Alam Tianwu

Alam Tianwu
Chapter 134. Kedatangan Dewa Perang dan Dewi Shiwu.


__ADS_3

Chapter 134. Kedatangan Dewa Perang dan Dewi Shíwǔ.


...****************...


Di Makam Peperangan Kuno, lokasi markas yang dihuni oleh Kun Ashi dan timnya.


Sudah enam bulan Zhi Shimo yang katanya pergi untuk memeriksa pulau melayang. Namun hingga saat ini, dia belum juga kembali, semua timnya jelas gelisah tidak ada kabar berita tentang Zhi Shimo.


Kun Ashi orang yang paling jengkel, sebab lagi-lagi ditinggalkan oleh Zhi Shimo, dia memukul Tim Gigas Fire sebagai bentuk pelampiasan kemarahannya.


"Aku akan mencarinya. Xu Fat, kamu pimpin mereka!" perintah Kun Ashi yang sudah tidak sabar menunggu Zhi Shimo kembali, dia ingin meninggalkan tim daripada menjadikan mereka pelampiasan kemarahannya.


"Siap Bos!" ucap Xu Huang dengan segera sambil berdiri tegak, dia beruntung tidak mendapatkan pukulan dari Kun Ashi karena berhubungan erat dengan Zhi Shimo.


Berbeda dengan Tim Gigas Fire yang babak-belur mendapatkan pukulan serta tendangan dari Kun Ashi.


Sedangkan Zhi Xiancai tersenyum tipis saat bisa bebas dari pantauan Kun Ashi, dengan Kun Ashi pergi, dia juga akan kembali bergabung dengan Tim Es Abadi. Zhi Xiancai menganggap Zhi Shimo telah dikalahkan oleh banyak orang yang mengejarnya, dan percuma bergabung dengan tim yang lemah tanpa adanya pelindung lagi.


Kun Ashi memberikan plat kendali Formasi kepada Xu Fat. Tanpa berpamitan kepada siapapun, Kun Ashi keluar dari Formasi Perlindungan setelah aman dari Mist Monster yang menjadi penghuni pulau melayang.


"Aku juga akan mencarinya. Aku khawatir ada sesuatu yang terjadi pada kekasihku!" ucap Zhi Xiancai yang beralasan.


"Jika tidak menemukannya, segera kabari kita dan pasti membantu mencarinya!" kata Xu Huang yang menunjukkan mimik wajah kekhawatiran, sebab kali ini Zhi Shimo pergi lebih lama dari sebelumnya. Apalagi Tim Seribu Malam juga tidak ada kabarnya.


"Tentu. Kalian hati-hati!" jawab Zhi Xiancai dan buru-buru terbang ke arah Kota Sejarah.


Xu Huang dan Tim Gigas Fire langsung bersorak-sorai kegirangan dengan perginya dua monster betina. Selama ini, mereka selalu terintimidasi oleh Kun Ashi yang tidak melihat Zhi Shimo. Lolos dari Kun Ashi tidak akan lolos dari Zhi Xiancai.


"Ayo, kita pesta sampai puas!" ajak Xu Huang kepada timnya...


Zhi Xiancai melihat kebelakang dan jaraknya sangat jauh dari lokasi Dragon Spaceship, lalu dia mengembangkan senyuman sinis sambil memecahkan giok.


"Cinta? Apa itu cinta yang tidak bisa saling melengkapi. Kamu pergi meninggalkanku, aku anggap ini hanyalah permainanmu!" gumam Zhi Xiancai yang kecewa telah ditingkatkan oleh Zhi Shimo.


Setelah Zhi Xiancai bergumam, muncul lubang hitam di depannya. Giok itu adalah alat yang digunakan sekali pakai, merupakan alat perlindungan diri agar bisa pergi dari Alam Tianwu tanpa diketahui siapapun.


Zhi Xiancai masuk ke dalam lubang hitam dan menghilang dari Alam Tianwu. Demikian juga dengan lubang hitam yang ikut menghilang...


...****************...


Kembali ke Benua Qi.


Melihat keganasan pemimpin Kota Nanmen, tidak sedikitpun membuat Zhi Shimo ketakutan, justru dia ingin bertarung dengan Qi Cao An, jika dia kuat nanti.

__ADS_1


"Sayang, alangkah baiknya kamu memberikan informasi ini kepada Raja Qi. Dengan kamu memberikan informasi kepada Raja Qi Jianheng yang menjadi sasaran Mansion Dewi Kesenangan, dia pasti akan membalas budi atas kontribusi mu!" saran Celestial She yang menginginkan Zhi Shimo memiliki pendukung yang kuat selama meningkatkan kekuatannya.


Zhi Shimo merenung akan saran Celestial She yang sebenarnya bagus dan bermanfaat. Masalahnya, dia bukan asli penduduk Benua Qi. Seandainya, menemui Raja Qi Jianheng dengan menyamar sebagai Qi Guo Zhang, dia khawatir penyamaran akan diketahui oleh 18 Taois sebagai pelindung Raja Qi.


Andaikan, ketika penyamaran terbongkar, menghadapi konsekuensinya sudah tidak terbayangkan, mungkin mengalami penyiksaan dan terpenjara seumur hidup. Apalagi adanya rencana Mansion Dewi Kesenangan yang ingin memasukkan utusan Maharaja Yaksa ke Benua Qi, bisa-bisa dia akan dijadikan penyebab utamanya.


"Saran mu memang bagus... Tapi, kita lihat dulu perkembangan situasi saat ini!" ucap Zhi Shimo yang masih ragu-ragu mengikuti saran Celestial She.


"Apa yang kamu takutkan? Kamu cukup membuat banyak informasi di Giok perekam suara, lalu sebarkan di setiap tempat. Tapi, gunakan nama anonim, seperti nama Dewa Binatang!" Celestial She meyakinkan Zhi Shimo agar mengikuti sarannya.


Tujuan Celestial She menggunakan nama Dewa Binatang, agar saat Raja Qi dan semua orang mencari keberadaan Zhi Shimo yang telah menyelamatkan Benua Qi, maka Zhi Shimo bisa membuktikannya. Selanjutnya, Zhi Shimo akan lebih tenang saat meningkatkan kekuatannya di Benua Qi.


Zhi Shimo kembali merenung sambil melihat situasi di luar Dunia Jiwa, dimana Nyonya Lun mengeluarkan Siput Penghantar Suara dan terdengar suara seorang pria tua.


"Apakah kalian sudah berhasil?"


"Belum! Sabar dan tunggu kabar dariku!" balas Nyonya Lun yang tampak tidak takut dengan orang yang mengirim pesan suara.


Suara pria tua itu dari Kuil Mata Dewa utusan Maharaja Yaksa yang menyelamatkan Lu Xu Pang dan timnya, namanya Gan Hao sedangkan rekannya yang menemui para penguasa galaksi bernama Zhen Wangting.


Setelah menunggu beberapa saat, suara Gan Hao keluar dari Siput Penghantar Suara.


"Jangan terlalu lama! Yang Mulia, sudah mengelontorkan banyak sumber daya untuk kalian. Aku sudah persiapkan Altar Dimensi yang akan menghubungkan Benua Qi, titik koordinatnya berada di Kota Dewi Kesenangan, tepatnya berada di Lembah Aroma Kesenangan."


Mansion Dewi Kesenangan memiliki wilayah sendiri dan sangat luas, wilayah khusus untuk bersenang-senang, segala jenis tindakan kejahatan ada di sana. Dan merupakan tempat yang cocok dijadikan transaksi kejahatan, tanpa intervensi pihak Istana Awan Surgawi.


Nyonya Lun, Qi Xian Li dan Qi Cao An melihat Cermin Sihir dan melihat lokasi Altar Dimensi penghubung ke Benua Qi. Setelah beberapa saat mencari, akhirnya Lembah Aroma Kesenangan diketemukan.


Kedalaman Lembah Aroma Kesenangan mencapai 30 meter dari permukaan tanah, jalur lembah menghubungkan antara dua tempat yang tidak bertuan. Di tengah lembah ada Altar Dimensi yang dimaksud oleh Gan Hao.


Gan Hao berada di tengah altar, dia tidak sendirian ternyata ada rekannya, Zhen Wangting. Di luar altar, duduk bersila 20 orang, mereka adalah Lu Xu Pang dan timnya yang sedang berkultivasi. Salah satu diantara mereka ada Zhi Xiancai yang telah bergabung dengan timnya.


Altar Dimensi tersebut secara pribadi diciptakan oleh Maharaja Yaksa dan merupakan benda yang sangat berharga. Altar tersebut bisa menghubungkan ke semua tempat di seluruh Alam Jagat Raya.


Lalu tiba-tiba muncul lubang hitam dibelakang Gan Hao. Keluar dua orang yang menggunakan topeng berlian, kedua orang itu memiliki dua tonjolan di kening, seperti tanduk yang sengaja dipotong. Satu orang menggunakan pakaian serba hitam adalah seorang pria, satu orang menggunakan pakaian serba putih adalah seorang wanita.


Gan Hao dan Zhen Wangting segera berdiri dan diikuti oleh murid-muridnya. Mereka menyambut kedatangan orang penting di Alam Suci yang sudah ditunggu-tunggu.


"Pangeran, Putri!" sapa Gan Hao yang diikuti oleh semua murid.


Kedua orang itu adalah putra dan putri Maharaja Yaksa. Mereka secara khusus diutus oleh Maharaja Yaksa untuk mendapatkan Guci Mata Dewi, nama Artefak Alami yang berada di Benua Qi, Artefak Alami yang mengeluarkan cairan Energi Alami.


Pria itu bernama Di Shiyi Yecha, putra ke-11 dari Maharaja Yaksa, sedangkan wanita bertopeng itu bernama Shíwǔ Yecha, adik dari Di Shiyi Yecha. Nama ke-Dewa-an Shíwǔ Yecha adalah Dewi Shiwu.

__ADS_1


Ya, demi mendapatkan Guci Mata Dewi, Maharaja Yaksa sampai mengutus keturunannya untuk mendapatkan artefak tersebut, sudah bisa ditebak jika Guci Mata Dewi sangatlah berharga.


Zhi Xiancai langsung memeluk Dewi Shiwu Mereka bisa begitu akrab lantaran telah bersumpah menjadi saudari semati, semenjak itu Zhi Xiancai dijuluki Dewi Salju.


Zhi Shimo jelas kecewa mengetahui Zhi Xiancai meninggalkan Xu Huang dan Tim Gigas Fire, dia menebak jika Kun Ashi pasti mencarinya karena tidak kembali. Dan, kesempatan ini dimanfaatkan oleh Zhi Xiancai untuk kembali bersama Tim Es Abadi.


"Tuan Muda, dia orangnya yang membawa zirah milik hamba...!" lapor Tian Long.


Rasa kecewa Zhi Shimo seketika menghilang saat mendengar suara Tian Long. Celestial She melihat cermin dunia luar dan tersenyum tipis mengetahui siapa Di Shiyi Yecha dan Dewi Shiwu.


"Target berikutnya adalah Di Shiyi Yecha setelah keluar mengestrak Benua Qi," kata Zhi Shimo yang membuat rencana tambahan.


"Tapi kekuatannya... Belum waktunya kamu hadapi!" sahut Celestial She dan membuat Zhi Shimo melihatnya.


"Seberapa kuat dia?" tanya Zhi Shimo yang memang tidak mengetahui kekuatan lawan, sebab dia melihat Cermin Sihir milik Nyonya Lun.


Seandainya Zhi Shimo berdekatan dengan Di Shiyi Yecha, maka dia tidak perlu bertanya kepada Celestial She, cukup mengandalkan Mata Langit akan mengetahui kekuatan lawan walaupun disembunyikan.


"Half Resonansi level 60. Adiknya yang bernama Shíwǔ Yecha lebih lemah, berada di tingkat True Delta level 34!" ungkap Celestial She dan membuat Zhi Shimo melongo, dia kembali melihat ke luar Dunia Jiwa.


"Seberapa jenius mereka!" gumam Zhi Shimo yang tidak bisa berkata-kata mengetahui keturunan Maharaja Yaksa sangat kuat. Jika dibandingkan dengannya, ibarat langit dan bumi.


"Jangan merendahkan dirimu sendiri! Usiamu kurang dari 40 tahun sudah memiliki kekuatan Half Gama level 35. Sedangkan mereka, sudah berusia ribuan tahun. Khususnya Di Shiyi Yecha, dia telah bereinkarnasi sebanyak tiga kali!" tegur Celestial She yang tahu dipikiran Zhi Shimo.


Zhi Shimo tersenyum sambil garuk-garuk kepala yang tidak gatal. Lalu dia memeluk Celestial She dengan mesra.


Tian Long segera meninggalkan mereka berdua untuk berkultivasi di bawah Pohon Pemangsa Jiwa, dia berhenti berkultivasi hanya untuk memberikan informasi siapa yang membawa Zirah Perang Naga miliknya.


"Pantas orang tua itu memaksa kita sesegera mungkin menguasai Raja Qi, jadi karena kedatangan Pangeran dan Putri Kerajaan Yecha!" gumam Nyonya Lun yang akhirnya mengerti kenapa Gan Hao meminta cepat untuk mengaktifkan Altar Dimensi dengan segera.


Zhi Shimo melepaskan pelukannya dan melihat ke luar Dunia Jiwa.


"Jika anak-anak Maharaja Yaksa hadir, apakah kamu tahu apa yang akan terjadi nanti?" tanya Celestial She yang ikut melihat cermin dunia luar.


"Tujuan jelas Artefak Alami yang dimiliki Benua Qi!" jawab Zhi Shimo yang sudah tahu tujuan mereka.


"Ya, itu salah satunya. Jika Dewa Perang sampai turun, itu artinya bencana bagi Benua Qi. Dia tidak sendirian, tapi membawa satu juta Pasukan Delta. Dua orang itu memiliki kekuatan Half Resonansi, belum lagi jenderalnya yang juga memiliki kekuatan Half Alfa. Menurutmu, apakah saran ku tadi tidak bermanfaat besar bagimu!" ungkap Celestial She dan membuat kedua tangan Zhi Shimo terkepal erat, dia tahu semuanya saat berada di Alam Suci dan melihat Dewa Perang melatih Pasukan Delta.


Di Shiyi Yecha memiliki nama ke-Dewa-an, dia disebut sebagai Dewa Perang, dan tentaranya dijuluki Pasukan Delta. Pasukan Delta yang beranggotakan kekuatan True Delta.


Dengan kekuatan militer yang dimiliki oleh Dewa Perang, sudah dipastikan akan terjadi pertempuran sengit di Benua Qi. Dan pastinya, akan merembet ke Alam Tianwu. Apakah Zhi Shimo mampu mengatasinya? Belum tentu, walaupun memiliki kekuatan True Resonansi.


Tapi semuanya bisa dicegah asal Altar Dimensi tidak diaktifkan.

__ADS_1


Jelas Zhi Shimo menjadi dilema, menjadi penolong atau tetap mengekstrak energi Benua Qi? Dua pilihan yang membingungkan!


__ADS_2