
Chapter 17. Xu Huang dan Tim Serigala.
Zhi Shimo menunggang kuda dan mengikuti teman satu desa, dia sekali lagi melihat kebelakang dan terkejut saat Desa Chang berubah menjadi hutan yang lebat, tidak ada lagi dinding kayu, rumah, persawahan dan lain sebagainya.
Lalu dia melihat kedepan lagi, lagi-lagi dibuat terkejut, karena tidak melihat temannya satu desa. Zhi Shimo menghela nafas panjang dan menggelengkan kepalanya.
"Benar-benar Dunia Siluman Alam Tianwu ini," kata Zhi Shimo dan mengeluarkan gulungan bambu yang diberi oleh Kepala Desa Chang, berharap ada peta, sayangnya tidak ada.
"Dimana lokasi Paviliun Penakluk Siluman?" tanyanya kepada diri sendiri, dia melihat sekitarnya dan hanya ada satu jalan setapak.
Zhi Shimo memacu kudanya mengikuti jalan setapak, tidak terlalu cepat maupun lambat, dia berharap bertemu seseorang yang tahu tempat tujuannya. Di kanan dan kiri jalan setapak yang muat satu gerbong kereta kuda dikelilingi hutan lebat.
"Terlalu lambat memakai kuda biasa!" sungut Zhi Shimo, lalu dia melompat ke langit sambil mengeluarkan skill terbang. Sepasang sayapnya mengepak dan melesat mengikuti jalan setapak, setelah dia menyimpan kuda di dalam cincin dimensinya.
Zhi Shimo terbang setinggi lima ratus meter dari atas permukaan tanah, dia ingin naik lagi namun tidak bisa, karena basis kultivasinya terlalu rendah. Akhirnya Zhi Shimo melihat jalan bercabang tiga, dia pun mendarat, lalu memeriksa sekitar yang situasinya hening.
Lalu dia melihat ada petunjuk jalan, sebelah kiri menuju ke Lembah Binatang Mistik, jalan tengah menuju ke Paviliun Penakluk Siluman dan jalan kanan menuju Desa Jiang.
"Untung ada petunjuk jalan!" gumamnya dan kembali terbang, kali ini dia tidak terbang tinggi, hanya setinggi di atas pepohonan.
Setelah kepergian Zhi Shimo dari jalan bercabang tiga itu, keluar satu tim yang terdiri dari lima orang, mereka tertawa dan mengembalikan petunjuk jalan yang benar. Ternyata arah ke Paviliun Penakluk Siluman berada di jalur kanan, sedangkan jalur tengah menuju ke Desa Jiang.
"Kabarkan pada tim kita untuk merampoknya!" perintah pemimpin tim.
Lalu salah satu anak buahnya mengeluarkan Siput Penghantar Suara dan mengabarkan kepada rekannya yang berada di Desa Jiang. Setelah itu mereka menuju ke jalur tengah, arah Paviliun Penakluk Siluman.
Desa Jiang merupakan markas Tim Serigala, dan yang menjebak Zhi Shimo adalah pemimpinnya, dia akan menukar hasil perburuan di Paviliun Penakluk Siluman.
Kekuatan pemimpin Tim Serigala berada di tingkat Soul Formation level tujuh, dan anak buahnya yang ikut bersamanya berada di tingkat Nascent Soul. Sedangkan yang berada di Desa Jiang, terendah di tingkat Foundation Establishment dan tertinggi di tingkat Nascent Soul.
Zhi Shimo berhenti saat melihat sebuah desa, dia melihat papan nama di gerbang pintu desa.
"Desa Jiang? Apa mungkin aku salah jalur?" gumam Zhi Shimo, tapi dia yakin tidak salah membaca petunjuk jalannya.
Segera Zhi Shimo mendarat dan berjalan sedikit cepat agar bisa bertanya kepada penduduk Desa Jiang arah Paviliun Penakluk Siluman. Namun, sesampainya di Desa Jiang, dia terkejut melihat banyak pria muda yang menghadangnya dengan aura niat membunuh.
Zhi Shimo menduga jika mereka berniat merampoknya dengan merubah arah petunjuk jalan, lalu dia menghitung kekuatan lawannya yang lebih banyak di tingkat Golden Core dan beberapa tingkat Nascent Soul.
Dengan seringai kejam seperti serigala menemukan mangsanya, mereka yang berjumlah seratus orang segera mengepung Zhi Shimo. Zhi Shimo tidak gentar melawan mereka yang menang jumlah dan basis kultivasi, dia dengan senang hati membunuh mereka dan kesukaannya mengekstrak kekuatan musuh.
"Serahkan semua hartamu dan jadilah budak kami!" ujar wakil Tim Serigala dan semua anak buahnya tertawa.
"Dimana arah ke Paviliun Penakluk Siluman?" tanya Zhi Shimo dengan polosnya, dia menganggap ancaman mereka hanya angin lalu.
"Humph! Bodoh! Seharusnya kamu lewat jalur kanan jika ingin ke Paviliun Penakluk Siluman!" wakil Tim Serigala jelas kesal ancamannya tidak membuat mangsa takut dan malah bertanya.
__ADS_1
"Terima kasih, Senior!" ucap Zhi Shimo dengan polosnya, dia membalikkan badan untuk pergi ke Paviliun Penakluk Siluman.
"Sialan bocah ini! Bunuh dia!" perintah wakil Tim Serigala kepada anak buahnya yang memiliki kekuatan Foundation Establishment dan Golden Core.
Segera mereka bergerak menyerang secara bersamaan. Namun, dibelakang mereka berlari seseorang pria gendut, kepala gundul, perut buncit dan berkumis tipis.
"Pahlawan datang!" teriakkan pria gendut itu sambil mengeluarkan senjata Palu.
Seketika Tim Serigala berhenti dan melihat siapa yang akan menjadi pahlawan itu. Semua orang seketika menampilkan wajah muram melihat pria gendut pembawa palu.
"Xu Fat, jangan ikut campur kamu!" bentak wakil Tim Serigala.
Xu Fat adalah julukan si pria gendut, namanya Xu Huang dari Galaksi Arcadia, kekuatannya berada di tingkat Nascent Soul level delapan, andalannya adalah senjata Palu.
Xu Huang tidak mengindahkan perkataan wakil Tim Serigala. "Makan ini...!" teriaknya sambil melemparkan senjata Palu yang terikat dengan rantai.
Palu yang dilempar itu melesat ke targetnya, anggota Serigala segera memblokir palu yang akan mengenainya.
Bang... Bang...
Namun, senjata anggota Serigala terpental dan palu mengenai dadanya. Lalu Xu Huang segera menarik palu dan kembali melemparkannya. Sedangkan Zhi Shimo berteleportasi dan muncul di atap rumah penduduk, lalu menjentikkan jarinya dan bermunculan banyak energi kunang-kunang yang mengepung Tim Serigala.
Wakil Serigala terkejut melihat Zhi Shimo bisa berpindah secara instan, dia membagi anak buahnya menjadi dua, lalu memerintahkan untuk membunuh Xu Huang dan Zhi Shimo.
Namun, disaat akan bergerak, energi kunang-kunang telah menyerang terlebih dahulu. "Boom... Boom!" ledakan bertubi-tubi ketika tubuh anggota Tim Serigala terkena.
Xu Huang melongo melihat banyak energi kunang-kunang meledak dan menumbangkan Tim Serigala, cita-citanya untuk menjadi pahlawan akhirnya gagal lagi.
Xu Huang melihat Zhi Shimo yang duduk di atap rumah dengan kaki kiri ditekuk sebagai tumpuan sikut dan telapak tangan untuk menopang dagunya, seolah-olah tidak melakukan apapun.
"Keluarkan kekuatan penuh kalian!" perintah wakil Tim Serigala, dia segera menyerang Zhi Shimo yang dianggap paling berbahaya.
Xu Huang sangat marah karena tidak dianggap berbahaya oleh musuhnya. "Hei! Aku musuh kalian yang sangat mengerikan! Lawan aku!" teriaknya sambil melemparkan palunya kearah wakil Tim Serigala.
Wakil Tim Serigala membalikkan badannya dan menghindari palu yang akan mengenainya, dia makin marah dan akhirnya menyerang Xu Huang.
Zhi Shimo kembali berteleportasi ketika Tim Serigala menyerangnya dengan energi spiritual. "Boom... Boom!" rumah penduduk seketika hancur berkeping-keping terkena energi spiritual.
Zhi Shimo muncul sejauh seratus meter, lalu dia menjentikkan jarinya dan bermunculan energi kunang-kunang yang mengepung Tim Serigala. Tim Serigala terkejut melihat banyaknya energi kunang-kunang, mereka segera menghancurkannya.
Boom... Boom...
Kembali ledakan terdengar ketika energi spiritual milik Tim Serigala berbenturan dengan energi kunang-kunang, sehingga memicu gelombang kejut yang menerjang Tim Serigala.
"Arghh!" teriakkan Tim Serigala yang terkena gelombang kejut, kepala mereka merasakan pusing yang teramat.
__ADS_1
Kemudian, Zhi Shimo mengeluarkan Kuas Surgawi, lalu dia melambaikan kuasnya dan bermunculan banyak energi kunang-kunang, kunang-kunang itu mulai menyatu dan membentuk seekor binatang Naga yang bisa bergerak.
"Dragon Fireflies, serang!" gumam Zhi Shimo dengan melambaikan Kuas Surgawi sebagai bentuk perintah.
"Roar!"
Raungan Naga yang berwarna kebiruan dan langsung melesat ke arah Tim Serigala. Naga Kunang-kunang menerjang targetnya dan membuat Tim Serigala seperti diterjang ombak besar. Mereka panik dengan berusaha menghindar.
Namun, Tim Serigala terlambat dan Naga Kunang-kunang mengenainya, mereka pun berjatuhan dengan mata melotot. Tim Serigala yang tersisa langsung menyerang Naga Kunang-kunang yang terus bergerak memburu targetnya.
Xu Huang dan wakil Tim Serigala tercengang melihat Naga Kunang-kunang menumbangkan Tim Serigala dengan mudah. Xu Huang melihat wakil Tim Serigala lengah, dia langsung mengayunkan palu.
Bang...
"Arghh!" teriakkan wakil Tim Serigala ketika dadanya terkena palu, hingga membuatnya terpental sejauh dua puluh meter.
"Hahaha! Lawan mengerikan di abaikan!" tawa Xu Huang yang bangga mampu melukai wakil Tim Serigala.
Tim Serigala yang tersisa langsung kabur sebelum diterjang Naga Kunang-kunang. Zhi Shimo menghampiri Tim Serigala yang telah mati dengan mata melotot.
Lalu Zhi Shimo mengekstrak dantian Tim Serigala yang tewas tanpa perduli wajah ketakutan wakil Tim Serigala. Wakil Tim Serigala segera bangkit dan kabur meninggalkan anak buahnya yang pingsan.
Xu Huang juga ikut menjarah harta milik Tim Serigala yang pingsan, sambil bertanya kepada Zhi Shimo, "siapa namamu saudara?"
Zhi Shimo melihat Xu Huang sambil menjarah harta setelah mengekstrak dantian anggota Tim Serigala. "Panggil saja Shimo!" jawabnya.
"Skill mu sangat hebat! Namaku Xu Huang, semua wanita cantik memanggil ku Xu Fat," kata Xu Huang yang tampak membanggakan namanya yang dikenali para wanita.
Zhi Shimo tersenyum sambil pindah ke mayat lain untuk diekstrak dantian-nya. "Nama yang bagus! Aku yakin setiap wanita pasti terpukau dengan dirimu!" pujian Zhi Shimo.
Xu Huang segera berdiri tegak dan memukul dadanya sendiri, dia tertawa mendapatkan pujian dari Zhi Shimo. "Adik Shimo, ucapan mu memang benar, sudah banyak wanita yang ingin menjadi kekasihku tapi aku tolak!" ujarnya yang sebenarnya membual.
Zhi Shimo tertawa, lalu dia menghampiri Xu Huang, saat berjajar dengannya, tinggi Xu Huang hanya 150 cm, lebih rendah dibawah bahunya. Zhi Shimo menepuk pundak Xu Huang.
"Kakak Xu Fat, apakah kamu tahu tempat Paviliun Penakluk Siluman?" tanya Zhi Shimo.
Xu Huang mendongak untuk melihat wajah Zhi Shimo, lalu dia tertawa dan berusaha membalas menepuk bahu Zhi Shimo, namun dia kesulitan karena terlalu pendek serta perut yang buncit mengganjal.
"Jelas tahulah, kan aku anggota Paviliun Penakluk Siluman lencana Baja!" jawab Xu Huang dengan menepuk dada, dia tidak jadi menepuk pundak Zhi Shimo.
"Aku juga ingin mendaftar menjadi anggota pemburu siluman. Ayo, antar-kan aku kesana, tadi aku sengaja dijebak mereka!" pinta Zhi Shimo sambil menelan kristal energi yang baru diekstrak dari mayat anggota Tim Serigala.
Xu Huang menelan salivannya saat melihat Zhi Shimo memakan kristal energi seperti camilan, perutnya pun meraung karena lapar. Zhi Shimo tersenyum sambil memberikan tiga kristal energi kepada Xu Huang.
Xu Huang menerimanya dan tanpa sungkan langsung memakan satu kristal energi, lalu dia berkata, "biasa mereka berbuat begitu saat ada mangsa baru. Ayo, aku antar ke Paviliun Penakluk Siluman," katanya sambil berjalan melewati jalur yang telah dilalui oleh Zhi Shimo.
__ADS_1
"Kita terbang saja agar mempersingkat waktu!" pinta Zhi Shimo yang enggan berjalan dan melewati jalur yang sama, karena akan banyak memakan waktu dan makin jauh.
Xu Huang garuk-garuk dengan raut wajah malu. "Tubuhku terlalu seksi untuk terbang, jadi kita berjalan saja!" alasannya, padahal dia tidak bisa terbang karena tubuhnya terlalu berat dan akan banyak mengkonsumsi energi spiritual.