
Chapter 62. Ranah Ancient God Level Lima.
Celestial She telah memanen semua sumber daya alam yang tumbuh subur di dalam gua, lalu dia mengeluarkan tempat tidur sambil menjaga Zhi Shimo yang sedang berkultivasi, padahal dia tahu tidak akan ada yang berani maupun mengetahui lokasi gua milik Pohon Naga Tanah.
Setelah membaringkan tubuhnya, dia dengan santainya memakan Buah Suci tingkat Langit. Celestial She mengembangkan senyuman puas melihat kekuatan Zhi Shimo naik dengan cepat seperti batu yang dijatuhkan dari langit.
Setelah kenyang, Celestial She mengantuk dan memejamkan mata tanpa khawatir akan ada yang menganggu Zhi Shimo yang sedang berkultivasi.
Satu hari berlalu, Zhi Shimo belum selesai berkultivasi, namun esensi darah naga di dalam danau telah berkurang seperempatnya.
"Tiga hari lagi mungkin dia selesai berkultivasi," gumam Celestial She saat terbangun dan melihat kekasihnya yang masih dengan tenang berkultivasi.
Karena bosan di dalam gua, Celestial She berniat keluar untuk mencari udara segar. Namun, dia mengurungkan niatnya karena khawatir diketahui oleh para penguasa dan Kitab Suci. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke Dunia Jiwa tanpa harus membangunkan Zhi Shimo, dia bisa keluar masuk ke Dunia Jiwa melalui Segel Keluarga Besar Zhi Shimo.
Di dalam Dunia Jiwa, Celestial She menemui Nayoung dan yang lainnya. Seperti wanita pada umumnya, mereka berbelanja, terutama berbelanja pakaian, parfum dan lain sebagainya.
Waktu pun berlalu dua hari, namun Zhi Shimo belum juga selesai berkultivasi, sedangkan esensi darah naga di danau menyisakan separuh. Kini kekuatannya telah berada di tingkat Golden God level lima, naik dua puluh level dalam dua hari.
Saat berada di tingkat Heavenly God, tubuh Zhi Shimo dikelilingi oleh awan putih setiap kali naik satu level. Ketika berada di tingkat Golden God, tubuhnya mengeluarkan cahaya keemasan hingga saat ini. Cahaya keemasan akan menghilangkan manakala dia berhenti berkultivasi. Namun, sensasi kedamaian saat menerobos berturut-turut, membuat Zhi Shimo tidak berhenti berkultivasi sampai esensi darah naga di danau habis.
Tidak hanya dia saja yang terhanyut dalam kultivasi, Yuna Aurora dan timnya juga sama, dengan dukungan Buah Suci, mereka juga menerobos dengan cepat.
Namun, berbeda dengan penghuni Dunia Mistik, dimana Siluman Hitam telah berburu apapun yang memiliki jiwa. Demikian juga dengan binatang mistik yang telah berburu.
Suasana di Dunia Mistik dan Alam Tianwu tak lagi tenang, semua kehidupan banyak yang bertahan dari perburuan Siluman Hitam dan binatang mistik. Sedangkan Roh Jahat juga tidak ketinggalan, dimana mereka berburu kultivator yang paling lemah.
Berbeda dengan kultivator yang memiliki kekuatan Deity, mereka tidak tinggal diam melihat banyaknya Siluman Hitam dan binatang mistik keluar dari sarangnya. Mereka berlomba-lomba memburu apapun jenisnya.
...****************...
Di Kota Naga Tanah.
Xu Huang bersama Juan Rou ikut berburu Siluman Hitam dan Roh Jahat yang masuk ke dalam kota, kesempatan ini tidak mungkin mereka sia-siakan untuk meningkatkan lencana keanggotaan Paviliun Penakluk Siluman dan prestasi secara global.
"Ayo cepat, Roh Jahat muncul di bagian Utara kota!" ajak Xu Huang dengan menarik pergelangan tangan Juan Rou, dia tidak sabar untuk mendapatkan lagi Roh Jahat.
Dengan bantuan prajurit Naga Tanah, Xu Huang dan Juan Rou dengan mudah memenjarakan Roh Jahat dan Siluman Hitam. Bagi Humanoid, Roh Siluman Hitam dan Roh Jahat tidak banyak bermanfaat baginya, mereka hanya berburu binatang mistik yang bisa meningkatkan kekuatan. Oleh sebab itu, Xu Huang dan para peserta Konferensi Tianwu mengikuti Humanoid untuk mendapatkan buruannya.
"Sabar kenapa? Apa kamu lupa aku sedang hamil!" sungut Juan Rou yang makin manja semenjak dia hamil, padahal usia kandungan baru delapan hari.
"Aiyo!! Kamu terlalu lembek... Lihat anakku ingin keluar dan ikut berburu!" sahut Xu Huang sambil melihat perut Juan Rou dan turun ke gua kesukaannya.
__ADS_1
"Amit-amit!! Jangan sampai anakku seperti Bapaknya yang cabul!!" Juan Rou jijik melihat tatapan mata Xu Huang.
Xu Huang terkekeh geli mendengar ocehan Juan Rou. Mereka berdua dengan cepat mengikuti prajurit Naga Tanah dan kebetulan berpapasan dengan Tim Wu Chyou.
Tim Wu Chyou yang terdiri dari tujuh orang, segera menghalangi langkah Xu Huang dan Juan Rou, lalu Wu Chyou sebagai pemimpin maju dengan tersenyum sinis.
"Berikan Bola Segel Siluman kalian!" pintanya sambil melirik perut Juan Rou yang terlihat sedikit membuncit.
Karena Xu Huang, Wu Chyou dikalahkan oleh Zhi Shimo, sebab itu dia memendam rasa dendam dan amarahnya. Saat inilah waktunya untuk membalas dendam kepada Xu Huang yang telah mengalahkannya Wu Jin.
Xu Huang tertawa dan tidak takut sama sekali dengan musuhnya, sebab yang terkuat dari mereka bertujuh adalah Wu Chyou yang berada di tingkat Nascent Soul level satu.
Xu Huang melihat fluktuasi energi milik Wu Chyou sedikit kurang stabil, dia menebak jika Wu Chyou baru saja menerobos ke tingkat Nascent Soul. Sedangkan Xu Huang kini telah berada di tingkat Nascent Soul level delapan dan Juan Rou di level sepuluh.
"Kalian ini pintarnya keterlaluan atau sebaliknya, hah!!" bentak Juan Rou yang heran dengan tindakan Wu Chyou, sudah tahu kalah dalam hal basis kultivasi masih saja mencari masalah.
"Gendut, pergi kamu!" hardik Wu Jin yang tidak suka kepada Juan Rou.
Xu Huang langsung menepuk keningnya saat Wu Jin membangkitkan binatang buas pada diri Juan Rou dengan memanggilnya gendut.
Swosh... Bang...
Juan Rou langsung menyerang Wu Jin dengan memukul kepalanya. Tubuh Wu Jin terpental dan menabrak dinding. Sedangkan Wu Chyou dan timnya segera menyerang Juan Rou, namun Xu Huang tidak mungkin tinggal diam melihat istrinya dikeroyok, dia melemparkan palunya ke arah Wu Chyou.
Swosh... Bang...
Long De Xiang yang melihat pertarungan di kotanya, dia segera berhenti di atas mereka. "Berhenti kalian!" perintahnya sebelum Xu Huang melemparkan palunya.
Xu Huang mendongak untuk melihat suara wanita, seketika matanya berbinar-binar melihat kecantikan yang terlihat paha mulus dan putih.
Plak...
"Aduh!!"
Juan Rou langsung memukul kepala Xu Huang agar tidak melihat paha mulus Long De Xiang. Xu Huang tersenyum masam sambil mengelus kepalanya yang dipukul.
Sedangkan Wu Chyou dan timnya segera kabur setelah dilerai oleh Long De Xiang, mereka akan kembali membalas dendam setelah memiliki kekuatan yang cukup untuk mengalahkan Xu Huang.
"Tak tahu malu!" sungut Long De Xiang yang jijik melihat pandangan Xu Huang yang cabul, lalu dia bersama dua pengawalnya menuju ke Utara untuk membantu penjaga kota.
"Apa punyaku kurang seksi darinya, hah!" bentak Juan Rou yang geram dan juga gemas suaminya tidak pernah berubah, padahal dia adalah kecantikan yang memiliki tubuh subur, bahenol dan tanpa kasur pun jadi.
__ADS_1
"Seksi dan sangat seksi sekali... Kecantikan mu tidak ada duanya di dunia...!" pujian Xu Huang dan segera menuju ke Utara sebelum Juan Rou marah lagi.
Juan Rou tersenyum bangga yang dipuji oleh Xu Huang. Namun dia menjadi marah ketika Xu Huang berkata, "tapi ada yang pertama, hahaha!"
"Xu Fatttt....!!" teriakan Juan Rou dan segera mengejar Xu Huang sambil membawa sapu.
Xu Huang makin cepat berlari saat melihat Juan Rou membawa sapu...
Sesampainya di tempat tujuan, Xu Huang melihat banyak Roh Jahat keluar dari lubang tanah, lalu para prajurit membantai mereka dengan mudah. Xu Huang segera mengeluarkan Bola Segel Siluman untuk memenjarakan Roh Jahat sebelum Roh-roh Jahat dikalahkan oleh para prajurit.
...****************...
Empat hari berlalu, namun Zhi Shimo masih belum selesai berkultivasi, danau telah kering dan tidak sedikitpun ada esensi darah naga, pohon tempat bernaung bagi Naga Tanah telah menjadi layu.
Celestial She keluar dari tubuh Zhi Shimo, dia melihat danau telah kosong, lalu terlihat banyak Mutiara Naga yang tergeletak di tanah. Ia segera mengambilnya dan akan diberikan kepada Zhi Shimo untuk meningkatkan kekuatan.
"Esensi darah naga begitu banyaknya hanya meningkatkan kekuatan hingga tingkat Ancient God level lima?" gumam Celestial She yang keheranan pada Zhi Shimo, dia mengira esensi darah naga yang melimpah akan memberikan kekuatan hingga God Warrior.
"Dantian ku berbeda dengan kultivator pada umumnya!" sahut Zhi Shimo yang mendengar gumaman Celestial She.
Akhirnya Zhi Shimo selesai berkultivasi, dia segera berdiri dan meregangkan otot-otot yang kaku dengan memperagakan beladiri. Celestial She segera melompat untuk memeluk Zhi Shimo dan memberikan pelukan serta ciuman.
Ya, wajar esensi darah naga yang melimpah tidak sampai meningkatkan kekuatan jika Zhi Shimo hingga tingkat God Warrior, sebab dantian-nya sangat luas seperti satu benua lebarnya.
Tidak hanya Celestial She saja yang keheranan melihat Zhi Shimo, Naga Tanah dan Naga Langit selalu berkomunikasi dengan telepati untuk membicarakan keunikan tubuh Zhi Shimo.
"Apa ada bedanya dengan memiliki dantian luas dan normal?" tanya Celestial She yang ingin menguji pengetahuan Zhi Shimo.
"Jelas beda. Seandainya aku bertarung dengan lawan yang memiliki kekuatan sama, aku dengan mudah mengalahkannya. Jika lawan ku memiliki kekuatan lebih kuat lima level, aku masih mampu mengimbangi bahkan bisa mengalahkannya dengan sedikit upaya. Selain itu, energi ku tidak mudah terkuras habis walaupun harus bertarung berhari-hari!" terang Zhi Shimo dengan lugas.
Celestial She mengangguk paham dan mengembangkan senyuman bahagia, kembali dia mencium Zhi Shimo tanpa berniat turun dari gendongan. Zhi Shimo menyambutnya dengan penuh perasaan sayang.
Setelah beberapa saat berciuman, Zhi Shimo melihat pohon telah layu. "Apa sebenarnya jenis pohon apa, Paman?" tanyanya kepada Naga Tanah.
"Pohon Esensi Darah, Tuan Muda. Karena hamba telah meninggalkannya, pohon itu akan segera mati. Esensi darah yang memenuhi danau juga berasal darinya, termasuk Buah Suci Anggur Darah dan Jamur Mata Naga juga darinya!" jawab Naga Tanah dan sedikit menjelaskan.
Pohon Esensi Darah mampu menghasilkan esensi darah naga, Buah Suci Anggur Darah dan Jamur Mata Naga, danau yang melimpah dengan esensi darah naga membutuhkan akumulasi waktu yang sangat lama. Pohon Esensi Darah menjadi layu karena tidak lagi memiliki energi yang berasal dari Naga Tanah.
Sedangkan Mutiara Naga berasal dari cairan esensi darah naga yang memadat (mengental dan menjadi keras), itu juga membutuhkan akumulasi waktu yang sangat lama untuk menjadi Mutiara Naga.
"Sayang sekali jika mati!" sesal Zhi Shimo yang menyayangkan jika Pohon Esensi Darah begitu saja mati.
__ADS_1
"Jika Tuan Muda memiliki energi kekuatan jiwa, pohon itu bisa hidup lagi dan akan berbuah dengan cepat dan lebih banyak dari sebelumnya!" sahut Naga Tanah.
Seketika Zhi Shimo tertawa dan buru-buru mengeluarkan kekuatan jiwa untuk menghidupkan lagi Pohon Esensi Darah, lalu dia juga menyelimutinya dengan energi dan tiba-tiba Pohon Esensi Darah menghilang. Zhi Shimo memindahkan Pohon Esensi Darah ke Dunia Jiwa, disana pohon itu akan bisa hidup.