Alam Tianwu

Alam Tianwu
Chapter 151. Zhi Shimo Panik!


__ADS_3

Chapter 151. Zhi Shimo Panik!


Zhi Shimo dan Celestial She, mereka berdua terus berkultivasi dengan menyerap esensi darah kehidupan dan Energi Alami pemberian Shuǐ Jīnglíng. Sedangkan Shuǐ Jīnglíng sendiri menyerap Energi Alami yang dimiliki Dunia Jiwa.


Sedangkan Zhi Xiancai dan tiga teman wanitanya masih tidak sadarkan diri di dalam cincin dimensi, sengaja oleh Zhi Shimo dibuat seperti itu.


Waktu berlalu dengan cepat di Dunia Jiwa, Zhi Shimo membuka matanya setelah satu bulan berlalu, dia melihat esensi darah kehidupan tidak tersisa sedikitpun. Lalu dia melihat Celestial She yang baru selesai mandi bersama Shuǐ Jīnglíng, mereka keluar dari kamar mandi.


Kemudian Zhi Shimo berdiri dan meregangkan otot-otot yang kaku, kini dia telah meningkat pesat, dari Half Gama level 37 naik ke tingkat True Gama.


Seandainya Dewa Perang yang menyerap esensi darah, sudah dipastikan memiliki kekuatan Half Omega. Berhubung Zhi Shimo memiliki tiga dantian, dia hanya naik satu tingkat.


Sedangkan Celestial She hanya naik dua level, kini kekuatannya berada di tingkat True Omega level 52. Naik dua level merupakan pencapaian yang luar biasa, itu hasil dari seringnya berkultivasi ganda, ditambah dengan menyerap esensi darah dan Energi Alami.


"Mahkota Maharaja, pengelihatan ku yang kamu tunjukkan apa terkait dengan Ras Reptilian dan Ras Elohiim?" inilah pertanyaan Zhi Shimo yang belum mendapatkan jawaban dari Mahkota Maharaja, karena itu dia mengulangi pertanyaan yang sama.


Sekali lagi Mahkota Maharaja tidak memberikan jawaban. Zhi Shimo menghela nafas tak berdaya, dia membuka pakaian atas dan melihat Zirah Perang Dewa Binatang yang berbentuk cakram keemasan.


Setelah dirasa tidak ada masalah pada zirahnya, Zhi Shimo menutup pakaiannya, lalu dia berjalan keluar dari kolam pemandian.


Tiba-tiba Mahkota Maharaja berbicara kepada Zhi Shimo, "Tuan, maaf hamba tidak segera menjawab...,"


Zhi Shimo langsung berhenti berjalan dan mendengarkan penjelasan Mahkota Maharaja.


"Benar, apa yang Anda lihat waktu itu ada kaitannya dengan Ras Reptilian dan Ras Elohiim. Apa yang Anda lihat itu berada di Bumi, masuk wilayah Alam Semesta Aurora atau Bimasakti." lanjutnya.


"Apakah kamu tahu keberadaan kedua ras tersebut?" tanya Zhi Shimo.


"Galaksi Aldebaran merupakan pusat atau awal adanya Ras Ellojiim (Elohiim). Sedangkan Ras Reptilian, mereka selalu ada dimana-mana, namun selalu bersembunyi di dalam tanah dan gua!" jawab Mahkota Maharaja.


Sebenarnya Mahkota Maharaja mengetahui banyak tentang ras cerdas selain Ras Reptilian dan Ras Elohiim, salah satu yang terkenal kejam adalah Ras Sirian dari rasi bintang Sirian, teknologi mereka lebih canggih dari milik Ras Reptilian dan Elohiim.

__ADS_1


Ras Reptilian yang datang ke Alam Tianwu adalah jenis yang paling rendah, dan yang tertinggi adalah garis darah bangsawan. Ras Reptilian bangsawan ini memiliki sayap, ciri-ciri ini yang paling mencolok dan mudah dikenali namun sulit ditemukan. Jika berada di Bumi, maka Ras Reptilian bangsawan ini disebut sebagai iblis.


Sedangkan yang berada berperang di Alam Tianwu waktu itu adalah Ras Reptilian prajurit atau pemilik garis darah prajurit. Jenis ini sering terlihat dan banyak menempati planet-planet lain yang memiliki kekayaan alam, seperti tembaga dan emas.


Zhi Shimo merenung sejenak setelah mendengarkan Mahkota Maharaja berbicara.


"Menurutmu, apakah Ras Yin Yang dan Super Human bukanlah ras yang pertama?" tanya Zhi Shimo.


"Hamba tidak tahu! Saat hamba terlahir, alam semesta sudah ada lebih dulu dan berusia tak terhitung tahun lamanya. Tapi, sepengetahuan hamba selain Ras Yin Yang, Super Human dan yang lainnya, ada ras yang paling kejam serta memiliki kecerdasan tinggi melebihi manusia, mereka adalah Ras Sirian dan Ras Nordic. Jika Ras Sirian kejam, maka Ras Nordic kebalikannya!" jawab Mahkota Maharaja.


Zhi Shimo menghela nafas panjang saat mengetahui banyaknya kehidupan di Alam Jagat Raya, dia menjadi teringat akan ucapan Celestial She, kita hanya setitik debu di alam semesta yang luas.


"Sebelumnya, kamu tidak segera menjawab... Memangnya ada apa?" selidik Zhi Shimo.


"Teknologi canggih milik ras cerdas yang Tuan ambil, telah mengirimkan sinyal bantuan. Perkiraan, mereka akan tiba tidak lama lagi!" ungkap Mahkota Maharaja.


Zhi Shimo terkejutnya bukan main hingga dia berdiri dan mengumpat. Buru-buru dia menemui Celestial She dan Shuǐ Jīnglíng yang berada di taman Istana Dewa Binatang.


Ya, memang Intergalactic Plane dan Interstellar Fighter telah mengirimkan sinyal bantuan kepada Ras Reptilian dan Ras Elohiim, penyebabnya adalah, karena Shuǐ Jīnglíng yang bukan pemilik garis darah ras cerdas telah membobol Proyektor Pelindung.


Celestial She dan Shuǐ Jīnglíng yang sedang mengobrol segera membalikkan badan, raut wajah mereka sedikit kebingungan melihat Zhi Shimo yang panik.


"Jika mereka datang lagi, kenapa harus takut! Itu adalah keuntungan kita untuk bisa mengenali mereka dan juga mempelajari teknologinya," kata Celestial She yang tetap tenang jika ras cerdas akan datang.


Melihat Celestial She dan Shuǐ Jīnglíng tetap tenang, membuat Zhi Shimo juga ikut tenang, dia melihat Shuǐ Jīnglíng tertawa kecil karena kepanikannya sesaat yang lalu.


Wajar jika Zhi Shimo panik, sebab hal ini merupakan peristiwa baru baginya. Selalu itu, Peperangan Kuno menjadi sejarah kelam yang menimbulkan berbagai macam hipotesis yang berbeda-beda.


"Berarti kalian sudah tahu jika kapal angkasa milik mereka mengirimkan sinyal bantuan?" tebak Zhi Shimo.


"Ayo, duduk dulu, akan ku ceritakan kenapa aku datang ke Alam Tianwu!" ajak Celestial She.

__ADS_1


Zhi Shimo duduk di bangku taman diantara kedua kekasihnya, lalu dia menunggu Celestial She berbicara. Ada rasa penasaran dihatinya, terlihat Zhi Shimo meliriknya Celestial She dan Shuǐ Jīnglíng.


"Sebelum aku mengungkapkan kenapa ada di Alam Tianwu, aku mau bertanya terlebih dahulu...," ucap Celestial She dan di anggukkan oleh Zhi Shimo.


"Apakah kamu tidak merasa aneh jika Yuna Aurora, Qin Diao Chin dan yang lainnya tiba-tiba menghilang?" pertanyaan pertama Celestial She.


Zhi Shimo merenung sejenak dan mengingat-ingat kembali kejadian selama mengikuti Konferensi Tianwu, dia memang merasakan keanehan. Pertama, dia dipaksa untuk mengikuti Konferensi Tianwu, padahal dia sudah tergolong kuat dari peserta lain.


Kedua, banyak sekali Kitab Suci berkumpul di Alam Tianwu, padahal jika dilihat dari status dan kekuatan, mereka tidak perlu hadir hanya untuk melihat Konferensi Tianwu, cukup mengawasi dari kejauhan.


Ketiga, hampir semua penguasa galaksi juga hadir, hal yang aneh menurutnya. Jika mereka adalah Zhi Shimo, cukup mengirimkan perwakilan untuk melindungi juniornya yang mengikuti Konferensi Tianwu, seperti utusan dari Kuil Mata Dewa.


Dan keempat, ini yang selalu menjadi pemikiran Zhi Shimo, dimana Dewa Tianwu tidak menemuinya padahal sudah berjanji, lalu ada seseorang yang selalu melindunginya ketika berada di Alam Tianwu. Kedua hal itu yang membuat Zhi Shimo menebak, jika Tim Seribu Malam diselamatkan oleh Dewa Tianwu dan kemungkinan juga dilatih.


"Aneh memang ... Dari awal saat berada di Kota Lima Menara Bintang, berkumpulnya para penguasa dan Kitab Suci, tiba-tiba ada di Dunia Mistik yang sebelumnya belum pernah dimasuki oleh peserta...," jawab Zhi Shimo dari hasil pemikirannya selama ini yang merasa semuanya sudah ada yang mengaturnya, dia berhenti berbicara saat melihat cermin dunia luar.


Di dunia luar, banyak orang yang berbondong-bondong menuju ke Pegunungan Kunlun, tujuan mereka untuk menangkap Dewa Perang dan Dewi Shiwu.


"Setelah keluar dari Dunia Mistik, Tim Seribu Malam dikejar oleh orang yang misterius. Terakhir kita berada di sini, entah ini kebetulan atau tidak, aku belum mengetahuinya...," lanjutnya dan melihat Celestial She.


"Apakah mereka diselamatkan dan juga dilatih oleh Dewa Tianwu, hanya untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi ras cerdas yang akan datang kembali?" tebak Zhi Shimo


"Aku tidak tahu siapa yang menyelamatkan mereka. Tapi satu hal yang aku ketahui, kedatangan kembali ras itu sudah diketahui oleh para penguasa. Aku datang ke sini tidak hanya ingin menemui kamu sebagai Dewa Binatang, melainkan menunggu kedatangan mereka...," ungkap Celestial She.


Kedatangan Celestial She tidak hanya untuk menantang Zhi Shimo, baginya itu hanya hiburan saja. Tujuan utamanya untuk menunggu kedatangan ras cerdas di Alam Tianwu.


"Ya, Interstellar Fighter dan Intergalactic Plane sengaja ditinggalkan oleh mereka untuk menemukan lokasi Benua Qi. Aku mengetahuinya ketika melihat ada jebakan pada sistem teknologi kapal angkasa!" sambung Shuǐ Jīnglíng.


Zhi Shimo melihat Shuǐ Jīnglíng dengan alisnya yang terkunci, lalu dia berkata, "sudah tahu ada jebakannya kenapa tetap kamu terobos?"


Shuǐ Jīnglíng yang ditanya geleng-geleng kepala, lalu raut wajahnya tampak menyesal. "Semua sudah terlanjur ketika jaringan vena menerobos Proyektor Pelindung. Jadi, sekalian aku kendali kapal mereka dan merusak jebakannya!" alasannya.

__ADS_1


Shuǐ Jīnglíng mengetahui jika ketiga kapal angkasa itu sengaja ditinggalkan, setelah dia membaca informasi tentang tujuan Ras Reptilian dan Ras Elohiim.


Informasi mereka tersimpan di sebuah piringan hitam milik Ras Reptilian, sedangkan Ras Elohiim tersimpan di sebuah cakram berlian. Dari informasi tersebut, Shuǐ Jīnglíng mengetahui rencana kedua ras cerdas. Kedua informasi itu tersembunyi dibawah kursi komando Intergalactic Plane dan dikursi pilot Interstellar Fighter sehingga Zhi Shimo tidak mengetahui.


__ADS_2