
Chapter 99. Memporak-porandakan Laut Berlian Biru.
Zhi Shimo tidak peduli lagi jika pintu gerbang keluar dari Dunia Mistik tertutup, dirinya sangat menikmati sensasi peningkatan kekuatan yang terus-menerus.
Satu hari berlalu, tapi Zhi Shimo masih terus menikmati kenaikan level. Dua hari telah lewat, hingga hari keempat tetap Zhi Shimo tidak bergerak sama sekali. Di Long, Fucang Long dan Tian Long selalu menggelengkan kepala, mereka tidak menyangka begitu banyaknya mutiara Naga tidak membuat Zhi Shimo meningkat drastis.
"Seberapa besar dantian yang dimiliki Tuan Muda?" gumam Di Long.
"Memiliki tiga dantian dan luasnya berbeda-beda ... Anggap saja dantian pertama seluas 12 benua, kedua seluas 24 benua, dantian ketiga seluas 6 benua. Kalian bisa mengkalkulasi sendiri seberapa banyak energi yang dibutuhkannya. Energi Sejati di danau bawah tanah saja tidak bisa meningkatkan kekuatannya hingga menerobos ke ranah Half Alfa. Dia membutuhkan energi alam murni!" sahut Celestial She yang telah menyelidiki keunikan tubuh Zhi Shimo.
Tiga Naga tua menghela nafas berat dan kini mereka tahu kenapa mutiara Naga yang melimpah tidak banyak meningkatkan kekuatan bagi Zhi Shimo.
"Almighty God level 1, sudah luar biasa bagi Tuan Muda," kata Fucang Long setelah melihat Zhi Shimo menerobos lagi, lalu dia melihat energi spiritual telah habis didalam perisai energi.
Mereka berempat belum mengetahui jika Zhi Shimo didukung Energi Sejati yang berada di Dunia Jiwa, selama tujuh hari ini Dunia Jiwa telah memberikan kekuatan sebanyak 7 level.
"Energi alam murni?" gumam Di Long yang sedang memikirkan tempat yang memiliki sumber energi alam murni.
"Perapian Air Suci, disana ada energi alam murni seperti Energi Sejati!" sahut Fucang Long yang paling hafal seluk-beluk Alam Tianwu.
"Ada lagi energi alam murni, di Makam Peperangan Kuno, lokasinya di Laut Kecil," imbuh Di Long ketika teringat.
"Tidak hanya itu saja, setiap lokasi jiwa Naga juga mampu meningkatkan kekuatan Tuan Muda," sambung Fucang Long.
Akhirnya Zhi Shimo membuka mata saat mendengar obrolan, keluar dari matanya cahaya dan menghilang dalam sekejap. Lalu dia melihat sekitarnya, dimana Istana Es mulai mencair, tidak ada lagi mutiara Naga.
"Apakah pintu gerbang keluar dari sini sudah tertutup?" tanya Zhi Shimo yang menghentikan obrolan mereka berempat.
"Tuan Muda tidak perlu khawatir tidak bisa keluar dari Dunia Mistik, ada jalan lain yang bisa dilewati sewaktu-waktu!" jawab Fucang Long.
"Dimana itu?"
"Dekat dengan Perapian Air Suci!" jawab Fucang Long.
"Mantap! Sekalian aku memanennya!" seruan Zhi Shimo yang bersemangat dan langsung berdiri.
Zhi Shimo teringat sesuatu dan segera bertanya kepada Di Long, "oh iya! Bagaimana dengan keturunanmu diluar, apakah tidak menjadi masalah dengan menghilangnya Inti Air Kehidupan?"
"Jangan hiraukan mereka! Inti Air Kehidupan bukan miliknya dan kini milik Anda!" jawab Di Long.
"Baiklah jika begitu. Ayo, kita ke wilayah Kerajaan Burung Feng," ajak Zhi Shimo yang ingin segera meningkatkan kecepatannya lagi.
Celestial She segera masuk kembali ke tubuh Zhi Shimo dengan membentuk tato di leher, Fucang Long kembali menjadi sabuk yang terikat diperutnya, Tian Long masuk di telapak tangan kanan Zhi Shimo dan Di Long membentuk tato di telapak tangan kiri.
Zhi Shimo tersenyum melihat kedua telapak tangannya ada tato naga yang berbeda warna, lalu dia berujar, "seandainya semua jiwa Naga telah bersatu, menjadi apa sekujur tubuhku? Apa tidak seperti patung ukiran?"
Celestial She dan tiga Naga tua tertawa dan membayangkan bagaimana nantinya tubuh Zhi Shimo penuh dengan tato naga.
Zhi Shimo berubah menjadi air dan keluar dari Istana Es. Sepeninggalnya, Istana Es mencair dan air dingin memenuhi ruang bawah tanah.
Setelah keluar dari ruang bawah tanah, Di Long mencegah Zhi Shimo sebelum keluar dari Palung Terdalam, "tunggu, Tuan Muda!"
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Zhi Shimo.
"Cakram itu adalah Half Artefak Natural, rentangan tangan kiri Anda!" jawab Di Long dan segera diikuti oleh Zhi Shimo dengan merentangkan tangan kanan pada cakram.
Di Long mengalirkan energi spiritual dan menyelimuti cakram hitam. Dengan cepat cakram hitam berubah bentuk menjadi zirah perang bersayap warna biru laut, bentuknya mirip dengan Earth Dragon Armor.
Tiba-tiba Earth Dragon Armor keluar dan berjajar dengan Ocean Dragon War Armor. Zhi Shimo melihat kedua zirah perang bercahaya lalu menyatu. Bentuknya tetap sama, hanya saja warnanya yang berbeda, kini sedikit lebih cerah dengan warna biru tua. Selain itu, aura zirah perang lebih kuat dari sebelumnya.
Setelah menyatu, zirah perang kembali menjadi sabuk dan melekat di perut Zhi Shimo.
"Semuanya adalah zirah perang... Apakah ada kelebihannya setelah bergabung?" tanya Zhi Shimo.
"Jelas ada kelebihannya, Tuan Muda. Setiap kali penggabungan satu dengan yang lainnya, maka akan memberikan kekuatan 5 level. Satria 12 Naga memiliki zirah perang yang sama, jika Tuan Muda menyatukan semuanya, kekuatan Anda naik 60 level. Kecuali, jika Naga lain telah memberikan kepada keturunannya atau diwariskan kepada orang pilihan!" jawab Di Long.
Zhi Shimo jelas kegirangan memiliki zirah perang bersayap yang mampu memberikan kekuatan eksternal. Lalu dia teringat Tian Long tidak memberikan zirah perang.
"Tian Long, dimana zirah perang mu?"
Tian Long menghela nafas berat saat ditanya, lalu dengan nada kecewa dia berkata, "diambil oleh Maharaja Yaksa dan diberikan kepada putra ke-11, namanya Di Shiyi Yecha."
"Tidak perlu disesalkan! Jika zirah perang mu ditakdirkan menjadi milikku, suatu saat nanti pasti akan kumiliki!" hibur Zhi Shimo agar Tian Long tidak bersedih hati, lalu dia melihat keatas.
Cahaya benderang yang keluar dari zirah perang ternyata menarik perhatian binatang air Kunpeng yang masih menjaga Palung Terdalam, mereka berbondong-bondong mendatangi tempat cakram hitam.
Mereka makin marah melihat cakram hitam juga menghilang. Binatang air Kunpeng memanggil bala bantuan untuk mencari keberadaan si pencuri.
Zhi Shimo tersenyum tipis dan berinisiatif untuk menguji Zirah Perang Naga. Kembali cahaya benderang tiba-tiba muncul ditengah-tengah banyaknya binatang air
Bang... Bang...
Zhi Shimo melesat dengan sangat cepat dan melancarkan serangannya terhadap binatang air terdekat. Air laut bergejolak hebat hingga dipermukaan air memicu gelombang tsunami.
Binatang air Kunpeng yang memiliki tubuh besar dengan mudah terpental seperti batu dilemparkan, padahal hanya satu kali pukulan dan tendangan saat menyerang yang lainnya.
Binatang air semakin berdatangan ke Palung Terdalam dan membuat Zhi Shimo makin bersemangat untuk menyerang mereka. Gerakannya sangat cepat seperti cahaya yang berkedip, lalu berkedip lagi ditempat lain dan memukul targetnya hingga terpental jauh.
Long De Yuze yang menjaga pintu gerbang melihat gejolak air laut yang menjadi tsunami, lalu melihat banyak binatang air keluar dari dalam laut dengan kondisi tragis.
Long De Yuze, Long De Sun dan Long De Qiu segera berubah wujud menjadi Naga Tanah, mereka langsung masuk ke dalam Laut Berlian Biru. Di pintu gerbang hanya menyisakan puluhan prajurit Naga Tanah, sedangkan Raja Naga, kedua anaknya termasuk keluarga besar telah berada di Alam Tianwu untuk pergi ke Makam Peperangan Kuno.
Naga Samudera generasi ke-18 mendengar permintaan bantuan dari binatang air Kunpeng, dia segera meninggalkan Gunung Jīngshén bersama rombongannya.
Raja Burung Feng yang tidak pandai berenang hanya bisa melihat dan ingin tahu apa yang sedang terjadi di dalam Laut Berlian Biru.
Long De Yuze dan dua keturunannya meraung-raung melihat Zhi Shimo yang sengaja tidak menutup pelindung wajah. Zhi Shimo tersenyum melihat Naga Tanah yang selalu memburunya, dia tiba-tiba menghilang dan muncul di atas kepala Long De Yuze.
Bang...
Long De Yuze terkena pukulan dan membuatnya terhempas ke bawah hingga membentur dasar laut, lalu dia menghilang lagi sebelum Long De Sun dan Long De Qiu bereaksi karena tidak mampu mengikuti kecepatan Zhi Shimo.
Zhi Shimo muncul diantara mereka berdua, dia memukul kepala Long De Sun hingga menyusul Long De Yuze. Setelah memukulnya, Zhi Shimo menghilang dan muncul di atas kepala Long De Qiu.
__ADS_1
Bang...
Seperti dua Naga Tanah sebelumnya, Long De Qiu ikut menyusul mereka yang telah pingsan didasar laut, tubuh ketiga Naga Tanah menumpuk dan tidak sadarkan diri.
Mereka jelas bukan tandingan Zhi Shimo yang memiliki kekuatan Almighty God, padahal dia hanya mengandalkan fisik dan kecepatan saat bertarung.
Swosh...
Dari atas kepala Zhi Shimo, Naga Samudera memuntahkan bola air kearahnya. Zhi Shimo mendongak dan melihat bola air meleset dengan cepat, dia hanya melambaikan tangan kiri untuk menangkis serangan Naga Samudera.
Bang...
Bola air yang ditangkis oleh Zhi Shimo mengenai binatang air Kunpeng yang ingin menyerang dari samping. Lagi-lagi Zhi Shimo menghilang dan muncul di depan moncong Naga Samudera dengan tangan kanan yang telah melesat menargetkan rahang.
Naga Samudera jelas syok melihat kecepatan Zhi Shimo, dia ingin menghindari serangannya pukulan tangan, namun apalah daya jika kalah dalam kecepatan, dan...
Bang...
Rahang Naga Samudera terkena pukulan jarak dekat dan terpental ke atas. Zhi Shimo langsung meraih ekornya dengan kedua tangan, kemudian dia mengayunkan tubuhnya sambil memutar-mutar Naga Samudera.
Bang... Bang...
Tubuh Naga Samudera yang diputar oleh Zhi Shimo mengenai binatang air yang mendekatinya, mereka terpental ke segala penjuru. Setelah itu Zhi Shimo melemparkan Naga Samudera kearah Naga Tanah yang menumpuk.
Swosh... Boom...
Tubuh Naga Samudera menghantam leluhur Naga Tanah dan membuat dasar laut menjadi keruh, pasir laut terangkat dan menutupi pandangan mata, tapi Zhi Shimo masih bisa melihat tubuh empat Naga saling menindih.
Zhi Shimo melihat binatang air ketakutan kepadanya, mereka segera melindungi Naga Samudera dan leluhur Naga Tanah.
"Tidak menarik!" gerutu Zhi Shimo yang muncul sifat sombongnya setelah mengalahkan empat naga dan banyak binatang air besar.
"Kapan itu aku teringat kekasihku pingsan!" sahut Celestial She yang menyindir.
Zhi Shimo tertawa ringan dan mengepakkan sayap dan melesat ke atas, dia masih ingat bagaimana tubuhnya yang lemah dengan mudah dihempaskan oleh ekor binatang air Kunpeng.
Tubuh Naga Samudera bergerak-gerak, lalu dia segera mengangkat lehernya untuk melihat Zhi Shimo yang telah keluar dari dalam laut.
"Aura leluhur pertama...!" gumam Naga Samudera generasi ke-18 yang sempat merasakan aura Di Long yang bersemayam di tubuh Zhi Shimo.
"Aku juga merasakan aura leluhur pertama kita!" sahut Long De Yuze yang telah sadar dari pingsannya yang sesaat.
"Berarti dia adalah orang pilihan leluhur kita!" tebak Naga Samudera.
"Benar! Zirah Perang Naga adalah salah satu bukti Zhi Shimo telah direstui oleh leluhur kita!" sambung Long De Yuze.
Long De Sun dan Long De Qiu juga bangun dan menatap kepergian Zhi Shimo. Wajah-wajah mereka tidak lagi terlihat bermusuhan dengan Zhi Shimo...
****
(Di Shiyi artinya kesebelas. Yecha atau Yaksa. Yecha digunakan sebagai nama marga tertinggi bagi keturunan Maharaja Yaksa)
__ADS_1