Alam Tianwu

Alam Tianwu
Chapter 41. Peringatan Burung Gagak!


__ADS_3

Chapter 41. Peringatan Burung Gagak!


Sambil sarapan, Zhi Shimo sesekali melihat Gu Lin dan timnya membuat keributan di sungai, dimana mereka selalu melepaskan pukulan berenergi ke sungai, agar Nenek Lonceng Lilin dan siluman air keluar semua.


"Kemarahan berlebihan menciptakan kebodohan!" ujar Zhi Shimo melihat Gu Lin yang tidak mampu membuat penghuni sungai keluar, lalu dia melihat Xu Huang yang sedang disuapi dengan mesra oleh Juan Rou.


Semua orang ikut melihat Gu Lin yang masih saja berusaha membuat siluman air keluar dari sungai. Shima Yao memberikan potongan daging panggang kepada Zhi Shimo dan membuat Yuna Aurora melotot.


"Adik Shimo, berada di jalur mana yang kamu katakan tadi?" tanya Xu Huang setelah disuapin oleh Juan Rou.


"Kalian begitu mesra, aku tebak dalam satu bulan ini Juan Rou akan hamil muda! Dan aku sebentar lagi akan menjadi seorang Paman! Hahaha!" ujar Zhi Shimo dan tertawa setelahnya.


Semua orang ikut tertawa dan membayangkan anak Xu Huang dan Juan Rou akan seperti apa jadinya. Apakah sama-sama gendut dan botak atau kurus tapi tetap botak.


Xu Huang tertawa lebih keras dan bangga jika ucapan Zhi Shimo menjadi kenyataan, sedangkan Juan Rou tersipu malu dan kembali menyuapi Xu Huang yang sedang tertawa lebar, sehingga membuat Xu Huang terbatuk-batuk karena tersendat.


"Kalian lihat pohon lebat yang tidak terlalu tinggi itu... Dibalik batangnya yang besar ada jalan setapak. Semenjak kita tiba di sini, aku memperhatikan pohon itu bisa bergerak dengan sendirinya, seakan-akan bisa berjalan!" terang Zhi Shimo kepada timnya sambil menunjuk lokasi.


Zhi Shimo selalu memeriksa sekitarnya dengan teliti, setiap gerakan apapun dia bisa mendeteksinya, salah satu pohon lebat yang ditunjukkan pada timnya.


"Jangan-jangan ...!" sahut Yuna Aurora.


"Siluman Pohon!"


Dengan serempak semua orang berseru dan melihat dimana lokasi yang ditunjukkan oleh Zhi Shimo. Mereka melihat pohon besar dan lebat, tidak terlalu tinggi tapi banyak akar-akar yang menjuntai ke bawah. Tapi, mereka tidak melihat ada jalan setapak.


"Dimana jalannya?" tanya Yuna Aurora.


"Kalian akan tahu disaat dekat. Lalu apa itu Siluman Pohon?" jawab Zhi Shimo dan bertanya.


"Siluman Pohon adalah sejenis seperti kita, tidak berbahaya tapi sering membuat orang salah melewati jalan. Mungkin dia sengaja menutupi jalur yang kamu katakan tadi... Mungkin ada sesuatu yang mereka sembunyikan!" jelas Putri Niu.


"Tapi, Siluman Pohon juga berbahaya jika terusik, kekuatannya mampu mengalahkan tingkat Earth Immortal bahkan lebih!" sambung Lu Guniang.


"Jika memang ada jalur yang kamu katakan itu, bisa dipastikan akan sangat berbahaya!" ujar Yusan dan di anggukkan kepala semua orang yang membenarkannya.


Mata Langit Zhi Shimo segera aktif dan kembali memeriksa jalan setapak dengan lebih detail, dia melihat jalan setapak selebar dua meter, dimana samping kanan kiri ada beberapa Siluman Pohon yang menyamar seperti pohon pada umumnya. Setelah pemeriksaan teliti, Zhi Shimo tidak melihat sesuatu yang menarik perhatian, hanya ada beberapa ekor binatang mistik.


Siluman Pohon terkenal dalam kekuatan fisik, akar-akarnya sebagai tangan untuk menyerang, mampu menyamar seperti pohon pada umumnya, bergerak cepat setiap kali berjalan, tubuhnya yang tinggi menguntungkan untuk melihat sekitarnya.


"Ada bahaya umumnya akan menemukan sesuatu yang berharga...," kata Zhi Shimo kepada timnya agar tidak takut, "apalagi sekarang momentum yang tepat untuk berburu siluman dan harta. Apakah kalian takut dengan Siluman Pohon?" tantangnya.


Xu Huang yang tertantang dengan semangat berdiri dan mengeluarkan palunya. "Apa gunanya berkultivasi jika takut dengan siluman... Apalagi ada Adikku yang telah menguntungkan kita dihari pertama. Ayo! Saatnya kita berangkat!" ajaknya dengan semangat dan seolah-olah tidak takut apapun, padahal dia tetap mengandalkan Zhi Shimo.


Akhirnya semua orang berdiri dan bersemangat untuk berburu siluman dan harta, mereka tersadar dengan ucapan Zhi Shimo, dimana seorang kultivator hebat diuji melalui hidup dan mati.

__ADS_1


Semua orang segera membereskan tendanya masing-masing secepat mungkin, sedangkan Zhi Shimo memasukkan gerbong kereta berserta enam ekor kuda ke Dunia Jiwanya.


"Aku dan Xu Fat berada di depan, Pang Heng dan Pang Hong berada di belakang," kata Zhi Shimo kepada timnya, padahal pemimpi tim adalah Yuna Aurora yang seharusnya mengatur anggota.


"Xu Fat ditengah saja, biar aku yang didepan!" tolak Yuna Aurora yang tidak mau dilindungi.


Xu Huang dengan senang hati menurut pengaturan Yuna Aurora daripada Zhi Shimo, dia sebenarnya takut jika berada di depan, sedangkan ditengah dia bisa lebih dekat dengan para wanita.


"Para pemburu siluman sudah masuk ke Lembah Seribu Siluman... Ayo, saatnya kita beraksi!" ajak Zhi Shimo dengan berjalan terlebih dahulu bersama Yuna Aurora.


Sesampainya di dekat jalur ke Lembah Seribu Siluman, Zhi Shimo melihat banyak tim melewati jalan yang berbeda-beda. Kemudian Zhi Shimo melompati sungai dan diikuti oleh semua anggotanya.


Baru saja menginjakkan kakinya, Zhi Shimo sudah merasakan pergerakan didalam tanah, dia menduga jika Siluman Pohon telah mengetahui kedatangannya.


"Tetap waspada dan jangan terlalu jauh satu dengan yang lainnya!" peringatan Zhi Shimo kepada timnya.


Semua Tim Seribu Malam segera mengeluarkan senjata andalannya, kecuali Zhi Shimo. Kemudian Zhi Shimo berjalan menuju pohon besar yang menutupi jalan setapak.


Semakin masuk ke dalam hutan Lembab Seribu Siluman, pencahayaan makin redup saking lebatnya hutan. Aura siluman jahat sangat terasa dan membuat bulu kuduk berdiri, nafas sesak dan setiap langkah terasa berat.


"Kwak!!"


Suara burung Gagak mengejutkan semua orang saat berada di dekat Siluman Pohon, kecuali Zhi Shimo yang tetap tenang dan melihat burung Gagak bertengger di ranting Siluman Pohon yang diam.


Zhi Shimo dan burung Gagak saling berpandangan. "Apa maksudmu menghalangi kami?" tanyanya kepada burung Gagak dengan berkomunikasi telepati.


Semua orang kebingungan dengan reaksi burung Gagak yang seakan-akan mengganggu dan menghalangi perjalanan. Segera Pang Shui membidik burung Gagak dengan busurnya.


"Jangan!" cegah Zhi Shimo sebelum Pang Shui melepaskan anak panah.


Burung Gagak langsung bertengger di bahu Zhi Shimo. "Baru kamu satu-satunya manusia yang bisa berkomunikasi dengan binatang, hebat!" pujian burung Gagak kepada Zhi Shimo.


Semua orang yang melihat burung Gagak dan mendengar suara khasnya, dimana terlihat sedang berkomunikasi dengan Zhi Shimo.


"Aku bisa semua bahasa binatang. Apa ada bahaya jalan setapak ini? Apakah ada sesuatu yang berharga diujung jalan?" jelas Zhi Shimo dan bertanya kepada burung Gagak.


Yuna Aurora merapatkan tubuhnya kepada Zhi Shimo dan bertanya, "apa kamu bisa berkomunikasi dengan binatang?"


"Istrimu cantik juga!" pujian burung Gagak saat melihat Yuna Aurora, lalu dia melihat Yusan dan Ming Yun yang berada di belakang Zhi Shimo, dia juga melihat semua wanita, "semua wanita menarik dan mereka semua menyukaimu, kecuali wanita gendut itu... Eh! Dia hamil muda!" ungkapnya, dia tahu saat melihat Juan Rou yang rahimnya telah terisi.


Zhi Shimo kagum dengan kemampuan burung Gagak yang tahu perasaan semua orang, lalu dia melihat Juan Rou yang bergandengan mesra dengan Xu Huang.


"Sedikit mengerti!" jawab Zhi Shimo yang menimpali pertanyaan Yuna Aurora.


"Kamu ditanya diam saja... Apa mau aku jadikan burung panggang!" ancam Zhi Shimo saat burung Gagak sengaja mengalihkan pembicaraan, dia tidak menghiraukan raut wajah Yuna Aurora dan tim yang takjub kepadanya.

__ADS_1


"Sabar... Sabar! Jangan marah-marah! Lebih baik kamu kembali dengan semua orang... Perburuan kali tidak seperti sebelumnya, semua Siluman Hitam ... Termasuk empat wanita siluman di belakangmu itu tidak lagi terpengaruh datangnya bulan sempurna!" beber burung Gagak yang suara berkicau saat didengarkan oleh semua orang.


Zhi Shimo mengunci alisnya dan melihat Putri Niu, Lu Guniang, She Xia dan She Jinjing, dia masih teringat akan pengakuan mereka yang memiliki garis darah campuran dan tidak terpengaruh akan datangnya bulan sempurna.


Zhi Shimo berpikir jika burung Gagak ini berbohong, dengan cepat dia meraih kepala burung Gagak, lalu membantingnya berulang-ulang.


Bang... Bang...


"Jika kamu menipuku... Xu Fat, siapkan api unggun untuk memanggang burung penipu ini!?" geram Zhi Shimo dan memerintahkan Xu Huang untuk menakut-nakuti burung Gagak.


Tindakan Zhi Shimo membuka timnya bengong, mereka ingin tahu apa yang dikatakan oleh burung Gagak hingga membuatnya marah.


Burung Gagak mengepakkan sayapnya untuk kabur, namun sekuat apapun berusaha kabur genggaman Zhi Shimo makin erat, dia ingin berbicara, jelas tidak bisa dengan leher digenggam erat.


"Hahaha!! Sudah lama aku tidak memakan burung Gagak! Konon katanya, dagingnya sangat gurih dan lezat... Tunggu sebentar, aku akan siapkan api unggun!" sahut Xu Huang dengan semangat dan mencari ranting kering didekatnya.


"Ampun... Ampun Bos!! Lepaskan aku akan bicara!!" mohon burung Gagak dengan suara telepati.


Zhi Shimo mengendurkan genggaman. "Jangan berbohong... Lihat temanku akan menyalakan api!" ancamannya.


"Kamu berkomunikasi saja dengan penjaga hutan Lembab Seribu Siluman itu, aku tidak boleh berbicara dan ini menyangkut nyawaku!" jawab burung Gagak dengan jujur.


Zhi Shimo melihat Siluman Pohon yang menyamar, tidak bergerak sama sekali, padahal ada desiran angin yang mampu menggerakkan dedaunan.


"Senior Penjaga, ijinkan kami lewat, dan kami berjanji tidak akan merusak hutan," ucap Zhi Shimo kepada Siluman Pohon.


Semua orang melongo melihat Zhi Shimo berbicara kepada pohon, bisa berkomunikasi dengan binatang adalah sesuatu yang menarik apalagi berbicara kepada pepohonan.


Siluman Pohon tidak menjawab, tetap diam seperti pohon pada umumnya. Zhi Shimo menghela nafas panjang, lalu melihat Yuna Aurora yang memiliki Api Semesta.


"Jika dia tidak mau berbicara, keluarkan sedikit api mu!" pintanya kepada Yuna Aurora dan kembali melihat Siluman Pohon.


Namun, setelah menunggu beberapa saat, Siluman Pohon tetap bergeming dan membiarkan Zhi Shimo menjadi kesal.


Yuna Aurora segera menjentikkan jarinya dan keluar dari ujung jari telunjuk sedikit Api Semesta yang diarahkan pada Siluman Pohon. Seketika hawa panas ekstrim membuat sekitarnya mengering.


Siluman Pohon mulai bereaksi dengan menggerakkan akar-akar yang menjuntai dari rantingnya. Semua orang segera mundur untuk menjauhi Yuna Aurora dan Zhi Shimo.


Burung Gagak yang terlepas dari genggaman tangan Zhi Shimo segera terbang dengan sangat cepat dan menghilang dari pandangan.


Kemudian, tanah bergetar dan setelah itu semua orang melihat Siluman Pohon bergerak mundur dengan akar-akarnya sebagai kakinya. Siluman Pohon kabur dengan sangat cepat, setiap langkahnya mencapai tiga meter, tidak berselang lama Pohon Siluman menghilang dari pandangan.


Terpampang jelas jalan setapak dengan lebar dua meter, jalannya berkelok-kelok dan tidak diketahui ujungnya. Yuna Aurora segera menghilangkan Api Semesta dan membuat semua orang bisa kembali berkumpul.


"Ternyata memang ada jalan setapak..., " kata Yusan yang telah berdiri di sisi kiri Zhi Shimo.

__ADS_1


Zhi Shimo melihat kebelakang untuk memeriksa timnya, lalu dia berkata, "hati-hati setiap melangkah dan perhatikan sekeliling kalian, sebab didepan bersembunyi binatang mistik!" peringatannya dengan serius.


Bukannya takut, semua terlihat gembira karena lebih cepat memburu binatang mistik daripada melewati jalur langsung ke Lembah Seribu Siluman. Kembali Zhi Shimo dan Yuna Aurora memimpin jalan, lalu diikuti oleh timnya yang kembali waspada.


__ADS_2