Alam Tianwu

Alam Tianwu
Chapter 87. Transformasi Pertama Monster Lima Elemen.


__ADS_3

Chapter 87. Transformasi Pertama Monster Lima Elemen.


Waktu berlalu dengan cepat, sudah dua hari ini Zhi Shimo dan Tim Seribu Malam masih dengan giat berkultivasi di Kolam Air Tangisan. Mereka berlomba-lomba untuk meningkatkan kekuatannya, namun tetap saja tidak mampu mengejar kecepatan Zhi Shimo dalam meningkatkan kekuatan.


Mereka berasumsi jika kecepatan Zhi Shimo dalam hal berkultivasi dikarenakan faktor energi Kunang-kunang yang menyerap Energi Sejati. Setiap kali salah satu Tim Seribu Malam meningkatkan kekuatan satu level, Zhi Shimo telah meningkat sebanyak tiga level, bisa dibayangkan bagaimana gilanya Zhi Shimo dalam hal berkultivasi.


Apa yang dipikirkan oleh Tim Seribu Malam memang benar, tidak hanya teknik Kitab Kultivasi Delapan Hukum Jiwa yang mampu meningkatkan kekuatan dengan cepat, ada juga Earth Dragon Armor yang mampu menyerap energi sepuluh kali lipat.


Lalu ada 24 Galaksi Elemen yang sejak awal mampu menyerap energi apapun dengan rakus, juga mampu menyimpan energi untuk digunakan oleh Zhi Shimo.


Seandainya Zhi Shimo tidak memiliki ketiga hal itu atau berkultivasi normal seperti rekan-rekannya, dia tetap saja lebih unggul karena faktor tiga garis darahnya.


...****************...


Kun Quentin telah tiba di Daratan Kematian, ia mengeluarkan Cermin Pelacak untuk melihat posisi adiknya. Saat melihat cermin, adiknya sedang makan Semut Gurun yang seukuran bayi. Kun Quentin tercengang melihat mulut adiknya mampu terbuka lebar dan memakan Semut Gurun dalam sekali telan.


"Apa-apaan dia? Sejak kapan mulutnya seperti binatang buas?" pekik Kun Quentin yang keheranan melihat perubahan adiknya, dia segera menyimpan Cermin Pelacak.


Kemudian dia mengambil senjata tombak yang berada di punggungnya. Setelah itu Kun Quentin melompat setinggi mungkin, lalu tubuhnya berputar-putar menukik sambil menghunuskan tombak ke arah pasir dibawahnya.


Boom...


Pasir pun meledak dan menciptakan lubang, lalu Kun Quentin mengebor pasir, dia terus mengebor dengan tombak sebagai alatnya. Setelah mengebor pasir sedalam tiga belas meter, dia membalikkan badan dan mendarat.


Kun Quentin melihat banyak lorong yang menjadi jalur Cacing Kekacauan dan juga banyak lubang yang dibuat oleh Semut Gurun. Lorong yang dibuat oleh Cacing Kekacauan setinggi sembilan meter dan lebar tiga meter, lantai yang terbuat dari tanah bercampur pasir sangat licin karena banyak lendir yang keluar dari tubuh Cacing Kekacauan.


Sedangkan lorong yang dibuat oleh Semut Gurun setingkat satu meter lebih dan lebar satu meter. Lalu Kun Quentin mengeluarkan lagi Cermin Pelacak untuk mencari titik lokasi adiknya. Setelah menemukan lokasinya, dia segera terbang.


Baru saja terbang, dibelakangnya mengejar Cacing Kekacauan yang bergerak sangat cepat. Kun Quentin membalikkan badan dan melihat Cacing Kekacauan sudah membuka mulutnya lebar-lebar, terlihat giginya seperti gergaji yang sangat banyak, kulitnya berwarna kuning seperti pasir gurun, tanpa memiliki mata. Walaupun tidak memiliki mata, Cacing Kekacauan bisa mendeteksi mangsa melalui pendengaran dan getaran.


Sebelum mulut Cacing Kekacauan melahapnya, Kun Quentin segera menghunuskan tombaknya yang teraliri energi spiritual.


Boom...


Seketika kepala Cacing Kekacauan meledak, lalu tercium bau busuk yang berasal dari tubuh Cacing Kekacauan. Kun Quentin kembali melanjutkan perjalanan, namun terhenti lagi saat Semut Gurun berdatangan.


"Sampah!?" umpatan Kun Quentin yang kesal.


Lalu dia memutar tombaknya yang dipenuhi energi spiritual. Banyak tubuh Semut Gurun seketika hancur berkeping-keping terkena kekuatan tombak. Setelah Semut Gurun hancur, keluar kristal energi yang bermanfaat.


Tidak butuh waktu lama Kun Quentin banyak membunuh Semut Gurun dan yang tersisa memilih untuk tidak lagi menyerang. Lalu dia mengambil semua kristal energi.


Kembali dia melanjutkan perjalanannya, sambil melihat setiap lorong yang dibuat oleh Cacing Kekacauan, selalu ada banyak lorong yang dibuat Semut Gurun.


Akhirnya Kun Quentin tiba, dia melihat Kun Liong sedang makan dengan lahap, wajah adiknya berlumuran darah, tidak terlihat lagi wajah tampan yang dulu pernah dilihatnya.


Kun Liong berhenti makan dan juga melihat Kun Quentin. Monster Lima Elemen mendapatkan semua ingatan Kun Liong, dia tahu siapa yang baru datang mengganggunya.


"Kuat sekali dia, lebih kuat dari adiknya!" batin Monster Lima Elemen yang senang kedatangan Kun Quentin.


Monster Lima Elemen akan menggunakan metode lama untuk mengendalikan Kun Quentin, lalu dia berbicara, "Kakak, lihat kekuatan ku meningkat drastis karena binatang penghuni Daratan Kematian. Ayo, kemari!"


Monster Lima Elemen beralasan agar Kun Quentin tidak menaruh curiga dengan cara dia memakan mentah-mentah binatang buruannya. Setelah berbicara, Kun Liong kembali makan, tapi kali ini cara makannya tidak seperti sebelumnya, dia mengigit sedikit daging Semut Gurun dan mengunyahnya perlahan-lahan.


Kun Quentin mengamati perubahan Kun Liong yang tidak seperti biasanya, dia melihat dan merasakan kekuatan adiknya meningkat drastis, dari tingkat Golden Core naik ke tingkat God Monarch level 7. Dia tidak tahu jika Kaisar Kun memberikan kekuatan pada Kun Liong hingga ke tingkat Crossing Tribulation.


"Apa selama ini dia memendam sifat brutalnya?" batinnya yang curiga.


"Paman Kun ingin kamu memberikan laporan terkait bocah itu, apa kamu sudah berkomunikasi dengan paman?" tanya Kun Quentin sambil berjalan mendekatinya, dia berhenti ketika Kun Liong melihatnya.

__ADS_1


Kun Liong membersihkan mulut dan wajahnya, setelah itu dia menjawab, "apa kamu tidak tahu jika di Dunia Mistik sulit untuk berkomunikasi? Di sini kita tidak bisa menggunakan Siput Penghantar Suara, bagaimana aku bisa memberikan laporan kepada paman?"


Alasan Kun Liong sangat masuk akal, tapi ada yang mengganjal di hatinya, yaitu nada bicaranya yang terlihat santai tanpa beban. Karena tidak puas dengan jawaban adiknya, dia kembali bertanya, "kemana kakak Kun Ashi, bukannya kamu bersama dengannya?"


"Aku tidak tahu, kita terpisah saat memasuki kawah di hutan Lembah Seribu Siluman!" jawabnya dengan santai dan kembali memakan daging Semut Gurun.


Kun Quentin makin curiga dengan cara Kun Liong yang biasanya mengunyah tanpa bersuara, dan juga meneteskan air liur saat makan. Dia mendekat dan merasakan auranya campuran dan bukan murni aura Kun Liong.


Swosh...


Tiba-tiba Kun Quentin menghunuskan tombaknya ke arah leher adiknya. Namun, Kun Liong segera melompat mundur dan menatap kakaknya dengan sorot mata tajam.


"Apa maksudmu? Aku ini adikmu!?" bentak Kun Liong sambil mengeluarkan aura kekuatan tingkat God Monarch level 7.


Kun Quentin tersenyum tipis dan sudah memastikan jika dihadapannya bukanlah adiknya, biasanya saat berlatih bersama dan mendapatkan serangan mendadak, Kun Liong akan menghindar kesamping kiri atau kanan.


"Siapa kamu?" tanya Kun Quentin.


Monster Lima Elemen sedikit terkejut dengan pertanyaan dari Kun Quentin. "Bodoh! Apa kamu melupakan adik kandungmu, hah!?"


Kun Quentin tertawa dan 100% tebakannya benar, di depannya bukanlah Kun Liong yang selama ini dia kenal, sebab sifat dan prilakunya jauh berbeda. Seumur hidupnya belum pernah mendengar Kun Liong berani berkata bodoh kepadanya.


"Sekali lagi... Siapa kamu? Dan dimana adikku?" tanyanya sambil mengeluarkan aura kekuatan tingkat God Monarch level 7, lebih kuat satu tingkat dari Kun Liong.


Monster Lima Elemen bergerak mundur saat merasakan tekan kuat dari lawannya, dia sudah tidak bisa menipu Kun Quentin dengan wujud menjadi Kun Liong.


Bhush...


"Roarrr!!"


Tiba-tiba Kun Liong berubah wujud menjadi binatang Monster Lima Elemen tranformasi pertama yang sebenarnya, perubahan wujudnya setelah melahap Pangeran Kun dan Kun Liong. Tubuh berbentuk singa setengah manusia yang memiliki sepasang tangan, wajahnya menyerupai panther hitam dan punggungnya memiliki sepasang sayap, warna kulitnya berwarna hitam, kedua mata berwarna kuning dan kepalanya mengeluarkan tanduk yang menantang langit.



Monster Lima Elemen tertawa melihat musuhnya yang terkejut, lalu dia berbicara, "Pangeran Kun dan adikmu sangat berkontribusi besar kepadaku. Selanjutnya adalah kamu!"


Akhirnya Kun Quentin tahu dan makin marah setelah musuhnya berkata jujur. Sebelum dia menyerang, Monster Lima Elemen menengadah ke atas dan membuka mulutnya.


Keluar bola energi dan melesat ke atas. "Boom...." Atap lorong berlubang dan Monster Lima Elemen segera mengepakkan sayapnya untuk keluar dari lorong Cacing Kekacauan.


"Jangan lari kamu!?" teriak Kun Quentin yang mengira lawannya akan kabur, dia segera mengikutinya.


Swosh... Swosh...


Monster Lima Elemen terbang setinggi seribu meter, lalu dia berhenti menunggu lawannya, dia ingin bertarung di Daratan Kematian daripada di dalam lorong yang tidak bisa leluasa untuk bergerak.


Kun Quentin segera mengeluarkan jurus andalannya Tombak Api Merusak. Monster Lima Elemen tidak tinggal diam, dia mengeluarkan bola energi api biru di kedua telapak tangannya, lalu melemparkannya ke arah Kun Quentin.


Boom...


Dua energi berbenturan dan Monster Lima Elemen segera mengepakkan sayapnya untuk menghindari gelombang kejut, lalu dia kembali melemparkan bola energi api biru.


Demikian juga dengan Kun Quentin yang kembali mengeluarkan jurus yang sama. Ledakan terus-menerus terdengar ketika dua energi saling berbenturan. Namun, lambat laun Monster Lima Elemen mulai tersudut, dia perlahan mundur ke arah Bukit Tengkorak.


Kun Quentin yang mengira telah menyudutkan lawan semakin bersemangat untuk segera mengalahkan Monster Lima Elemen, sambil mengayunkan tombaknya dia bertanya, "katakan, dimana Pangeran Kun dan adikku?"


Boom... Boom...


Monster Lima Elemen memuntahkan bola energi dan juga melemparkan api biru untuk menangkis serangan musuhnya, namun dia tetap saja terdorong hingga telah masuk di hutan Bukit Tengkorak.

__ADS_1


"Jika kamu bisa mengalahkan ku, mereka akan kembali!" jawab Monster Lima Elemen, setelah itu dia menyeringai, sebab dia telah berhasil memancing musuhnya di tempat yang cocok untuk menggunakan kemampuannya dalam mengendalikan tanah, air dan kayu.


Jika bertarung di Daratan Kematian yang berpasir, Monster Lima Elemen hanya bisa menggunakan elemen api dan angin, sedangkan lawannya lebih unggul dalam kualitas api serta teknik bertarung.


Merasa tidak mendapatkan jawaban yang pasti, Kun Quentin kembali menyerang dengan jurus kedua, yaitu Seratus Tombak.


Bermunculan banyak tombak di depan Kun Quentin, lalu dia melambaikan tombaknya untuk mengendalikan jurus Seratus Tombak.


Monster Lima Elemen menyeringai, lalu dia mengendalikan akar-akarnya pohon untuk menjerat lawan. Keluar dari bawah Kun Quentin banyak akar-akar pohon yang bergerak cepat.


Kemudian Monster Lima Elemen mengendalikan elemen tanah untuk menangkis serangan lawannya. Kemudian keluar tembok besar dari bawah dan melindunginya.


Boom... Boom...


Seratus Tombak membentur dinding tanah dan membuatnya hancur berkeping-keping. Kun Quentin tertawa melihat kemampuan lawan mudah dikalahkan, namun tawanya seketika menghilang ketika kedua kakinya terlilit akar-akar pohon.


Kun Quentin dengan panik menghancurkan akar-akar pohon, namun Monster Lima Elemen terus mengendalikan akar-akarnya pohon untuk menjerat lawannya.


Tidak puas dengan elemen kayu, Monster Lima Elemen menggunakan pukulan Api untuk mengalihkan perhatian lawan. Kun Quentin yang disibukkan untuk menghancurkan akar-akar pohon, dia baru menyadari pukulan api mendekatinya.


Boom... Boom...


"Arghh!!" teriak Kun Quentin ketika punggungnya terkena pukulan api.


Karena kedua kaki terlilit akar-akar pohon, dia tidak sampai terjatuh, malahan akar-akar pohon menutupi tubuhnya. Monster Lima Elemen melesat ke arah musuhnya sambil membuka mulut lebar-lebar.


Seketika Kun Quentin dilahap tanpa mampu bisa menghindari dengan tubuh yang terlilit akar-akar pohon, dia hanya melotot dan berteriak meminta pertolongan.


Setelah melahap Kun Quentin, Monster Lima Elemen bersendawa, lalu segera turun untuk mencerna tubuh Kun Quentin. Dengan melahap Kun Quentin, Monster Lima Elemen akan meningkatkan kekuatannya dan juga mampu bertranformasi bentuk kedua.


Hal inilah yang ditakuti oleh Ratu Qin Diao Chin jika Monster Lima Elemen lolos dari altar penjara, dia akan memakan apapun yang mampu meningkatkan kekuatannya.


Bersambung...


...****************...



Siapa yang menjadi target Monster Lima Elemen agar mampu bertranformasi sampai bentuk kelima?


Siapakah yang pemilik Monster Lima Elemen, apakah si Wei Yan atau ada pihak lainnya?


Mampukah Zhi Shimo mengalahkan Monster Lima Elemen jika berubah bentuk menjadi tranformasi sempurna?


Seberapa kuat jika Monster Lima Elemen dalam bentuk transformasi sempurna?


Apakah Kaisar Kun mengetahui putra dan dua keponakannya menjadi satu dengan Monster Lima Elemen?


Bagaimana dengan Yuna Aurora dan Qin Diao Chin, seberapa kuat mereka setelah mendapatkan dukungan dari Dewi Cahaya dan Dewa Tianwu?


Siapakah sosok Dewa Tianwu dan apa hubungannya dengan Zhi Shimo?


Apa tujuan dari Kuil Mata Dewa yang mengikut sertakan 20 muridnya dalam Konferensi Tianwu?


Bagaimana hubungan Zhi Shimo dengan Ras Naga Tanah, apakah dia mengabulkan keinginan Fucang Long agar Long De Xiang menjadi pasangan Dao?


Keinginan Zhi Shimo untuk bertemu dengan keluarganya, apakah akan terealisasi?


__ADS_1


Ikuti ceritanya di Alam Tianwu...


__ADS_2