
Chapter 97. Rahasia Zhi Shimo.
Setelah puas menggoda Di Long, Fucang Long dan Tian Long menghentakkan kaki pada cakram. Seketika jiwa jahat Di Long berhenti mengendor dinding cakram.
Setelah menengah arak, Di Long membuang nafas lega, lalu dia melihat Zhi Shimo tampak jelas menahan tawa. Zhi Shimo segera berinisiatif untuk mengajak mereka duduk di cakram dan mengeluarkan empat kendi arak.
"Memang benar, hidup bahagia itu menjadi apa adanya. Sempurna atau tidak, bukan kita yang menilainya, tapi orang lain. Biarpun orang lain menilai kita, itu juga penilaian karena ada niat. Intinya, buat apa peduli dengan penilaian seseorang? Mata terbuka tapi buta, telinga mendengar tapi tuli. Ayo, kita mabuk-mabukan," kata Zhi Shimo dan membuat tiga naga tua tertawa.
Mereka berempat meminum arak dan tidak mempedulikan mereka yang berada di luar domain energi dinding es. Naga Samudera generasi ke-18 dan yang lainnya hanya mendengar suara tawa tanpa bisa melihat apa yang sedang terjadi di dalam domain energi.
Setelah berhenti menertawakan kekonyolan tiga naga tua, Celestial She merenung sejenak, dia merasa Fucang Long dan Tian Long ada rencana yang tersembunyi, dia juga meyakini Zhi Shimo telah mengetahuinya.
Karena penasaran, Celestial She keluar dari tubuh Zhi Shimo dan duduk di pangkuannya. Spontan Di Long melompat mundur saat melihat sosok yang ditakuti oleh banyak kekuatan. Fucang Long dan Tian Long menertawakan reaksi Di Long yang ketakutan.
"Ular Bencana!" seruan Di Long sambil menunjuk Celestial Snake yang sedang menenggak arak dari kendi.
Celestial She menjentikkan jari agar Di Long duduk kembali. Melihat Zhi Shimo dan dua sahabatnya tidak takut, Di Long memberanikan diri untuk duduk ditempatnya.
"Tenang saja! Dia bukan musuh kita lagi dan telah menjadi pasangan Dao Tuan Muda," terang Tian Long sambil menepuk pundak sahabatnya.
Zhi Shimo mengerutkan alisnya mendengar ucapan Tian Long, dia menduga jika dulu ada perseteruan diantara mereka. "Apa dulu kalian pernah bertarung?" tanyanya.
"Iya, dua kali bentrok dan Satria 12 Naga aku kalahkan!" jawab Celestial She dengan bangga, lalu menggerakkan jari telunjuk menantang Di Long dan dua sahabatnya.
Fucang Long tertawa dan tidak menanggapi tantangan Celestial She. Tian Long mendengus dan menenggak arak, sedangkan Di Long hanya geleng-geleng kepala saat teringat masa kelam yang memalukan bagi julukan Satria 12 Naga.
"Bagaimana ceritanya kalian bisa bentrok?" tanya Zhi Shimo yang ingin tahu sejarah mereka.
"Aku yang bercerita atau kalian," kata Celestial She.
"Dulu kita dijuluki Satria 12 Naga, kemana-mana selalu bersama saat menjaga wilayah teritorial Alam Kudus. Awal kita bentrok setelah Kuil Alam Kudus kehilangan Kitab Suci Asal Muasal...," Fucang Long yang bercerita tentang masa lalu Satria 12 Naga bentrok dengan Celestial Snake.
Waktu itu, setelah Celestial Snake berhasil mencuri Kitab Suci Asal Muasal, para tetua segera melacaknya melalui jejak spiritual yang ditinggalkan oleh Celestial Snake.
Dengan bermodal jejak spiritual milik Celestial She, Satria 12 Naga diperintahkan untuk menangkapnya. Tidak mudah untuk mencari keberadaan Celestial She yang selalu berpindah-pindah tempat melalui celah spasial, walaupun memiliki jejak spiritualnya.
Akhirnya mereka menemukan Celestial She yang sedang mempelajari Kitab Suci Asal Muasal, dan bentrok pun tidak terhindarkan. Satria 12 Naga berubah wujud menjadi sejatinya untuk bisa mengalahkan Celestial Snake. Sayangnya mereka kalah dalam hal ukuran Celestial Snake yang lebih besar tiga kali lipat, padahal kekuatannya bisa dikatakan hampir seimbang.
Dalam dunia binatang, selain kekuatan untuk menjadi yang terkuat, bentuk tubuh besar sangat diutamakan untuk mendukung kekuatan, semakin besar ukuran tubuh semakin mudah mengalahkan lawan. Demikian juga dengan Celestial She yang berhasil mengalahkan Satria 12 Naga karena ukuran tubuhnya lebih besar.
Satria 12 Naga dihempaskan oleh ekor Celestial She hingga merobek kekosongan. Setelah mengalahkan Satria 12 Naga, Celestial Snake menghilangkan jejak spiritualnya agar tidak lagi bisa dilacak
__ADS_1
"... Bentrok kedua setelah kami memergoki dia yang akan mencuri lagi di Kuil Alam Kudus, dia kabur menjauhi Alam Kudus dan kami mengejarnya sangat jauh. Sayangnya, kami tetap saja aja dikalahkan. Semenjak kekalahan kedua kami, Satria 12 Naga memutuskan untuk berpisah demi meningkatkan kekuatan masing-masing. Beberapa ikut berpartisipasi dalam Peperangan Kuno, yang lainnya ada yang menjadi pertapa, guru dan lain sebagainya."
Akhirnya Fucang Long selesai bercerita. Ada dua hal yang dipetik dari ceritanya, Zhi Shimo menjadi teringat telah memiliki Kitab Suci Asal Muasal dan kenapa keluarganya tidak turun tangan untuk menangkap Celestial Snake.
"Apakah Kitab Suci Asal Muasal masih kamu simpan?" tanya Tian Long kepada Celestial She.
"Sudah aku berikan kepada suamiku!" jawab Celestial She dengan entengnya.
Mereka bertiga menatap Tian Zhi dan di anggukan kepala sebagai jawaban. Lalu Tian Zhi mengambil Kitab Suci Asal Muasal untuk ditunjukkan.
"Kemana Kitab Suci Asal Muasal?" gumam Zhi Shimo yang tidak menemukannya.
Zhi Shimo memejamkan mata agar bisa lebih jeli mencari Kitab Suci Asal Muasal yang dia simpan di Dunia Jiwa, tepatnya di ruang harta. Setelah mencari dengan teliti, dia masih belum menemukannya, hingga Celestial She memberikan sesuatu kepada Zhi Shimo.
"Aku mendapatkan ini ketika kita berada di markas bandit Ras Iblis Vampir," kata Celestial She.
Zhi Shimo menerima pemberian Celestial She yang terbuat dari kulit binatang yang digulung. Tiga Naga tua melihatnya dan ingin tahu.
Setelah membuka gulungan kulit binatang, Zhi Shimo membaca isinya yang sangat singkat.
"Kitab Suci Asal Muasal telah aku sebar. Kamu tidak perlu kebingungan, aku sudah mengatur semuanya demi masa depan. Cukup jalani siklus Samsara. Dewa Abadi."
Membaca nama Dewa Abadi, Zhi Shimo samar-samar teringat dirinya telah dibawa ke masa depan sewaktu menemukan Makam dan Istana Dewa Abadi.
"Ada apa?" tanya Celestial She.
"Hmm! Tidak ada apa-apa! Kitab Suci Asal Muasal telah terbagi menjadi beberapa bagian dan menyebar ke seluruh alam semesta," kata Zhi Shimo kepada mereka.
"Apakah Dewa Abadi yang melakukannya?" selidik Celestial She.
"Benar!" jawab Zhi Shimo dengan singkat, sebab dia sedang berpikir tentang nama gelar Dewa Abadi dan mengaitkannya dengan kejadian di Domain Universe Lightning.
"Karena telah berevolusi menjadi jiwa yang abadi, maka nama ku ke-Dewa-an ku dimasa depan pun berubah?" batinnya dan segera menepis pikiran yang berkecamuk.
"Kita sudah berkumpul... Apa rencana kalian?" tanya Zhi Shimo kepada ketiga naga didepannya.
"Oh iya! Apa kalian memiliki rencana tanpa sepengetahuan ku?" sela Celestial She yang teringat akan tujuannya keluar dari tubuh Zhi Shimo.
Ketiga Naga melihat Zhi Shimo agar menjelaskannya sendiri kepada Celestial She, sebab mereka tidak memiliki wewenang berbicara tanpa diminta.
Zhi Shimo menarik nafas dalam-dalam sebelum berbicara, setelah membuang nafas dia bertanya kepada Celestial She, "kamu kan tahu garis darah Naga 12 Elemen milikku... Menurutmu, apakah wujud ku saat berubah sudah sempurna?"
__ADS_1
Celestial She mengangguk dan berbicara, "kuat dan ku anggap sudah sempurna ...," dia berhenti berbicara saat menebak arah pertanyaan Zhi Shimo, "apakah itu belum sempurna?" Lanjutnya dengan bertanya.
"Benar! Garis darah Naga 12 Elemen milikku diibaratkan cangkang yang kosong. Jadi ...," Zhi Shimo berhenti menjawab saat memikirkan rencananya dilanjutkan atau tidak, sebab ini menyangkut kehidupan banyak orang, "jika ingin garis darah menjadi sempurna, maka aku harus mengumpulkan 12 jiwa Naga Elemen." Lanjutnya.
Celestial She melongo mendengar jawaban Zhi Shimo. Ya, inilah rencana Zhi Shimo yang telah dibahas bersama Fucang Long dan Tian Long secara diam-diam, sebab masalah ini akan memicu kemarahan Universe Lightning.
Saat berada di Domain Universe Lightning, Zhi Shimo tidak berani sedikitpun mengingat maupun memikirkan rencananya, khawatir diketahui oleh Universe Lightning God Partikel.
Seandainya tahu jika 24 Galaksi Elemen berniat menggunakan Universe Lightning untuk berevolusi, mungkin Zhi Shimo tidak berniat untuk mengumpulkan 12 jiwa Naga Elemen. Untung saja 24 Galaksi Elemen telah mengantisipasi dengan memblokir tubuhnya agar tidak diselidiki oleh Universe Lightning.
"Sekuat apa jadinya nanti?" tanya Celestial She dengan rasa penasaran.
"Garis darah Yin Yang dan Super Human ... Jika digabungkan dengan garis darah Naga 12 Elemen yang telah sempurna, serta didukung oleh Zirah Perang Dewa Binatang,
maka, kemungkinan Universe Lightning God Partikel bisa aku kalahkan!" jawab Zhi Shimo dan membuat Celestial She syok.
Zhi Shimo merasakan tubuh Celestial She yang duduk di pangkuannya bergetar hebat, lalu dia mengelus punggungnya agar tenang. Wajar jika tubuh Celestial She bergetar, sebab dia ketakutan jika Universe Lightning kembali muncul dan menghancurkan banyak galaksi.
Seandainya Celestial She tahu jika Zhi Shimo adalah wakil dari Universe Lightning God Partikel, mungkin tidak terkejut dengan rencananya. Tapi, jika mengetahui rencana besar Zhi Shimo yang tidak diketahui oleh siapapun, mungkin saja Celestial She akan pingsan...
Zhi Shimo sengaja tidak menyebutkan 24 Galaksi Elemen, dia menggantinya dengan Zirah Perang Dewa Binatang, sebab 24 Galaksi Elemen telah menyatu dengan Zirah.
"Gila kamu! Kamu bisa kembali membuat bencana alam semesta!" protes Celestial She setelah menenangkan dirinya.
Tiga Naga tua menertawakan Celestial She yang ketakutan, namun mereka seketika diam saat melihat Ular Bencana melotot. Zhi Shimo tertawa ringan dan mengelus rambut Celestial She.
"Mengumpulkan 12 jiwa Naga Elemen tidaklah mudah ...," kata Zhi Shimo dan selalu berhenti bicara, dia melihat tiga Naga tua di depannya, "Di Long, setelah tahu rencana kita, apa rencana mu?" Lanjutnya dengan bertanya.
"Pasti ikut dalam rencana Anda!" jawab Di Long dengan tegas.
Sejujurnya, 12 Naga Elemen menaruh dendam kepada Universe Lightning God Partikel yang telah memisahkan mereka menjadi beberapa bagian. Mereka juga mahkluk hidup dan memiliki hak untuk menjalani kehidupan seperti mahkluk lainnya. Dan, Zhi Shimo adalah sosok yang telah mereka tunggu-tunggu selama ini.
Ketika Zhi Shimo berada di dalam cangkang telur, Tian Long berniat mendampinginya, agar tuannya bisa sesegera mungkin untuk menyatukan semua Naga Elemen yang tersebar dan membalas dendam.
Sayangnya, kedua orang tua Zhi Shimo mengetahui tujuan Tian Long dan yang lainnya, sehingga melarang untuk melindungi putranya dengan alasan agar hidup mandiri.
(Bisa baca di Novel God Of Beast 1 - Chapter 01)
"Tian Long, Fucang Long dan Di Long ... Tersisa 9 jiwa lagi. Dimana yang lainnya?" tanyanya kepada mereka bertiga.
Fucang Long segera menjawab mewakili kedua sahabatnya, "keberadaan Xukong Long... Tuan Muda bisa bertanya kepada kekasih Anda, Qin Diao Chin, sebab ini terkait dengan Dewa Tianwu...,"
__ADS_1
Bersambung.