Alam Tianwu

Alam Tianwu
Chapter 66. Menguji Dragon Spaceship.


__ADS_3

Chapter 66. Menguji Dragon Spaceship.


Sepuluh Tubuh Bayangan membuat kekacauan Kota Naga Tanah yang dikejar oleh banyak prajurit, bahkan para petinggi ikut mengejarnya. Tidak terkecuali Long De Yuze dan Raja Naga Tanah yang ikut mengejar, mereka melepaskan pukulan jarak jauh untuk melumpuhkan Tubuh Bayangan.


Tian Zhi sedikit merasa lega Tubuh Bayangan mampu mengalihkan perhatian, lalu dia duduk di kursi sambil menunggu kedua sahabatnya yang subur. Sambil menunggu dia bertanya kepada Naga Tanah, "Paman, apakah tidak ada lokasi yang bisa memberikan aku kekuatan dengan cepat?"


Naga Tanah terdiam sejenak, lalu dia menjawab, "ada empat tempat seperti milikku, di Laut Berlian Biru, tepatnya di Palung Terdalam, Gunung Jīngshén, tepatnya di Perapian Air Suci milik Bangsa Burung...,"


Palung Terdalam sesuai namanya, dasarnya mencapai tujuh ribu meter lebih dari permukaan air laut, lokasi yang paling berbahaya. Tempat kedua milik Bangsa Burung, berupa sebuah kawah yang berisi air mendidih dan diberi nama Perapian Air Suci.


Perapian Air Suci digunakan sebagai tempat untuk berkultivasi bagi keluarga kerajaan dan bangsawan, tempat ini dijaga ketat oleh prajurit burung Humanoid dan juga sangat berbahaya bagi manusia.


Tempat ketiga di Kota Reruntuhan, lokasinya di wilayah Selatan di Dunia Mistik, merupakan tempatnya Siluman Hitam berkumpul. Dibawah Kota Reruntuhan terdapat sebuah lorong menuju ke suatu lokasi yang diinginkan oleh Zhi Shimo, namanya Lorong Waktu.


Lorong Waktu tidak banyak yang berani memasukinya, dikarenakan sarang bagi Siluman Hitam jenis Laba-laba. Di dalamnya banyak jebakan berbentuk jaring beracun, racunnya mampu membuat kultivator yang memiliki kekuatan setinggi God Sovereign terbunuh. Selain itu, lorongnya juga bercabang-cabang seperti labirin, jika mampu melewati jebakan dan berhasil keluar dari lorong, maka akan menemukan danau mati yang berisi air, Siluman menyebutnya Kolam Air Tangisan.


Di tempat keempat, wilayah bagian Barat, tepatnya di Bukit Tengkorak, lokasi Monster Lima Elemen dipenjara. Bukit Tengkorak adalah tempat pemakaman massal bagi korban Peperangan Kuno yang bertarung di Dunia Mistik (bukan Makam Peperangan Kuno yang sebenarnya).


Keempat lokasi yang disebutkan oleh Naga Tanah semuanya sangat berbahaya dan jarang kultivator berani menginjakkan kaki maupun memasukinya, terutama Palung Terdalam di Laut Berlian Biru.


"... Jika Tuan Muda berkenan untuk mengunjungi keempat lokasi tersebut, hamba menyarankan Tuan Muda terlebih dahulu meningkatkan kekuatan minimal setingkat God Emperor." Akhirnya Naga Tanah telah memberitahukan empat tempat yang diinginkan oleh Zhi Shimo.


Saran Naga Tanah sebenarnya peringatan bagi Zhi Shimo, sebab lokasi itu bukan sembarangan yang bisa dilewati begitu saja. Tanpa memiliki kekuatan, niscaya masuk dan tidak akan pernah kembali lagi. Kekuatan God Emperor lebih tinggi dari God Monarch, dan Long De Yuze saja tidak berani menginjakkan kakinya ditempat tersebut.


Namun, bukan namanya Dewa Binatang jika tidak berani memasuki tempat terlarang, sebab dia memiliki banyak cara untuk melindungi diri sendiri, seperti Teknik Perubahan Wujud, Tubuh Bayangan, terutama Dunia Jiwa dan Cincin dimensi Yang tidak Terlihat, merupakan alternatif untuk bersembunyi dari bahaya. Ya, walaupun ada beberapa kondisi yang tidak bisa asal masuk.


Naga Tanah sangat hafal seluk-beluk Alam Tianwu, walaupun bukan asli penghuninya. Dia mengetahuinya Alam Tianwu saat berubah menjadi pohon. Semenjak menjadi pohon, Naga Tanah mampu berkomunikasi dengan tumbuhan di Alam Tianwu dan peta Makam Peperangan Kuno juga dia yang membuatnya.


"Berarti peta itu Paman yang membuatnya?" tanyanya setelah Naga Tanah selesai berbicara.


"Ya. Lalu aku memberikannya kepada keturunan ku agar bisa mengeksploitasi kekayaan di Makam Peperangan Kuno. Sayangnya, mereka menganggap makam bukan apa-apa dan menyimpan peta setelah digunakan sekali. Pembukaan selanjutnya mereka hanya mengirim juniornya untuk menambah wawasan dan beradu kemampuan dengan peserta lain!" jawab Naga Tanah yang sedikit kesal dengan kesombongan dan kebodohan keturunannya.


Dengan penasaran dengan isi peta, Zhi Shimo mengeluarkan gulungan peta dan membukanya. Lalu dia melihat peta yang membingungkan. Akhirnya dia tahu kenapa keturunan Naga Tanah tidak mengandalkan peta ketika berada di Makam Peperangan Kuno. Ternyata hanya berisi tanda segitiga sebagai lokasi pegunungan, lingkaran kecil sebagai tanda danau, garis berkelok-kelok sebagai tanda sungai, tanda kotak merupakan tempat makam massal dan lain sebagainya.


Satu hal yang membuat Zhi Shimo bingung, tidak ada namanya di setiap lokasi. "Pantas mereka penyimpanan peta sebagai harta karun!" batinnya, lalu kembali menyimpan peta dan akan mencari informasi yang lebih jelas untuk melengkapi peta.

__ADS_1


"Empat tempat yang terdekat di Palung Terdalam dan Bukit Tengkorak... Tapi, alangkah baiknya untuk mempersiapkan diri dan menjemput semua tim...," gumam Zhi Shimo yang ingin mengajak Yuna Aurora dan timnya untuk berpetualang di tempat berbahaya.


Akhirnya Juan Rou keluar dari kamar mandi dengan wajah telah di makeup tebal dan berpakaian ketat yang menunjukkan lekukan tubuhnya. Xu Huang yang melihatnya segera menghampiri untuk mencium Juan Rou.


"Dhem... Dhem!!" Zhi Shimo berdehem saat dirinya diabaikan oleh Xu Huang.


"Hahaha! Maaf... Maaf! Biasalah... Pemuda-pemudi lagi jatuh cinta!" alasan Xu Huang yang tidak tahu malu, sambil menggandeng Juan Rou dia mendekati Zhi Shimo.


"Ya, hanya aku yang tua disini!" sindiran Zhi Shimo membuat Xu Huang tertawa, "apakah kalian sudah siap?" tanyanya.


Xu Huang melihat Juan Rou yang menganggukkan kepalanya sebagai respon, lalu dia berkata, "baiklah, ayo kita pergi!"


Kemudian, Zhi Shimo berdiri dan menepuk pundak kedua sahabatnya dan tiba-tiba telah berpindah tempat dalam sekejap. Sontak Xu Huang dan Juan Rou terkejut telah berada di tempat lain, dari Kota Naga Tanah sudah sejauh satu kilometer.


"Luar biasa!!" seruan Xu Huang dan Juan Rou secara bersamaan, mereka tidak menyangka Zhi Shimo memiliki kemampuan berteleportasi, lalu mereka bertiga melihat sekitarnya dikelilingi kabut yang berasal dari hawa siluman.


Swosh...


Zhi Shimo mengeluarkan Dragon Spaceship dari cincin dimensi pemberian Naga Tanah, sontak membuat kedua sahabatnya terkejut lagi dengan mulut terbuka lebar.


Zhi Shimo hanya tersenyum tipis dan segera naik ke kapal angkasa, lalu dia menuju ke pusat kendali kapal. Xu Huang tertawa bahagia melihat sahabatnya kaya raya, dia bersama Juan Rou segera naik ke Dragon Spaceship.


Juan Rou juga mengikuti suaminya sambil berdecak kagum melihat interior Dragon Spaceship yang istimewa. Xu Huang ingin melihat-lihat kamar di kabin pertama, namun semua pintu kamar terkunci. Lalu dia menuju ke kabin kedua, baru di kabin kedua pintu kamar tidak ada yang terkunci.


Di kabin pertama terdapat tiga puluh kamar yang mampu menampung lima jiwa setiap kamarnya, sedangkan di kabin kedua terdapat lima puluh kamar. Di lantai dasar dibagi menjadi dua bagian, tempat untuk menyimpan barang-barang dan tempat untuk peristirahatan para awak kapal.


Zhi Shimo melihat kotak besi di depannya, itu merupakan tempat sumber energi, lalu dia mengeluarkan Batu Kuno sebagai sumber energi Dragon Spaceship. Dragon Spaceship sedikit bergetar sebagai respon mendapatkan sumber energi dari Batu Kuno.


Lalu Zhi Shimo mendorong tuas di sebelah kanan dan perlahan Dragon Spaceship naik, lalu dihentikan ketika ketinggian mencapai 1.500 meter.


Kemudian Zhi Shimo melihat ke arah Bukit Batu Gajah untuk menjemput Yuna Aurora terlebih dahulu sebelum menjemput Pang Bersaudara. Kini dia tidak lagi khawatir akan keselamatan timnya dengan memiliki Dragon Spaceship yang mampu menahan serangan kekuatan Half Theta.


Setelah menentukan tujuannya, Zhi Shimo mendorong tuas tanpa melihat tanda di papan yang berada di sebelah kiri dan...


Swosh...

__ADS_1


Dragon Spaceship melesat dengan sangat cepat dan membuat Zhi Shimo terhentak kebelakang, dia tidak menyangka sedikit mendorong tuas mampu memberikan kecepatan tinggi.


"Hebat...!!" pujian Zhi Shimo setelah menstabilkan tubuhnya, untungnya memegang roda kendali kapal sehingga dia tidak terjatuh. Dia kegirangan memiliki kapal angkasa berkecepatan tinggi.


Naga Tanah menertawakan Zhi Shimo yang belum terbiasa mengendalikan Dragon Spaceship, lalu dia berbicara, "Tuan Muda, lihat di papan tuas ada angka nol sampai sembilan, itu adalah angka pengukuran kecepatan suara (Mach)...,"


Zhi Shimo mendengarkan penjelasan Naga Tanah sambil melihat angka-angka kecil berwarna merah, dari angka 0 - 0,1 - 0,2 dan seterusnya. Sedangkan Zhi Shimo mendorong tuas hingga di angka 2,02 Mach, jelas dia sedikit terhentak kebelakang.


Setelah Naga Tanah memberikan penjelasan, Zhi Shimo tersenyum jahat, dia ingin mengerjai kedua sahabatnya. Ia menarik kursi komando kapal, setelah duduk dan memakai sabuk pengaman, Zhi Shimo mendorong tuas hingga berhenti dan angka 4,05 Mach.


Dhumm...


Dragon Spaceship melaju kencang melebihi kecepatan suara, sehingga memicu suara dentuman. Zhi Shimo tertawa saat mendengar suara teriakan Xu Huang dan Juan Rou, dia membayangkan tubuh gendut mereka seperti bola yang menggelinding.


Binatang mistik, Siluman Hitam, Roh Jahat dan beberapa kelompok prajurit burung yang sedang berpatroli, jelas mereka melihat Dragon Spaceship yang terbang dengan sangat cepat dan meninggalkan jejak asap, mereka melihatnya seperti seekor naga terbang.


Prajurit Burung Gagak segera mengejarnya dengan sekuat tenaga, namun tidak mampu menyusul Dragon Spaceship dan menghilang dari pandangan mata dalam sekejap.


Zhi Shimo yang belum memaksimalkan kecepatan Dragon Spaceship, dia mendorong tuas kecepatan, dan suara dentuman keras sekali lagi terdengar. Dia tidak peduli dengan nasib kedua sahabatnya yang baru saja bangkit sudah berguling-guling lagi.


"Shimo...!!" teriakan Xu Huang yang kesal telah dipermainkan oleh Zhi Shimo.


Sedangkan Zhi Shimo menertawainya, tanpa sadar dia telah melewati Bukit Batu Gajah sejauh dua kilometer. Dragon Spaceship terus melaju kencang menuju ke Gunung Jīngshén.


Zhi Shimo baru sadar ketika melihat Gunung Jīngshén dan langsung mengurangi kecepatan Dragon Spaceship. Xu Huang yang baru tiba di pintu ruang kendali kapal langsung terjungkal ke depan dan membentur kaca anjungan kapal.


Bruk... Bruk...


"Untung saja kacanya tidak pecah!" celetuk Zhi Shimo yang lega kaca anjungan kapal tidak hancur terkena tubuh Xu Huang dan Juan Rou, dia membelai kaca seakan-akan barang berharga dan tidak menganggap Xu Huang ada disebelah tangannya.


"Kamu... Saudara durhaka!" sungut Xu Huang yang tubuhnya tertimpa Juan Rou.


Baru Zhi Shimo tertawa terbahak-bahak, setelah puas mempermainkan Xu Huang dan Juan Rou. Akhirnya Zhi Shimo memutar balik Dragon Spaceship, sedangkan Xu Huang dan Juan Rou buru-buru duduk di belakang Tian Zhi yang terdapat 15 kursi, mereka memakai sabuk pengaman meniru Zhi Shimo.


"Expedisi penjemputan gadis-gadis cantik... Berangkat!!" teriak Zhi Shimo dan mendorong tuas dengan kecepatan penuh.

__ADS_1


Dhumm...


"Kampret...!!" teriakan Xu Huang yang sabuk pengamannya tidak terkunci dengan benar.


__ADS_2