Alam Tianwu

Alam Tianwu
Chapter 55. Makam Leluhur Naga Tanah.


__ADS_3

Chapter 55. Makam Leluhur Naga Tanah.


Wajar Zhi Shimo tidak segera membalas ucapan dari Yuna Aurora, sebab dia mencapai puncak kenikmatan ketika Celestial She dengan ganas memuaskan tongkatnya.


"Ohh!!" teriakan teredam saat rahimnya disembur air surga Zhi Shimo, Celestial She juga mencapai puncak kenikmatan secara bersamaan.


Tubuh Zhi Shimo mengeluarkan energi terobosan yang lembut dan desiran angin dirasakan oleh Nayoung, Xiao Yue dan Tao Chunhua yang tertidur pulas di kasur. Mereka bertiga membuka mata dan mengembangkan senyuman bahagia saat kekuatan suaminya telah meningkat lagi.


Kini Kekuatan Zhi Shimo telah berada di tingkat Supreme Immortal level sepuluh dan sebentar lagi akan mengalami Kesengsaraan Petir. Berhubungan berada di Dunia Jiwa, Kesengsaraan Petir tidak berlaku bagi Zhi Shimo dan semua penghuninya.


Celestial She yang telah beristirahat sejenak, kembali menggoyangkan pinggulnya saat merasakan tongkat suaminya masih berdiri kokoh, padahal baru saja mencapai puncak.


Nayoung dan dua permaisuri kecil geleng-geleng kepala, saat tidak bisa seperti Celestial She yang mampu menandingi keganasan Zhi Shimo berada di ranjang. Ingin rasanya melayani suaminya, namun apalah daya jika stamina masih belum pulih. Akhirnya hanya bisa menonton Celestial She menikmati Zhi Shimo seorang diri.


Sedangkan Zhi Shimo masih memejamkan matanya untuk berkomunikasi dengan Yuna Aurora. Setelah tahu Monster Lima Elemen telah bangkit karena kebodohan Kun Liong,


"Jangan khawatir! Setelah aku meningkatkan kekuatan dengan cepat, dia bukan apa-apa!" ucap Zhi Shimo dengan percaya diri.


"Baiklah, aku akan tetap menunggumu. Kami juga meningkatkan kekuatan sesegera mungkin untuk mengalahkan Monster Lima Elemen bersama-sama!" jawab Yuna Aurora yang tidak lagi egois seperti sebelumnya, sebab tanpa memiliki kekuatan, apa gunanya melawan Monster Lima Elemen.


Setelah komunikasi telepati terputus, Yuna Aurora berbicara kepada Qin Diao Chin dan semua temannya, dia mengatakan jika Long De Tao sedang menuju ke Bukit Batu Gajah. Namun, dengan adanya Formasi Perlindungan, Yuna Aurora dan ketujuh temannya tidak khawatir bisa diketemukan oleh Long De Tao, asal tidak keluar dari gua.


"Sekarang kita harus tingkatkan kekuatan secepat mungkin, agar tidak menjadi beban bagi Zhi Shimo," kata Qin Diao Chin setelah Yuna Aurora berbicara, lalu dia mengeluarkan tungku untuk meramu pil.


Yuna Aurora tidak tinggal diam dengan mengeluarkan tungku, sebab dia juga seorang ahli Alkemis, hanya saja selama ini tidak mau menunjukkan kemampuan kepada siapapun.


Kemudian, Qin Lianshi mengeluarkan delapan Buah Suci tingkat Dewa sebagai bahan utama dalam pembuatan Pil Kultivasi. Qin Lianshi yang merupakan perwujudan dari Buah Suci jenis jamur Lingzi, mampu menghasilkan banyak Buah Suci dan tidak mengejutkan bagi Yuna Aurora serta Qin Diao Chin.


Berbeda dengan Yusan, Ming Yun, Shima Yao, Bai Nuan dan Juan Fangsu, mereka terkejut melihat tiga wanita cantik yang handal dan juga memiliki Buah Suci tingkat Dewa. Karena tidak banyak membantu dalam meramu pil, mereka hanya bisa melihat dan mengawasi situasi di luar gua.


Tidak terasa waktu berlalu selama satu bulan dan total enam puluh hari di Dunia Jiwa, selama itu Zhi Shimo terus berkultivasi ganda, dia akan berhenti saat makan, mandi dan bertemu dengan banyak orang di istananya.


Saat bulan sempurna akan segera muncul, Zhi Shimo berbicara kepada dua permaisuri kecilnya dan Nayoung sebagai Kepala Selir, "aku akan kembali ke dunia luar dan kalian pemimpin Dunia Jiwa dengan adil dan bijaksana. Katakan kepada para petinggi, jika aku sedang menyelesaikan tugas dari orang tua."


Setelah berpamitan dengan ketiga istrinya dan para selir, Celestial She kembali masuk ke tubuh Zhi Shimo dan berubah menjadi tato dilehernya. Kemudian, Zhi Shimo menemui Jing Jia Mee yang berada di belakang istana Kerajaan Jing

__ADS_1


"Yang Mulia, apakah hamba boleh ikut?" tanya Jing Jia Mee setelah Zhi Shimo berpamitan.


"Lain waktu jika Konferensi Tianwu telah usai!" jawab Zhi Shimo dan jelas tidak akan mengabulkan keinginannya.


Tiba-tiba Zhi Shimo memeluknya, dan sontak mengejutkan Jing Jia Mee, namun dia tidak berusaha berontak, sebab ada rasa nyaman berada di pelukan seorang kaisar.


Setelah itu, Zhi Shimo mencium kening Jing Jia Mee dan keluar dari Dunia Jiwa. Jing Jia Mee diam membeku ketika keningnya dicium untuk pertama kalinya, tidak berselang lama dia mengembangkan senyuman bahagia.


Zhi Shimo muncul di Lembah Mulut Naga yang tampak hening, lalu Zhi melihat langit dan bintang-bintang terlihat mulai redup, tanda bulan sempurna akan segera muncul. Kemudian, dia melihat ke arah Gunung Leluhur Naga Tanah.


"Tinggal waktu delapan dupa. Saat itu tiba, kekuatan semua siluman pada titik terkuatnya dan kemungkinan besar ada Humanoid yang juga mampu menyerap kekuatan bulan sempurna," ungkap Celestial She dibenak Zhi Shimo dan hanya di anggukan kepalanya. (Delapan dupa \= empat jam)


"Apakah ada yang menarik dan mampu meningkatkan kekuatan di makam leluhur Naga Tanah?" tanyanya kepada Celestial She.


Celestial She tidak segera menjawab, sebab dia sedang memeriksa makam tersebut. Setelah beberapa saat, dia berbicara, "ada. Aku melihat mutiara Naga Tanah dan kolam darah naga di kedalaman gunung!"


Zhi Shimo bersemangat setelah mengetahui adanya harta langka di makam. Namun...


"Tetapi ada penjaganya, mereka adalah leluhur Naga Tanah!" ungkap Celestial She dan membuat Zhi Shimo menjadi serius.


"Ada tiga leluhur, tingkat God General level lima dan level tujuh. Dan satunya di tingkat God Monarch level sembilan! Di sana tidak ada Formasi Alami, tapi ada Formasi setingkat Prajurit Surgawi tahap puncak yang melindungi pintu ke gua!" beber Celestial She.


Kembali Tian Zhi bersemangat dan tidak khawatir dengan kekuatan ketiga leluhur Naga Tanah, sebab Formasi tingkat Prajurit Surgawi tidak akan mengungkapkan skill Perubahan Wujud.


Setelah mengetahui adanya harta langka di Gunung Leluhur Naga Tanah, Zhi Shimo kembali masuk ke dalam Dunia Jiwa, tapi tidak berada di kamarnya. Lalu dia menggerakkan Dunia Jiwa untuk melewati Lembah Mulut Naga.


Baru saja Zhi Shimo masuk ke dalam Dunia Jiwa, para prajurit penjaga Lembah Mulut Naga dan Long De Xiang telah muncul di tempat Zhi Shimo berada. Namun, Long De Xiang dan para prajurit tidak menemukannya.


"Aneh! Kenapa tiba-tiba menghilang!" gumam Long De Xiang yang sesaat lalu merasakan seseorang berada di dalam Lembah Mulut Naga, dia terus mencari keberadaan si penyusup bersama prajuritnya.


"Jangan kendurkan penjagaan, aku yakin dia masih disini!" perintah Long De Xiang kepada para prajuritnya.


Zhi Shimo akhirnya keluar dari Lembah Mulut Naga dan melihat sepuluh orang yang sedang menjaga jalur menuju ke lokasi makam. Dia segera keluar dari Dunia Jiwa dengan berubah wujud menjadi angin, lalu melewati para penjaga itu.


Disepanjang jalur menuju makam, Zhi Shimo melihat banyak prajurit berpatroli naik turun, namun tak satupun dari mereka mengetahui dirinya yang berubah menjadi angin.

__ADS_1


Setelah mendaki sejauh seribu meter Gunung Leluhur Naga Tanah dan tepat di tengahnya, Zhi Shimo berhenti dan melihat daratan kecil ada gua yang dijaga ketat oleh tiga puluh prajurit Naga.


Ada tiga prajurit memiliki kekuatan tingkat Heavenly God, mereka adalah tiga perwira menengah yang menjadi komandan regu dari tiga puluh prajurit Naga.


Karena kekuatan Zhi Shimo berada di bawah mereka satu tingkat (Great God level lima), dia berhati-hati mendekati pintu masuk ke makam yang dibangun dua pintu baja setinggi delapan meter dan setiap daun pintu baja memiliki lebar tiga meter.


Setelah melewati ketiga perwira menengah, Zhi Shimo masuk melalui celah-celah pintu dan terpampang lorong besar setingkat dia belas meter dan lebar mencapai delapan meter. Ubinnya terbuat dari batu pualam putih dan dinding lorong terukir lukisan banyak Naga Tanah, lukisan di dinding lorong menceritakan tentang perjalanan leluhur pertama dan generasi penerusnya. Pencahayaan di dalam lorong berasal dari Batu Cahaya yang berwarna merah api.


Zhi Shimo berjalan perlahan untuk melihat setiap lukisan yang terukir di dinding lorong. Setelah melihat lukisan leluhur pertama hingga ketiga, ternyata dulunya mereka ikut berpartisipasi dalam Peperangan Kuno.


"Peperangan Kuno ... Sebenarnya apa yang diperebutkan kedua belah pihak?" gumamnya saat melihat lukisan leluhur ketiga Naga Tanah.


"Jelas sumber daya Alam Tianwu yang melimpah!" sahut Celestial She yang ikut melihat lukisan sejarah leluhur Naga Tanah, "jika pihak luar tahu kamu memiliki kekayaan yang melebihi Alam Tianwu, kamu juga akan menjadi sasaran keserakahan mereka!" imbuhnya.


Zhi Shimo tidak takut maupun terkejut dengan ucapan Celestial She, sebab kakeknya telah memberikan peringatan kepadanya. Dan sudah menjadi hal umum jika peperangan selalu beralasan karena sumber daya alam. Namun, Zhi Shimo skeptis dengan alasan itu, dia meyakini jika ada sesuatu yang lebih besar dari sumber daya Alam Tianwu.


"Kamu percaya alasan peperangan demi sumber daya alamnya? Kamu dan banyak orang tahu, jika sumber daya alam bisa ditumbuhkan dan dikembangkan dengan baik tanpa harus merebut sumber daya. Memang membutuhkan waktu lama, tapi tidak seharusnya peperangan terjadi. Menurutmu, apakah ada alasan yang lebih logis?" jelas Zhi Shimo dan bertanya kepada Celestial She.


"Kamu memang benar, memang ada alasan lain selain sumber daya alam ...!" jawab Celestial She dan tampak enggan untuk berbicara.


Namun, Zhi Shimo yang keingintahuannya tentang masa lalu begitu besar, dia bertanya, "apa itu?"


"Tingkatkan dulu kekuatanmu!" jawab Celestial She yang mengalihkan topik pembicaraan.


Zhi Shimo menghela nafas berat saat tidak mendapatkan jawaban, dia menduga jika apa yang akan dia ketahui akan berdampak buruk baginya. Lalu dia kembali melanjutkan perjalanan menuju ke pusat makam, dimana lorong makam makin menurun jalannya.


"Lorong seluas ini dan menuju ke tempat yang berharga, kenapa tidak ada jebakannya? Apa karena aku menjadi wujud angin?" batin Zhi Shimo, lalu dia menampilkan wujud aslinya untuk menguji apakah ada jebakan.


Seketika dinding kanan dan kiri lorong bercahaya, setelah itu dinding lorong mulai berderak seperti sesuatu akan keluar dari dalamnya. Segera Zhi Shimo berubah wujud menjadi angin lagi dan akhirnya tahu jika lorong ini banyak jebakannya.


Dinding lorong yang bercahaya seketika menghilang dan tidak ada lagi suara gerakan. Kemudian Zhi Shimo kembali melanjutkan perjalanan. Saat jaraknya baru mencapai dua ratus meter, terdengar suara desisan ular dan samar-samar mendengar raungan Naga.


Bulu kuduknya berdiri dan membuat Zhi Shimo meningkatkan kewaspadaan. Seketika dia berhenti saat melihat wujud tubuh kesadaran yang aneh dan mirip kabut berjalan ke arahnya.


"Apa itu?" gumam Zhi Shimo yang tanpa sadar berjalan mundur, kedua telapak tangannya mulai basah, karena menahan hawa dingin yang seakan-akan menarik jiwanya.

__ADS_1


(Bersambung)


__ADS_2