Alam Tianwu

Alam Tianwu
Chapter 120. Benua Qi, Benua Yang Tersembunyi.


__ADS_3

Chapter 120. Benua Qi, Benua Yang Tersembunyi.


Tergeletak seorang pria muda di dalam hutan, dia adalah Zhi Shimo yang pingsan. Zhi Shimo pingsan dikarenakan tidak mampu menahan tekanan kuat dari medan gravitasi yang melebihi batas maksimal daya tahan tubuhnya.


Kebetulan ada pria tua yang baru masuk ke dalam hutan untuk berburu binatang bersama anak buah dan keponakannya, dia melihat Zhi Shimo yang tergeletak di tanah. Pria tua tersebut turun dari kudanya dan menghampiri Zhi Shimo, lalu memeriksa sekujur tubuhnya yang tampak lemah dan pucat.


"Beruntung dia masih hidup di hutan yang berbahaya ini!" gumamnya dengan nada kasihan melihat Zhi Shimo, lalu dia melihat anak buahnya dan berkata, "bawa dia kembali ke desa."


Segera empat anak buahnya membopong tubuh Zhi Shimo, lalu membawa masuk ke dalam gerbong kereta kuda. Salah satu anak muda seumuran dengan Zhi Shimo mendekati pria tua itu.


"Paman, bukannya berbahaya membawa orang luar yang tidak kita kenali!" tegur pria muda itu yang ternyata adalah keponakan.


"Menolong seseorang itu tidak harus mengetahui asal-usulnya. Entah dia baik atau tidak, yang penting hati kita tulus menolong!" tutur pria tua itu kepada keponakannya dengan nada lembut, namun tegas dan berwibawa.


Pria tua itu kepala Desa Chang, jika Zhi Shimo tidak pingsan mungkin akan terkejut karena mengenalinya. Disinilah penduduk Desa Chang pindah atas perintah penguasanya sebelum Peperangan Kuno terjadi.


Kepala Desa Chang yang Zhi Shimo kenali telah ditiru oleh Siluman Hitam. Semua penduduknya juga Siluman Hitam. Kepala Desa Chang bernama Shu Deming, putrinya yang pernah berselisih dengan Zhi Shimo bernama Shu Baoyu, sedangkan keponakannya bernama Shu Ming.


Kepala Desa Chang tidak mengetahui desanya dulu telah dikuasai oleh Siluman Hitam. Jadi, dia juga tidak mengenali Zhi Shimo. Apapun yang Zhi Shimo kenali semuanya adalah Siluman Hitam.


Celah spasial yang dilewati oleh Zhi Shimo merupakan salah satu jalan menuju lokasi Desa Chang yang paling berbahaya. Sedangkan Kepala Desa Chang melalui jalur lain yang lebih aman namun tersembunyi, lokasinya tidak jauh dari Pegunungan Hutan Terlarang, tepatnya di dekat pertigaan jalan menuju ke Desa Jiang.


Pertigaan jalan itu merupakan celah spasial yang sangat tersembunyi. Jika Zhi Shimo lebih teliti melihat dibelakang papan nama petunjuk jalan, dia akan mengetahui adanya celah spasial tersebut.


Tempat Zhi Shimo berada merupakan sisi lain Alam Tianwu, geografis alamnya lebih subur, yang berbeda adalah penghuninya yang lebih banyak. Nama asli Alam Tianwu sebenarnya adalah Benua Qi, Qi yang berarti menakjubkan, benua yang tersembunyi dari siapapun.


Benua Qi inilah yang dicari-cari oleh banyak penguasa, termasuk Maharaja Yaksa, Ras Reptilian dan Ras Elohiim.


Oleh sebab itu, Shu Ming menegur pamannya yang menolong Zhi Shimo, sebab khawatir tempat mereka berada diketahui oleh pihak asing yang terkenal serakah.


Zhu Ming menghela napas berat karena di tegur pamannya, lalu dia bertanya, "apakah hari ini kita jadi berburu?"


"Tidak. Besok saja kita berburu. Paman ingin mengenal pria muda itu!" jawab Kepala Desa Chang, lalu dia naik ke punggung kuda dan diikuti oleh Shu Ming...


Melihat gerbong kereta kuda milik Shu Deming kembali, banyak penduduk Desa Chang yang bertanya-tanya didalam hati. Mereka segera menghampiri Kepala Desa Chang.


Gerbong kereta kuda berhenti di depan kediaman Kepala Desa Chang, lalu dua orang masuk ke dalam gerbong dan keluar lagi dengan membopong tubuh Zhi Shimo.


"Orang asing!" seruan semua orang melihat Zhi Shimo yang bukan asli penghuni Benua Qi, terlihat mereka ketakutan serta waspada dengan mengeluarkan senjata.


"Tenang! Jangan berprasangka buruk terlebih dahulu!" ujar Kepala Desa Chang agar penduduknya tenang dan tidak menyerang Zhi Shimo yang pingsan.


"Kepala Shu, ini sama saja melanggar aturan Benua Qi, bagaimana jika Raja Qi mengetahuinya, desa kita bisa-bisa dihancurkan!" tegur salah satu penduduk.

__ADS_1


"Ya aku tahu aturannya... Tapi, lihat pria muda itu... Apakah tampak seperti orang jahat yang serakah? Apakah aku akan biarkan dia pingsan di hutan? Tidak, aku yakin dia orang yang baik. Hati nurani ku mengatakan dia baik, intuisi ku tidak pernah meleset!" ucap Kepala desa yang tetap bersikukuh untuk menolong Zhi Shimo.


Semua penduduk melihat wajah Zhi Shimo yang sangat tampan. Memang wajahnya bukan seperti orang yang serakah, justru memancarkan aura yang menenangkan serta memberikan kedamaian hati.


Shu Ming tampak iri dengan ketampanan Zhi Shimo, lalu dia memprovokasi penduduk, "Paman, aturan Benua Qi sudah sangat jelas. Siapapun yang masuk ke Benua Qi, harus dibunuh. Atau, siapapun yang tidak sanggup membunuh orang asing, harap segera melapor kepada pihak berwenang!"


Semua penduduk melihat Shu Ming dan Kepala desa, mereka mengangguk sebagai tanda setuju. Shu Deming geleng-geleng kepala mengetahui kekhwatiran penduduknya.


"Menolong seseorang apa harus mengikuti aturan? Jika iya, hati nurani kalian sama saja dibunuh oleh aturan. Seandainya, pria muda itu orang yang kalian kenali, apakah kalian juga akan membunuhnya?" tutur Kepala Desa Chang dengan lembut namun tegas.


Semua penduduk terdiam ditegur oleh pemimpinnya. Lalu mereka melihat Zhi Shimo yang telah dibawa masuk ke dalam kediaman Kepala Desa Chang. Shu Deming turun dari kudanya dan berjalan untuk merawat Zhi Shimo, lalu diikuti oleh istrinya dan beberapa penduduk.


Shu Ming yang tidak berhasil memprovokasi penduduk, dia memacu kudanya menuju ke Kota Nanmen untuk melaporkan tentang orang asing yang masuk ke Benua Qi...


Keesokan harinya di pagi hari.


Zhi Shimo membuka mata dan melihat atap rumah yang berasal dari kulit pohon. Dia segera duduk dan melihat kamar yang tampak sederhana, ada satu lemari, meja dan dua kursi, tidak ada siapapun di dalam kamar.


Kemudian Zhi Shimo melihat pakaiannya yang telah diganti, dan buru-buru membuka pakaiannya. Dia bernapas lega melihat Zirah Perang Dewa Binatang masih ada, demikian juga dengan sabuk yang merupakan perwujudan dari Zirah Perang Naga.


"Apakah kalian tahu dimana kita sekarang? Dan berapa lama aku pingsan?" tanya Zhi Shimo kepada Celestial She dan empat Naga tua.


"Nyonya Shimo yang akan berbicara, Tuan Muda," kata Tian Long.


Ya, mereka berlima berani keluar dari tubuh Zhi Shimo dikarenakan tidak lagi dalam pengawasan Kitab Suci dan para penguasa galaksi. Mereka berlima membagi tugas untuk menyelidiki geografis Benua Qi, struktur pemerintahan dan sebagainya.


Kekuatan tertinggi di tingkat True Resonansi, terendah pada tingkat Crossing Tribulation. Ada dua Pelindung Benua Qi yang paling kuat, namanya Qi Achin dan Qi Cao, sedangkan Raja Qi berada di tingkat True Delta, namanya Qi Jianheng.


Marga Qi adalah penguasa tunggal Benua Qi, setiap anggota keluarganya menjadi pejabat penting dan pemimpin daerah.


Penghuni Benua Qi sangat banyak, tidak ada lokasi yang tak terdata, semuanya tempat dalam pengawasan dan memiliki pemimpin. Jauh berbeda dengan di Alam Tianwu, dimana banyak lokasi yang tidak di jamah oleh kultivator dan tempat tak bertuan.


Ada lima lokasi yang mampu membuat Zhi Shimo meningkatkan kekuatan, di Ibukota Kerajaan Qi dan empat kota besar, yaitu Kota Beimen, Kota Ximen, Kota Nanmen dan terakhir Kota Dongmen. Setiap kota di pimpin oleh kekuatan tingkat Half Delta.


Mengetahui lokasi-lokasi yang diinginkan dijaga oleh pemimpin yang kuat, membuat Zhi Shimo menghela napas panjang. Walaupun tahu akan menciptakan musuh baru, dia tetap harus meningkatkan kekuatan, tidak perduli harus menjadi musuh bagi siapapun.


"... Pemimpin desa di sini kamu mengenalinya. Desa ini masuk dalam wilayah Kota Besar Nanmen. Tujuan pertama mu untuk meningkatkan kekuatan, berada di pusat Kota Besar Nanmen, ada kolam Energi Sejati, sama seperti ditempat lainnya, kecuali Ibukota Kerajaan Qi. Nanti kamu akan mengetahuinya." Panjang lebar Celestial She berbicara.


Sebelum Zhi Shimo bertanya lagi, pintu kamarnya terbuka dan terlihat seorang pria tua yang dia kenali. Zhi Shimo jelas terkejut.


"Kepala Desa Chang!" ucap Zhi Shimo sambil berdiri.


"Kamu mengenali ku?" tanya Shu Deming yang keheranan dengan orang asing mengetahui dirinya.

__ADS_1


"Jelas saya tahu. Anda kan yang memberikan saran kepada saya untuk bergabung dengan Paviliun Penakluk Siluman serta memberikan peta dan uang 2 keping emas sebagai modal!" jawab Tian Zhi dengan semangat, dia masih ingat dengan kebaikan Kepala Desa Chang.


Shu Deming mengerutkan keningnya saat berpikir, dia makin heran dengan perkataan Zhi Shimo. Namun, dia segera menghilangkan rasa keheranan dengan duduk di kursi.


"Silakan duduk dulu, aku ingin tahu banyak tentang asal-usul mu!" pinta Shu Deming dengan wajah serius.


Zhi Shimo segera duduk dan berhadapan dengan Shu Deming dengan meja sebagai pembatasnya.


"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Shu Deming terlebih dahulu sebelum banyak bertanya seputar Alam Tianwu.


"Terima kasih telah menolong saya! Saya baik-baik saja. Apakah Kepala desa tidak mengenali saya?" jawab Zhi Shimo dan balik bertanya.


"Tidak perlu mengucapkan terima kasih, sudah seharusnya kita saling tolong menolong dengan sesama manusia. Jujur saja aku tidak mengenal kamu, anak muda!" ujar Shu Deming sambil memperhatikan gerak-gerik tubuh Zhi Shimo.


"Aneh, kenapa Kepala desa tidak mengenali saya, padahal kita sempat berinteraksi waktu itu...!" ucap Zhi Shimo yang sedikit tidak mempercayai ucapan Shu Deming.


Lalu dia mengeluarkan peta yang dibuat oleh Shu Deming sebelum dia menuju ke Paviliun Penakluk Siluman, dan meletakkan di meja.


"Ini peta yang Anda buat waktu itu!" terang Zhi Shimo.


Shu Deming melihat peta dan tersenyum saat merasakan aura Siluman Hitam, akhirnya tahu siapa yang menyamar sebagai dirinya.


"Berarti yang kamu hadapi waktu itu adalah Siluman Hitam dan bukan aku! Baiklah, daripada kamu dan aku kebingungan, aku akan ceritakan tentang tempat kamu berada...," kata Shu Deming dan menceritakan tentang Benua Qi, dia tidak khawatir jika Zhi Shimo akan berbuat buruk.


Zhi Shimo pun dengan semangat mendengar tentang tempat baru. Ternyata, penguasa tunggal Benua Qi yang pertama telah meramalkan jika akan ada Peperangan Kuno. Penguasa Qi sesegera mungkin membuat celah spasial untuk menyembunyikan kekayaan Benua Qi yang menarik keserakahan.


Selama ini Alam Tianwu juga diawasi oleh petinggi Kerajaan Qi. Jadi, apapun yang terjadi hingga saat ini mereka mengetahuinya. Termasuk terbukanya Gerbang Neraka.


"Tangkap orang asing itu!"


Tiba-tiba terdengar suara seorang pria yang sedang mencari keberadaan Zhi Shimo. Shu Deming berhenti bercerita dan menghela napas berat, dia tahu perbuatan baik akan berakibat fatal baginya. Berbeda dengan Zhi Shimo yang kebingungan dengan situasi saat ini.


"Anak muda, segera pergi dari sini! Maaf, aku tidak bisa melindungi mu!" pinta Shu Deming sambil menunjuk ke arah jendela agar Zhi Shimo kabur.


Walaupun kebingungan, Zhi Shimo bisa menebak kehadirannya di Benua Qi telah membawa masalah bagi Shu Deming.


"Kepala desa, maaf merepotkan Anda!" ucap Zhi Shimo dengan nada menyesal, dia berdiri dan menangkupkan kedua tangan sebagai tanda terima kasih.


Segera Zhi Shimo melompat keluar dari jendela kamar. Tidak berselang lama, pintu kamar diledakkan dengan pukulan energi.


Boom...


"Tangkap dia yang telah melanggar peraturan!" perintah seorang komandan pasukan sambil menunjuk kepada Shu Deming. Lalu sebagian prajurit mengejar Zhi Shimo yang melewati jendela.

__ADS_1


Shu Deming dengan pasrah menerima dirinya ditangkap. Sebelum digelandang ke penjara, dia melihat jendela kamar. "Semoga kamu bisa kembali ke Alam Tianwu dengan selamat!" harapannya didalam hati.


__ADS_2