Alam Tianwu

Alam Tianwu
Chapter 09. Qin Diao Chin dan Qin Lianshi.


__ADS_3

Bertemu Dengan Ratu Diao Chin dan Fairy Lianshi.


Zhi Shimo mengikuti Kitab Suci menuju puncak Menara Roh, menara khusus bagi semua Kitab Suci. Sesampainya di puncak Menara Roh, Zhi Shimo sedikit terkejut melihat dua wanita yang dia kenali, mereka tidak lain adalah Ratu Diao Chin dan Fairy Lianshi, penguasa Ordo Kegelapan.


"Kalian...!" seruan Zhi Shimo, dia tidak menyangka jika bisa bertemu dengan penguasa Ordo Kegelapan disini.


Semua Kitab Suci melayang di atas altar yang memiliki sembilan pilar, mereka memberikan kesempatan kepada Zhi Shimo untuk reuni, sebelum mengungkapkan apa tujuannya mengajak Dewa Binatang.


Ratu Diao Chin dan Fairy Lianshi yang duduk segera berdiri, lalu menghampiri Zhi Shimo.


"Senang bisa bertemu lagi! Kamu makin tampan saat terakhir kita bertemu dan makin kuat melampaui ku!" pujian Ratu Diao Chin, dia kagum dengan pencapaian Zhi Shimo yang tidak pernah dia duga-duga.


Zhi Shimo menangkupkan kedua tangannya, tapi oleh Ratu Diao Chin dicegah dengan memegang tangan Zhi Shimo. Ratu Diao Chin mendekati Zhi Shimo hingga terpaut jarak antara mereka hanya sejengkal, dia mengendus aroma feromon afrodisiak.


"Yang Mulia Ratu--" ucapan Zhi Shimo terhenti ketika jari telunjuk Ratu Diao Chin menempel di bibirnya.


"Panggil saja... Chin Chin. Silakan duduk!" pinta Ratu Diao Chin, karena statusnya kini lebih rendah dari Zhi Shimo dan juga sungkan dengan Kitab Suci yang sedang menunggu.


Zhi Shimo menghela nafas panjang ketika pesona Ratu Diao Chin begitu menggodanya sehingga dia tanpa sadar sedikit mengeluarkan aroma feromon afrodisiak.


Namun, disaat akan melangkah, Fairy Lianshi menyerang Zhi Shimo dengan tiba-tiba...


Dumm...


Suara dentuman keras ketika Zhi Shimo menahan kepalan tangan Fairy Lianshi dengan telapak tangannya, dia mengunci alisnya saat heran melihat kelakuan Fairy Lianshi yang tampak memusuhinya.


Gelombang kejut benturan itu meluap keluar dari puncak Menara Roh, dan semua orang pun melihatnya.


Yuna Aurora yang berada di rumah makan Lima Bintang, segera keluar dan melihat gelombang kejut menyebar dengan cepat. Ratu Azalea Aurora menahan pundaknya agar tidak terbang ke puncak Menara Roh.


"Jangan khawatir! Mungkin Dewa Binatang sedang di uji oleh Kitab Suci!" cegah Ratu Azalea Aurora.


Dengus Yuna Aurora yang kesal selalu dibuat khawatir oleh Zhi Shimo. Kemudian mereka kembali masuk ke dalam rumah makan di lantai tiga. Lalu memakan pesanan Zhi Shimo dan Yuna Aurora masih utuh, sengaja oleh para pelayan tidak dibereskan.


"Apa maksudmu?" tanya Zhi Shimo tanpa melepaskan tangan Fairy Lianshi yang kecil dan halus, dia mendekati Fairy Lianshi dan menekuk tangannya dengan mudah, kini dia berada di belakang Fairy Lianshi.


"Aku hanya ingin menguji kekuatan fisikmu!" jawab Fairy Lianshi dan berusaha melepaskan diri ketika merasakan pantatnya menyentuh tongkat besar milik Zhi Shimo.


Zhi Shimo melepaskan tangannya dan berjalan menuju tempat duduk yang telah tersedia. Ratu Diao Chin tersenyum dan menepuk tempat duduk agar Zhi Shimo berada disebelahnya.


Zhi Shimo pun tidak menolak, dia segera menghampiri wanita dewasa yang sangat menggoda itu, dia duduk di samping Ratu Diao Chin, lalu Fairy Lianshi pun menghimpitnya.


"Dewa Binatang, kemunculan Celestial Snake merupakan tanda bahwa Peperangan Kuno akan segera terjadi lagi, dia merupakan Ratu Binatang Segala Bencana. Aku sudah memprediksi kedatangannya sejak awal, sebab itu aku mengundang junior Diao Chin dan Qin Lianshi untuk kalian membuat perencanaan matang bagi masa depan!" ungkap Kitab Suci dari Galaksi Kecebong.

__ADS_1


Tian Zhi sedikit terkejut mendengar ucapannya, lalu dia melihat Ratu Diao Chin.


"Benar, kita akan merencanakan untuk menghadapi Peperangan Kuno. Tapi kamu tidak perlu khawatir, karena menurut perkiraan, Peperangan Kuno akan terjadi saat dua belas galaksi membentuk garis lurus. Sebenarnya kamu telah menunda peperangan itu sebelum!" sambung Ratu Diao Chin.


Zhi Shimo terkejut dengan ucapan, sebab dia tidak merasa pernah menunda Peperangan Kuno, dengan rasa penasaran dia pun bertanya, "Bibi Chin--"


"Hahaha!" Fairy Lianshi tertawa terbahak-bahak saat Zhi Shimo memanggil kakaknya dengan sebutan bibi.


"Uhuk!" Zhi Shimo kesakitan saat Ratu Diao Chin menyikut perutnya, "apa salahku coba!" sungutnya yang merasa tidak melakukan kesalahan apapun.


"Apa aku setua itu kamu panggil Bibi, hah!" protes Ratu Diao Chin, seumur hidupnya baru kali ini ada yang memanggilnya bibi.


"Aiya! Seharusnya kamu beruntung tidak aku panggil Ne--"


Bukk...


"Aduh!!"


Zhi Shimo kembali mendapatkan serangan sikut Ratu Diao Chin sekali lagi sebelum dia memanggilnya nenek. Fairy Lianshi makin keras tertawa, dia tidak berharap kakaknya yang disegani banyak orang disebut nenek oleh Zhi Shimo.


Ratu Diao Chin mendengus kesal, lalu dia mengepalkan tangan kanannya untuk memberikan ancaman kepada Zhi Shimo.


"Sekali lagi kamu panggil Bibi atau Nenek...!" geram Ratu Diao Chin dengan menunjukkan kepalan tangan kanannya.


Zhi Shimo garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal, ternyata perbuatannya yang membawa dua galaksi telah menunda peperangan. Untungnya tidak ada yang tahu jika dua galaksi telah dia simpan di dalam Dunia Jiwa.


"Bagaimana caramu menghilangkan dua galaksi tanpa ada jejak?" selidik Ratu Diao Chin.


Zhi Shimo segera memutar otaknya untuk memberikan alasan yang tepat, dia tidak mungkin mengungkapkan rahasianya.


"Ini ulah si Wei Yan yang memiliki alat khusus, namanya Piramida Sihir. Kemampuan alat ini mampu menyedot satu benua. Saat berada di dalam Piramida Sihir, benua itu bisa diekstrak dan dijadikan sebagai peningkat kekuatan. Tapi alat ini juga membutuhkan energi spiritual yang sangat besar agar bisa berfungsi secara maksimal! jawab Zhi Shimo yang teringat akan Artefak Piramida Sihir milik si Wei Yan.


Ratu Diao Chin mengangguk paham, karena dia tahu kemampuan mantan gurunya yang ambisius. Jadi, tidak mengherankan jika Wei Yan mampu menciptakan Artefak. Sayangnya, setelah Wei Yan mati, dia tidak menemukan Piramida Sihir, Zhi Shimo menduga jika si Wei Yan menyembunyikannya di tempat lain.


"Kami sebagai pengawas alam semesta, menyerahkan masa depan kepada generasi muda. Dewa Binatang, sebagai seorang Dewa, tanggungjawab mu sangatlah besar untuk meminimalisir korban jiwa...," kata Kitab Suci dari Galaksi Kelahiran.


"Siapa yang sebenarnya yang akan kita hadapi?" tanya Zhi Shimo yang penasaran.


"Yang merasa hitam dan putih!" jawab Ratu Diao Chin.


Zhi Shimo mengangguk paham walaupun jawaban itu tidak jelas. Apa yang dimaksudkan Ratu Diao Chin adalah peperangan antara yang merasa benar.


"Ini sama saja perang saudara!" gumam Zhi Shimo.

__ADS_1


"Karena itu, generasi muda harus mampu meminimalisir korban jiwa. Dewa Binatang, pemimpin mereka, kami percaya kamu bisa melakukannya sebagai seorang Dewa!" pinta Kitab Suci dari Galaksi Andromeda.


"Junior Diao Chin, Qin Lianshi, Yuna Aurora dan yang lainnya akan bersamamu, Dewa Binatang. Kamu tidak sendirian!" sahut Kitab Suci dari Galaksi Caldwell.


"Lalu, disisi mana Deity dan Yaksa?" tanya Zhi Shimo yang ingin tahu Kitab Suci berada di pihak siapa.


"Hitam dan putih! Apapun alasannya peperangan itu tujuannya sama ... Dewa Binatang, aku tahu kamu banyak pertanyaan di hatimu, tapi satu pesan ku, selamatkan sebanyak mungkin orang yang lemah! Peperangan tidak melihat korban, tapi terfokus pada tujuan--"


"Kekuasaan dan kekayaan, kan?" sela Zhi Shimo sebelum Kitab Suci dari Galaksi Arcadia selesai berbicara.


"Salah satunya! Sekarang aku tanya, setelah kehidupan mati, kemana energinya pergi?" jawab Kitab Suci dari Galaksi Arcadia dan balik pertanyaan agar Dewa Binatang paham.


"Jelas kembali ke alam!" jawab Zhi Shimo.


"Kurang tetap!" sahut Ratu Diao Chin dan membingungkan Zhi Shimo.


"Bagaimana maksudnya?"


"Energi kehidupan yang telah mati akan dimanfaatkan oleh beberapa orang ... Anggap saja jiwa itu sebagai bibit. Petani menanam bibit itu, lalu bibit itu tumbuh dan merawatnya hingga berbuah kehidupan. Saat berbuah yang pasti akan dipanen. Setelah jiwa kembali menjadi bibit, sang petani akan melakukan hal yang sama berulang-ulang. Lalu, kemana hasilnya atau energi yang telah aku, kamu dan lainnya susah payah berkultivasi setelah kita mati?" jelas Ratu Diao Chin yang membuat siapapun akan kebingungan.


Tapi Zhi Shimo mengangguk paham, lalu dia menyandarkan punggung di sandaran kursi dengan menghela nafas panjang.


"Kita hidup dan berkultivasi dengan susah payah untuk mencapai puncak, namun disaat kita mati, energi itu dipanen oleh mereka. Kita akan bereinkarnasi dan kembali hidup, entah berkultivasi atau tidak, intinya kita akan tetap dipanen, kan?" kata Zhi Shimo dan tertawa setelahnya, dia melihat ke langit yang akan menjelang pagi.


Maksud perkataan Ratu Diao Chin dan Zhi Shimo adalah; saat kita hidup, entah berkultivasi atau tidak, kita akan terus hidup dan tumbuh dewasa. Saat usia tua atau mati dengan banyak penyebab, maka energi kita akan keluar dari tubuh, lalu dimanfaatkan oleh seseorang untuk meningkatkan kekuatan dan juga menambah usia.


Bibit atau jiwa adalah cikal-bakal kehidupan yang akan terlahir, pada titik ini Zhi Shimo memahami, sebab itu Kitab Suci meminta generasi muda untuk meminimalisir korban jiwa saat peperangan atau masa panen terjadi.


"Hahaha!" Zhi Shimo kembali tertawa saat teringat perkataan keluarganya yang menginginkan dia untuk menjalani reinkarnasi sebanyak sembilan kali, dia kini paham tujuan keluarganya.


Zhi Shimo juga teringat akan ucapan Yusan yang tidak menerima akan takdirnya.


"Kenapa takdir ku selalu buruk!"


Zhi Shimo geleng-geleng, lalu dia melihat sembilan Kitab Suci yang melayang di puncak altar. "Aku tidak bisa berjanji mampu melakukannya! Tapi, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk meminimalisir korban jiwa. Namun, bukan berarti aku seorang pahlawan, sebab saat peperangan itu terjadi, aku jelas lebih mengutamakan orang yang aku sayangi...!" kata Zhi Shimo dengan tegas.


"Jika seperti itu, Dewa Binatang berada di posisi mana?" tanya Kitab Suci dari Galaksi Mata Hitam.


Zhi Shimo duduk tegak, lalu dia mengangkat tangan kanannya. Kemudian dia membuat lingkaran di udara, lalu membelah lingkaran itu dengan bentuk 'S'.


"Yin dan Yang, Hitam dan Putih, kejahatan dan kebaikan, negatif dan positif... Aku berada di tengahnya... Garis pemisah itu adalah aku dan sebagai jembatan diantara mereka!" jawab Zhi Shimo dengan tegas.


Ratu Diao Chin dan Fairy Lianshi menatap wajah tampan Zhi Shimo, mereka berdua paham akan ucapannya.

__ADS_1


Semua Kitab Suci bergerak seperti mengangguk, mereka senang Dewa Binatang tidak berpihak pada siapapun, tapi sebagai penengah yang tugasnya lebih berat daripada sekedar menyelamatkan jiwa-jiwa.


__ADS_2