
Chapter 119. Serangan Fiend Spirit.
Karena sudah ketahuan niatnya, Seng Weiheng memprovokasi Zhi Shimo, "apa ini penjaga Laut Kecil yang katanya tidak kenal takut? Tapi... Melawanku saja kewalahan!"
Zhi Shimo tidak heran jika dikira sebagai penjaga Laut Kecil, mungkin karena wajahnya yang tidak terlihat serta zirah perang yang berukiran Naga.
"Ini bukan wilayah ku. Sekali lagi kamu masuk ke Laut Kecil, jangan harap bisa kembali!" ancam Zhi Shimo dan mengepakkan sayapnya untuk kembali ke Laut Kecil.
"Sial!" batin Seng Weiheng yang tidak bisa memancing Zhi Shimo masuk ke dalam Formasi Array, lalu dia melompat dan melepaskan pukulan jarak jauh.
Zhi Shimo yang tahu Seng Weiheng menyerangnya, segera berteleportasi dan muncul di belakang lawan. Kembali Seng Weiheng syok, lagi-lagi lawan memiliki kemampuan berpindah tempat dalam sekejap, dia membalikkan badan dan...
Boom...
Terlambat untuk menangkis pukulan Zhi Shimo. Kembali tubuh Seng Weiheng terpental setelah punggungnya terkena pukulan, zirah perangnya sampai muncul retakan. Seng Weiheng melesat ke arah Laut Kecil dan kembali Zhi Shimo muncul di belakangnya dengan tangan kanan berniat untuk memukul punggungnya.
Swosh... Swosh...
Bermunculan empat orang yang menghadang Zhi Shimo sebelum memukul Seng Weiheng, mereka menggunakan Artefak pedang terbang. Mereka adalah Ketua Balai Pekerjaan Umum yang bernama Ming Zihan bersama wakilnya yang bernama Chu Sying, lalu ada pemimpin Sekte Pendekar Naga Sakti yang bernama Ao Genjo, dan wakilnya bernama Tu Delun. Ao Genjo memiliki kekuatan di level 76 dan Tu Delun di level 60.
Zhi Shimo jelas terkejut dengan kecepatan mereka dan tiba-tiba muncul di depannya. Apalagi kekuatan mereka melebihinya, lalu dia melihat Gong Liang menolong Seng Weiheng.
"True Alfa level 95!" batin Zhi Shimo yang tidak mungkin bisa melawan mereka untuk saat ini.
Menghadapi Seng Weiheng dan Gong Liang, Zhi Shimo masih sanggup untuk mengalahkannya, tapi kedatangan empat orang yang memiliki kekuatan di atas Seng Weiheng dan wakilnya jelas Zhi Shimo kewalahan jika beradu pukulan. Terutama Ming Zihan yang memiliki level 95 dan wakilnya berada di level 93, mereka berdua lebih sulit dikalahkan.
Seandainya kekuatannya tidak di segel, menghadapi mereka Zhi Shimo tidak sedikitpun kewalahan, malahan dengan mudah meledakkan tubuh lawan. Sayangnya, kekuatannya yang berada di tingkat Half Gama level 35 tidak bisa digunakan.
"Galaksi, apakah kalian tidak bisa membuka segel yang memblokir kekuatan ku?" tanya Zhi Shimo kepada Galaksi Asal Muasal.
"Bisa, Penguasa. Tapi, setelah segel dihancurkan, Kitab Suci akan mengetahuinya!" jawab Galaksi Asal Muasal yang membalas dengan komunikasi telepati.
Zhi Shimo menghela napas berat karena tidak bisa menggunakan kekuatan aslinya. Sebelum dia berdiskusi dengan Celestial She serta empat Naga tua, Ming Zihan berbicara.
"Kamu masuk ke wilayah kita dan telah membuat onar dengan memukuli Seng Weiheng... Hukuman mu berat! Menyerah atau kami bertindak dengan kasar!" ujar Ao Genjo sambil kedua matanya berbinar-binar melihat Zirah Perang Naga.
Tetap menyamarkan suara, Zhi Shimo membalas ucapan Ming Zihan, "wilayah ini bebas dan bukan milik siapapun, apa hak mu melarang ku? Dan, dia juga yang telah masuk ke wilayah Laut Kecil dengan berniat buruk!"
Setelah berbicara, tangan kanan Zhi Shimo digerakkan ke belakang, dia berniat menggunakan elemen kayu untuk menyerat lawannya. Ming Zihan dan pendukungnya menertawakan ucapan Zhi Shimo.
Bang... Bang...
Dan, tiba-tiba semua orang berjatuhan, seakan-akan ada yang menekan tubuhnya dan membuat Artefak pedang terbang kehilangan fungsi. Zhi Shimo yang belum melakukan apapun jelas terkejut, lagi-lagi hal seperti ini terjadi ketika dia terkepung.
Zhi Shimo melihat sekitarnya untuk mencari siapa orang yang telah menolongnya lagi. Tapi dia tidak menemukan siapapun.
"Cepat pergi dari sini!"
__ADS_1
Di benak Zhi Shimo terdengar suara seorang wanita yang jelas samarkan, dia segera mencari sumber suara tersebut, namun sekali lagi tidak menemukan keberadaannya.
"Cepat pergi sebelum mereka bangun!" perintah wanita itu sekali lagi yang terdengar di benak Zhi Shimo.
Zhi Shimo segera mengepakkan sayapnya dan melesat dengan sangat cepat menuju ke Laut Kecil. Lalu dia berkata kepada wanita yang menolongnya, "terima kasih telah menolongku untuk kedua kalinya!"
Akan tetapi Zhi Shimo tidak mendapatkan tanggapan dari penolongnya. Sedangkan Ming Zihan dan pendukungnya segera berdiri dan melihat Zhi Shimo yang telah tertelan kabut Laut Kecil.
"Siapa kamu yang ikut campur, keluar?!" bentak Ming Zihan sambil mencari keberadaan orang yang membuatnya jatuh.
Seng Weiheng, Gong Liang, Ao Genjo dan Tu Delun juga mencari keberadaan orang yang telah menggagalkan rencana untuk mendapatkan Zirah Perang Naga.
Lalu datang kapal angkasa milik Akademik Dewa Dewi, lalu mendarat di dekat para pemimpin Aliansi Naga Api Surgawi. Pelindung Cen melihat kepergian Zhi Shimo, lalu dia berbicara kepada Ketua Balai Pekerjaan Umum.
"Saudara Zihan, bagaimana jika kita bekerjasama untuk menangkapnya? Untuk masalah bagaimana pembagian harta rampasan, kita bisa melakukan lelang. Hasil dari lelang kita bagi rata. Bagaimana menurut Anda?"
Ming Zihan yang kesal berubah menjadi gembira dengan ide dari Pelindung Cen, lalu dua menjawab, "aku setuju. Sekalian kita eksplorasi Laut Kecil bersama-sama."
"Bagus! Silakan Anda semua naik ke kapal kita!" pinta Pelindung Cen yang tampak senang sarannya ditanggapi dengan cepat.
Ming Zihan dan pendukungnya segera naik ke kapal angkasa. Lalu kapal angkasa naik dan melaju kencang ke arah Laut Kecil untuk mengejar Zhi Shimo.
Ming Zihan yang terkenal serakah jelas senang dengan ide dari Pelindung Cen, di dalam hatinya telah merencanakan untuk tetap merebut Zirah Perang Naga dari pemenang lelang. Dia yakin mendapatkan keinginannya karena paling kuat diantara mereka.
Ming Zihan adalah orang yang disuap oleh para penguasa galaksi untuk menangkap Zhi Shimo serta melindungi putra dan putrinya. Tidak hanya Ming Zihan yang bisa disuap, ada beberapa petinggi Istana Awan Surgawi yang juga disuap...
Dengan mengepakkan sayapnya secara maksimal, Zhi Shimo memikirkan siapa wanita yang telah menolongnya selama ini. Awalnya, dia menduga jika penolongnya adalah Putri Niu. Akan tetapi, bagaimana bisa Putri Niu mampu membuat kekuatan True Alfa bisa berjatuhan tanpa menimbulkan fluktuasi energi? Terakhir bertemu dengan Putri Niu, kekuatannya masih berada di bawah Crossing Tribulation dan mustahil bisa mengalahkan True Alfa.
"Apakah kalian tadi mengetahui siapa orang yang menolong ku?" tanya Zhi Shimo kepada Celestial She dan empat Naga tua.
"Nyonya Shimo mungkin mengetahuinya, Tuan Muda!" jawab Fucang Long mewakili ketiga sahabatnya.
"She'er, apa kamu mengetahuinya?" tanya Zhi Shimo sekali lagi.
Namun, Celestial She tidak menjawab sebab sedang tertidur. Zhi Shimo menduga jika Celestial She yang tertidur karena kekuatannya masih digunakan.
Akhirnya Zhi Shimo telah tiba di lokasi yang ditunjukkan oleh Di Long. Dia melihat ke bawah, dimana terdapat pusaran air laut. Segera dia menukik tajam ke bawah dan merasakan daya hisap kuat dari tengah pusaran air laut yang meningkatkan kecepatannya.
Zhi Shimo masuk ke tengah pusaran air laut tanpa khawatir dengan apapun, sebab Zirah Perang Naga melindunginya. Seperti yang dikatakan oleh Di Long, jika Laut Kecil sangatlah dalam. Semakin dalam masuk, dia semakin merasakan daya hisap sangat kuat seperti tertekan medan gravitasi, yang mana medan gravitasi 1.000 kali lebih kuat daripada saat masuk ke Dunia Mistik.
Zhi Shimo sampai merasakan kulit tubuhnya ingin terlepas, zirah perangnya sampai bergetar hebat. Tidak berselang lama Zhi Shimo masuk ke dalam celah spasial yang berada di dasar laut, ukuran celah spasial sangat sempit, hanya selebar satu langkah kaki, yang mengharuskan dirinya berubah menjadi wujud air.
Zhi Shimo melihat dinding celah spasial yang berkelap-kelip yang memberikan penerangan. Lalu dia melihat ke dasar dengan Mata Langit. Zhi Shimo sedikit terkejut saat tidak melihat dasarnya.
Dengan pasrah menerima tubuhnya terhisap...
...****************...
__ADS_1
Hari menjelang malam.
Di Desa Chang terlihat banyak mahkluk hidup dengan penampilan yang aneh, tangan dan kakinya terbuat dari rantai, menggunakan jubah hitam untuk menutupi tubuhnya, hanya terlihat mata yang berwarna merah. Selain itu, mahluk tersebut juga memiliki sepasang sayap lebar yang berwarna hitam.
Mereka adalah Fiend Spirit si pemburu jiwa kehidupan. Fiend Spirit menyebar untuk memulai perburuan. Saat merasakan jiwa milik binatang mistik, mereka segera menggerakkan rantai untuk menjerat target.
Di dekat Pegunungan Hutan Terlarang, lokasi kemunculan Gerbang Neraka, Fiend Spirit masih terus keluar dan terbang menuju ke permukaan tanah, jumlahnya sangat banyak dan rata-rata memiliki sayap. Mereka menuju ke Desa Chang seperti yang lainnya, lalu menyebar ke segala arah.
Di Kota Pahlawan, lonceng marabahaya terdengar saat Fiend Spirit terlihat. Saat Fiend Spirit dekat dengan sasaran, matanya yang merah bersinar terang dan membuat target mengalami rasa pusing. Segera rantai melilit tubuh target dan menyerap jiwanya.
Suara teriakan kesakitan tidak sedikitpun membuat Fiend Spirit menghentikan aksinya. Penduduk Kota Pahlawan segera melawan Fiend Spirit. Siluman Putih yang tahu Fiend Spirit memiliki kekuatan jiwa, mereka segera bertarung dengan sengit. Para siluman sangat membutuhkan kristal jiwa yang sulit untuk didapatkan.
Ketua Penegak Hukum Paviliun Penakluk Siluman segera mengabarkan kepada Dewa Angin tentang kemunculan Fiend Spirit. Setelah melapor, dia keluar dari bersama anggotanya untuk melawan Fiend Spirit...
Di pintu masuk ke Makam Peperangan Kuno, lima penjaga pintu yang telah pulih, mereka sedang bersantai dengan mengelilingi api unggun dan memanggang ikan.
Di saat sedang mengobrol, mereka mendengar suara rantai berdentangan, lalu mengalihkan pandangan ke arah hutan. Mereka syok melihat banyak Fiend Spirit terbang menuju ke arahnya.
"Fiend Spirit! Hati-hati!" teriak komandan regu penjaga, lalu dia dan anggotanya segera berdiri dan mengeluarkan senjata.
Boom...
Pertarungan pun tak terelakkan, dimana komandan regu segera menyerang Friend Spirit dengan kekuatan penuh.
"Lindungi tubuh kalian dengan perisai energi!" perintah komandan regu kepada anggotanya.
Boom boom...
Ledakan energi spiritual saat berbenturan dengan rantai milik Fiend Spirit. Sayangnya, komandan regu dan anggotanya kalah jumlah, mereka dikepung oleh Fiend Spirit dengan rantai melesat ke arah komandan regu dan melilit tubuhnya.
Rantai-rantai itu menyerap jiwa komandan regu yang hanya bisa berteriak kesakitan. Tidak berselang lama, komandan regu mati dengan mata melotot dan mulut terbuka. Tidak berbeda dengan anggotanya, mati dengan cara mengenaskan.
Setelah mengalahkan lima penjaga pintu masuk, Fiend Spirit masuk ke Makam Peperangan Kuno untuk memburu yang lainnya. Sebagian menuju ke tempat-tempat yang banyak penghuninya...
Istana Awan Surgawi yang melayang dan bergerak terus, lalu tiba-tiba berhenti di atas dinding Formasi Array yang menyelimuti wilayah Makam Peperangan Kuno.
Di Menara Pengawas Alam Tianwu, berdiri beberapa petinggi Istana Awan Surgawi, mereka melihat serangan Fiend Spirit yang brutal. Mereka adalah Dekan Balai Pengawas Alam Tianwu, ketua pertama hingga ketua kelima yang sedang mengawasi Fiend Spirit.
"Apa perlu kita turun tangan?" tanya ketua kedua kepada Dekan She, She Bao namanya.
She Bao adalah ayah dari She Xia dan Xia Jinjing, dia mengepalai lima Ketua Balai Pengawas Alam Tianwu. Ketua pertama bernama Min Young, ketua kedua bernama Weng Aiguo, ketua ketiga bernama Ning Duyi, ketua keempat bernama Tong Jenghis, dan terakhir ketua kelima yang bernama Miao Jing Sheng.
"Kalian pantau dulu. Jika para peserta dan kultivator tidak mampu mengalahkan mereka, baru kalian bertindak!" jawab She Bao dan meninggalkan bawahannya.
Setelah kepergian She Bao, kelima ketua tersebut tersenyum, lalu kembali masuk ke dalam Menara Pengawas...
__ADS_1
...****************...