
Chapter 35. Apakah Ini Dunia Ilusi!
Zhi Shimo berjalan dan berhenti tepat di depan cetakan telapak tangan. Keempat wanita siluman itu segera memberikan ruang dan berharap Zhi Shimo bisa membuka pintu.
Kemudian Zhi Shimo meletakkan telapak tangan kanan di cetakan, dia mengalirkan energi spiritual sambil mendorongnya. Akan tetapi, pintu istana tidak ada reaksi apapun. Semua orang yang melihat menghela nafas berat, sebab harapan satu-satunya juga tidak berhasil.
Namun, Zhi Shimo tidak putus asa, sebab dia ada cara lain, yaitu, dengan menggunakan kekuatan jiwa. Dia segera mengalirkan energi kekuatan jiwa pada pintu istana.
Seketika pintu istana itu mengeluarkan cahaya terang benderang hingga menyilaukan mata. Lalu suara pintu berderit terdengar. Secara perlahan pintu istana pun terbuka.
"Hore!!" Sorakan semua orang yang gembira Zhi Shimo telah berhasil membuka pintu.
Yuna Aurora segera memeluk lengan kanan Zhi Shimo dan melihat wajahnya, dibenaknya banyak sekali pertanyaan tentang kemampuan kekasihnya yang tidak terduga dan selalu mengejutkan semua orang.
Bhush...
Udara pengap segera keluar dari dalam istana ketika pintu terbuka lebar. Semua orang terdiam saat melihat di dalam istana, dimana banyak Roh Peri berbaris memanjang untuk menyambut Zhi Shimo dan timnya, tubuh mereka seperti transparan dan berwarna-warni karena terkena sinar dari Batu Cahaya.
Lalu datang salah satu Roh Peri yang lebih cantik dari yang lainnya, semua orang menduga jika Roh Peri itu adalah wakil dari Dewa Abadi.
Saat terpaut jarak dua meter, pimpinan Roh Peri berhenti tepat di depan Zhi Shimo, dia memperhatikan semua orang, lalu terfokus melihat Zhi Shimo. Kemudian, pemimpin Roh Peri membungkuk, lalu disusul oleh roh peri lainnya yang berbaris memajang.
Roh Peri itu adalah Kepala Istana Dewa Abadi, sedangkan Roh Peri yang berbaris memajang adalah dayang-dayang istana.
Kemudian, Kepala Istana yang berada di depan Zhi Shimo berbicara, "selamat datang, Yang Mulia!" semua dayang-dayang menyambut dengan mengikuti pimpinan Kepala Istana.
Sontak perkataan para Roh Peri membuat Zhi Shimo dan timnya tercengang. Semua orang menatap wajah wajah Zhi Shimo dengan rasa kebingungan, mereka makin penasaran siapa sebenarnya Zhi Shimo sehingga Roh Peri sangat menghormatinya.
"Yang Mulia, tolong ikuti hamba!" ucap Roh Peri dengan hormat, "kalian layani semua istri Yang Mulia, juga dua pasangan gendut itu!" lanjutnya dengan memberikan perintah kepada dayang-dayang.
Semua orang tersadar dari keterkejutannya saat Kepala Istana berkata "dua gendut". Zhi Shimo menahan tawa dengan melirik Xu Huang dan Juan Rou. Semua wanita menjadi bahagia saat Kepala Istana mengira jika mereka adalah pasangan Dao Zhi Shimo.
"Aku adalah kekasihnya! Jadi, aku harus ikut dengannya!" jelas Yuna Aurora agar Kepala Istana tidak salah paham, dia ingin menunjukkan dominasinya sebagai kekasih satu-satunya Zhi Shimo.
Kepala Istana melihat Yuna Aurora dan tersenyum. "Jika Alam Semesta bisa diukur, maka kehidupan ada batasnya." tuturnya kepada Yuna Aurora.
Makna ucapan Kepala Istana sangat dalam dan banyak arti yang tersirat. Bait pertama, jika ditafsirkan secara luas, maka Alam Semesta tidak bisa dijangkau oleh akal sehat dan banyak misteri didalamnya. Tapi, maksud perkataan Kepala Istana, agar Yuna Aurora jangan membatasi pasangannya.
Bait kedua, adalah penegasan, dimana kehidupan itu juga tidak terbatas dan akan tetap selalu ada. Jika dibatasi, kehidupan sekarang jelas tidak akan berkembang. Maksud Kepala Istana yang tertuju pada Yuna Aurora, agar selalu mendukung pasangan dan jangan menghalangi keinginannya.
Yuna Aurora dan timnya memikirkan ucapan Kepala Istana. Yuna Aurora ingin membalas, tapi khawatir salah berbicara. Sedangkan Zhi Shimo merasakan kata-kata Kepala Istana begitu familiar, padahal dia baru mendengar perkataan ini.
"Mari, Yang Mulia."
Zhi Shimo segera mengikuti Kepala Istana. Namun, Yuna Aurora segera mengejar dan memegang tangan kanan Zhi Shimo, dia tidak akan meninggalkan kekasihnya bersama orang lain, apalagi bersama wanita.
Kepala Istana membalikkan badan dengan raut wajah tak bersahabat. Kemudian Zhi Shimo buru-buru berbicara sebelum Yuna Aurora tidak ditegur, "biarkan dia ikut denganku!"
__ADS_1
"Sesuai kehendak Yang Mulia!" jawab Kepala Istana dan tersenyum setelahnya, lalu dia kembali berjalan.
Tim Seribu Malam tercengang melihat Zhi Shimo dan Yuna Aurora tiba-tiba menghilang setelah Kepala Istana berjalan. Sedangkan Zhi Shimo dan Yuna Aurora belum menyadari jika mereka telah dibawah ke dunia lain.
Dayang-dayang istana segera melayani Tim Seribu Malam, mereka membawanya menuju ke tempat lain. Xu Huang tersenyum bahagia melihat banyak Roh Peri cantik melayaninya, dia ingin menyentuh pantat salah satu dayang, namun terkejut saat tidak bisa menyentuh tubuh si dayang.
Dayang yang disentuh oleh Xu Huang tersenyum, namun kedua wajahnya berubah menyeramkan, memiliki empat taring, bola mata berubah menjadi merah darah, kuku-kuku jari tangan berubah panjang dan melengkung serta tajam.
Xu Huang terkaget dan secara naluri akan kabur, namun dia terhalang oleh dayang yang lainnya, tapi wajahnya tidak seseram rekannya. Xu Huang makin ketakutan saat tidak lagi melihat Juan Rou dan semua wanita.
"Tuan Muda sangat tampan, apapun yang Anda minta, kami pasti akan melayani!" goda dayang yang menghalangi Xu Huang, dia mencondongkan tubuh dan memperlihatkan belahan dadanya yang besar.
Xu Huang pun teralihkan dengan godaan dayang-dayang, dia menjadi lupa akan Juan Rou dan yang lainnya. Xu Huang tertawa dengan pujian dayang-dayang, dia segera merangkul pundak dua dayang, kali ini dia bisa menyentuh tubuh mereka.
Xu Huang pun menghilang saat berada di dalam Istana Dewa Abadi. Sedangkan Yusan, Ming Yun, She Jinjing, She Xia, Putri Niu, Lu Guniang dan Juan Rou diperlakukan layaknya seorang ratu oleh dayang-dayang.
Ketujuh wanita itu pun terhanyut dalam kesenangan menjadi seorang ratu, hidup yang selalu mereka mimpikan selama ini.
Sebenarnya Zhi Shimo dan Yuna Aurora masih berada di dalam istana, mereka melihat singgasana Dewa Abadi, dimana sandaran punggung singgasana terlihat seperti galaksi.
Zhi Shimo sekali lagi terkejut melihat Galaksi Asal Muasal berada di sandaran singgasana.
"Bagaimana mungkin bisa sama!" batin Zhi Shimo yang mulai gelisah, dari melihat wajah lukisan Dewa Abadi yang mirip dengannya, lalu Galaksi Asal Muasal yang tidak diketahui oleh siapapun bisa ada di singgasana Dewa Abadi.
"Mungkin saja kebetulan!" tepis pikiran yang berkecamuk di dalam hatinya, dan mengikuti Kepala Istana yang berjalan di sisi kanan singgasana Dewa Abadi.
Zhi Shimo mengangguk sambil mengikuti Kepala Istana. Mereka bertiga telah berada di ruang tengah Istana Dewa Abadi. Zhi Shimo berhenti berjalan ketika kedua mata melihat patung Dewa Abadi yang sedang duduk di leher patung ular.
"Itu kan aku!" seruan Celestial She yang terdengar dibenak Zhi Shimo saat melihat patung ular yang sedang menjadi tunggangan Dewa Abadi, dia jelas tidak mempercayai dengan apa yang dilihatnya.
"Aneh memang! Lukisan diluar tadi mirip denganku, kini patung Dewa Abadi memperjelas kemiripan kita, sekarang dengan patung ular itu yang mirip dengan kamu ... Apakah kita ada hubungannya dengan Dewa Abadi?" analisis Zhi Shimo dengan mengaitkan apa yang dia lihat.
"Aku tidak pernah melihat maupun bertemu dengan Dewa Abadi. Mungkin saja Dewa Abadi pernah melihat dan terobsesi dengan kecantikan ku...!" sahut Celestial She dengan percaya diri.
Zhi Shimo ingin rasanya menampar pantat Celestial She jika tidak ada orang, dia menjadi gemas mendengar perkataannya.
"Patung itu mirip Celestial Snake dan ...," kata Yuna Aurora dan kembali mencocokkan wajah Zhi Shimo dengan Dewa Abadi.
"Apakah itu patung Dewa Abadi dan Celestial Snake?" tanya Zhi Shimo kepada Kepala Istana.
"Benar! Mari ikuti hamba!" jawab Kepala Istana yang kembali mengajak Zhi Shimo.
Zhi Shimo dan Yuna Aurora saling bertukar pandangan dengan pemikiran yang sama, dimana Kepala Istana terlihat jelas tidak mau membicarakan tentang Dewa Abadi.
"Kenapa kamu memanggil ku dengan sebutan Yang Mulia?" selidik Zhi Shimo sambil mengikuti Kepala Istana.
Kepala Istana berhenti berjalan menuju pintu ke ruang bagian tengah istana, dia membalikkan badan untuk melihat Zhi Shimo.
__ADS_1
"Saya akan selalu memanggil siapapun dengan sebutan Yang Mulia. Tidak terkecuali Anda, apalagi melayani tamu terhormat seperti Yang Mulia!" jawab Kepala Istana dan kembali membalikkan badan, lalu dia berjalan lagi.
Zhi Shimo dan Yuna Aurora kembali mengikuti Kepala Istana, sambil berkomunikasi dengan telepati.
"Dia tampaknya menyembunyikan sesuatu kepada kita! Aku merasakan Roh Peri ini mengenalmu!" ucap Yuna Aurora.
"Iya, aku juga merasa begitu! Anehnya, kenapa kita sengaja dipisahkan dengan tim? Apakah kamu tidak curiga, kemana tim kita dibawa oleh dayang-dayang? Coba kaitkan lukisan Dewa Abadi, patung Dewa Abadi, patung Celestial Snake dan ucapan dia yang selalu memanggil ku dengan sebutan Yang Mulia?"
Yuna Aurora segera memikirkan ucapan Zhi Shimo yang banyak pertanyaan.
"Seperti yang kamu katakan sebelum kita masuk ke dalam Istana Dewa Abadi... Dewa Abadi berasal dari masa depan... Tapi, bagaimana caranya Dewa Abadi bisa kembali ke masa lalu?" jawab Yuna Aurora.
Zhi Shimo dan Yuna Aurora terdiam dengan banyak pemikiran tentang misteri Dewa Abadi. Kepala Istana telah melewati pintu yang menghubungkan ruang dalam dan tengah, lalu disusul oleh Zhi Shimo dan Yuna Aurora.
Saat di ruang tengah istana, Zhi Shimo dan Yuna Aurora melihat ruang yang benar-benar berbeda dengan ruang dalam. Apa yang mereka lihat seperti berada di luar angkasa dan sedang melayang.
Zhi Shimo melihat kebelakang, dimana pintu penghubung segera tertutup sendiri., Lalu dia melihat Yuna Aurora yang tiba-tiba menghilang, demikian juga dengan Kepala Istana yang tidak lagi dia lihat.
"Yuna, dimana kamu!" panggil Zhi Shimo dengan sangat keras, hingga suaranya menggema di luar angkasa yang hening.
Sayangnya, tidak ada tanggapan dari Yuna Aurora. Zhi Shimo terus-menerus memanggil Yuna Aurora dengan lebih keras dan tetap tidak ada jawaban.
"Apakah aku di dunia ilusi?" gumam Zhi Shimo yang merasakan keadaan saat ini seperti di dunia ilusi.
Namun, dia tidak merasakan energi spiritual yang biasanya digunakan untuk membuat Formasi Ilusi. Kemudian, Zhi Shimo memejamkan mata untuk berkomunikasi dengan Galaksi Elemen.
"Apakah kalian tahu kejadian saat ini?"
Akan tetapi, semua Galaksi Elemen tidak ada jawaban sama sekali. Dengan rasa penasaran, Zhi Shimo memeriksa Jirah Perang Dewa Binatang, setelah beberapa saat pemeriksaan, jirah-nya tidak ada masalah sama sekali.
Kembali Zhi Shimo membuka mata, lalu dia menjentikkan jari dan bermunculan energi Kunang-kunang yang melindunginya. Luar angkasa seketika bereaksi dengan banyak bintang-bintang bergerak ke arahnya.
Bintang-bintang itu melesat dengan sangat cepat, seakan-akan akan menyerangnya. Zhi Shimo segera mengendalikan energi Kunang-kunang untuk menghancurkan bintang-bintang.
Boom... Boom...
Ledakan hebat ketika energi Kunang-kunang saling bertabrakan dengan bintang-bintang, dan riak-riak gelombang kejut menghempaskan apapun disekitarnya seperti bebatuan.
Zhi Shimo buru-buru masuk ke dalam Dunia Jiwa sebelum terkena gelombang kejut, namun dia tidak bisa masuk. Lalu berusaha masuk ke dalam cincin dimensi, sekali lagi dia juga gagal. Zhi Shimo segera berubah wujud menjadi kehampaan, sayang teknik perubahan wujud tidak bisa digunakan.
Tidak ada pilihan lain, akhirnya dia memutuskan untuk mengaktifkan Jirah Perang Dewa Binatang, sayangnya juga gagal.
Bang...
Tubuh Zhi Shimo terpental ketika terkena gelombang kejut dampak benturan bintang-bintang dan energi Kunang-kunang. Zhi Shimo melayang-layang di luar angkasa.
"Terlalu lem--" Zhi Shimo pingsan akibat terkena gelombang kejut, dia tak berdaya dengan keadaan yang sangat lemah. Sebelum memejamkan mata, dia samar-samar melihat sosok seorang pria mendekatinya...
__ADS_1