Alam Tianwu

Alam Tianwu
Chapter 197. Berkultivasi.


__ADS_3

Chapter 197. Berkultivasi.


Saat ini, Zhi Shimo dan Kun Ashi berada di dalam kamar, mereka berdua saling berpelukan. Bagi Kun Ashi, waktu seperti ini yang dia butuhkan; berduaan dan saling mencurahkan isi hati.


Zhi Shimo duduk di pinggir ranjang, dan Kun Ashi di pangkuannya. Lalu Zhi Shimo berkata, "buatlah jadwal untuk berkultivasi ganda... Mulai dari Yuna Aurora, Qin Diao Chin, Celestial She, Shuǐ Jīnglíng, kamu dan seterusnya. Setiap kali berkultivasi ganda, satu hari dua atau tiga orang... Akan berhenti jika kalian menyerah!"


Sebelum Kun Ashi berbicara, Zhi Shimo kembali bertanya, "kamu mau berapa kali keluarnya?"


Kun Ashi membenamkan wajahnya di dada bidang Zhi Shimo, wajahnya makin merah merona karena malu. Setelah beberapa saat dia berkata, "sampai aku puas!"


Zhi Shimo tertawa ringan, dan segera mencium bibir merah Kun Ashi. Dengan tergesa-gesa Kun Ashi menanggalkan pakaian suaminya


”Benar-benar bagus dan mempesona!" kata Zhi Shimo dengan jujur saat melihat buah kenyal istrinya.


Kun Ashi mengembangkan senyuman bahagia karena pujian. Lalu tangan Zhi Shimo menyentuh buah kenyal itu, sungguh nyaman rasanya, kenyal dan keras. Kemudian dia mendekatkan mulutnya di buah kenyal.


Kun Ashi mendesis nikmat ketika buah kenyalnya tersenyum lidah Zhi Shimo, dia memegang kepala suaminya dengan sedikit tekanan agar terus menyedotnya.


Lama Zhi Shimo mengemut biji menawan secara bergantian, dan membuat Kun Ashi kenikmatan. Kemudian, Zhi Shimo turun dengan bibirnya menjelajahi perut istrinya.


Kun Ashi merasakan kegelian, napas tersengal-sengal karena menahan geli sekaligus nikmat. Tangan kiri Zhi Shimo memegang buah kenyal sisi kanan, dan tangan kanan menyentuh organ kewanitaannya yang telah basah.


Tubuh Kun Ashi sedikit bergetar saat merasakan tangan suaminya menyentuh guanya yang berharga, dia sampai merapatkan kedua kakinya sewaktu dua jari masuk ke dalam gua.


Zhi Shimo menghentikan kedua tangannya, lalu membaringkan tubuh Kun Ashi di kasur. Lalu membuka kedua kaki istrinya yang tertekuk agar leluasa memainkan guanya dengan mulut.


Sekali lagi Kun Ashi melenguh keras ketika lidah suaminya menyentuh biji sensitif, sampai-sampai kedua kakinya mengunci kepala suaminya.


"Ohhh...!" lenguhan panjang saat Kun Ashi mencapai puncak kenikmatan, tubuhnya gemetaran dan membuatnya lemas.


Zhi Shimo menghisap habis cairan surga yang menyembur dari dalam gua, lalu dia melihat Kun Ashi yang terengah-engah. Kun Ashi tidak mau pasif, dia duduk dan menarik tangan Zhi Shimo.


Zhi Shimo terbaring telentang dengan kedua kakinya terbuka sedikit lebar. Kemudian Kun Ashi memegang tongkat suaminya yang sudah berdiri maksimal, tongkat yang selalu membuatnya kewalahan tapi memberikan kenikmatan tiada tara.


Zhi Shimo merasakan tangan lembut dan halus Kun Ashi yang menyentuh tongkatnya, lalu bergerak naik turun secara perlahan. Terasa lidah Kun Ashi menyentuh kepala tongkat, dan memainkan lidahnya di sekujur kepala hingga ke pangkal tongkat.


Tangan kanan Kun Ashi tidak tinggal diam, tangannya memainkan kedua telur milik Zhi Shimo secara bergantian tanpa menghentikan lidahnya yang bergerak liar.


Zhi Shimo menikmati pelayanan istrinya yang sudah sangat mahir, lalu dia melihat istrinya memasukkan kepala tongkat ke dalam mulut. Setelah puas memainkan tongkat suaminya, Kun Ashi mengangkat kepalanya, lalu bergerak dengan memposisikan guanya di kepala tongkat.


Dengan menggesek-gesek kepala tongkat di bibir guanya, Kun Ashi merasakan kenikmatan. Karena ingin merasakan lebih, Kun Ashi memasukkan kepala tongkat ke dalam guanya yang sudah basah kuyup.


"Ahhh...!" lenguhan keras Kun Ashi saat kepala tongkat yang besar membelah guanya, hanya dengan kepalanya saja sudah merasakan penuh dan nikmat.

__ADS_1


Walaupun sudah pernah merasakan besar tongkat suaminya, Kun Ashi masih merasakan ngilu dan penuh sesak di dalam guanya. Perlahan dia menekan pinggulnya yang ingin segera melahap semua batang tongkat suaminya.


Suara Kun Ashi makin keras saat rahimnya penuh dengan tongkat suaminya, dia mencapai puncak kenikmatan untuk kedua kalinya, seketika Kun Ashi ambruk di dada bidang suaminya. Namun, walaupun dia lemas karena mencapai puncak, Kun Ashi masih berusaha menggerakkan pinggulnya naik turun, sebab suaminya masih belum mencapai puncak kenikmatan.


"Ahh... Oooohhh... Sss... Enak sayang... Ugh….!” ucapan Kun Ashi yang tidak beraturan saat Zhi Shimo mengerakkan pantatnya naik turun, sehingga dia merasa kenikmatan lagi.


Di luar kamar, Shuǐ Jīnglíng yang tidak sabar ingin seperti Kun Ashi, apalagi mendengar lenguhan keras, dia segera membuka pintu dan melihat Kun Ashi menunggangi Zhi Shimo, dia segera menghampiri untuk bergabung. Celestial She juga tidak ketinggalan, dia segera menyusul Shuǐ Jīnglíng tanpa menutup pintu kamar.


Kebetulan Permaisuri Fen melihat ke dalam kamar, dia menelan salivannya saat melihat Kun Ashi dan Zhi Shimo sedang bercinta. Sebagai seorang wanita dewasa, dia jelas menginginkan apa yang dialami oleh Kun Ashi yang begitu merasakan kenikmatan.


Ternyata Feng Bian Ai juga melihat ke dalam kamar, dia yang telah jatuh cinta kepada Zhi Shimo jelas menginginkan hubungan antara wanita dan pria. Tanpa sadar, Feng Bian Ai masuk ke dalam kamar dan diikuti oleh ibunya.


Feng Bian Baoyu dan Long De Xiang juga tidak ketinggalan, mereka buru-buru mengikuti kakaknya. Kini di dalam kamar pribadi milik Zhi Shimo sudah berkumpul tujuh wanita.


Permaisuri Fen yang segera tersadar, dia segera membalikkan badan untuk keluar dari kamar, namun dia merasakan ada energi yang memblokir jalannya, lalu dia membalikkan badan dan melihat Zhi Shimo yang tersenyum kepadanya.


"Ohhh...!" lenguhan keras Kun Ashi yang kembali merasakan kenikmatan, spontan tubuhnya ambruk di dada bidang Zhi Shimo.


Zhi Shimo mencium kening Kun Ashi, lalu membaringkan tubuhnya di samping kiri. Shuǐ Jīnglíng yang sudah menanggalkan pakaiannya segera mengganti posisi Kun Ashi, tanpa basa-basi dia memegang tongkat suaminya yang masih basah karena cairan surga milik Kun Ashi.


"Hmm...!" suara indah Shuǐ Jīnglíng saat kepala tongkat Zhi Shimo yang memenuhi guanya tanpa kesulitan, karena guanya sudah basah kuyup saat melihat Kun Ashi.


Celestial She tersenyum melihat Zhi Shimo, dia merangkak untuk mendekatinya. Lalu mengangkat kedua kakinya diantara kepala Zhi Shimo, lalu menurunkan pinggulnya.


Feng Bian Baoyu dan Long De Xiang melepaskan pakaiannya, lalu ikut menyusul Celestial She, mereka berdua merangkak di sisi kanan dan kiri Zhi Shimo, lalu mencium dada bidangnya.


Permaisuri Fen dan Feng Bian Ai melongo melihat Zhi Shimo yang dikeroyok oleh empat wanita, mereka selama ini tidak pernah melihat dan melakukan hal seperti ini. Lalu melihat Kun Ashi yang tertidur pulas dengan senyuman bahagia, tampaknya benar-benar puas dengan permainan suaminya.


Secara naluri kewanitaannya, mereka berdua ingin bergabung. Karena sudah menjadi bagian dari Keluarga Besar Zhi Shimo, mereka berdua menanggalkan pakaian, lalu ikut menyusul Feng Bian Baoyu...


Di kamar pribadi milik Zhi Xiancai, Dewi Shiwu dibaringkan di ranjangnya. Lalu Zhi Xiancai berusaha membangunkannya. Perlahan Dewi Shiwu membuka matanya, dan segera bangkit.


Namun, Zhi Xiancai menahan kedua bahunya agar tenang. "Kamu aman saudari!" ucapnya.


Melihat saudari angkatnya, Dewi Shiwu segera memeluk Zhi Xiancai, dia menangis dengan sejuta perasaan yang tidak karuan. Zhi Xiancai mengelus punggung kakaknya.


Setelah beberapa saat, Dewi Shiwu telah tenang dengan melepaskan pelukannya, lalu dia melihat wajah Zhi Xiancai yang tampak jelas bahagia dan makin cantik.


"Dimana ini?" tanya Dewi Shiwu sambil melihat Xiao Yu, Su Kiew dan Wu Shuoxue.


"Di tempat yang aman dan indah... Coba rasakan Energi Sejati di tempat ini sangat melimpah!" jawab Zhi Xiancai, lalu dia mengembangkan senyuman hangat.


Dewi Shiwu merasakan pori-porinya menyerap Energi Sejati, spontan wajahnya berseri-seri saat Energi Sejati memurnikan energi spiritual yang ada di dalam dantian-nya.

__ADS_1


"Luar biasa Energi Sejati di sini...! seruan Dewi Shiwu, dan tiba-tiba dia teringat dengan seseorang yang menyelamatkannya, "apakah ini tempat milik orang yang menolongku?" tanyanya.


"Benar, siapapun yang berada di sini adalah keluarga besarnya. Selain bukan keluarganya, tidak diperbolehkan berada di tempat ini! Jadi, kamu sudah bagian dari keluarganya...," jawab Zhi Xiancai dan menceritakan siapa orang yang telah menolongnya.


Dewi Shiwu mendengarkan dengan seksama, dia terkejut saat Zhi Xiancai mengatakan jika yang menolongnya adalah Dewa Binatang, dan sekaligus suami dari saudari angkatnya.


"Enak saja dia menjadikan aku keluarganya, atas dasar apa dia melakukan itu... Aku tidak mau menjadi keluarganya, walaupun dia menyelamatkanku!" pekik Dewi Shiwu yang tidak mau menjadi bagian keluarga besar Zhi Shimo.


Zhi Xiancai dan ketiga sahabatnya menghela napas berat, mereka sudah tahu jika Dewi Shiwu tidak mau menjadi bagian keluarga besar Zhi Shimo, sebab Dewa Binatang adalah musuh dari Maharaja Yaksa.


Dan lagi, misi mereka sebenarnya untuk menaklukkan Zhi Shimo. Akan tetapi, takdir mengharuskan mereka menjadi yang ditaklukkan oleh Dewa Binatang.


"Kita harus keluar dari sini!" ajak Dewi Shiwu dengan beranjak dari tempat tidur.


"Kita tidak bisa keluar maupun masuk dari tempat ini tampak seizinnya!" ungkap Zhi Xiancai.


"Bahkan sekuat apapun orangnya, jika sudah berada di sini akan menjadi lemah seperti tidak pernah berkultivasi!" imbuh Xiao Yu.


"Omong kosong!" geram Dewi Shiwu yang jelas tidak percaya.


Karena tidak percaya, dia melepaskan pukulan ke arah pintu kamar. Keluar energi spiritual dari kepalan tangan kanannya, namun energi spiritualnya tiba-tiba menguap.


Zhi Xiancai dan ketiga sahabatnya geleng-geleng kepala melihat Dewi Shiwu yang tidak mudah percaya.


Sekali lagi Dewi Shiwu melepaskan pukulan berenergi ke arah pintu, dan hasilnya juga sama, dimana energinya menguap.


"Kita bisa menggunakan energi spiritual di sini juga atas seizinnya. Tanpa dia mengizinkan, sekuat apapun kita tidak akan berguna di tempat ini!" terang Zhi Xiancai agar Dewi Shiwu bisa mengendalikan diri.


"Hidup macam apa ini, seakan-akan selalu menjadi bidak permainan orang lain!" sungut Dewi Shiwu dengan menghentakkan pantatnya di ranjang, dia meneteskan air mata karena nasibnya yang tidak seindah hayalan.


Zhi Xiancai duduk di sampingnya, lalu memeluk Dewi Shiwu, dia juga ikut menangis karena merasakan apa yang dirasakan oleh kakak angkatnya...


Sedangkan Zhi Shimo telah membuat Shuǐ Jīnglíng dan Celestial She menyerah, dimana kedua istrinya ini telah mencapai kenikmatan sebanyak delapan kali, tidak berhenti disitu, dia menghajar gua surga milik Feng Bian Baoyu.


Feng Bian Baoyu menyerah setelah mencapai puncak kenikmatan sebanyak tiga kali. Demikian juga dengan Long De Xiang yang meminta ampun setelah mencapai puncak kenikmatan sebanyak empat kali.


Karena belum puas, Zhi Shimo melihat Permaisuri Fen dan Feng Bian Ai yang sedari tadi selalu melihatnya yang sedang menghajar gua surga milik kelima istrinya.


"Seharusnya yang lebih berpengalaman mampu mengimbangiku... Apakah kalian siap?"


Permaisuri Fen tersenyum, dia tidak munafik, dan memang menginginkan apa yang dialami oleh putrinya. Lalu dia melepaskan kain yang menutupi organ kewanitaannya dihadapan Zhi Shimo yang duduk di pinggir ranjang. Feng Bian Ai juga melepaskan kain penutup dada dan guanya tanpa malu lagi.


Zhi Shimo menikmati pemandangan indah di depan mata, dia mengangumi keindahan tubuh Permaisuri Fen dan Feng Bian Ai yang masih padat berisi dan mempesona...

__ADS_1


__ADS_2