Alam Tianwu

Alam Tianwu
Chapter 118. Menjebak Zhi Shimo.


__ADS_3

Chapter 118. Mau Menjebak Ku!


Xu Huang yang sedang sibuk menulis di kitab 1.000 Cara Menaklukkan Wanita, segera berhenti. Dia melihat Zhi Shimo dan mengangguk paham.


"King Kong Nightmare milik ku kamu bawa!" tagih Xu Huang sebelum Zhi Shimo pergi.


Zhi Shimo menepuk keningnya karena lupa membawa binatang penjaga milk Tim Seribu Malam yang didapatkan dari Bukit Tengkorak. Dia mengeluarkan 20 ekor binatang mistik purba jenis King Kong Nightmare, salah satunya milik Xu Huang.


"Roarrr!!" raungan King Kong Nightmare setelah keluar dari Dunia Jiwa, lalu dengan kompak berbaris di hadapan Zhi Shimo.


Spontan Kun Ashi dan Zhi Xiancai mundur menjauhi King Kong Nightmare karena kaget. Berbeda dengan Xu Huang yang tertawa sambil melompat dan mendarat di bahu binatang miliknya.


Tim Gigas Fire bergegas kembali setelah selesai menancapkan bendera Formasi, mereka juga terkejut melihat 20 ekor King Kong Nightmare yang sulit dijinakkan.


"Lama kita tidak bertemu!" sapa Xu Huang kepada binatang penjaganya.


King Kong Nightmare milik Xu Huang menepuk-nepuk dadanya sebagai respon.


"Ini untuk kalian. Letakkan telapak tangan kalian di kepala King Kong Nightmare yang tercetak segel. Alirkan energi spiritual untuk menjadikan mereka binatang penjaga!" jelas Zhi Shimo.


Kun Ashi dengan senang hati segera memilih dan tidak perlu membeli binatang penjaga, Elang Emas miliknya dibeli dengan harga mahal, itupun hanya sebagai sarana transportasi. Zhi Xiancai dan Tim Gigas Fire segera meletakkan telapak tangan di atas kepala King Kong Nightmare.


Setelah semua tim terikat kontrak dengan King Kong Nightmare, Zhi Shimo mengeluarkan bendera Formasi sebagai perlindungan timnya jika berburu di pulau, dia memberikan kepada Xu Huang.


"Jelaskan kegunaannya bendera Formasi ini kepada mereka," kata Zhi Shimo kepada Xu Huang, "baiklah aku pergi dulu. Kalian berdua, ingat pesan ku!" pamitnya kepada Zhi Xiancai dan Kun Ashi.


Setelah berpamitan, Zhi Shimo menggetarkan tubuhnya dan menghilang dari hadapan tim. Zhi Xiancai segera mengaktifkan Formasi Perlindungan. Kemudian Xu Huang menjelaskan kegunaan bendera Formasi yang dipegangnya...


Zhi Shimo muncul di bawah pulau melayang dengan wujud menjadi angin, dia melihat permukaan air laut yang tampak gelap dan tenang. Lalu dia bertanya kepada Naga tua saat teringat Laut Kecil menyembunyikan Energi Alami yang dibutuhkannya, "dimana lokasi Energi Alami?"


Di Long si Ocean Dragon yang hafal segera menjawab, "lokasinya sangat dalam didasar laut, kurang lebih dua kilometer dari permukaan air laut. Tepatnya di bagian Barat Daya dibawah pusaran air abadi."


Pusaran air abadi terbentuk karena adanya celah spasial yang menarik air laut. Anehnya, air laut yang terhisap ke dalam celah spasial tidak pernah habis. Tidak banyak orang yang tahu tentang keanehan Laut Kecil, sebab geografis alamnya terkenal misterius. Salah satu contohnya adalah kabut yang menyelimuti Laut Kecil, entah dari mana asalnya ada kabut tebal yang seperti asap.


Kembali Zhi Shimo mengaktifkan Mata Langit untuk melihat Laut Kecil, dimana pulau melayang tidak hanya ada satu, tapi banyak pulau-pulau yang melayang. Disaat sedang memeriksa Laut Kecil, Zhi Shimo melihat dua orang tua berwajah suram naik dipunggung Elang Emas terbang ke arahnya, tepatnya menuju pulau yang menjadi markas sementara.


"Mereka masih saja mengejar ku!" gumam Zhi Shimo melihat Seng Weiheng dan Gong Liang.


Lalu dia bertanya kepada Celestial She, "She'er, jika aku meminjam Kekuatanmu, seberapa besar aku bisa meningkatkan kekuatan?"


"Dengan kekuatanmu yang sekarang untuk melawan dua True Alfa dan ditambah dengan dukungan eksternal... Aku bisa pinjamkan kekuatan hingga tingkat True Theta level 89, selama waktu setengah dupa. Lebih dari itu, tubuhmu bisa meledak!" jawab Celestial She.


"Setengah batang dupa cukup bagiku mengalahkan mereka berdua!" sahut Zhi Shimo dengan semangat, lalu dia segera mengaktifkan Zirah Perang Naga, tiga garis darah dan meminjam kekuatan 24 Galaksi Elemen.

__ADS_1


Kini kekuatannya dari level 41 melejit ke level 89. Tubuhnya menjadi terlihat, dimana Zirah Perang Naga mengepakkan sayap dan mengeluarkan serat-serat petir di sekujur tubuh.


Air laut bergejolak hebat ketika Zhi Shimo meningkatkan kekuatan secara instan, angin berhembus kencang. Kun Ashi dan timnya segera merasakan aura kekuatan Half Alfa level 89, mereka segera tahu jika itu adalah Zhi Shimo karena auranya.


Kun Ashi, Zhi Xiancai dan timnya tidak menyangka Zhi Shimo menyimpan kekuatan sangat dalam, mereka menduga Zhi Shimo menghadapi musuh yang kuat.


Sedangkan Xu Huang tertawa bahagia mengetahui adiknya memiliki kekuatan yang tak terduga. Namun tawanya seketika menghilang saat merasakan kekuatan Zhi meningkat lagi dari Half Alfa level 89 ke True Theta level 89. Seketika Kun Ashi, Zhi Xiancai dan timnya terduduk lemas karena merasakan tekanan kuat, beruntung mereka terlindungi Formasi, sehingga tidak sampai tersungkur.


"Dia... Dia sangat... Sangat mengerikan!" gumam Zhi Xiancai yang tergagap mengetahui kekuatan Zhi Shimo, semua timnya mengangguk dan mengusap keringat dingin diwajahnya.


Pulau Melayang yang menjadi markas ikut bergetar, lalu disusul dengan pulau lainnya yang melayang. Air laut semakin bergejolak hebat hingga membentuk pusaran air dibawah kaki Zhi Shimo.


Seluruh orang yang berada di wilayah Makam Peperangan Kuno ikut merasakan kekuatan True Alfa level 89. Semua Mata Dewa melihat ke arah Laut Kecil. Setiap orang yang memiliki kekuatan True Alfa segera berlari sangat cepat menuju ke Laut Kecil. Saat berlari, tubuhnya berkedip-kedip karena kecepatannya melebihi suara.


Seng Weiheng dan Gong Liang segera berhenti karena merasa hembuskan angin yang berasal dari Zhi Shimo. Dengan Mata Dewa, mereka berdua melihat wujud manusia besi yang memiliki sayap. Mereka tidak tahu jika itu adalah targetnya, sebab wajah Zhi Shimo tertutup perisai besi, hanya terlihat kedua mata yang berwarna merah, merah dikarenakan efek dari pelindung mata.


"Laut Kecil memang misterius... Aku tidak menyangka ada seseorang yang menjaganya," ucap Seng Weiheng yang menduga Zhi Shimo adalah penjaga Laut Kecil.


"Zirah perangnya sangat kuat, kita harus mendapatkannya!" sambungnya.


"Apa kita harus melawannya?" tanya Gong Liang.


"Tentu jika ingin mendapatkan zirah perangnya! Dengan kita berdua bertarung bersama bisa mengalahkannya...!" jawab Seng Weiheng dan berpikir sejenak, "tapi, bertarung di udara sangat merugikan kita. Lebih baik kita pancing dia ke daratan!" lanjutnya setelah memikirkan rencana.


"Kamu tunggu saja di markas dan aktifkan Formasi Ilusi dan Pembunuh, kerahkan semua anggota aliansi untuk bersiap-siap. Aku yang akan menggiring dia, cepat pergi!" jawab Seng Weiheng dan melihat Zhi Shimo sedang menatapnya dari kejauhan.


"Bagaimana jika Ming Zihan mengambil zirah perang hasil upaya kita?" sekali lagi Gong Liang bertanya, dia khawatir Zirah Perang Naga dirampas.


Ming Zihan adalah Ketua Balai Pekerjaan Umum di Istana Awan Surgawi. Dia bersama wakilnya yang bernama Chu Sying berpartisipasi dalam perburuan harta. Sebagai pemimpin Balai Pekerjaan Umum, jelas mereka harus ikut. Kekuatan mereka berdua diatas Seng Weiheng, terpaut 20 level.


"Sesuai dengan aturan aliansi, kita akan berikan Batu Mistik dan beberapa ribu Pil Qi sebagai kompensasinya. Cepat pergi dulu!" jawab Seng Weiheng dan memerintahkan kepada Gong Liang yang selalu banyak bertanya.


Gong Liang segera memutar balik tunggangannya dan terbang dengan kecepatan penuh menuju ke Kota Sejarah. Kemudian, Seng Weiheng melepaskan pukulan berenergi jarak jauh untuk memancing targetnya. Setelah itu dia menyusul Gong Liang dengan kecepatan sedang sambil menoleh kebelakang.


Pukulan jarak jauh bergemuruh dan melesat dengan sangat cepat. Zhi Xiancai, Kun Ashi dan timnya membalikkan badan dan samar-samar melihat cahaya kebiruan yang membentuk kepalan tangan raksasa.


Zhi Shimo yang bersiap-siap untuk mengejar Gong Liang, dia melihat pukulan berenergi mengarah kepadanya. Zhi Shimo menyeringai dan segera berteleportasi.


Pukulan berenergi melewati lokasi terakhir Zhi Shimo dan melesat menghantam pulau melayang di dekat markas.


Boom...


Ledakan hebat ketika pukulan berenergi berbenturan pulau melayang. Anehnya, pulau melayang tersebut tidak sampai runtuh, hanya beberapa bebatuan terjatuh.

__ADS_1


Zhi Shimo muncul di belakang Seng Weiheng dengan tangan kanan merentang dan mengeluarkan bola energi. Zhi Shimo tidak menggunakan energi Kunang-kunang, sebab kekuatannya sekarang bukan miliknya. Jika tetap menggunakan energi Kunang-kunang, itu tidak berdampak besar bagi lawannya.


Seng Weiheng jelas syok merasakan kehadiran seseorang dibelakangnya, dia segera menghentakkan kaki bertumpu pada leher Elang Emas dan memutar tubuhnya. Lalu melepaskan pukulan berenergi.


Boom...


Puluhan berenergi berbenturan dengan bola energi dan membuat Seng Weiheng terpental ke belakang. Punggung Elang Emas yang menjadi panggung pertarungan seketika terjatuh ke Laut Kecil. Sedangkan tubuh Seng Weiheng melesat ke arah Kota Sejarah, dia dengan sengaja memanfaatkan benturan energi sebagai alat transportasi.


Zhi Shimo segera mengepakkan sayapnya dan melesat dengan sangat cepat, lalu dia melepaskan pukulan berenergi. Seng Weiheng tidak tinggal diam, sambil tubuhnya melesat, dia melepaskan pukulan untuk menangkis serangan lawan.


Boom boom boom...


Rentetan ledakan benturan energi. Seng Weiheng jelas kalah dalam hal kekuatan, tubuhnya makin cepat melesat karena dampak gelombang kejut benturan energi.


Zhi Shimo kembali mengejar sambil melepaskan pukulan jarak jauh...


Di pesisir pantai Laut Kecil, banyak orang yang memiliki kekuatan diatas God Sovereign melihat ke arah ledakan energi. Diantara mereka ada pemimpin Paviliun Penakluk Siluman si Dewa Angin. Ada juga Pelindung Cen, Kuang Disung pemimpin Akademi Dewa Dewi dan juga ada Singa Empat Penjuru beserta jajarannya.


Dengan Mata Langit, mereka dengan jelas melihat Seng Weiheng yang kalah dalam hal kekuatan, mereka juga melihat sosok pria menggunakan zirah perang yang terus-menerus melepaskan pukulan energi.


Di kejauhan, setiap pukulan terlebih berkedip-kedip. Mereka sedikit kagum dengan daya tahan tubuh Seng Weiheng yang mampu menerima bertubi-tubi gelombang kejut dan sebagian pukulan Zhi Shimo masih mengenainya.


"Ternyata dia memiliki zirah perang juga! Pantas saja kuat menerima serangan penjaga Laut Kecil!" gumam Dewa Angin saat melihat pakaian Seng Weiheng yang robek dan memperlihatkan perlindungan tubuh.


Mereka mengira Zhi Shimo adalah penjaga Laut Kecil, karena zirah perangnya berbentuk Naga. Di Laut Kecil, memang ada banyak penjaganya, salah satunya adalah Ular berkepala sembilan. Hanya itu yang diketahui oleh banyak orang.


Namun, sebenarnya lebih banyak lagi penjaga Laut Kecil yang bersembunyi di dasar laut. Zhi Shimo kurang teliti menyelidiki pulau melayang yang menjadi markas. Di sana ada satu penjaga yang memiliki kekuatan Half Theta level 10, yaitu Mist Monster yang jarang menampakkan dirinya.


Mist Monster sengaja tidak bertindak untuk menangkap Zhi Shimo dan timnya, sebab dia ingin menjadi mereka sebagai umpan untuk memancing semua orang agar berdatangan ke Laut Kecil.


"Zirah Perang milk penjaga Laut Kecil sangat hebat...," sahut Pelindung Cen yang menginginkan harta milik Zhi Shimo.


"Ayo kita ikuti mereka!" ajak Kuang Disung dan segera naik ke kapal angkasa milik properti Akademi Dewa Dewi.


Para pemimpin Aliansi Dewa Dewi Penakluk Siluman mengikuti Kuang Disung...


Sedangkan Zhi Shimo terus menerus melepaskan pukulan berenergi. Sedangkan Seng Weiheng juga melepaskan pukulan untuk menangkis serangan lawan.


Lambat laun Zhi Shimo merasa dimanfaatkan oleh Seng Weiheng saat melihat Kota Sejarah, lalu dia berkata dengan suara yang disamarkan seperti pria tua, "pintar kamu memanfaatkan gelombang kejut menutup kelemahan yang tidak bisa terbang!"


Zhi Shimo segera berhenti saat melihat Formasi Ilusi di Kota Sejarah, akhirnya dia tahu tujuan Seng Weiheng yang sengaja memancingnya. "Mau menjebak ku! Terlalu naif kalian!" ucapnya lirih


Seng Weiheng terkejut melihat Zhi Shimo berhenti menyerangnya, dia segera menstabilkan tubuhnya sebelum masuk ke dalam Formasi Array. Dia mendarat di dedaunan sebagai tumpuan kaki...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2