
Chapter 28. Persiapan.
Yuna Aurora dengan kesal menghampiri Zhi Shimo dan mencubit lengannya, sebab dia dan semua orang bersiap-siap mengalirkan energi spiritual untuk mengaktifkan Formasi Penghalang, namun tidak jadi.
Zhi Shimo tertawa sambil meninggalkan ruang bawah tanah tanpa berpamitan kepada Dewa Angin. Beban bersalahnya telah dia tebus dan sudah tidak perlu lagi berlama-lama di Paviliun Penakluk Siluman.
Dewa Angin geleng-geleng melihat Zhi Shimo tidak meminta upah sebagai seorang ahli Formasi Array, padahal kontribusinya sangat besar dalam menangani masalah ini.
"Naikan lencana-nya menjadi Giok!" perintah Dewa Angin kepada Ketua Pekerjaan Umum.
Dewa Angin ingin menggantikan jasa besar Zhi Shimo dengan meningkatkan status keanggotaan Paviliun Penakluk Siluman, dan itu akan mendongkrak prestasi Zhi Shimo menjadi pemburu siluman.
Untuk mendapatkan lencana Giok, mengharuskan pemburu siluman berhasil menaklukkan lima ribu siluman, sedangkan kontribusi Zhi Shimo telah melebihinya, sebab ada dua hal yang menjadikan pertimbangan Dewa Angin menaikkan lencana keanggotaan Zhi Shimo; pertama, di dalam Ruang Segel Siluman ada sepuluh ribu lebih siluman yang sangat kuat. Kedua, jasa Zhi Shimo sebagai ahli Formasi Array tingkat Dewa Ancestor.
Khususnya keahlian Formasi Array setingkat Dewa Ancestor, diantara semua peserta Konferensi Tianwu, Zhi Shimo sudah unggul dari semua peserta terdahulu.
Dewa Angin tersenyum bangga memiliki anggota Paviliun Penakluk Siluman yang berbakat, dia melihat kepergian Zhi Shimo yang dikejar oleh Yuna Aurora, lalu diikuti oleh Yusan, She Xia, She Jinjing dan Xu Huang.
Putri Niu dan Lu Guniang yang akan mengikuti Zhi Shimo segera dicegah oleh Dewa Angin, sebab dia ingin bantuan mereka berdua, setelah Ruang Segel Siluman teratasi.
Ketua Pekerjaan Umum segera mematuhi perintah Dewa Angin untuk meningkatkan keanggotaan Zhi Shimo, dia juga senang memiliki anggota berbakat.
Lalu, Ketua Penegak Hukum mendekati Dewa Angin. "Pemimpin, dua bulan lagi Makam Peperangan Kuno akan segera dibuka, kita ikutan junior Shimo dalam acara ini!" saran Ketua Penegak Hukum.
"Daftarkan namanya kalau begitu!" jawab Dewa Angin dan baru menyadari jika Kun Liong dan Wu Chyou tidak ada bersama mereka, tapi dia tidak terlalu memikirkan anggotanya.
Makam Peperangan Kuno merupakan wadah untuk menguji kemampuan setiap anggota yang menduduki peringkat sepuluh besar, tidak hanya Paviliun Penakluk Siluman saja yang akan memasuki Makam Peperangan Kuno, tapi empat pesaing berat akan mengikutkan anggotanya yang berbakat.
Dewa Angin memeriksa Ruang Segel Siluman, dia menarik nafas lega dan mengeluarkan kantung spasial, lalu memberikan kepada Ming Yun.
"Berikan ini kepada junior Shimo!" perintah Dewa Angin kepada Ming Yun.
Ming Yun segera keluar dari ruang bawah tanah dan disusul banyak pemburu siluman yang terlihat iri dengan keberuntungan Zhi Shimo. Tinggallah Dewa Angin bersama beberapa ketua. Dewa Angin memberikan perintah untuk menjaga ketat ruang bawah tanah agar tidak terulang lagi kejadian ini.
Kemudian, Dewa Angin mengajak Putri Niu dan Lu Guniang menuju ruang kerjanya.
Setelah keluar dari Paviliun Penakluk Siluman, Zhi Shimo telah bergandengan tangan dengan Yuna Aurora menuju ke penginapan Seribu Malam. Lalu Yusan pun menyusul dan memegang tangan kiri Zhi Shimo.
Xu Huang yang juga mengikuti Zhi Shimo tetap tidak menyerah untuk menaklukkan hati Jia Li. Sayangnya, wanita gendut yang bernama Juan Rou yang juga ikut membuat Xu Huang tidak berkutik.
"Nanti siang kita akan berangkat ke Lembah Seribu Siluman. Jadi, kita persiapkan semua kebutuhan dalam berburu," kata Yusan.
Saat ini semua pemburu siluman akan melakukan perburuan besar-besaran sebelum bulan sempurna muncul, sebab dalam beberapa hari ini semua siluman dalam keadaan terlemahnya, namun juga sulit menemukan tempat persembunyian mereka.
__ADS_1
"Aku sudah membeli apapun kebutuhan untuk berburu...," kata Zhi Shimo dan mengeluarkan beberapa cincin dimensi, lalu dia memberikan kepada Yuna Aurora dan Yusan.
Zhi Shimo juga memberikan cincin dimensi tingkat menengah kepada Xu Huang, Jia Li, Li Mei, She Xia dan She Jinjing, bahkan Juan Rou kekasihnya Xu Huang juga diberi.
"Hahaha! Adik Shimo memang dermawan yang kaya raya!" tawa Xu Huang yang senang diberi cincin dimensi, dia segera memakainya dan mengalirkan energi spiritual sebagai tanda kepemilikan.
Semua wanita juga melakukan hal yang sama, dan memakainya di jari manis tangan kiri. Dengan memiliki cincin dimensi tingkat menengah, maka segala harta akan mudah dibawa kemana-mana, lebih ringkas dan tidak khawatir akan kehilangan maupun dicuri.
Khusus Yuna Aurora dan Yusan, Zhi Shimo memberikan cincin dimensi tingkat tinggi, dimana memiliki luas ruang seribu meter persegi, sedangkan tingkat menengah memiliki ruang lima ratus meter persegi.
Yuna Aurora dengan senang hati menerima pemberian Zhi Shimo, lalu dia bertanya dengan nada lirih, "apakah kamu tidak kehilangan ingatan? Lalu dimana cincin dimensi mu?" Hal ini yang selalu mengganjal pikirannya dan saat ini kesempatan untuk bertanya.
"Kamu ingat kan tentang Bola Kristal Pengetahuan... Aku sedikit memanipulasi bola itu!" jawab Zhi Shimo dengan suara telepati.
Yuna Aurora berpikir sejenak akan ucapan Zhi Shimo, dia tidak tahu bagaimana Zhi Shimo mampu mengelabui Kitab Suci, karena penasaran dia bertanya.
"Tuan Shimo!"
Sayangnya ada seseorang wanita yang memanggil Zhi Shimo, sehingga Yuan Aurora tidak jadi bertanya. Zhi Shimo berhenti dan membalikkan badan, dia melihat Ming Yun pegawai Paviliun Penakluk Siluman.
"Ini hadiah dari Dewa Angin dan lencana keanggotaan Tuan Shimo juga telah ditingkat," kata Ming Yun sambil menyodorkan kantung spasial kepada Zhi Shimo.
"Terima kasih!" ucap Zhi Shimo sambil menerima pemberian Dewa Angin, lalu dia merogoh saku celana untuk melihat lencana.
"Ming Yun, nanti siang kita berangkat. Jadi persiapkan diri dan kita tunggu di penginapan Seribu Malam," ucap Yusan.
"Aku sudah siap!" jawab Ming Yun.
"Siapa saja Tim Seribu Malam?" tanya Zhi Shimo kepada Yusan.
Lalu Yusan menjawabnya, "aku, Senior Yuna, Ming Yun, Jia Li, Li Mei dan kamu."
"Masukan kita!" pinta Juan Rou, dia ingin bergabung bersama Xu Huang kedalam Tim Seribu Malam.
Xu Huang tertawa dan mendekati Zhi Shimo. "Adik, kamu gunakan Kunang-kunang dan kita yang akan ekseskusi para siluman," ujarnya dengan semangat dan sudah membuat rencana untuk berburu siluman.
Zhi Shimo hanya tersenyum dan bertanya kepada She Xia dan She Jinjing, "kalian tidak ikut berburu?"
"Tidak, sesama siluman ada perjanjian untuk tidak saling berburu, tapi tidak dilarang untuk saling membunuh untuk mempertahankan diri!" jawab She Xia dengan jujur.
Memang ada perjanjian antara Siluman Putih dan Siluman Hitam untuk tidak saling berburu sesamanya, namun tetap diperbolehkan untuk mempertahankan diri jika ada salah satu pihak yang berbuat jahat demi menyerap jiwa.
Karena perjanjian itu, She Xia dan She Jinjing bekerja sebagai pegawai penginapan Seribu Malam untuk mendapatkan sumber daya. Tapi, Siluman Putih masih bisa berburu binatang mistik sebagai gantinya perjanjian.
__ADS_1
Binatang mistik juga banyak manfaatnya, dimana dagingnya juga mampu meningkatkan kekuatan dan juga bisa dijual, jiwanya juga bisa diserap, tapi binatang mistik sulit dikalahkan dan membutuhkan banyak orang agar berhasil mengalahkannya.
Saat ini, Zhi Shimo, Yuna Aurora dan semua tim telah berada di penginapan Seribu Malam. She Xia dan She Jinjing serta pelayan bagian dapur segera menyiapkan hidangan istimewa untuk Zhi Shimo.
"Kita berburu di mana?" tanya Zhi Shimo sambil melihat peta di meja makan.
"Lembah Seribu Malam, jaraknya sekitar dua hari perjalanan dari Kota Pahlawan lewat jalur darat. Disana merupakan tempat favorit bagi pemburu siluman...," jawab Yuna Aurora yang akan menjadi pemimpin Tim Seribu Malam.
Lembah Seribu Siluman cukuplah dekat dengan Paviliun Penakluk Siluman, menjadi tempat yang banyak dikunjungi oleh pemburu siluman, tidak hanya dari Paviliun Penakluk Siluman; dari Akademi Dewa Dewi, Sekte Pendekar Naga Sakti, Perguruan Api Surgawi.
Lokasi Lembab Seribu Siluman berada di perbatasan, tempat netral sekaligus berbahaya bagi manusia. Selain itu, di dalam perjalanan menuju kesana, banyak bandit yang menunggu mangsanya, karena itu peserta Konferensi Tianwu membentuk tim.
"Kalau begitu, kita gunakan gerbong kereta kuda agar lebih nyaman selama perjalanan," pinta Zhi Shimo yang ingin bersantai selama menuju tempat tujuan.
Yuna Aurora menghela nafas panjang. "Mahal, membeli kuda harus mengeluarkan biaya lima ratus keping emas, sewa gerbong kecil saja yang menampung empat orang seharga dua ribu keping emas...," jawab Yuna Aurora.
Biaya sewa gerbong kereta kuda yang mahal dikarenakan resiko selama perjalanan yang berat, medan sulit, banyak bandit, siluman dan binatang mistik yang selalu merintangi.
Zhi Shimo tidak keberatan membiayai perjalanan mereka, dia meminta gerbong kereta kuda yang istimewa dan menampung banyak orang. Yusan mengatakan, jika gerbong kereta kuda istimewa seharga lima puluh ribu keping emas, itu sudah termasuk dua kusir dan juga sepuluh penjaga.
Zhi Shimo dengan entengnya mengeluarkan seratus ribu keping emas dan meletakkannya di meja, lalu dia berkata, "semua biaya dariku. Sisanya belikan segala kebutuhan kita selama perjalanan."
Yuna Aurora geleng-geleng, dia malu dengan Zhi Shimo yang menjadi penyumbang terbesar, seandainya cincin dimensi tidak dibawa oleh Kitab Suci, dia tidak mungkin miskin seperti ini sebagai penguasa Alam Semesta Aurora.
"Dengan senang hati!" kata Yusan dengan wajah berseri-seri, lalu dia mengajak Jia Li dan Li Mei untuk menyewa gerbong kereta kuda dan membeli banyak bekal makanan.
"Aku akan ambil perlengkapan ku di rumah!" pamit Xu Huang dan diikuti oleh Juan Rou.
Tinggal Zhi Shimo dan Yuna Aurora. Tidak berselang lama, She Xia dan She Jinjing membawa hidangan istimewa, mereka menatanya di meja makan.
"Kalian juga ikut makan bersama kita," ajak Zhi Shimo kepada dua pelayan penginapan Seribu Malam.
Yuna Aurora cemberut melihat Zhi Shimo yang ramah kepada siapapun, tapi dia tidak mencegah She Xia dan She Jinjing duduk bersama.
Setelah sarapan, Zhi Shimo dan Yuna Aurora berniat menuju ke kamar pribadi, tapi diurungkan saat melihat beberapa orang masuk ke penginapan Seribu Malam dengan cara yang tidak menyenangkan.
"Pelayan, siapkan menu paling istimewa yang kalian miliki!" teriak salah satu pria kepada She Xia, lalu dia melihat Yuna Aurora yang paling cantik sedang duduk bersama Zhi Shimo, pria itu bersama timnya segera berjalan mendekati Yuna Aurora.
"Mereka adalah anggota dari Perguruan Api Surgawi!" bisik Yuna Aurora yang tidak senang kehadiran mereka.
"Lumayan mendapatkan lagi Kristal Energi!" sahut Zhi Shimo sambil melirik anggota Perguruan Api Surgawi.
Yuna Aurora menghela nafas panjang, dia merasa iba akan nasib anggota Perguruan Api Surgawi yang akan sama seperti Kun Liong dan Wu Chyou jika berhadapan dengan kekasihnya.
__ADS_1