Alam Tianwu

Alam Tianwu
Chapter 115. Keputusan Zhi Xiancai.


__ADS_3

Chapter 115. Keputusan Zhi Xiancai.


Zhi Shimo dan Zhi Xiancai telah berhadapan. Mereka berdua berada di atas dek kapal untuk bertarung. Tim Gigas Fire dan Xu Huang mengelilingi mereka sambil bersorak-sorai untuk memberikan semangat bagi Zhi Shimo.


Zhi Xiancai akan menggunakan beladiri andalan Kuil Mata Dewa, salah satunya adalah Kitab Sembilan Rembulan yang diperuntukkan bagi kaum wanita. Selain kitab tersebut, ada Kitab Pengubah Otot yang dikhususkan untuk kaum pria.


Kitab Sembilan Rembulan dan Kitab Pengubah Otot memuat banyak ilmu yang hebat, salah satunya jurus adalah Cakar Tulang Putih Sembilan Rembulan yang dipelajari oleh Zhi Xiancai.


Kitab tersebut juga memuat ilmu pengobatan, ilmu pukulan, tenaga dalam, tehnik jebakan, senjata gelap, dan teknik serta strategi dalam berperang.


Tenaga dalam adalah energi (cenderung bersifat fisik) yang dimiliki seseorang yang tidak dapat ditimbulkan dalam kehidupan keseharian, tetapi dapat dikembangkan dengan suatu metode latihan tertentu.


Zhi Xiancai segera bergerak dengan lemah gemulai saat memulai pemanasan. Setelah itu dia memasang kuda-kuda dan siap bertarung.


Zhi Shimo melihat kedua tangan Zhi Xiancai membentuk cakar harimau, badan miring dengan lutut menekuk, kaki kiri kedepan dan kaki kanan kebelakang. Sedangkan Zhi Shimo hanya berdiri tegak dengan kedua tangan dibelakang pinggang,


"Maju!" ucap Zhi Xiancai.


Zhi Shimo menyeringai, lalu melangkahkan kaki kiri dan melesat ke depan dengan sangat cepat. Zhi Xiancai terkejut dengan kecepatan lawannya hingga menciptakan bayangan, lalu dia melihat kaki kanan Zhi Shimo terangkat.


Dengan sigap Zhi Xiancai mundur selangkah dan menangkis tendangan Zhi Shimo dengan tangan kanan, lalu tangan kanannya menyerang. Namun, kaki kanan Zhi Shimo tiba-tiba menekuk kedalam dan menargetkan dada kiri Zhi Xiancai.


Tangan kanan Zhi Xiancai tidak jadi menyerang dada Zhi Shimo, dia gunakan untuk menangkis kaki kanan lawan. Akan tetapi dia terkejut ketika Zhi Shimo menipunya dengan memutar kaki kanan kebelakang.


Zhi Xiancai langsung mundur tiga langkah untuk menghindari serangan tendangan berputar. Serangan Zhi Shimo gagal mengenai pinggang Zhi Xiancai. Dia segera melesat ke arah Zhi Xiancai dengan kaki kiri terangkat.


Zhi Xiancai kewalahan menghadapi serangan kedua kaki lawannya, dia hanya bisa menangkis dan terus menghindari tendangan. Ingin menyerang balik selalu saja kalah cepat.


Disaat tangan Zhi Xiancai ingin mencakar kaki lawan, selalu saja lawan lebih cepat menarik kaki dan hanya menyentuh kain. Disaat berhasil mencakar kaki lawan, kukunya terasa seperti membentur kulit besi.


"Fisik abadi dan didukung dengan kecepatan... Tidak mungkin aku mengalahkannya!" batin Zhi Xiancai yang telah mengukur batas kemampuannya untuk melawan Zhi Shimo.


"Wanita melawan sesama wanita!" teriak seseorang wanita.


Zhi Shimo dan Zhi Xiancai segera mundur. Semua orang melihat keatas. Terlihat seorang wanita sedang menunggangi burung Elang Emas. Wanita itu adalah Kun Ashi.


Kun Ashi memerintahkan tunggangannya untuk mendarat di dek Dragon Spaceship. Sebelum Elang Emas mendarat, Kun Ashi melompat dan menyerang Zhi Xiancai.


Zhi Shimo mundur dan berniat untuk melihat dua wanita saling bertarung. Sedangkan Zhi Xiancai segera memasang kuda-kuda untuk menangkis serangan Kun Ashi.


Kun Ashi tampaknya tahu aturan dalam pertarungan Zhi Shimo dan Zhi Xiancai, dia tidak menggunakan energi spiritual, hanya menggunakan pukulan tenaga dalam.


Zhi Xiancai tersenyum tipis sambil menggeser tubuhnya agar tidak terkena pukulan tenaga dalam lawan.


Bang...


Benturan tenaga dalam mengenai dek kapal, lalu Kun Ashi mendarat dengan anggun sambil mengibaskan rambutnya.


"Aku ingin menguji teknik bertarung mu. Aku ingin tahu seberapa hebat kitab mu dengan Kitab Ulat Sutera Langit!" tantang Kun Ashi sambil melirik Zhi Shimo yang tersenyum.


"Sayang, biarkan aku melawannya!" pinta Kun Ashi yang berani memanggil dengan mesra.


Tian Zhi mengembangkan senyuman dan mengangguk, dia juga ingin tahu tentang Kitab Ulat Sutera Langit.


Kitab Ulat Sutera Langit adalah ilmu beladiri yang dikhususkan bagi wanita. Kitab ini membutuhkan kelembutan wanita saat bertarung dengan pria yang memiliki fisik yang lebih kuat. Tapi, kaum pria juga bisa menggunakan kitab tersebut, hanya saja harus bisa selembut wanita saat bergerak.

__ADS_1


"Tak tahu malu!" ejek Zhi Xiancai yang risih melihat kegenitan Kun Ashi.


"Ya, aku memang tak tahu malu, tapi hanya untuk Zhi Shimo ku seorang!" sahut Kun Ashi yang tidak tersinggung dengan ejekan lawan.


Kun Ashi berusaha keras menjadi layaknya wanita anggun, dia ingin berubah demi mendapatkan perhatian Zhi Shimo. Semenjak dirinya ditinggalkan oleh Zhi Shimo sewaktu di depan pintu masuk Makam Peperangan Kuno, dia selalu memikirkannya. Dia berusaha merubah karakter tomboi agar menarik minat Zhi Shimo.


Xu Huang dan Gigas Hector menghampiri Zhi Shimo, mereka memberikan acungan jempol karena berhasil mendapatkan dua wanita cantik, bahkan Kun Ashi mau bertarung menggantinya.


"Jangan ikut campur dalam urusan kami! Kamu bukan bagian dari kesepakatan kita!" tolak Zhi Xiancai yang belum menyerah sebelum benar-benar dikalahkan oleh Zhi Shimo, walaupun dia tahu tidak mungkin menang.


"Bilang saja takut!" provokasi Kun Ashi.


"Humph! Melawan mu itu mud--"


"Aku lihat dia sebenarnya mampu mengalahkan mu dengan mudah, mungkin dikarenakan lawannya wanita sehingga tidak ingin mempermalukan mu!" sela Kun Ashi sebelum Zhi Xiancai selesai berbicara.


Zhi Xiancai mengepalkan kedua tangannya sebagai bentuk kekesalannya, lalu dia berkata, "baiklah jika kamu memaksaku. Seri aku menang. Jika kamu kalah, jadilah pengawal ku dan jangan sekali-kali mendekati dia!"


"Jika kamu bisa mengalahkan ku!" sahut Kun Ashi dan langsung melesat ke arah lawan.


Zhi Xiancai juga maju untuk melawan Kun Ashi. Mereka pun bertarung dengan menggunakan jurus andalannya masing-masing. Saling menyerang, menangkis dan menyerang balik. Kaki melayang dan ditangkis, pukulan melesat dan beradu dengan cakaran.


Zhi Shimo segera duduk di kursi yang telah disiapkan oleh anak buahnya. Demikian juga dengan Xu Huang yang ikut duduk di kursi.


"Menurutmu, siapa yang menang nantinya?" tanya Xu Huang dengan nada datar, seolah-olah ingin menguji pengetahuan Zhi Shimo, dia menerima teh tawar hangat yang disiapkan oleh anak buahnya.


"Sebenarnya imbang. Tapi, Kun Ashi jelas tidak menginginkan hasil seri ...!" jawab Zhi Shimo yang tidak menjelaskan secara detail, sebab dia belum tahu apa yang akan direncanakan oleh Kun Ashi agar tidak berakhir seri.


Zhi Xiancai memutar tubuhnya ketika Kun Ashi menggunakan pukulan tenaga dalam.


Bang...


"Satu. Tinggal satu kali lagi aku menang," kata Zhi Xiancai dan segera mundur, dia tidak ingin melukai wajah cantik lawannya, karena dia ingin menang dengan anggun untuk mempermalukan lawannya.


Zhi Xiancai sebenarnya beruntung dengan kehadiran Kun Ashi, sebab dia tidak mungkin mengalahkan Zhi Shimo yang unggul dalam segala bidang beladiri.


Kun Ashi menghentakkan kakinya karena kesal, lalu dia melihat Zhi Shimo yang tersenyum dan tidak marah. Hatinya menjadi tenang dan kembali menyerang Zhi Xiancai.


Kali ini pergerakan Kun Ashi lebih cepat dari sebelumnya, dia ingin membuat lawannya kalah dengan cepat.


Namun, sebagai seorang guru di Kuil Mata Dewa, Zhi Xiancai tetap tenang menghadapi serangan kaki dan tendangan lawan.


Gigas Hector merasakan kehadiran banyak orang yang menuju ke Daratan Nisan Bertulis, dia segera berbicara kepada Zhi Shimo, "Big Bos, banyak orang yang datang."


Zhi Shimo mengangguk sebagai jawaban, dia juga mengetahui kedatangan banyak orang untuk berburu harta di Daratan Nisan Bertulis. Lalu dia memejamkan mata sejenak untuk mengendalikan Dragon Spaceship.


Dragon Spaceship tiba-tiba bergerak naik secara perlahan tanpa menganggu konsentrasi pertarungan dua wanita.


Semua orang yang berdatangan melihat besarnya badan Dragon Spaceship yang telah meninggalkan tanah. Lalu berhenti ketika jarak mencapai ketinggian 2.000 meter.


Zhi Shimo dan yang lainnya kembali melihat pertarungan dua wanita, dimana Kun Ashi menyudutkan Zhi Xiancai.


Kun Ashi berteriak, "Pukulan Naga Sutera Langit!"


"Cakar Harimau Bulan!" teriak Zhi Xiancai yang mengeluarkan tenaga dalamnya untuk melawan serangan lawan.

__ADS_1


Bang...


Kepalan tangan dan cakar tenaga dalam saling berbenturan dan memicu gelombang angin. Namun, Kun Ashi kembali menyerang dengan bertubi-tubi dan...


Bang...


Dada kanan Zhi Xiancai terkena hingga membuat terhuyung-huyung kebelakang. Dengan segera dia menahan tubuhnya dengan kaki kanan bertumpu pada besi pengaman dek kapal.


"Satu. Dua kali lagi aku menang!" kata Kun Ashi dengan bangga, dia membalas ucapan lawan sesaat yang lalu.


Zhi Xiancai mendengus dingin, lalu dia mengibas-ibaskan pakaian yang terkena pukulan lawan.


"Kali ini Kun Ashi yang menang!" komentar Xu Huang yang terlambat.


Zhi Shimo dan Tim Gigas Fire tertawa, sebab semua orang sudah tahu hasilnya.


"Gendut, diam kamu!" bentak Kun Ashi dan Zhi Xiancai secara bersamaan, mereka kesal dengan lelucon Xu Huang.


Xu Huang kaget dibentak sehingga tangannya gemetaran dan menumpahkan cangkir air teh hangat. Dia segera meminum sisa teh hangat yang masih ada di dalam cangkir.


"Silakan kembali bertarung!" pinta Xu Huang agar dua wanita tidak menatapnya dengan sorot mata tajam.


Dua wanita itu kembali bertarung, kali ini Zhi Xiancai lebih serius setelah terkena pukulan tenaga dalam, dia tidak lagi meremehkan Kun Ashi. Mereka berdua melompat dan saling menendang, mendarat lalu melesat untuk saling memukul.


"Layak menjadi pasangan Dao Big Bos!" pujian Gigas Hector yang kagum dengan kemampuan beladiri dua wanita cantik yang sama-sama tidak mau dikalahkan.


"Seperti apa teknik beladiri ditempat asalmu?" tanya Zhi Shimo yang ingin tahu.


"Tempat ku umumnya orang menggunakan sihir dan teknik bertarung dengan senjata. Jarang sekali ada pertarungan fisik seperti yang kita lihat saat ini, karena fisik dianggap lemah dan tidak layak bagi seorang pertarungan energi...," jawab Gigas Hector dan menceritakan tentang asal-usulnya.


Gigas Hector dan timnya berasal dari Galaksi Beruang Besar, disana terkenal dengan ilmu sihir atau yang dikenal dengan sebutan Witcher, sedangkan petarungnya disebut dengan Templar. Banyak para satria yang menggunakan senjata pedang panjang dan besar. Untuk Witcher menggunakan tongkat.


Bang...


Benturan tenaga dalam menghentikan Gigas Hector yang sedang bercerita. Zhi Shimo dan semua orang melihat dua wanita saling terhuyung-huyung kebelakang. Namun, kedua wanita itu kembali menyerang. Kali ini tidak lagi bertarung dengan tenaga dalam, mereka tanpa sadar menggunakan energi spiritual.


Bang... Bang...


Zhi Shimo segera muncul dan menahan pukulan kedua wanita sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kedua wanita itu terkejut dan berusaha melepaskan genggaman tangan Zhi Shimo agar bisa bertarung lagi.


"Berhenti! Kalian berdua telah melanggar peraturan yang tidak diperbolehkan menggunakan energi spiritual!" alasan Zhi Shimo tanpa melepaskan kedua tangannya.


Kun Ashi menjulurkan lidahnya kepada Zhi Xiancai dan memeluk pinggang Zhi Shimo. Zhi Xiancai mendengus kesal dan melihat Zhi Shimo.


"Dia yang memulainya!" sanggah Zhi Xiancai yang tidak mau disalahkan karena telah mengeluarkan basis kultivasinya.


"Enak saja! Kamu juga mengeluarkan energi spiritual!" tampik Kun Ashi yang juga tidak mau disalahkan.


Zhi Shimo geleng-geleng kepala melihat dua wanita yang tidak mau mengalah, lalu dia berbicara kepada Zhi Xiancai, "aku mudah mengalahkan mu jika mau ... Tapi, aku juga tidak memaksa kamu mau bergabung denganku. Kamu bisa kembali ke timmu."


Zhi Xiancai terkejut dengan perubahan sikap Zhi Shimo, padahal sebelum bertarung sangat menginginkannya untuk bergabung. Zhi Xiancai menebak jika perubahan ini dikarenakan kehadiran Kun Ashi.


"Baiklah, aku akan bergabung dengan timmu. Asal aku menjadi wakilnya!" ucap Zhi Xiancai sambil melihat Kun Ashi yang memeluk pinggang Zhi Shimo.


Zhi Shimo keheranan dengan pernyataan Zhi Xiancai, dia berpikir Zhi Xiancai dengan senang hati kembali bersama timnya. Xu Huang tertawa melihat Zhi Shimo berhasil mendapatkan dua wanita cantik dalam satu pertemuan...

__ADS_1


__ADS_2