
Chapter 45. Mencari Tim Seribu Malam.
Disaat Zhi Shimo masuk ke dalam lubang pohon, kondisinya telah bersih, dipan kayu yang rusak telah dibuang, rak-rak kayu juga telah dibersihkan. Kemudian Zhi Shimo mengeluarkan permadani hijau dan Pang Shui segera membantunya.
"Kamu bisa-bisanya membawa permadani!" kata Pang Shui yang heran Zhi Shimo repot-repot membawa sesuatu yang tidak dibutuhkan kultivator.
"Hidup itu harus dinikmati... Seperti menyiapkan sesuatu untuk mendukung kenyamanan diri!" jelas Zhi Shimo dan telah selesai menutup tanah dengan permadani.
Kemudian Zhi Shimo berjalan ke tempat dimana Pang Shui mandi, tanah tempat mandi lebih rendah satu meter dari tanah yang tertutupi permadani. Lalu dia melepaskan pakaiannya tanpa memperdulikan tatapan Pang Shui.
Pang Shui segera memalingkan wajahnya dan keluar dari lubang pohon. Setelah keluar, Pang Shui teringat dua saudaranya yang terpisah.
"Aku harus menemukan mereka... Tapi sebelum itu, aku harus terbiasa dengan medan gravitasi yang kuat ini!" batinnya.
Lalu dia kembali melatih fisiknya dengan melompat-lompat, menendang, memukul dan memperagakan beladiri yang telah dipelajari. Pang Shui tidak ingin selalu menjadi beban siapapun, karena itu dia sesegera mungkin bisa membiasakan tubuhnya di tempat baru.
Setelah selesai mandi dan mengganti pakaian, Zhi Shimo membaringkan tubuhnya diatas permadani, lalu melihat Pang Shui yang sedang berlatih dengan keras.
Zhi Shimo memilah pikiran tentang apapun yang telah dilewatinya, seperti misteri di Desa Chang, dimana penduduknya termasuk orang tua palsu yang katanya menjadi siluman. Misteri Alam Tianwu yang baru diketahuinya sebesar 10%. Yang tidak kalah penting adalah tujuan utama dari Kitab Suci dan para penguasa. Semua itu membuat Zhi Shimo ingin mengungkapkan semua misteri dan mempelajarinya jika bermanfaat.
"... Dari semua hal itu, yang paling utama adalah meningkatkan kekuatan secepat mungkin. Aku tinggal beberapa level lagi akan menerobos ke Ranah Dunia Abadi...." gumam Zhi Shimo dan segera duduk bersila, lalu mengeluarkan dua puluh botol giok berisi pil, dimana setiap botol ada sepuluh butir pil, itu adalah Pil Kultivasi tingkat Peri Langit tahap puncak.
Pil tingkat Peri Langit mampu meningkatkan kekuatan kultivator yang berada di tingkat Earth Immortal, dan Zhi Shimo memiliki banyak pil jenis ini, pil yang dibuat oleh bawahannya yang tinggal di Dunia Jiwa.
Sengaja Zhi Shimo menggunakan pil tingkat Peri Langit agar segera naik tingkat, lalu dia membuka penutup botol dan menuangkan kedalam mulutnya, dan kembali berlanjut hingga semua isi botol telah dia telan.
Celestial She yang selalu memperhatikan kekasihnya, dibuat kagum dengan kekayaan dan kemampuan abnormal Zhi Shimo.
Tidak berselang lama, dantian-nya bergejolak tanda akan menerobos. Zhi Shimo membuka mata dengan wajah keheranan, sebab dirinya tidak merasakan kehadiran Kesengsaraan Petir.
"Sayang, kamu berada di Dunia Mistik, jadi kultivator akan mendapatkan Kesengsaraan Petir saat akan menerobos ke tingkat Deity! Berbeda saat kamu berada di luar Dunia Mistik dan pasti akan menjalani Kesengsaraan Petir!" jelas Celestial She
"Pantas, aku tidak merasakan Kesengsaraan Petir!" sahut Zhi Shimo dengan wajah berseri-seri dan kembali memejamkan mata.
Dunia Mistik seperti halnya Dunia Jiwa, dimana seorang kultivator tidak perlu menjalani Kesengsaraan Petir, semua itu terkait dengan energi Asal Muasal. Di Dunia Mistik memiliki energi Asal Muasal tahap menengah, sedangkan di luar ini hanya memiliki tahap rendah.
Boom...
Seketika ledakan energi terobosan meluap keluar dari tubuhnya dan membuat Pang Shui terkaget dengan melihat Zhi Shimo. Untung saja dinding kayu tebal memblokir energi terobosan dan sedikit keluar melalui pintu lubang pohon.
"Bagaimana mungkin dia mencapai Earth Immortal dalam sekali jalan..!!" seruan Pang Shui yang takjub dengan peningkatan kekuatan Zhi Shimo yang drastis.
__ADS_1
Pang Shui tercengang saat melihat banyak botol giok, dia meyakini jika itu adalah Pil Kultivasi tingkat Peri Langit saat mencium aromanya.
"Apakah dia seorang ahli Alkemis?" batinnya yang menebak dan buru-buru menghampiri Zhi Shimo setelah selesai menstabilkan pondasi kekuatannya.
"Selamat!" ucap Pang Shui yang langsung duduk di depan Zhi Shimo, dia ikut senang melihat pencapaian Zhi Shimo.
"Kamu juga harus segera meningkatkan kekuatan...," kata Zhi Shimo dengan mengeluarkan empat botol giok berisi Pil Kultivasi tingkat Raja, tingkat Kaisar, tingkat Saint dan tingkat Peri Benua.
Pang Shui terdiam dengan mulut sedikit terbuka melihat empat botol giok.
Lalu Zhi Shimo meletakkan diatas permadani, lalu kembali berbicara, "itu untukmu. Aku akan mencari teman-teman kita... Selama itu, kamu harus berkultivasi disini bersama Banteng Api yang akan menjadi pelindungmu."
Pang Shui yang tadinya menatap empat botol giok segera melihat Zhi Shimo saat akan pergi. "Aku ikut untuk membantumu, berdua akan lebih cepat menemukan mereka dan kembali berkumpul disini, lalu merencanakan apa yang harus kita lakukan disini!" tolaknya yang tidak ingin berdiam diri disaat Zhi Shimo mencari yang lainnya.
Alasan Pang Shui memang benar, mencari anggota Seribu Malam di dunia yang luas tidaklah mudah dan membutuhkan banyak waktu untuk menemukan mereka.
"Dengan kekuatanmu yang sekarang, kamu akan kesulitan bertahan hidup! Tingkatkan kekuatanmu terlebih dahulu hingga berada di tingkat Crossing Tribulation. Setelah berada di tingkat itu, boleh kamu mencari teman-teman kita bersama Banteng Api!" terang Zhi Shimo agar Pang Shui mengerti niat baiknya.
Pang Shui merenung sejenak dan apa yang dikatakan Zhi Shimo sangat benar, sebab kejadian sesaat yang lalu telah membuktikan jika dirinya sangat lemah menghadapi Banteng Api, belum lagi menghadapi binatang yang lainnya dan mungkin akan lebih kuat.
Zhi Shimo membereskan botol giok yang kosong dan memasukkan kedalam cincin dimensi, lalu dia melihat Pang Shui sambil mengeluarkan satu bendera Formasi.
Bendera Formasi itu dia letakkan di samping empat botol giok dan berkata, "setiap kali aku menemukan teman-teman kita, aku akan segera kembali. Apakah kamu memiliki persediaan makanan?"
"Kita kultivator bisa bertahan hidup tanpa minum dan makan untuk beberapa Minggu... Baiklah, aku akan disini dan kita akan selalu berkomunikasi dengan Siput Penghantar Suara," katanya yang mematuhi pengaturan Zhi Shimo.
"Siput Penghantar Suara...!" Zhi Shimo menepuk keningnya saat lupa.
Kemudian Zhi Shimo mengeluarkan Siput Penghantar Suara dan mengalirkan energi spiritual untuk terhubung dengan Yuna Aurora. Setelah mengirimkan pesan suara dan beberapa saat berlalu, Zhi Shimo tidak mendapatkan balasan dari Yuna Aurora.
Zhi Shimo jelas khawatir dan segera memejamkan mata untuk memastikan keadaan Yuna Aurora baik-baik saja. Setelah beberapa waktu dan melihat melalui segel keluarga, Zhi Shimo melihat Yuna Aurora, Qin Diao Chin dan empat wanita lainnya bersembunyi di dalam gua. Dan menduga, jika koneksi Siput Penghantar Suara gagal dikarenakan terhalang dinding gua.
"Apakah kalian kamu baik-baik saja?" tanya Zhi Shimo kepada Yuna Aurora dengan komunikasi telepati.
Zhi Shimo yang bisa berkomunikasi dengan telepati dikarenakan segel keluarga, jika Yuna Aurora tidak memiliki segel, jelas tidak mungkin bisa berkomunikasi dengan telepati, sebab jaraknya sangatlah jauh.
Selain metode komunikasi telepati (berkomunikasi dengan pikiran), ada juga komunikasi dengan batin, tapi banyak gagalnya dan butuh waktu lama untuk bisa direspon oleh targetnya. Selain itu, target diharuskan dalam keadaan tenang atau sedang tertidur agar komunikasi kebatinan bisa tersampaikan.
Yuna Aurora yang mendengar suara telepati dari kekasihnya jelas kegirangan dan buru-buru bertanya, "kamu dimana? Dengan siapa? Apa bersama dengan wanita lain?Apakah kamu baik-baik saja? Aku sudah berkumpul dengan Yusan dan lainnya, apakah kamu telah menemukan teman kita? Oh iya, cepat jemput aku!"
Seketika telinga Zhi Shimo berdengung saat dicecar banyak pertanyaan dan langsung memutuskan komunikasi telepati, lalu dia mengorek kupingnya dan sengaja tidak segera menjawab.
__ADS_1
"Baru kali ini aku menghadapi wanita seperti Yuna!" batinnya yang kesal.
Pang Shui yang melihat raut wajah Zhi Shimo yang terlihat muram segera bertanya, "Apakah sudah ada balasan?"
"Tidak. Bagaimana denganmu?"
"Sama. Aneh Siput Penghantar Suara gagal berfungsi ditempat ini!" jawab Pang Shui, dia sebenarnya khawatir namun berusaha tetap tenang menghadapi situasi ini.
Zhi Shimo yang melihat Pang Shui yang masih bisa tenang menjadi kagum, lalu dia menggeser tubuhnya untuk dekat dengannya. Kali ini Pang Shui tidak lagi bisa menjaga ketenangannya ketika Zhi Shimo memegang dagunya dengan dua jari.
Zhi Shimo mendekati bibir Pang Shui yang berwarna merah muda dan tipis. Secara naluri, Pang Shui memejamkan mata untuk menyambut ciumannya, dan tanpa sadar air mata bahagia menetes dan mengalirkan di pipinya.
Mereka pun berciuman cukup lama. Lalu Zhi Shimo membaringkan tubuh Pang Shui, namun Pang Shui menolak dengan menahan tubuh Zhi Shimo dan berhenti berciuman.
"Jadikan aku dulu istrimu... Dan, apapun keinginan mu akan kuberikan!" pinta Pang Shui yang tidak ingin memberikan kesuciannya tanpa ada status yang jelas, dia menatap lekat kedua mata Zhi Shimo.
Zhi Shimo tersenyum dan membelai wajah Pang Shui. "Tentu, menjadi pasangan Dao ku, kamu akan mendapatkan segel keluarga besar ku...," kata Zhi Shimo dan menjelaskan tentang segel keluarganya.
Pang Shui dengan perhatian mendengar penjelasan singkat Zhi Shimo, di dalam hatinya berdecak kagum dengan segel keluarga yang mampu memberikan kekuatan.
"Tapi sebelum itu, temukan dulu teman-teman kita!" pinta Pang Shui sebelum menerima segel keluarga, dia melakukan itu agar teman dan dua saudaranya menjadi saksi.
Selain itu, dia khawatir dengan Yuna Aurora yang memiliki karakter posesif dan membuat masalah memalukan baginya. Dengan adanya Yuna Aurora dan yang lainnya, maka dia tidak perlu menyembunyikan hubungannya dengan Zhi Shimo.
"Baiklah, aku akan segera mencari mereka. Kamu juga segera tingkatkan kekuatan!" ujar Zhi Shimo dengan semangat langsung berdiri dan Pang Shui juga mengikuti.
Zhi Shimo bergegas keluar dari lubang pohon dan menemui Banteng Api bersama Pang Shui. Tidak berselang lama Zhi Shimo melihat Banteng Api bermalas-malasan dengan membaringkan tubuhnya.
Banteng Api segera bangun saat merasakan kehadiran seseorang, lalu dia melihat tuannya bersama wanita cantik.
"Kamu jaga istriku selama aku pergi! Nanti disaat aku kembali, kamu akan mendapatkan upah!" perintah Zhi Shimo.
Banteng Api mengangguk paham, lalu dia menghampiri Pang Shui dan duduk, agar istri tuannya naik di punggung. Pang Shui makin bahagia dengan pengakuan Zhi Shimo yang telah menyebutnya sebagai istri, segera dia naik dan menepuk-nepuk kepala Banteng Api.
"Ingat, apapun yang terjadi dan sebelum kekuatan mu berada di tingkat Crossing Tribulation, jangan sekali-kali jauh dari tempat perlindungan!" pesan Zhi Shimo kepada Pang Shui.
Segera Zhi Shimo menghentakkan kakinya dan terbang menuju kearah Timur. Pang Shui terus melihat kepergian Zhi Shimo hingga tidak lagi terlihat.
"Aku mencintaimu!" gumam Pang Shui dan mengendalikan Banteng Api untuk masuk ke dalam Formasi Perlindungan.
Zhi Shimo sesegera mungkin untuk menemukan semua temannya, dia tidak ingin temannya mengalami kesulitan dalam keadaan yang lemah di Dunia Mistik. Walaupun bukan pemimpin Tim Seribu Malam, dia sebagai seorang Kaisar di Dunia Jiwa tetap selalu memperhatikan siapapun yang terkait dengannya.
__ADS_1
"Buat apa gelar Dewa yang aku miliki jika hanya untuk menindas yang lemah dan tidak bermanfaat bagi alam semesta!" batin Zhi Shimo, "teman, tunggu aku!" teriaknya sambil terbang sangat cepat.