
Chapter 196. Penyesalan Queen Fiend Spirit!
Zhi Shimo menghela napas panjang, dia tidak tahu harus bersikap apa dalam menangani istrinya yang berbeda sifat. Lalu dia melihat Satelit Mata Danau bercahaya, dan cahaya tersebut memblokir ruang gerak Dewi Shiwu.
Zhi Xiancai menjadi panik melihat tubuh Dewi Shiwu tidak bisa bergerak, dia segera memegang erat tangan kanan Zhi Shimo.
"Tolong selamatkan dia!" pinta Zhi Xiancai dengan memohon.
Zhi Shimo melambaikan tangannya yang mengandung kekuatan jiwa, semua istrinya terselimuti energi dan menghilang dalam sekejap mata, mereka muncul di dalam Dunia Jiwa. Setelah itu, Zhi Shimo berteleportasi...
Kemarin Dewi Shiwu tiba di planet Ghoul. Di saat baru tiba, dia melihat banyak Fiend Spirit yang mendekatinya. Tahu apa yang dihadapinya, Dewi Shiwu segera mengeluarkan senjata pedang, jenis Artefak Bintang Lima tahap menengah.
Selama seharian dia tidak ada henti-hentinya melawan banyaknya Fiend Spirit. Untungnya saja Kristal Jiwa bermanfaat untuk memulihkan staminanya, jadi dia tidak kehabisan energi untuk melawan Fiend Spirit.
Namun, Fiend Spirit yang unggul dalam kekuatan jiwa, jelas mempengaruhinya, dimana selalu merasakan pusing ketika terkena dampak serangan energi kekuatan jiwa. Bahkan jubah penyamaran yang terbuat dari kulit binatang Monster Lima Elemen tidak mampu memblokir serangan Fiend Spirit.
Untung saja kekuatannya berada di tingkat True Delta sehingga mampu membuat perisai energi spiritual untuk memblokir serangan Fiend Spirit. Biarpun begitu, dia juga tidak bisa terus-terusan menggunakan perisai energi, sebab kalah dalam jumlah.
Dewi Shiwu tidak pernah berharap keluar dari Benua Qi dan masuk ke planet Ghoul, dia pikir akan bisa hidup dengan nyaman setelah keluar dari Benua Qi. Kini hidupnya makin kesulitan berada di planet Ghoul, planet yang dihuni jutaan Fiend Spirit.
Segala kemampuannya telah dikeluarkan semuanya, tapi Fiend Spirit seperti tidak ada habisnya, ratus Fiend Spirit mati, datang ribuan Fiend Spirit.
"Shiyi sialan! Kenapa kamu membawaku ke tempat yang tidak jelas informasinya!" gerutu Dewi Shiwu yang selalu menyalahkan kakaknya si Dewa Perang.
Sambil marah-marah, Dewi Shiwu mengayunkan pedangnya ke arah Fiend Spirit, dan kekuatan spiritual melesat ke arah target.
Suara "Boom" terdengar memekakkan telinga, seketika ratusan Fiend Spirit menjadi Kristal Jiwa. Sambil mengambil Kristal Jiwa, Dewi Shiwu mengayunkan pedangnya, lalu bergerak mundur untuk menghindari serangan lawan.
Namun, dari belakang muncul Fiend Spirit King yang memiliki kekuatan jiwa tingkat Danau tahap puncak, dan segera melepaskan serangan rantai energi ke arah Dewi Shiwu.
Dewi Shiwu segera membalikkan badan sambil mengayunkan pedangnya berkali-kali, akan tetapi dihindari oleh Fiend Spirit King sehingga serangannya meleset dari sasaran.
Di saat akan menyerang lagi, tiba-tiba tubuh Dewi Shiwu terselimuti oleh cahaya yang berasal dari Satelit Mata Danau, seketika tubuhnya tidak bisa digerakkan.
Boom...
"Arghh...!" teriakan Dewi Shiwu yang terkena serangan Fiend Spirit King, lalu disusul oleh banyak bawahannya yang juga melepaskan serangan energi kekuatan jiwa.
__ADS_1
Dewi Shiwu hanya bisa berteriak kesakitan, wajahnya menjadi merah seperti terbakar, tubuhnya gemetaran setiap kali terkena serangan.
Sebelum Dewi Shiwu pingsan, dia melihat banyak bola berwarna kekuningan melesat ke arah Fiend Spirit yang mengepungnya. Tubuh Fiend Spirit seketika menjadi Kristal Jiwa saat terkena bola-bola tersebut.
Dewi Shiwu merasakan seseorang memeluk tubuhnya sebelum terjatuh, dia samar-samar melihat wajah seorang pria yang tampan, dan dia pun pingsan karena tidak sanggup menahan rasa sakit kepala.
Ya, pria itu tidak lain adalah Zhi Shimo, dia menggendong Dewi Shiwu yang pingsan. Dia menggunakan Firefly Energi Ball untuk mengalahkan banyaknya Fiend Spirit.
Melihat kehadiran Zhi Shimo, Fiend Spirit King dan semua bawahannya segera berhenti, mereka membungkuk sebagai bentuk penghormatan kepada Dewa Binatang. Setelah itu mereka kembali ke Satelit Mata Danau, tampak ada yang memberikan perintah.
Zhi Shimo menghela napas berat melihat wajah cantik Dewi Shiwu, tanduk banteng menarik perhatiannya. Dia berpikir sejenak tentang Dewi Shiwu yang menjadi putri musuhnya, yang tidak lain si Maharaja Yaksa.
"Dengan kekuatanku sekarang, jelas bukan lawannya jika wanita ini kubunuh wanita!" batin Zhi Shimo yang sebenarnya tidak ingin menyelamatkan Dewi Shiwu.
Tiba-tiba muncul dipikirannya untuk menjadikan Dewi Shiwu sebagai mata-mata di Alam Suci. Sebelum memberikan segel keluarga besarnya, dan mumpung Dewi Shiwu masih pingsan, dia membaca ingatannya.
Sayangnya, ingatan Dewi Shiwu terlindungi oleh energi yang jauh melebihi kekuatannya, Zhi Shimo menduga jika energi tersebut milik Maharaja Yaksa yang tidak ingin informasi Alam Suci bocor.
"Walaupun segel keluarga besarku bisa dihancurkan oleh Yaksa, setidaknya dia tidak akan tahu jika aku memberikan segel pada jiwamu!" batin Zhi Shimo sambil meletakkan telapak tangannya di kening Dewi Shiwu.
Dengan jiwa Dewi Shiwu di segel Zhi Shimo, maka mereka hidup dan mati akan selalu bersama. Jika dia mati, maka Dewi Shiwu juga mati. Dia melakukan itu untuk mengantisipasi hal-hal buruk yang dilakukan oleh musuhnya.
Lalu dia melihat ke arah Satelit Mata Danau. "Kenapa tidak menemuiku?" tanya Zhi Shimo kepada seseorang yang selalu mengawasinya.
Muncul riak-riak energi di udara setelah Zhi Shimo berbicara, lalu samar-samar terlihat bayangan seseorang yang aneh. Tidak berselang lama tampaklah sosok Queen Fiend Spirit.
"Luar biasa bisa persepsi Anda!" pujian Queen Fiend Spirit sambil mendekati Zhi Shimo, di belakangnya mengikuti Twins Fiend Spirit.
"Tak perlu pujian seperti ini, Anda sudah tahu kelebihan seseorang yang memiliki kekuatan jiwa!" ucap Zhi Shimo yang tidak terlalu senang dengan pujian dari Queen Fiend Spirit.
Setelah melihatnya, dia melihat wajah Dewi Shiwu yang masih belum sadarkan diri. Dibalik jubahnya, Queen Fiend Spirit juga melihat Dewi Shiwu digendong oleh Zhi Shimo layaknya seorang putri.
"Konon kabarnya, ada seseorang wanita bernama Zhi Huifen yang berusaha untuk menguasai planet Mata Biru, dimana dia sekarang?" tanya Zhi Shimo tanpa melihat Queen Fiend Spirit, lalu dia meletakkan telapak tangannya di perut Dewi Shiwu.
Pertanyaan Zhi Shimo membuat Queen Fiend Spirit sedikit terkejut, pasalnya, tidak ada orang yang tahu jika dia adalah wanita yang disebutkan oleh Zhi Shimo, hanya Kitab Suci yang tahu penyamarannya.
"Tidak mungkin jubahku ini bisa ditembus oleh Mata Dewa!" batin Queen Fiend Spirit.
__ADS_1
"Darimana dia tahu nama Zhi Huifen, apa dia sudah tahu aku adalah ... Ah! Tidak mungkin... Mungkin saja dia tahu dari Burung Gajah, dan mungkin tidak mengetahui hubungan kita!" imbuhnya yang masih membatin, dia yakin Zhi Shimo mendapatkan informasi dari Fung Feng.
Jubah yang dikenakan oleh Queen Fiend adalah ciptaan dari Kitab Suci, dan tidak seharusnya Mata Dewa mampu menembus jubahnya.
Memang benar Zhi Shimo tidak bisa melihat dibalik jubahnya, bahkan Mata Langitnya juga tidak mampu. Tapi, dia bertanya sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Fung Feng si Burung Gajah mengenai gadis kecil yang bernama Zhi Huifen.
Lalu, Queen Fiend Spirit samar-samar melihat dari telapak tangan Zhi Shimo mengeluarkan sinar. Ya, Zhi Shimo memberikan segel ganda, untuk mengantisipasi hal-hal tak terduga.
"Tidak ada orang yang bernama Zhi Huifen di planet ini!" sanggah Queen Fiend Spirit.
Zhi Shimo menatap wajah Queen Fiend Spirit yang tertutup jubah, dia ingin tahu gestur tubuhnya apakah ada tanda berbohong atau tidak saat berbicara, namun Zhi Shimo tidak melihat apapun yang mencurigakan.
Akan tetapi, Zhi Shimo lebih percaya dengan ucapan Fung Feng daripada Queen Fiend Spirit, namun dia juga tidak mengejar pertanyaan yang sama, lalu dia mengingatkannya, "tinggal tiga satelit lagi... Saat itu kamu harus menempati janji!"
Zhi Shimo berniat menjadikan Fiend Spirit pasukannya. Dengan begitu, dia akan tahu siapa sosok Queen Fiend Spirit yang sebenarnya, ibu palsunya atau bukan.
Di ingatkan oleh Zhi Shimo, Queen Fiend Spirit tidak menjawab, tapi hanya di anggukkan kepala saja, tampaknya enggan memenuhi perjanjian mereka. Sayangnya, gestur wajahnya tidak diketahui oleh Zhi Shimo jika sedang berbohong.
Zhi Shimo tersenyum tipis, lalu tubuhnya bergetar dan menghilang dari hadapan mereka. Queen Fiend Spirit membalikkan badan dan melihat ke Satelit Mata Air, dimana Zhi Shimo muncul.
"Maaf ...!" sesal Queen Fiend Spirit yang merasa bersalah tidak bisa memenuhi perjanjiannya dengan Zhi Shimo.
"Apakah dia bisa menaklukkan tiga penguasa berikutnya?" tanya salah satu Twins Fiend Spirit yang memiliki kain sebagai senjata.
"Pertahanan Kura-kura Emas mampu ditembus ... Berikutnya adalah kecepatan, apakah dia mampu mengalahkan kecepatan petir... Itu sulit! Kita akan tahu nanti...!" jawab Queen Fiend Spirit yang ragu-ragu jika Zhi Shimo mampu mengalahkan Thunderbird Tiga Kepala.
"Saya dulu pernah berhadapan dengannya, tapi kalah hanya dalam satu serangan! Menurutku, dia akan mampu bertahan dalam 10 serangan dari Thunderbird Tiga Kepala!" ucap Twins Fiend Spirit yang mampu mengeluarkan tentakel.
"Ya sudah, kita lihat apa dia bisa menaklukkan tiga satelit berikutnya."
Setelah berbicara, Queen Fiend Spirit menghilang dan muncul di istananya, lalu diikuti oleh Twins Fiend Spirit...
Sedangkan Zhi Shimo masuk ke dalam Dunia Jiwa sambil tetap mengendong Dewi Shiwu. Zhi Xiancai segera menggantikan Zhi Shimo untuk menggendong kakak angkatnya dan dibantu oleh Xiao Yu.
Zhi Shimo melihat Kun Ashi yang cemberut, dia menghampirinya. Setelah dekat dengan telinganya, dia berbisik, "minta berapa ronde?"
Wajah Kun Ashi yang cemberut langsung berubah berseri-seri, dan juga berwarna merah merona karena menahan malu, dia menunduk sambil memainkan jari-jarinya.
__ADS_1
Tiba-tiba Zhi Shimo menggendong Kun Ashi dan membawanya ke kamar pribadinya. Semua wanita tidak ada yang cemburu melihat Kun Ashi, mereka justru senang jika Zhi Shimo memberikan perhatian lebih kepada Kun Ashi, sebab sifat Kun Ashi yang posesif memang harus diutamakan...