Alam Tianwu

Alam Tianwu
Chapter 32. Tercebur!


__ADS_3

Chapter 32. Tercebur!


Xu Huang langsung masuk terlebih dahulu bersama Juan Rou dengan semangat. Lalu disusul oleh Zhi Shimo yang bergandengan tangan dengan Yuna Aurora dan diikuti oleh semua wanita dibelakangnya.


Saat masuk ke dalam gua, semua orang mencium aroma busuk seperti bangkai manusia. Semua orang segera memblokir indera penciumannya, Xu Huang bergidik ngeri dengan berjalan lambat, dia segera mengeluarkan senjata Palu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga.


"Bagaimana bisa mereka tinggal di tempat seperti ini!" gerutu Yusan yang jijik berada di dalam gua.


"Jangan lupa, para bandit adalah Ras Iblis Vampir dan hal wajar jika menimbun banyak mayat di sarangnya!" sahut Yuna Aurora


Kembali suasana menjadi hening setelah tidak ada yang berbicara, sebab semakin masuk ke dalam gua pencahayaannya makin minim dan juga merasakan aura kematian.


Kemudian, Zhi Shimo menjentikkan jarinya, lalu bermunculan energi Kunang-kunang untuk melindungi semua orang. Melihat perlindungan Kunang-kunang, semua orang sedikit bernafas lega. Empat wanita Siluman Putih menjilati bibirnya saat merasakan energi Kunang-kunang yang menyegarkan jiwa.


Xu Huang dan Juan Rou yang berada di depan melihat di ujung gua, mereka segera bergegas dan tercengang dengan apa yang mereka melihat, dimana banyak mayat-mayat ditumpuk dan sebagai yang masih hidup dipasung dengan kedua tangan dan kaki direntangkan.


Korban yang masih hidup telah disiksa sedemikian rupa, ada yang tidak memiliki mata lagi, lidah terpotong, alat kelamin juga dipotong dan sebagian wanita ditusuk dengan kayu sebesar lengan, wajah pucat karena kehabisan darah, ini ibarat neraka bagi korban keganasan Ras Iblis Vampir.


Juan Rou yang tidak tega melihat mereka, segera membunuh para korban Ras Iblis Vampir dengan cara memenggal leher. Sedangkan Yuna Aurora mengeluarkan api yang sangat panas untuk membakar mayat-mayat itu.


Zhi Shimo tersentak kaget saat mengetahui jenis api apa yang dimiliki oleh Yuna Aurora. "Api Semesta!" seruannya yang mengenali jenis api milik kekasihnya.


Semua orang buru-buru menjauhi Yuna Aurora dengan berdiri di belakang Zhi Shimo, mereka tidak menyangka jika Yuna Aurora memiliki api yang mampu membakar satu benua dengan mudah.


Api Semesta adalah api terpanas peringkat pertama, api yang lebih kuat dari Api Asyura, di bawah Api Semesta adalah; Api Penguasa, Api Jiwa, Api Kuno, Api Abadi, Api Asyura dan Api Surgawi. Di bawah Api Surgawi ada Api Nirwana, Api Neraka yang merupakan andalan Ras Iblis, dan masih banyak jenis api di alam semesta.


Api Semesta milik Yuna Aurora dengan mudah melenyapkan mayat-mayat itu seperti angin, tidak berbekas dan tanpa meninggalkan abu. Bahkan aroma kulit yang terbakar juga tidak tercium dan membuat Zhi Shimo berdecak kagum melihatnya.


"Kamu tahu jenis api milikku?" tanya Yuna Aurora yang sedikit heran dengan pengetahuan Zhi Shimo, sebab dia hanya sedikit mengeluarkan kekuatan Api Semesta, tidak kurang dari setengah persen.


"Tahu dari membaca Kitab Pengetahuan!" jawab Zhi Shimo yang asal menjawab, sebab pengetahuannya tentang api berasal dari Galaksi Elemen Api, dan tidak mungkin dia mengungkapkan rahasianya kepada siapapun, bahkan istrinya sendiri tidak mengetahui.


Jawaban Zhi Shimo yang asal membuat Yuna Aurora dan semua orang tercengang, sebab Kitab Pengetahuan itu sangat berharga dan hanya dimiliki oleh Kitab Suci. Celestial She yang tertidur pulas segera terbangun mendengar jawaban Zhi Shimo.


"Hebat!" seruan Celestial She yang kegirangan kekasihnya memiliki Kitab Pengetahuan.


"Ajari aku! Aku akan berikan Api Semesta kepadamu!" pinta Yuna Aurora dengan menggoyangkan lengan Zhi Shimo seperti anak kecil, dia lebih menghargai Kitab Pengetahuan daripada Api Semesta, sebab dengan memiliki Kitab Pengetahuan, semua hal bisa dia capai dengan mudah.


"Ajarin aku juga dan seluruh tubuh, jiwa dan hidupku adalah milikmu!" rengek Putri Niu.

__ADS_1


Semua wanita juga tidak ketinggalan untuk mendapatkan pengajaran dari Zhi Shimo, sebab sedikit pengetahuan sangatlah berharga daripada apapun. Mereka mau memberikan apapun kepada Zhi Shimo bahkan tubuhnya.


Juan Rou kebingungan, antara mendapatkan Kitab Pengetahuan atau tidak, sebab dia tidak memiliki sesuatu yang berharga selain hidupnya. Namun, dia jelas tidak memberikan hidupnya, sebab dia lebih mencintai Xu Huang.


Zhi Shimo menepuk keningnya saat sadar telah salah berucap, segera dia meralat ucapannya. "Maksudku, kitab yang berada di perpustakaan, kan itu juga Kitab Pengetahuan, dan bukan seperti yang kalian pikirkan! Apakah mudah mendapatkan Kitab Pengetahuan yang sebenarnya? Itu mustahil! jelas Zhi Shimo dan bernafas lega setelahnya.


"Huff! Aku kira!" sungut Yuna Aurora dengan mencubit pinggang Zhi Shimo hingga membuatnya meringis kesakitan.


"Hahaha! Aku sudah menduganya jika kamu hanya asal bicara!" tawa Xu Huang.


Semua wanita menjadi kesal telah dibuat menjadi gila oleh Zhi Shimo, mereka yang kesal segera mencubit tubuhnya. Xu Huang tertawa keras melihat temannya menadapat apa yang dia alami.


Celestial She yang gemas ingin rasanya mencubit Zhi Shimo, namun dia tidak mungkin melakukannya saat berada di dalam tubuh kekasihnya.


"Hei! Kita berada di gua... Lihat, mana ada harta milik bandit!" teriak Zhi Shimo agar mengalihkan perhatian semua wanita.


Segera mereka kembali fokus dengan tujuannya. Mereka memeriksa sekitarnya dan tidak ada satupun harta milik bandit, apa yang mereka lihat hanyalah gua kosong setelah mayat-mayat dibakar tanpa sisa.


Namun, ada satu batu besar berada di tengah gua, batu itu terlihat dipotong atasnya dan dijadikan sebagai meja. Semua orang memeriksa sekitarnya gua dengan teliti dan berharap menemukan suatu yang berharga.


"Sia-sia kita kesini!" sesal Yusan yang tidak menemukan harta milik bandit, dia duduk di atas batu yang dijadikan meja.


Karena hal itu, Yuna Aurora mencurigai Zhi Shimo memiliki Kitab Pengetahuan, tanpa memilikinya jelas Zhi Shimo tidak mungkin mencapai prestasi seperti saat ini.


"Kenapa dia tidak mempercayai ku!" sesal Yuna Aurora didalam hatinya yang tidak bisa membuat Tian Zhi mempercayainya, padahal dia adalah kekasihnya dan mau memberikan apapun jika diminta.


"Apa karena kita baru menjalani rasa cinta!" tebakan Yuna Aurora dan bertekad untuk membuktikan cintanya kepada Zhi Shimo.


Disaat semua orang putus asa tidak menemukan harta milik bandit, Zhi Shimo melihat dibawah batu ada jejak goresan, dia menduga jika batu itu bisa digeser.


"Kalian coba minggir, lihat dibawah batu ada goresan...," pinta Zhi Shimo sambil menunjukkan jejak goresan pada lantai gua di bawah batu.


Yuna Aurora dan Yusan segera berdiri dan ikut berjongkok untuk melihat goresan di lantai gua. Seketika wajah-wajah mereka berseri-seri jika masih ada harapan.


"Minggir semua! Aku akan hancurkan batu ini!" pinta Xu Huang yang telah mengayunkan senjata palunya.


Bang...


Xu Huang langsung menghancurkan batu tanpa menunggu semua orang untuk minggir, seketika batu itu hancur berkeping-keping dan debu berterbangan.

__ADS_1


Yuna Aurora melambaikan tangan untuk menghilangkan debu-debu. Lalu terlihat di bawah batu ada lorong yang sedikit miring, tingginya dua meter dan lebar satu meter.


Xu Huang tertawa melihat ada jalan lain, dia segera turun mengikuti lorong yang muat dilewati oleh satu orang. Semua orang berganti ikut masuk dengan wajah gembira. Zhi Shimo tidak bergegas masuk mengikuti mereka, sebab nalurinya mengatakan jika akan ada bahaya didasar lorong.


"Ayo, masuk!" ajak Yuna Aurora yang melihat Zhi Shimo tidak segera masuk.


"Tunggu!" cegah Zhi Shimo dan membuat semua orang yang sudah berada di dalam lorong berhenti.


"Ada apa?" tanya Yuna Aurora dengan waspada dan melihat sekelilingnya.


"Perasaan ku tidak enak! Aku akan buat Formasi Perlindungan disekitar pintu lorong!" jawab Zhi Shimo dengan mengeluarkan bendera Formasi.


Semua orang segera kembali dan menunggu Zhi Shimo membuat Formasi Perlindungan. Kecuali Xu Huang dan Juan Rou yang telah masuk ke dalam lorong dan tidak mendengar ucapan Zhi Shimo.


"Memangnya apa yang kamu rasakan?" tanya Putri Niu yang sedang memperhatikan Zhi Shimo membuat Formasi Perlindungan.


"Apa kalian tidak merasakan aura siluman yang sangat besar keluar dari lorong itu!" tanya balik Zhi Shimo.


Lu Guniang dan yang lainnya tertawa mendengar perkataan Zhi Shimo, sebab aura yang dikatakan Zhi Shimo sudah mereka rasakan semenjak masuk ke gua dan bukan hal yang aneh lagi.


Zhi Shimo hanya menghela nafas panjang saat dirinya ditertawakan, dia enggan menjelaskan apa maksud perkataannya, lalu dia pun segera masuk setelah membuat Formasi Perlindungan di pintu lorong.


"Ahh... Ahh!!"


Suara teriakan Xu Huang dan Juan Rou terdengar di dasar lorong dan mengejutkan Zhi Shimo, dia baru menyadari jika Xu Huang dan Juan Rou telah masuk terlebih dahulu. Zhi Shimo dan semua wanita bergegas masuk ke dalam lorong dengan rasa khawatir akan keadaan dua temannya.


Semakin masuk kedalam lorong, jalannya makin terjal dan tanahnya juga sangat licin, Zhi Shimo melihat tanahnya seperti banyak lendir yang membuatnya menjadi licin.


"Ahh...!" She Xia berteriak ketika dia terpeleset dan menabrak tubuh She Jinjing.


Dampaknya pun beruntun dan membuat Zhi Shimo juga ditabrak oleh Yuna Aurora yang berada di belakangnya. Mereka seperti bola menggelinding dengan sangat cepat dan mengikuti lorong yang berliku-liku.


Byurr... Byurr


Zhi Shimo dan yang lainnya masuk ke dalam air berlendir yang sangat menjijikkan, dimana aromanya amis, lengket dan jelas membuat perut ingin muntah.


Zhi Shimo dan semua wanita segera berenang menuju permukaan air. Setelah sampai di permukaan air, semua orang melihat sekitarnya dan ternyata telah terjebur kedalam kolam.


Kemudian, Zhi Shimo melihat ke atas, dimana masih ada lorong yang membuat mereka terjebur, lalu dia melihat ditepi kolam ada empat jejak kaki, dia menduga itu adalah jejak kaki Xu Huang dan Juan Rou.

__ADS_1


Disaat ingin melompat untuk terbang, tubuh semua orang merasa tertahan akibat air berlendir dan lengket, akhirnya dengan sekuat tenaga berenang menuju tepian kolam.


__ADS_2