
Chapter 110. Berhasil Kabur!
Pemimpin Akademi Dewa Dewi, lima pelindung dan para ketua akademi berkumpul di luar Bunga Lotus. Semua orang mengelilingi Bunga Lotus untuk menyelidiki penyebab menghilangnya badai angin hujan. Selain itu semua orang juga khawatir jika mutiara Naga Angin Hujan dicuri.
Bei Shi menceritakan awal mula badai angin hujan menghilang, itu terjadi setelah ada seseorang pria yang masuk kedalam pusaran badai. Dan, lima pelindung berasumsi jika pria itu yang menyebabkan semua ini.
Pemimpin Akademi Dewa Dewi dan jajarannya segera memeriksa Bunga Lotus dan sebagian anggotanya mencari si penyusup. Pelindung Cen melukiskan wajah si pelaku yang tidak lain adalah Zhi Shimo.
Namun, hingga Zhi Shimo selesai berkultivasi, pemimpin akademi yang bernama Kuang Disung belum menemukan keanehan pada Bunga Lotus, hanya saja cahaya yang tadinya terang benderang kini telah kembali seperti semula. Selain itu, anggotanya tidak menemukan jejak keberadaan Zhi Shimo.
"Mudah mengusir mereka dari sini, biar hamba yang mengurusnya, Tuan Muda!" jawab Seng Long yang meyakinkan, "hamba melihat Tuan Muda memiliki skill penyembunyian diri, apakah bisa digunakan lagi untuk mendukung rencana hamba?" lanjutnya dengan bertanya.
"Itu mudah!" jawab Zhi Shimo dan segera berubah wujud menjadi angin yang hanya bisa dirasakan oleh Seng Long.
Buru-buru Celestial She keluar dari tubuh Zhi Shimo dan mengejutkan Seng Long yang tahu siapa dia. Sebelum Seng Long melompat mundur, Fucang Long, Di Long dan Tian Long keluar dan menahan bahu serta punggungnya.
"Jangan takut! Dia sekarang adalah pasangan Dao Tuan Muda!" jelas Fucang Long agar Seng Long tidak ketakutan dengan Celestial She.
Celestial She mendengus dan melihat Seng Long yang ketakutan kepadanya, lalu dia dan tiga naga tua kembali melihat Zhi Shimo. Seng Long membuang napas lega dan mengusap keringat diwajahnya.
Zhi Shimo muncul dan berubah menjadi udara, kembali muncul lagi dan berubah menjadi air. Dia terus menunjukkan Teknik Perubahan Wujud dengan berbagai elemen.
Seng Long, Celestial She dan tiga Naga tua melongo melihat kemampuan Zhi Shimo dalam mengendalikan partikel elementer yang diinginkan banyak orang.
"Luar biasa, ini luar biasa!" seruan Seng Long yang mengangumi kehebatan tuannya.
"Baiklah, kita pergi dari tempat ini!" ajak Zhi Shimo yang ingin melanjutkan tujuannya untuk menemukan jiwa Naga yang tersisa.
"Tunggu sebentar, Tuan Muda. Keluarkan dulu tiga zirah perang milik mereka, aku akan menggabungkan dengan milikku!" pinta Seng Long.
"Milik Tian Long tidak ada padaku, aku hanya memiliki dua zirah yang telah bergabung...." kata Zhi Shimo dan mengeluarkan zirah perang yang terikat diperutnya.
Zirah perangnya melayang di depan mereka berdua. Lalu Seng Long melihat Tian Long dan bertanya, "kemana milikmu?"
Tian Long menunjukkan raut wajah tak berdaya, lalu dia menceritakan tentang masa lalunya. Gelak tawa terdengar ketika Tian Long menceritakan masa lalu. Sebelum mereka saling mengejek, Zhi Shimo meminta Seng Long untuk menggabungkan zirah.
Seng Long mengambil mutiara jiwanya yang tergeletak di tengah Bunga Lotus, lalu dia mengeluarkan Zirah Perang Naga Hujan Angin yang tersimpan di dalam mutiara jiwa. Zhi Shimo melihat zirah perang itu yang sama seperti milik dua naga tua.
Lalu Seng Long melambai tangannya agar zirah miliknya menyatu. Prosesnya sama seperti sebelumnya, zirah perang bercahaya dalam sekejap mata. Zirah perang tidak berubah warna seperti sebelumnya, tapi kini memiliki kecepatan dua kali lipat.
Kemudian zirah perang itu kembali ke tempat semula menjadi sabuk. Celestial She segera masuk kembali dan membentuk tato dileher Zhi Shimo, lalu disusul oleh tiga Naga tua. Seng Long masuk kedalam tubuh Zhi Shimo dan membentuk tato Naga dipunggung.
Zhi Shimo tersenyum mengetahui punggungnya kini memiliki tato Naga, dia segera berubah wujud menjadi angin. Setelah itu, keluar dari punggung Zhi Shimo energi spiritual milik Seng Long menyelimuti Bunga Lotus. Zhi Shimo segera duduk bersila dan menantikan apa yang akan dilakukan oleh Seng Long.
__ADS_1
Bunga Lotus yang perlahan membuka kuncup seperti akan mekar dan membuat semua orang yang mengelilinginya segera menjauh, wajah-wajah mereka terlihat kegirangan. Pasalnya, Bunga Lotus tampak seperti biasanya, dimana akan menarik napas dan menghembuskan angin yang menjadi badai
Lalu dari atas suara gemuruh angin terdengar. Semua orang dengan cepat kembali ke dalam gua dan melihat Bunga Lotus semakin lebar membuka daunnya. Angin berkumpul di perut Gunung Angin Hujan dan berputar-putar.
Setelah daun Bunga Lotus terbuka lebar, semua orang terbelalak melihat mutiara Naga Angin Hujan sudah tidak ada ditempatnya. Sebelum mereka bereaksi, Bunga Lotus berputar dengan sangat cepat dan badai angin hujan mendorongnya keluar dari perut gunung.
"Kejar dan jangan sampai keluar!" perintah Pelindung Cen kepada semua orang.
Semua orang langsung terbang dengan kecepatan tinggi mengejar Bunga Lotus. Bunga Lotus adalah kehormatan bagi Akademi Dewa Dewi, jika sampai meninggalkan perut Gunung Angin Hujan, sudah dipastikan akan menjadi bahan tertawaan banyak orang.
Pelindung Cen dan Kuang Disung yang paling kuat bekerjasama untuk meraih daun Bunga Lotus. Zhi Shimo melihat tangan mereka akan menyentuh daun Bunga Lotus, badai angin hujan mendorongnya makin cepat dari mereka.
Kemudian Zhi Shimo menjentikkan jari dan bermunculan energi Kunang-kunang yang memenuhi jalur lorong, lalu mengendalikan energi Kunang-kunang untuk menyerang mereka.
Sontak Pelindung Cen dan Kuang Disung terkejut dan berhenti mendadak saat merasakan energi kekuatan jiwa yang memiliki daya penghancur. Pelindung Cen dan Kuang Disung mengeluarkan perisai energi.
Boom boom boom boom...
Ledakan hebat ketika perisai energi dihujani energi Kunang-kunang. Singa Empat Penjuru dan para petinggi yang berada di bawah dengan panik menangkis serangan energi Kunang-kunang.
Dinding-dinding lorong muncul retakan dan perlahan mulai runtuh. Pelindung Cen dan semua orang menahan dinding yang akan runtuh dengan energi spiritual.
Akhirnya, Pelindung Cen dan Kuang Disung tertinggal jauh, mereka hanya bisa melihat kepergian Bunga Lotus sambil menahan rasa pusing karena ledakan energi Kunang-kunang.
Setelah lolos dari kejaran, Bunga Lotus masuk kedalam tubuh Zhi Shimo, muncul tato Bunga Lotus di punggungnya dan Naga berada di tengahnya. Zhi Shimo segera berteleportasi dan muncul dekat dengan depan pintu masuk ke Makam Peperangan Kuno.
Dia membuang napas lega setelah lolos dari kejaran Pelindung Cen dan semua orang, mengingat bagaimana merasakan aura kekuatan tingkat True Alfa, sedikit membuat Zhi Shimo ketakutan. Seandainya harus bertarung dengan mereka, cukup Nan Shi yang menjadi lawan, Zhi Shimo jelas bukan tandingannya, Half Alfa level 41 melawan True Alfa level 44 hanyalah angan-angan.
Zhi Shimo duduk dibawah pohon dan bersandar di batangnya, dia melakukan itu untuk menenangkan hati dan pikiran setelah dikejar-kejar oleh kekuatan True Alfa.
Tian Zhi menatap langit yang mulai redup, tanda hari akan menjelang sore, tanpa sadar tubuhnya kembali seperti semula yang bisa dilihat oleh siapapun.
"Selanjutnya kita kemana?" tanya Zhi Shimo kepada Naga tua.
"Lebih baik Tuan Muda berisitirahat untuk beberapa hari, terlalu terfokus pada kultivasi juga tidak baik bagi psikologis!" saran Fucang Long.
"Kamu benar! Aku sudah lama tidak beristirahat," kata Zhi Shimo yang tidak menolak sarannya.
Umumnya, setiap kultivator yang berhasil meningkatkan kekuatan satu level, mereka akan menstabilkan mentalnya dengan beristirahat dan bersenang-senang.
Zhi Shimo berdiri dan berniat untuk masuk ke dalam Makam Peperangan Kuno, dia berjalan santai menuju pintu masuk. Terlihat lima penjaga pintu masuk dalam kondisi tragis, sekujur tubuhnya terbalut perban dan hanya memperlihatkan kedua mata serta mulut, saat berjalan mereka tertatih-tatih dengan tongkat sebagai penyangga tubuh.
Zhi Shimo tertawa ringan dan menduga ini pasti perbuatan Kun Ashi yang menghajar para penjaga setelah kepergiannya.
__ADS_1
Kelima penjaga pintu masuk melihat Zhi Shimo, mereka terlihat kegirangan dan menghampirinya, walaupun harus berjalan cepat dengan terpincang-pincang.
"Tuan Muda, Anda menyiksa kami dengan menghilang tanpa jejak, sehingga istri Anda menghajar kita tanpa ampun!" protes pemimpin regu penjaga.
"Cantik tapi ganas! Dimana Anda menemukan wanita kejam seperti dia!" timpal salah satu penjaga.
Zhi Shimo makin tertawa, lalu dia melihat tubuh mereka yang memar di sekujur tubuh. Kemudian dia mengeluarkan beberapa lima botol giok yang berisi Pil Penyembuh.
"Ini Pil Penyembuh, satu butir akan menyembuhkan luka-luka kalian," kata Zhi Shimo sambil membagikan botol giok.
Segera kelima penjaga pintu masuk menerima pemberian Zhi Shimo, terlihat wajah-wajah mereka menjadi senang.
"Terima kasih Tuan Muda, anda bisa langsung masuk, ini semua atas permintaan istri Anda dan beliau sedang menunggu di Kota Kuno!" ucap pemimpin regu penjaga dan menyampaikan pesan dari Kun Ashi.
"Iya, aku akan kesana dan akan memberikan pelajaran karena yang telah membuat kalian menderita!" jawab Zhi Shimo sambil menepuk pundak pemimpin regu penjaga.
"Aduh!!" teriakan lirih pemimpin regu ketika pundaknya ditepuk Zhi Shimo, dia merasakan rasa sakit daripada sebelumnya ketika dihajar oleh Kun Ashi.
Zhi Shimo sekali lagi tertawa dan meninggalkan mereka. Anak buah pemimpin regu penjaga segera memapah, terlihat lucu sama-sama terluka saling memapah.
"Huff! Suami-istri sama-sama mengerikan!" sungut pemimpin regu penjaga setelah Zhi Shimo masuk ke Makam Peperangan Kuno.
Setelah Zhi Shimo masuk, dia melihat banyak sekali pulau-pulau melayang di dalam Makam Peperangan Kuno. Disaat akan terbang, dia merasakan energi Formasi Array yang menahan tubuhnya agar tidak bisa terbang.
"Formasi berlapis dari Formasi 12 Bintang," gumam Zhi Shimo yang dengan mudah mengetahuinya.
Lalu dia mengedarkan pandangannya dengan Mata Langit untuk mencari lokasi Kota Kuno. Dari posisinya, disebelah kiri terlihat Hutan Belantara yang berjarak 500 meter, sebelah kanannya adalah lokasi Lembah Bambu Racun yang banyak tebing tinggi dan curam.
Lembah Bambu Racun merupakan jalan menuju ke dua tempat, ada jembatan bambu sebagai penghubung antara Daratan Nisan Bertulis dan Kota Kuno. Di jembatan itu ada 17 orang yang berjaga-jaga.
Zhi Shimo berjalan menuju ke Kota Kuno dan harus melewati jembatan. 17 orang yang menjaga jembatan mencegatnya, lalu salah satu orang berkulit hitam kepala gundul berada di depan anak buahnya, dia adalah pemimpinnya yang bernama Gigas Hector, tubuhnya tinggi besar dan berotot, kekuatannya berada di tingkat God Monarch, timnya bernama Gigas Fire (api besar).
"17 Pil Qi jika berniat melewati jembatan ini!" pinta Gigas Hector sambil mengulurkan tangan kirinya.
Zhi Shimo menatap matanya dan membaca ingatan Gigas Hector. Ternyata tujuan memalak demi untuk meningkatkan kekuatan timnya. Zhi Shimo mengeluarkan satu kantong kain yang berisi 170 butir Pil Qi bergaris satu, lalu dia melemparkan kantong kain kepada Gigas Hector.
Dengan cekatan Gigas Hector menangkap kantong kain, lalu dia terkejut saat merasakan hembusan angin dan tidak melihat Zhi Shimo yang tadi didepannya. Gigas Hector dan timnya membalikkan badan dan melihat Zhi Shimo telah jauh sambil melambai tangan.
"Itu bonus untuk kalian," ucap Zhi Shimo, lalu menghilang dari pandangan mata Gigas Hector dan timnya.
Tubuh Gigas Hector gemetaran, saat menyadari orang yang dipalak memiliki kekuatan melebihinya. Kemudian dia memeriksa kantong kain yang berisi 170 butir Pil Qi bergaris satu.
Gigas Hector membungkuk sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada Zhi Shimo yang tidak terlihat, lalu Tim Gigas Fire mengikuti tindakan pemimpinnya.
__ADS_1