
Chapter 30. Menuju Ke Lembah Seribu Siluman.
Zhi Shimo tertawa renyah melihat Xiao Yue yang masih terlihat canggung bersamanya, lalu dia melihat Nayoung.
Semenjak nenek dan ibunya bawa semua istri dan juga menghilangkan ingatan penghuni Dunia Jiwa, mereka menganggap Zhi Shimo masih bujangan dan membuat banyak wanita berharap menjadi permaisuri.
"Kamu juga jangan panggil aku seperti biasanya saat kita sedang seperti ini!" pinta Zhi Shimo sambil meletakkan telapak tangan di perut Nayoung.
Tubuh Nayoung sedikit tersentak kaget saat telapak tangan Zhi Shimo menyentuh perutnya, lalu dia kembali memeluknya. Zhi Shimo memberikan segel keluarga besar pertama kepada Nayoung.
"Kamu sekarang sudah menjadi bagian hidupku," kata Zhi Shimo kepada Nayoung.
Lalu Nayoung melihat pusarnya yang telah ada tato Yin Yang, tampak seperti bergerak. Lalu dia kembali melihat Zhi Shimo dan memberikan ciuman di bibir.
Xiao Yue melongo melihat Nayoung berciuman dengan Kaisar Shimo dengan mesra, detak jantungnya makin berdebar-debar dan dirasakan oleh Zhi Shimo.
Setelah berciuman dengan Nayoung, Zhi Shimo meletakkan telapak tangan kiri di perut Xiao Yue. Xiao Yue hampir berteriak jika Zhi Shimo tidak segera mencium bibirnya.
Nayoung tersenyum dan bergerak ke belakang Xiao Yue, dia melepaskan penutup dada dan juga bagian bawahnya. Xiao Yue meneteskan air mata bahagia, sebab cita-citanya bisa dekat dengan Kaisar Shimo telah menjadi nyata.
Kemudian Zhi Shimo melepaskan ciumannya dan membuat Xiao Yue merasakan kehilangan. Lalu Zhi Shimo melihat Nayoung.
"Bagaimana situasi di Dunia Jiwa?" tanya Zhi Shimo yang ingin basa-basi.
Nayoung menarik nafas panjang, setelah itu dia menjawab, "semuanya bahagia dan meningkatkan kekuatannya dengan drastis. Maafkan saya yang tidak bisa mencegah mantan yang serakah ...."
Nayoung merasa bersalah akan tindakan mantan suaminya yang serakah dan tewas dilahap Pohon Pemangsa Jiwa. Zhi Shimo geleng-geleng dengan keserakahan mantan suami Nayoung.
"Kenapa kamu membawa masuk dia tanpa ada izin dari penasihat kekaisaran?" selidik Zhi Shimo.
"Maaf... Maaf, Yang Mulia, karena putri hamba menjadi sandera agar bisa membawanya masuk ke wilayah Dunia Jiwa!" jawab Nayoung dengan jujur, karena takut dihukum mati telah menyelundupkan mantan suami.
Zhi Shimo segera memejamkan mata untuk membuat pembatasan bagi Benua Kelahiran dan Benua Cahaya agar penduduknya tidak masuk ke wilayah Dunia Jiwa. Dengan pikirannya, kini tiga wilayah telah memiliki pembatasan.
Setelah beberapa saat, Zhi Shimo membuka mata, lalu berkata, "itu sudah masa lalu dan tidak perlu diungkit lagi. Bagaimana keadaan putrimu?"
Nayoung bernafas lega dan tersenyum bahagia, lalu dia menjawab sambil membasuh tubuh Zhi Shimo dan diikuti oleh Xiao Yue, "putri hamba baik-baik saja dan kini telah menunggu di depan pintu kamar Yang Mulia. Dia sangat senang Yang Mulia telah kembali ke istana ini."
"Usia berapa putrimu sekarang?"
"Tao Chunhua kini berusia 17 tahun, Yang Mulia!" jawab Nayoung, dia sengaja menyebutkan nama putrinya agar Zhi Shimo tidak lupa lagi.
Zhi Shimo berdiri dan mengejutkan Xiao Yue. Dia baru menyadari jika Zhi Shimo telanjang dan memperlihatkan tongkat besar dan panjang yang masih belum berdiri.
"Apakah putrimu salah satu wanita pilihan yang aku minta?" tanya Zhi Shimo sambil keluar dari kolam mandi, "jangan panggil aku Yang Mulia!" teguran Zhi Shimo yang risih dengan panggilannya yang tidak berada di tempat umum.
Nayoung segera ikut keluar dari kolam mandi, lalu mengambil handuk untuk mengeringkan tubuh Zhi Shimo. Xiao Yue juga mengikuti.
"Benar, suami!" jawab Nayoung, "apakah aku boleh meminta sesuatu kepadamu!" sambungnya dan berharap keinginan hati dikabulkan oleh Zhi Shimo.
"Apa itu, katakan saja?" tanya Zhi Shimo.
__ADS_1
"Jadikan putriku sebagai permaisuri seperti Xiao Yue untuk menggantikan posisi ku, biarkan aku menjadi selir saja. Tolong!" jawab Nayoung sambil memeluk tubuh Zhi Shimo dari belakang.
Zhi Shimo menghela nafas panjang, dia tahu permintaan Nayoung karena untuk menebus kesalahannya yang telah membawa masuk suaminya tanpa ada izin.
"Putriku masih suci!" imbuhnya agar lebih meyakinkan Zhi Shimo.
Zhi Shimo menarik Xiao Yue dan memeluknya, dia merasakan kehangatan dengan dua wanita yang memeluk dari belakang dan depan. Xiao Yue membalas pelukan Zhi Shimo dengan erat dan mengembangkan senyuman bahagia.
"Baiklah, aku akan jadikan kamu Kepala Selir, Tao Chunhua Permaisuri kedua dan Xiao Yue Permaisuri pertama!" jawab Zhi Shimo yang mengabulkan keinginan Nayoung.
"Terima kasih, suami!" ucap Nayoung dengan rasa bahagia, kini beban bersalahnya telah menghilang seketika.
Zhi Shimo mengajak kedua istrinya menuju tempat tidur. Lalu Nayoung memanggil putrinya untuk ikut berkultivasi ganda. Saat Tao Chunhua masuk, dia melihat Xiao Yue telah berciuman dengan Kaisar Shimo.
"Benar-benar tampan!" seruan Tao Chunhua yang baru pertama kali melihat wajah Kaisar Shimo dari dekat, dia selama ini hanya melihat wajah Kaisar Shimo melalui lukisan.
"Apakah kamu mencintainya?" goda Nayoung.
"Sejak pertama kali melihat lukisannya!" jawab Tao Chunhua dengan jujur sambil kedua tangannya terlipat di dadanya.
Zhi Shimo melihat putri Nayoung yang lucu dan terbilang sedikit sombong. Zhi Shimo menyadari akan sikap sombong Tao Chunhua, karena posisi ibunya sangat disegani di Kekaisaran Shimo sebagai Kepala pelayan istana. Apalagi akan menjadi seorang permaisuri dan jelas akan membuat Tao Chunhua makin membanggakan diri.
Zhi Shimo menghampiri Tao Chunhua. Tao Chunhua segera bersembunyi di belakang ibunya dan membuat Zhi Shimo ingin ketawa.
"Hei! Jangan mendekat, aku bisa mencakar mu dengan tak sengaja!" ancam Tao Chunhua sambil menjauhi Zhi Shimo sambil menarik ibunya.
Nayoung menahan tawa melihat putrinya yang galak dengan pria manapun. Zhi Shimo tersenyum dan berhenti untuk menakuti Tao Chunhua.
"Jika kamu galak seperti ini, mana ada pria yang mau denganmu!" goda Zhi Shimo sambil berpura-pura ketakutan.
"Apakah kamu lupa siapa yang sedang kamu hadapi!" tegur Nayoung agar putrinya sadar.
Bukannya takut dan segan dengan penguasa Dunia Jiwa, Tao Chunhua makin tertawa, lalu dia melipatkan kedua tangan di dadanya dan berjalan memutari tubuh Zhi Shimo.
"Lumayan tampan, tapi tidak membuatku tertarik!" ujar Tao Chunhua dengan nada sombong.
Zhi Shimo tidak marah maupun tersinggung dengan ucapan Tao Chunhua, sebab dihadapannya adalah seseorang gadis yang baru beranjak dewasa.
"Ya sudah, jika kamu tidak tertarik, toh aku masih memiliki Xiao Yue dan Ibumu!" sahut Zhi Shimo sambil berjalan mendekati Nayoung.
Seketika raut wajah Tao Chunhua berubah menjadi cemberut, lalu dia menghalangi jalan Zhi Shimo sebelum mendekati ibunya.
"Buat aku mencintaimu dan kamu bisa memiliki ibuku!" tantang Tao Chunhua dengan nada ketus.
Zhi Shimo mengangkat kedua bahunya dan membalikkan badan, lalu dia berjalan mendekati Xiao Yue yang sedang menutup mulut agar tidak tertawa.
Tao Chunhua makin cemberut ketika Zhi Shimo tidak menjawab, dia kembali menghalangi jalan Zhi Shimo. Namun, Zhi Shimo tidak berhenti, dia terus berjalan dan membuat Tao Chunhua mundur.
"Takut!" ejek Zhi Shimo kepada Tao Chunhua.
"Siapa yang takut!" rajuk Tao Chunhua dengan berjalan maju hingga kedua dada saling menempel, dia tidak terima dibilang takut.
__ADS_1
"Ternyata pendek!" goda Zhi Shimo dan tertawa setelahnya, lalu dia menghilang dan muncul kembali di belakang Nayoung.
"Siapa yang pendek, hah!" protes Tao Chunhua dan bergegas mengejar Zhi Shimo.
Zhi Shimo menertawakan Tao Chunhua dan kembali menghilang, lalu suaranya menggema di kamar pribadinya, "Nayoung, aku pergi dulu ada urusan mendadak. Atur semuanya dan juga rawat gadis kecambah itu! Hahaha!"
Tawa Zhi Shimo makin keras setelah puas menggoda Tao Chunhua dan membuat Xiao Yue dan Nayoung tertawa. Tao Chunhua menghentakkan kedua kakinya saat diejek sebagai gadis kecambah.
"Siapa yang gadis kecambah, hah! Keluar kamu, ayo kita bertarung!" teriak Tao Chunhua sambil mencari Zhi Shimo.
Zhi Shimo yang ditantang makin tertawa terbahak-bahak, tawanya seakan-akan mengejek Tao Chunhua. Zhi Shimo telah kembali di kamar milik penginapan Seribu Malam, dia keluar karena Yusan telah datang.
Kemudian, Tubuh Bayangan Zhi Shimo menghilang setelah tugasnya telah selesai. Lalu Zhi Shimo keluar dari kamarnya, dan saat membuka pintu, Yuna Aurora akan mengetuk pintu kamarnya.
"Semua sudah siap dan tim juga telah berkumpul. Ayo, kita berangkat!" kata Yuna Aurora yang masih saja cemberut karena tidak mengetahui rahasia Zhi Shimo.
Selama Zhi Shimo berada di dalam kamar, Yuna Aurora mempelajari kemampuan kekasihnya yang unik, dia makin penasaran bagaimana cara meningkatkan kekuatan jiwa dan mampu digunakan untuk menyerang dan bertahan. Namun, Yuna Aurora hanya sedikit memahami kemampuan Zhi Shimo.
"Ayo, kita berangkat!" kata Yusan yang baru masuk ke kamar.
Kemudian Yuna Aurora menggandeng tangan Zhi Shimo keluar dari kamar. Sesampainya di lantai dasar, telah berkumpul Tim Seribu Malam. Zhi Shimo melihat Putri Niu, Lu Guniang, She Xia dan She Jinjing yang tampaknya juga menjadi bagian tim.
"Kalian juga ikut?" tanya Zhi Shimo kepada keempat wanita Siluman Putih.
"Iya, kita kan bisa memburu binatang mistik!" jawab Putri Niu mewakili ketiga wanita Siluman Putih.
Zhi Shimo mengangguk paham, lalu kembali bertanya kepada Yusan, "lalu siapa yang menjaga penginapan Seribu Malam?"
"Jangan khawatir, aku masih memiliki empat pegawai yang akan menggantikan pekerjaan She Xia dan She Jinjing!" jawab Yusan.
Kemudian Zhi Shimo melihat keluar penginapan dan melihat enam Kuda terbang yang akan menarik gerbong, lalu dua kusir dan sepuluh pengawal. Sepuluh pengawal itu memiliki kekuatan tingkat Soul Formation, kekuatan yang patut diperhitungkan lawan.
"Apa biayanya kurang?" tanya Zhi Shimo yang merasa jika uang seratus ribu keping emas kurang dengan menyewa sepuluh pengawal.
"Biaya cukup untuk mereka mengawal kita sampai pada tujuannya dan mereka akan kembali ke Kota Pahlawan!" jawab Yusan.
Yusan hanya menyewa gerbong kereta kuda dan sepuluh pengawal untuk mengantar mereka ke Lembah Seribu Siluman, dia tidak membutuhkan mereka setelah sampai di tempat tujuan, karena biayanya akan membengkak.
Zhi Shimo mengeluarkan lima kantong kain, setiap kantong kain berisi dua ratus ribu keping emas, lalu dia memberikan kepada Yusan. "Sewa mereka sampai kita selesai berburu, jika kurang bilang saja."
Melihat begitu royalnya Zhi Shimo, Xu Huang tertawa dan menghampirinya. "Kamu sangat kaya!" pujiannya, lalu berbisik, "Mansion Dewi Kesenangan ada produk baru, mereka sangat cantik-cantik! Setelah berburu, ayo kita berkunjung." rayuan Xu Huang yang ingin mengajak Zhi Shimo bersenang-senang di rumah bordil terkenal di Alam Tianwu.
Bukk... Bukk...
Juan Rou, Yuna Aurora dan semua wanita langsung memberikan pukulan ganas, mereka sangat marah kepada Xu Huang dengan mengajak Zhi Shimo ke tempat bordil.
Zhi Shimo tertawa dan tidak berniat menolong Xu Huang yang menjadi samsak tinju semua wanita, dia bergegas keluar dari penginapan dan masuk ke dalam gerbong kereta kuda.
Siapapun wanitanya pasti akan marah melihat kekasihnya bermain dengan wanita nakal. Setelah Yuna Aurora, Yusan dan yang lainnya puas memukuli Xu Huang, mereka segera bergegas naik ke gerbong kereta kuda.
"Jika kamu berniat untuk mengunjungi Mansion Dewi Kesenangan, lihat saja! Aku buat tongkatmu menjadi daging cincang!" ancam Juan Rou sambil menyeret Xu Huang yang telah babak-belur.
__ADS_1
Lalu, Juan Rou melemparkan Xu Huang di atap gerbong dan mengikatnya dengan posisi telungkup. Kemudian, dia duduk di punggung Xu Huang.
"Kita berangkat, Paman!" perintah Yusan kepada Kepala pengawal.