewa dan Dewi, sehingga membuat Kaisar Langit, Maharaja Yaksa dan para Dewa Dewi berkerjasama untuk mengalahkannya.
__ADS_1
Sayangnya, karena Dewa Kera Ilahi memiliki kemampuan dalam mengendalikan lima elemen, maka upaya mereka sia-sia. Bukannya meredam emosi Dewa Kera Ilahi, mereka makin membuatnya marah dengan cara menangkap keluarganya untuk dijadikan sandera dalam menaklukkan Dewa Kera Ilahi.
Satu hal yang membuat Zhi Shimo berpikir, yaitu penyebab utama Dewa Kera Emas Ilahi membuat kekacauan, dia segera menyela Fung Feng yang sedang bercerita, "bagaimana ceritanya dia sampai membuat kekacauan?"
"Tuanku, apakah ada seorang penguasa yang bijak di alam semesta ini?" tanya balik Fung Feng sebelum menjawab.
Dari pertanyaan Fung Feng, Zhi Shimo paham betul ada makna yang tersirat, di mana kata "bijak" mencakup banyak hal, bisa berkonotasi negatif, yaitu bijak menjadi serakah, bisa juga bijak berubah menjadi ketakutan, dan penyebabnya adalah rasa khawatir.
"Apa karena kelebihan si Dewa Kera Ilahi yang membuat dua penguasa itu khawatir atau ...!"
"Benar! Tidak ada suatu kehidupan yang benar-benar bijak di alam semesta, di dalam hati tersembunyi emosi negatif, walaupun itu hanya setitik ... Hamba dan mungkin juga dengan Tuanku, pasti tidak ingin ada seseorang yang melebihi kita. Dengan orang tersebut melebihi kita, rasa was-was pasti ada. Lalu, agar rasa kekhawatiran tidak terjadi, maka dibuatlah pembatasan, seperti aturan dan lain sebagainya, dengan tujuan menghambat pertumbuhan orang tersebut, dan dengan dalih demi kedamaian bagi semua kehidupan...," terang Fung Feng yang mudah dimengerti oleh Zhi Shimo, dia berhenti sejenak untuk menarik napas.
Perkataan Fung Feng sangat dalam bagi Zhi Shimo. Dia berpikir, memang tidak ada kehidupan yang memiliki hati murni, bahkan alam semesta akan melindungi diri sendiri dari bahaya yang berpotensi memusnahkan, apalagi manusia dan ras lainnya, yang pasti akan membuat kehidupannya damai dan aman dengan caranya sendiri.
"Jika begitu, bisa disimpulkan bahwa penguasa Satelit Mata Langit sulit untuk ditaklukkan, benar bukan?" tanya Zhi Shimo sekali lagi setelah menyimpulkan sejarah Dewa Kera Ilahi.
"Benar Tuanku! Tapi, dengan Anda memiliki kemampuan dalam kekuatan jiwa dan mengendalikan banyak elemen, hamba yakin Tuanku pasti mampu menaklukkannya!" jawab Fung Feng dengan jujur.
"Sebelum menaklukkan Dewa Kera Ilahi, alangkah baiknya aku menaklukkan Burung Petir dan penguasa Satelit Mata Bumi untuk menambah wawasan serta pengalaman!" tekad Zhi Shimo yang tidak tergesa-gesa untuk menaklukkan langsung si Dewa Kera Ilahi.
Sebelum Zhi Shimo bergerak menuju ke Satelit Mata Petir, Fung Feng memberikan informasi tentang penguasa Satelit Mata Petir, "dia memiliki kemampuan dalam hal kecepatan, kekuatan petirnya setara dengan peringkat keempat, yaitu Ancient Lightning."
Zhi Shimo mengangguk paham sambil menepuk pundak Fung Feng, lalu dia berkata, "panggil dia dan aku akan menyelinap untuk menaklukkannya!"
Setelah berbicara, dia terbang menuju ke Satelit Mata Petir. Fung Feng menghela napas panjang dan segera menyusul tuannya...
Di dalam Dunia Jiwa, Dewi Shiwu telah bangun dari pingsannya, dia seketika menangis sejadi-jadinya karena tidak terima kalah dari Zhi Shimo. Zhi Xiancai dan ketiga sahabatnya segera menenangkan Dewi Shiwu. Sebagai sesama wanita, mereka berempat mengerti perasaan Dewi Shiwu.
Satu hal yang dialami oleh Zhi Xiancai dan ketiga sahabatnya, mereka tidak murni mencintai Zhi Shimo, sebab sewaktu berhubungan intim mereka terpengaruhi aroma feromon afrodisiak, yang mana tidak mampu mereka lawan.
Seandainya, jika benar-benar mencintai Zhi Shimo, mereka juga tidak bisa lepas dari segel yang diberikan oleh Kuil Mata Dewa, sehingga tidak bisa mengikuti Zhi Shimo.
"Kakak, aku tahu perasaanmu, kita juga mengalami hal yang sama. Tapi, dengan kemampuannya dan semua yang dia miliki, itu sudah menjamin kehidupan kita. Jadi, tidak ada ruginya menjadi pasangan Dao-nya!" tutur Zhi Xiancai agar Dewi Shiwu menerima Zhi Shimo sebagai pasangan Dao.
__ADS_1
Dewi Shiwu mengusap air matanya, lalu dia melihat ke langit-langit kamar. "Bukan itu masalahnya, aku tahu kamu juga memiliki segel anti pengkhianatan, dan aku juga...," ungkapnya sambil membuka pakaian atas yang memperlihatkan buah kenyalnya.
Di buah kenyalnya sebelah kanan, terlihat sebuah tato yang berbentuk lingkaran, di mana itu adalah segel anti pengkhianat yang diberikan oleh ayahnya, si Maharaja Yaksa.
Zhi Xiancai dan ketiga sahabatnya melihat segel tersebut yang sama. Lalu Su Kiew berbicara, "kita tidak bisa berkhianat kepada Kuil Mata Dewa, akan tetapi tidak berarti kita dilarang memiliki pasangan Dao."
"Jadi... Kalian sudah ...?" sahut Dewi Shiwu yang terkejut, dia paham perkataan Su Kiew.
"Benar!" jawab Zhi Xiancai dan ketiga sahabatnya secara bersamaan.
Dewi Shiwu menundukkan kepalanya ketika berpikir, dia memikirkan tentang Zhi Shimo yang lebih unggul dalam kekuatan jiwa, dan juga tentang Dunia Jiwa yang sangat kaya raya, serta memenuhi segala kebutuhannya.
"Kekuatan jiwa... Bagaimana caranya dia bisa membudidayakan keahlian ini, apakah kalian tahu?" selidik Dewi Shiwu yang ingin mempelajari kekuatan jiwa.
"Kita tidak tahu, tapi kita bisa meningkatkan kekuatan jiwa...," jawab Xiao Yu mewakili ketiga sahabatnya.
"Ayo, ikuti aku, kita akan berkultivasi dengan menyerap energi kekuatan jiwa yang sudah disediakan oleh suami kita!" ajak Zhi Xiancai daripada panjang lebar berbicara tentang kekuatan jiwa.
Baru kali ini Dewi Shiwu tersenyum, wajahnya menjadi ceria. Mereka segera keluar dari kamar dan menuju ke belakang istana, di mana ada Bunga Lotus raksasa yang mengeluarkan energi kekuatan jiwa.
Sesampainya di belakang istana, Dewi Shiwu melihat Celestial She, Shuǐ Jīnglíng dan yang lainnya, termasuk delapan Naga tua yang sedang berkultivasi.
"Ayo, bergabung dengan kita!" ajakan Permaisuri Fen sebelum Kun Ashi berbicara.
Dia ingin mendamaikan situasi antara Dewi Shiwu dengan semua wanita yang tidak suka. Dengan bergabungnya Dewi Shiwu di dalam keluarga besar Zhi Shimo, maka kekuatan mereka juga akan bertambah, semakin banyak orang yang kuat semakin baik.
Zhi Xiancai menarik pergelangan tangan kanan Dewi Shiwu, dia juga ingin membuat suasana menjadi damai dan nyaman seperti sediakala. Naga tua juga mempersilakan Dewi Shiwu bergabung dengan mereka.
Karena membutuhkan kekuatan jiwa, maka Dewi Shiwu memutuskan untuk menerima Zhi Shimo sebagai pasangan Dao, dia segera masuk ke dalam Bunga Lotus...
Di luar Dunia Jiwa, Zhi Shimo tahu apa yang terjadi di dalam Dunia Jiwa, tapi dia juga tidak peduli dengan pemikiran Dewi Shiwu, saat ini dia fokus terhadap apa yang akan dihadapinya. Saat ini, Zhi Shimo dan Fung Feng di atas sebuah lubang yang merupakan jalan masuk dan keluar Thunderbird Tiga Kepala.
"Wanita jelek, keluar!" teriak Fung Feng yang memanggil penguasa Satelit Mata Petir.
__ADS_1
Zhi Shimo ingin tertawa mendengar panggilan Burung Petir Tiga Kepala, dia juga tidak menyangka akan bertemu dengan Burung Petir berjenis kelamin perempuan, dia jadi teringat dengan istrinya yang bernama Loi Annchi.
Sayangnya, Loi Annchi dibawa oleh ibunya untuk dilatih. Daripada mengingat semua istrinya, dia berubah menjadi angin dan melesat ke arah lubang besar untuk menunggu keluarnya Burung Petir Tiga Kepala dari sarang...