Alam Tianwu

Alam Tianwu
Chapter 193. Macan Putih.


__ADS_3

Chapter 193. Menaklukkan Penguasa Satelit Mata Gunung.


Zhi Shimo dibawa oleh Burung Gajah menuju ke suatu tempat yang jauh dari lokasi Elang Dua Sayap.


Burung Gajah bernama Fung Feng, dan merupakan kerabat dekat dengan Raja Fung. Menurut ingatan yang dibaca oleh Zhi Shimo, Fung Feng adalah adik dari kakek Raja Fung yang dulu pernah keluar dari Hutan penguasa di Benua Jiang Shan.


Dulu, Fung Feng berhasil lolos dari kejaran kultivator ketika keluar dari Benua Jiang Shan. Setelah berhasil dari kejaran kultivator, dia keluar dari Galaksi Kelahiran untuk berpetualang. Pada akhir petualangannya, Fung Feng menetap di planet Ghoul, dan memilih Satelit Mata Angin sebagai hunian.


Dalam ingatan yang diketahui oleh Zhi Shimo, perjalanan Fung Feng penuh dengan warna, tapi kebanyakan Fung Feng diburu oleh kultivator untuk dijadikan binatang transportasi cepat.


Saat ini, Zhi Shimo dibawa Fung Feng menuju lokasi yang mengeluarkan sumber energi kekuatan jiwa. Sebenarnya, delapan Satelit Mata bukanlah perwujudan dari binatang, melainkan dihuni binatang dan elemen yang terlahir alami, salah satunya adalah Api Abadi.


Queen Fiend Spirit datang setelah Fung Feng mendiami Satelit Mata Angin, oleh sebab itu dia tidak banyak tahu perihal sejarahnya. Queen Fiend Spirit menamakan Galaksi Ghoul agar mudah dibedakan dengan galaksi lainnya. Tapi, nama sebenarnya adalah planet Mata Biru, sesuai dengan satelitnya.


Fung Feng keluar dari Satelit Mata Angin, dia menuju ke Satelit Mata Langit yang merupakan sumber energi kekuatan jiwa berasal. Satelit Mata Angin sebenarnya juga memiliki sumber alami energi kekuatan jiwa, tapi dalam skala kecil seperti Satelit Mata Api.


"Selain kamu, apakah ada yang lainnya?" tanya Zhi Shimo sekedar basa-basi untuk menghilangkan kejenuhannya.


"Hamba satu-satunya yang selamat dan menetap di sini, Tuanku!" jawab Fung Feng.


"Sebenarnya, semua keluargamu yang berasal dari Benua Jiang Shan mengikuti ku. Jika semua urusan di sini selesai, aku akan membawamu ke suatu tempat untuk menemui mereka!" ungkap Zhi Shimo.


"Apakah benar, Tuanku? Bagaimana kabar kakak hamba sekarang?" tanya Fung Feng dengan semangat, dia sangat merindukan keluarganya.


Zhi Shimo menghela napas panjang karena teringat masa akhir kakek dan nenek Raja Fung. Dia menceritakan bagaimana pertemuannya dengan Ras Burung Gajah waktu itu, hingga leluhur Ras Burung Gajah menitipkan keturunannya kepada Zhi Shimo.


Mengetahui kakaknya telah meninggal dunia, Fung Feng berhenti terbang, dia menahan kesedihannya untuk sesaat. Kemudian kembali terbang menuju ke Satelit Mata Langit. Zhi Shimo tidak bertanya lagi karena emosi Fung Feng dalam keadaan labil.


Saat melintas Satelit Mata Gunung, baru Zhi Shimo membuat mulut, "kita ke satelit ini dulu. Menurut Queen Fiend Spirit, Satelit Mata Gunung dihuni oleh Macan Putih."


"Tidak perlu membuang energi Tuanku, cukup mengendalikan Satelit Mata Langit, maka planet Mata Biru dengan mudah dikendalikan!" jelas Fung Feng.


"Bagus jika begitu! Tapi, bukannya Satelit Mata Langit dihuni oleh Titanoid Monkey, apakah bisa dikalahkan dengan mudah? Bagaimana dengan kekuatannya?" seraya melihat ke arah Satelit Mata Gunung, Zhi Shimo bertanya.


Sebenarnya Zhi Shimo senang jika Fung Feng yang menaklukkan Titanoid Monkey, dengan begitu dia cukup menyerap energi kekuatan jiwa tanpa perlu susah payah. Namun, mengingat sumber energi kekuatan jiwa yang ada di Satelit Mata Angin lebih rendah dari Satelit Mata Langit, Zhi Shimo menduga jika Titanoid Monkey lebih kuat dari Fung Feng.


"Titanoid Monkey? Siapa yang memberikan nama seperti itu?" tanya balik Fung Feng yang terlihat jijik mendengar nama Titanoid Monkey.


"Queen Fiend Spirit!" jawab Zhi Shimo singkat.


"Gadis itu... Enak saja mengganti nama! Dia memberikan hamba nama apa?" tanya Fung Feng yang kesal.

__ADS_1


Mendengar kata "gadis", Zhi Shimo berasumsi jika Fung Feng mengenal Queen Fiend Spirit. Karena keingintahuan yang besar, dia bertanya, "apa kamu mengenal Queen Fiend Spirit?"


"Dia itu sebenarnya manusia, bukan sejatinya Fiend Spirit. Semenjak ada disini selalu seenaknya sendiri mengatur planet Mata Biru. Karena itu, hamba dan yang lainnya tidak sekalipun mau menjadi bagian gadis itu, kita tidak peduli jika dia didukung oleh Kitab Suci!" jawab Fung Feng dengan nada kesal, bukan kesal kepada Zhi Shimo melainkan pada Queen Fiend Spirit.


"Manusia? Siapa dia?" gumam Zhi Shimo yang penasaran dengan identitas Queen Fiend Spirit.


"Dia mengaku namanya Zhi Huifen utusan dari Kitab Suci!" ungkap Fung Feng.


Mendengar nama Zhi Huifen, Zhi Shimo sedikit terkejut, pasalnya nama ibu palsunya juga sama. Dia segera menepis dugaannya yang tanpa bukti, sebab nama bisa saja kebetulan sama.


"Hei! Burung tua, tumben kamu keluar, apa sudah bosan tidur?" tegur seseorang, yang sumber suaranya dari Satelit Mata Gunung, suaranya sangat keras hingga membuat pepohonan berayun-ayun.


Sesuai dengan namanya, Satelit Mata Gunung memang banyak pegunungan, bukit dan lembah, wilayah yang lebih subur dari satelit yang sudah diketahui oleh Zhi Shimo.


Zhi Shimo melihat ke tempat sumber suara, dia melihat seekor Macan Putih yang sangat besar, seumur-umur belum pernah melihatnya yang sebesar ini.


Macan putih berdiri di atas puncak gunung dengan gagah; dia memiliki taring yang panjang, panjangnya mencapai 8 meter, corak pada kulitnya ada tiga warna, sepasang sayap terlipat di perutnya.


"Aku kira kamu sudah mati, ternyata masih hidup! Ayo ikut, aku mau menemui si Kera tua!" balas Fung Feng dengan ejekan, dia mengajak sahabatnya si Macan Putih.


Fung Feng berhenti di udara dengan mengepakkan sayapnya secara pelan, dia melihat Macan Putih.


"Mau apa kamu menemuinya?" selidik Macan Putih sambil melihat Zhi Shimo yang duduk di atas kepala sahabatnya, "siapa dia?" imbuhnya.


Macan Putih melihat Zhi Shimo lagi, lalu melihat Fung Feng. Di dalam hatinya sebenarnya merasakan keheranan, sebab tidak pernah Fung Feng mau dijadikan tunggangan oleh manusia.


"Kamu seperti ini karena dia, apakah layak?" sindiran Macan Putih yang tidak tahu jalan pikiran sahabatnya.


"Tuanku, dia ingin menguji kekuatan Anda!" ucap Fung Feng yang ingin Zhi Shimo menunjukkan kehebatannya daripada harus menjelaskan.


Zhi Shimo segera berdiri, lalu dia berjalan di udara menuju ke arah Macan Putih. Sedangkan Macan Putih senang didalam hatinya, dia sudah lama tidak bertarung.


Macan Putih menggelengkan kepalanya sebagai bentuk meregangkan otot-ototnya yang kaku, lalu dia melihat ke arah Zhi Shimo yang sudah tidak ada ditempatnya semula.


Secara naluri, Macan Putih segera mengembangkan sayapnya untuk terbang, namun tiba-tiba sayapnya dipegang oleh seseorang. Macan Putih segera melihat siapa yang beraninya menyentuhnya.


Sontak Macan Putih kaget melihat Zhi Shimo yang tersenyum sambil memegang sayap kirinya. Secara refleks cakar kaki depan bagian kanan menyerang Zhi Shimo. Sayangnya, Zhi Shimo langsung memegang erat sayapnya, dan menendang perutnya berkali-kali dengan sangat keras.


Macan Putih mengaum keras setiap kali Zhi Shimo menendangnya, dia yang akan membalas serangan selalu dibuat kesulitan karena sayapnya dipegang sangat erat.


Fung Feng hanya menatap sayu melihat sahabatnya dijadikan bulan-bulanan tendangan tuannya, dia senang ada teman yang merasakan juga keganasan tuannya.

__ADS_1


"Apakah tidak layak Dewa Binatang menjadikan kalian bawahan?" tanya Zhi Shimo sambil tidak berhenti menendang perut Macan Putih, "selama kalian binatang, dan semua kehidupan memiliki sifat binatang, apakah aku tidak layak sebagai Dewa Binatang menjadikan kalian bawahan ku?" imbuhnya sambil mengayunkan sayap Macan Putih.


Bang... Bang bang bang...


Suara benturan beruntun ketika Macan Putih dibanting ke kanan dan ke kiri berulang-ulang. Macan Putih yang ingin meminta ampun selalu tertahan saat Zhi Shimo tidak berhenti membantingnya ke tanah.


Zhi Shimo berkata begitu karena ingin menunjukkan dominasinya kepada semua binatang. Sebagai God Of Beast, dia tidak mau diremehkan oleh binatang, apalagi manusia yang sifatnya binatang lebih kental daripada binatang itu sendiri.


Swosh...


Akhirnya Zhi Shimo melemparkan Macan Putih ke atas, lalu dia berteleportasi dan muncul di atas Macan Putih. kemudian, tangan kanannya memukul kepala Macan Putih dengan sangat cepat dan keras.


Boom...


Tubuh Macan Putih melesat ke tempatnya semula, dan menghantam puncak gunung hingga membentuk sebuah lubang besar, bebatuan besar dan kecil berterbangan di udara.


Kemudian, Zhi Shimo melihat sekitarnya, lalu berbicara dengan suara yang sangat keras, "aku Dewa Binatang, siapapun yang tidak terima dengan nama ke-Dewa-an ku, persiapkan leher kalian!"


Sekali lagi, Zhi Shimo menunjukkan dominasinya sebagai Dewa Binatang. Fung Feng segera turun dan berhenti di bawah kaki Zhi Shimo, dia melakukan itu sebagai bentuk penghormatan kepada Dewa Binatang.


Walaupun sekujur tubuhnya terasa sakit, Macan Putih segera bangkit dengan sekuat tenaga, lalu dia menundukkan kepalanya hingga menyentuh tanah, dia juga mengakui Zhi Shimo sebagai Dewa Binatang.


"Panjang umur Yang Mulia Dewa Binatang!" ucap Macan Putih.


"Bangkit, dan mendekat lah kepada ku!" perintah Zhi Shimo yang ingin memberikan segel keluarga besarnya kepada Macan Putih.


Tindakan Zhi Shimo masih terhitung sabar, jika dia mau membunuh Macan Putih, cukup mengeluarkan Api Abadi atau Api Kuno. Maka, dalam hitungan detik, Macan Putih beserta Satelit Mata Gunung akan menjadi lautan api.


Zhi Shimo tidak membunuh Macan Putih karena merasa ada hubungannya dengan Kun Ashi. Demikian juga dengan Api Abadi yang dirasakan oleh Zhi Shimo juga ada hubungannya dengan istrinya yang berasal dari Ras Phoniex dan Suzaku.


Sedangkan untuk Fung Feng, Zhi Shimo telah berjanji akan selalu melindungi Ras Burung Gajah ketika berada di Benua Jiang Shan, karena itu dia menjadi Raja Fung sebagai Panglima Perangnya.


Macan Putih segera mendekati Zhi Shimo, lalu berhenti di depannya dengan menundukkan kepala. Kemudian, Zhi Shimo mendekati Macan Putih dan meletakkan telapak tangan di kepalanya untuk memberikan segel.


Dalam sekejap, rasa sakit yang dialami oleh Macan Putih menghilang setelah mendapatkan segel keluarga besar. Tidak hanya itu, dia juga seperti Fung Feng, dimana kekuatannya meningkat dua level setelah mendapatkan segel.


Setelah itu, Zhi Shimo memberikan tugas kepada Macan Putih untuk membawa semua yang berharga di Satelit Mata Gunung, sebab dia rencananya akan mengekstrak Galaksi Ghoul.


Kemudian, Fung Feng kembali melanjutkan perjalanan menuju ke Satelit Mata Langit bersama Zhi Shimo yang duduk dilehernya...


Queen Fiend Spirit yang telah terbangun semenjak Zhi Shimo berhasil mengalahkan Fung Feng, dia melihat apa yang telah dilakukan oleh Zhi Shimo melalui cermin sihir.

__ADS_1


"Kekhwatiran ku tak terbukti! Kamu memang layak menjadi Dewa Binatang!" pujian Queen Fiend Spirit, dia bisa bernapas lega melihat kemampuan Zhi Shimo dalam menaklukkan binatang yang ditakutinya.


__ADS_2